
Di ruangan penjamuan tempat dimana para raja sedang menikmati hidagang tiba-tiba ter jadi sebuah pembincangan serius, saat seseorang perajurit membawa gulungan surat berwarna coklat dengan pita merah sebagai pengikatnya.
"Yang benar saja! "-Teriak raja Delltino sambil menghempaskan tangannya ke sudut meja makan, yang membuat semua yang ikut penjamuan tersentak kaget.
"Ada apa raja Delltino?"-Tanya raja Fartian penasaran dengan isi surat yang membuatnya kaget dan marah.
"Maaf temanku raja Fartian karena membuat anda kaget!"-Ucap raja Delltino dengan sopan.
"Ya tidak masalah!"
Dengan nada lemas raja Delltino menjelaskan isi surat tersebut kepada raja Fartian ,dimana dalam isi surat tersebut di jelaskan bahwa salah satu bangsawan yang bernama Grindale melakukan kudeta secara terang-terangan terhadap pemerintahan yang sekarang.
Bangsawan Grindale menginginkan raja Delltino turun tahta karena menurutnya pemerintahan kali ini tidak bisa di terimanya.
"Silviava apa kamu sudah tahu tentang kabar ini?"-Tanya raja Delltino kepada Silviava yang berada di meja penjamuan.
Silviava berdiri dari tempat duduknya dan menghadap ke arah yang mulia sambil menunduk sebentar.
"Ya itu benar yang mulia, saya menyuruh bawahan Qier untuk menyelidiki hal tersebut dan hasilnya seperti yang anda duga.!"
Raja Delltino menghela nafas panjang, dengan pundak merosot kebawah.
"Saya juga bisa mengatakan bahwa, bangsawan Grindale telah melakukan persekutuan dengan kerajaan Centaury ,dimana itu dapat di tafsirkan dengan pesatnya bantuan pasukan bangsawan Grindale!"-Tambah Silviava.
Raja Delltino kembali memjamkan mata dengan sesekali mendesah pelan.
"Hemmzz.. mohon maaf raja Fartian jika anda mendengar hal tak sedap ini disaat seperti ini!"-Ucap raja Delltino yang merasa ini adalah suatu hal yang tidak biasa di bicarakan di kala keadaan seperti ini.
"Itu tidak masalah temanku raja Delltino karena saya juga ada urusan dengan kerajaan Centaury jadi dengan segala yang saya miliki saya bersedia membantu anda!"-Raja Fartian mengajukan pendapatnya.
"Dengan beberapa syaratkan temanku raja Fartian!"-Raja Delltino menjawab dengan nada sedikit meledek.
"Hahahah ya pastinya!"-Balas raja Fartian dengan tertawa.
Raja Delltino meladeni gurauan raja Fartian yang menurutnya itu adalah hal baik juga meski ia tidak tau apa yang akan menjadi syaratnya.
"Huufff disis lain saya harus memberikan kabar baik kepada rakyatku tentang di adakan pertemuan ini disisi lain saya juga harus membungkam perbuatan bangsawan Grindale....ini sebuah dilema!"-Seru Raja Delltino sambil menyandarkan badannya ke kursi.
Semua orang yang berada disana terdiam, mengingat masalah internal kerajaan Aquas kini bertambah lagi. Putri Ellza yang duduk di sebelah ayahnya memegang erat tangan sang ayah sebagai bentuk dukungan.
"Sepertinya saya punya usulan tentang masalah pertunangan ini temanku!"-Sela raja Fartian yang mendapatkan sesuatu ide cemerlang untuk menyelesaikan masalah pertunangan yang gagal tersebut.
"Apa itu temanku?"-Tanya Delltino yang mulai serius menanggapi.
__ADS_1
"Raja Delltino putri anda mengatakan jika ia sudah menemukan cintanya iyakan?"-Ucap raja Fartian sambil meluruskan pandangannya kepada putri Ellza yang duduk disamping raja Delltino.
"Ya!"
"Kalau begitu bagaimana jika putri anda kita tunangkan dengan keponakanku Zeint? dilihat dari keadaan Zeint ia adalah anak adikku, karena adikku sudah meninggal otomatis Zeint akan menjadi tanggung jawabku sebagai pamannya. Itu juga bisa di artikan nmbahwa Zeint adalah keluargaku juga!"
Mendapati pendapat dari raja Fartian pipi wajah putri Ellza merona merah dan menunduk malu. Sedangkan Raja dan Ratu kerajaan Aquas menganggap usulan tersebut adalah hal baik yang terhadap masalah pertunangan ini, saat melihat tingkah putrinya tersebut.
"Itu sangat baik tapi apakah anda yakin keponakan anda Zeint menyetujui tentang hal ini?"-Balas raja Delltino yang tak ingin membuat dirinya terjebak pada situasi yang sama untuk kedua kalinya.
Raja Fartian tersenyum sambil memandangi putri Ellza yang nampak bingung.
"Tenang saja Zeint pasti menyetujuinya nak Ellza jadi kamu tak perlu risau begitu"-Goda raja Fartian yang menambah warna merah di wajah putri Ellza.
"Baiklah kalau begitu setelah ini panggil nak Zeint kemari!"-Perintah raja Delltino kepada perajurit yang berjaga.
********
Tak lama kemudian Zeint masuk kedalam ruangan penjamuan dimana ia baru saja selesai makan di dapur kerajaan.
Zeint berjalan mendekat lalu saat dirinya berada satu meter dari meja penjamuan ia duduk bersungkuh.
"Saya sudah datang memenuhi panggilan anda yang mulia raja!"-Ucap Zeint.
"Zeint kemarilah duduk di sampingku!"-Tegas raja Fartian yang di ikuti kesatria Leonmare berdiri dari tempat duduknya disamping raja Fartian.
Zeint yang tidak tahu tentang apa yang terjadi hanya mengikuti ucapan sang paman untuk duduk di sebelahnya tanpa bertanya apa pun tentang situasi saat ini.
Tatapan semua orang tertuju padanya, pandangan mata orang-orang itu terasa sangat menekan batinnya.
"Baiklah temanku raja Fartian bagaimana jika kita melanjutkan pembahasan yang tadi karena nak Zeint sudah bergabung bersama kita!"-Ucap raja Delltino sembari menatap Zeint dengan seksama.
Zeint memalingkan wajah kepada sang paman untuk mencari informasi tentang apa yang tengah di bahas kali ini.
"Zeint...kamh akan aku tunangkan dengan putri Ellza bagaimana kamu setuju?"-Ucap raja Fartian seraya tersenyum yakin.
"Haahh??? apa maksudmu paman?"-Zeint berucap dengan suara agak di tahan di samping sang paman.
Nada suara dari Zeint yang terlihat tak senang membuat raja Fartian mengambil langkah lagi.
Ia mendekatkan wajahnya ke samping telinga Zeint untuk berbisik.
"Zeint ini penting bagi kita semua, agar bisa membuat raja Aquas memberikan bantuannya. Lagian itu cuma tunangan saja bukan menikah"
__ADS_1
"Itu mana mungkin paman! putri Ellza adalah majikanku!"-Sela Zeint membalas bisikan pamannya yang terdengar tak begitu meyakinkan.
"Apa kamu mau kita tidak menemukan Laura Zeint?"-Ucap raja Fartian sedikit memaksa.
Zeint terdiam sejenak agar bisa memilih yang terbaik bagi dirinya nanti.
Memang ini begitu tiba-tiba bagi Zeint ,namun disisi lain ini adalah sebuah tawaran yang menggiurkan jika kelak nantinya ia akan melawan kerajaan Centaury.
"Bagaimana nak Zeint ?"-Raja Delltino menanyakan Zeint yang terdiam agak lama.
Tarikan nafas panjang di lontarkan Zeint sembari memantapkan pilihan tentang masa depannya kelak.
"Yang mulia Raja ...jika memang tuan putri Ellza bersedia ,saya dengan senang hati akan melamarnya.!"-Balas Zeint kepada raja Delltino yang di ikuti anggukan langsung dari putri Ellza.
Kedua raja saling tersenyum bahagia mendapati acara pertunangan ini tidak di batalkan, karena dengan pertunangan Zeint dan putri Ellza maka kedua rakyat kerajaan dapat berita gembira.
"Nak Zeint bisakah kamu membuka topeng itu karena aku belum sempat melihat wajahmu!"-Ucap ratu Minercy dengan senyuman yang terukir jelas di wajahnya.
"Mohon maaf yang mulia ratu karena lupa melepas topeng ini!"-Balas Zeint sembari membuka topengnya agar wajahnya bisa terlihat oleh semua orang.
Begitu Zeint menunjukkan wajahnya raut wajah raja dan ratu Aquas terlihat bingung.
"Mohon maaf yang mulia jikalau wajah ini begitu mirip dengan perempuan karena ini adalah takdir saya!"-Ucap Zeint agar rasa bingung raja dan ratu bisa teratasi.
"Ayahanda ibunda.. Zeint memang laki-laki karena itulah ia sering memakai topeng agar wajahnya tidak di ketahui banyak orang!"-Sela putri Ellza dengan tanggap.
"Bukan itu maksud ibu putriku....ibu hanya kaget melihat mata kuning yang indah itu saja, karena baru pertama kali melihatnya!"-Jelas ratu Minercy yang kemudian kembali tersenyum.
"Baiklah semuanya yang berada disini ! segera kabarkan ke seluruh penjuru negri, bahwa sannya besok siang akan di adakan acara pertunangan antara putri Ellza Derastos Aquas dengan anak angkat raja Fartian von Selleburk, pangeran Zeint Von Selleburk yang akan di adakan di Katedral kota Aquas!"-Ucap raja Delltino kepada seluruh orang yang ada di sana dengan tegas.
"Hah?? Besok apa tidak terlalu cepat ?"-Tanya Zeint kepada pamannya raja Fartian.
"Hahahaha memang ini sudah di rencanakan seperti itu sebelumnya Zeint!, Lagian ini juga awalnya untuk saudaramu Hars tapi karena kamu yang terpilih jadi terimalah!"-Balas raja Fartian seakan tanpa dosa.
"Selamat ya Zeint atas pertunanganmu!"-Sela pangeran Hars kepada Zeint yang masih tak percaya dengan situasi seperti ini.
Zeint mengalihkan pandangannya kepada putri Ellza agar bisa menanyakan pendapatnya. Namun saat mata mereka saling bertemu putri Ellza langsung menunduk cepat.
"Apa-apan situasi ini kenapa jadinya perubahan yang cepat seperti ini? jika ini komedi romantis pasti bakalan langsung tamat!"-Ucap batin Zeint dengan nada bingung.
Zeint yang mengira pertunangannya akan menunggu waktu lama malah terjadi besok siang. Memang Ia menyetujuinya namun tetap saja tak mengira akan seperti ini.
Di tambah lagi keberadaan Laura yang masih hanya sekedar isu belaka belum ada titik terang, dan malah terjebak dalam situasi pertunangan.
__ADS_1
Menurut pandangan keluarga kerajaan Zeint adalah anak angkat dari raja Fartian namun disisi lain ,ada yang beranggapan bahwa kehadiran Zeint adalah hal aneh dimana tiba-tiba muncul entah dimana dan langsung bertunangan dengan Putri Mahkota kerajaan Aquas. Pendapat itu dapat di simpulkan dengan tatapan beberapa orang yang ikut serta dalam acara penjamuan salah satunya ialah Kesatria Angin Barat Romeo Thivandra, yang sedari tadi menatap tajam Zeint dengan penuh kecurigaan.