
Acara tahunan yang di selenggarakan oleh Tuan Vamilon di kota D'lus ini sangat populer di kalangan para kesatria dan petualang.
Mereka sangat antusias dengan Guild turnament ini bukan hanya akan mendapat hadiah juga mereka akan di rekrut langsung oleh para Guild Master sehingga kehidupan mereka akan terjamin.
Tujuan tuan Vamilon bukan hanya sebatas kesenangan semata melainkan demi kota yang ia pimpin.
Jika dia berhasil menambah para Petualang Guild di kotanya maka otomatis kekuatan tempur di wilayahnya bertambah jadi ke amanan dan kemakmuran bagi kotanya akan sangat terjamin.
Sehari setelah Zeint mengetahui tentang acara tersebut ia memutuskan untuk mendaftar juga meskipun ada peraturan yang tidak memperbolehkan para siswa ikut serta dalam acara tersebut ,tak membuat Zeint mau kehilangan kesempatan mendapatkan uang.
Acara Guild turnament di laksanakan dua hari setelah Zeint mendaftar dan kini tiba dimana Guild turnament akan dimulai.
******
Tempat acara Guild turnamen berada di sebuah lapangan yang mirip dengan stadion sepak bola bedanya hanya masalah bangunan yang lebih mirip dengan gladiator jaman romawi ketimbang di bandingkan dengan stadion sepak bola.
Nerfa,Lux dan Ardy terlihat sedang duduk di kursi penonton dengan tenang sambil menunggu acara itu dimulai.
"Zeint kemana Lux?"-Tanya Nerfa kepada Lux yang duduk disampingnya.
"hah.... pas tadi mau berangkat dia tiba-tiba sakit perut jadinya gak bisa ikut bersama kita!"-balas Lux.
"Tapi dia bakalan kesini katanya jadi tunggu saja!"-Tambah Lux.
"Yasudah kalau begitu!"
Sorak suara para penonton kini meramaikan suasana ketika seseorang muncul dari balik pintu masuk gladiator sambil melambaikan tangan.
Dia adalah pembawa acara di hari ini yang akan segera memulai acara tersebut.
"Baiklah para hadirin sekalian saya Degucaf akan segera memulai acara hari ini ,tapi sebelum itu ,beri tepuk tangan meriah kepada tuan Vamilon sebagai pemipin sekaligus penanggung jawab acara Guild Turnamen ini"-Ucap sang pembawa acara di tengah lapangan.
plak..plak...plakk...
"terimakasih semuanya dan sekarang kita langsung memasuki pertandingan pertama dari ke enam belas peserta yang sudah lolos seleksi sebelumnya!"
huwaaaaaaa..a.aa.AaAAAA..
"Peserta pertama dari blok A Xian melawan Yu!"
hHuaaaAaaaa.
"Akhirnya tiba juga waktunya!"-Ucap Zeint dari ruangan tunggu.
Zeint memakai nama Yu saat mendaftar di kala itu karena mengingat jika memakai nama Zeint pasti ketahuan. dari seratus lebih peserta Zeint berhasil lolos tanpa harus bersusah payah karena babak seleksinya hanya mengukur ketahanan tubuh saja seperti berlari dll.
Tapi kali ini akan berbeda karena harus berduel diatas panggung gladiator yang mana insting dan kekuatanlah yang akan membuat dirinya berhasil menang.
__ADS_1
"Dari sudut kanan petualang dari timur Xian.....dan dari sudut kiri adalah Yu...!"-Ucap sang pembawa acara dengan semangat.
Meskipun demikian mereka tak banyak bersorak malah lebih terheran-heran mendapati seorang bocah yang ikut dalam pertandingan tersebut terlebih lagi bocah tersebut sangat aneh dimana ia memiliki rambut putih panjang sambil menggunakan topeng iblis.
Mendapati kekecewaan dari para penonton akhirnya sang pembawa acara mengambil inisiatif.
"Baiklah bersiap mulai.....!"-ucap sang pembawa acara dengan segera.
Zeint mengamati lawannya tanpa memperdulikan kekecewaan para penonton tersebut.
"hemm!... Dia seperti petarung tangan kosong namun sarung tangannya itu terbuat dari besi jadi ini sangat sakit jika sampai kena wajah!"-ucap Zeint sambil mengambil kedua pisaunya dari belakang pinggul.
"Hei bocah lebih baik kamu menyerah ini bukan tempat bagimu!"-Ucap Xian meremehkan Zeint.
Tak banyak bicara Zeint langsung berlari ke arah Xian dengan cepat sambil mengayunkan pisau di tangan kanannya.
Xian kaget dengan reaksi sambutan Zeint namun berhasil di tangkis dengan tangannya yang memakai sapu tangan besi.
"cih...!"-Ucap Zeint kesal.
Tak habis dengan itu Zeint langsung mengubah posisi kakinya dan langsung menendang lurus ke dada Xian yang membuat dia terdorong kebelakang.
Zeint kembali berlari ke arah Xian sambil melempar pisaunya lurus ke wajah Xian namun dengan mudah di halau oleh Xian.
"heh... segini saja kema...... loh dima dia?"
Xian kebingungan mencari keberadaan Zeint yang kini hilang dari hadapannya.
Disaat Xian kebingungan Zeint yang berada di atas Xian langsung mengarahkan tendangan lurus ke kepala hingga membuat Xian telat merespon serangan kejutan tersebut dan akhirnya Xian terkena serangan telak di kepala.
"bocah siala....n!"
"apa..........khem.....Xian tak bisa lagi melenjutkan pertandingan pemenangnya adalah Yu!"-ucap Pembawa acara tersebut kaget dengan hasil yang di dapatkan.
huaAaaaaaAaAAAA.....
Suara gaduh sorak soraian kini menggelegar di seluruh gladiator tersebut. mereka sangat kaget dengan apa yang dilihatnya dimana orang yang tadinya dikira sepele malah membuat lawannya kalah telak.
Zeint kembali keruangan tunggu setelah kemenangan di dapatnya. Ia tak menghiraukan para penonton yang kini sudah menyemangati dan bersorak kepadanya yang ia pikirkan hanya satu; yaitu Menang dan dapatkan Uang itu saja.
********
Guild turnament masih berlanjut dan memasuki sesi kedua yaitu Fin melawan Rash dari blok B.
Zeint segera keluar dari gladiator setelah dirinya selesai berganti pakaian dan memakai topeng miliknya untuk mengubah warna rambut.
Ia bergegas keluar agar bisa melihat pertempuran lawan-lawannya dari balik kursi penonton.
__ADS_1
"tak bisa di percaya Fin mengalahkan lawannya dalam sekejap!"-Ucap seseorang saat Zeint baru tiba di kursi penonton.
"Pertandingannya selesai belum sampai sepuluh menit ini?"-Zeint bertanya-tanya sendiri.
Dia melihat ke tengah gladiator disana terlihat seseorang yang menyarungkan pedang dengan seseorang lagi terkapar tak bergerak.
"Pertandingan dimenangkan oleh Fin!"-Ucap sang pembawa acara.
Fin dia seseorang lelaki muda berperawakan sangat tampan kira-kira usianya masih 20 tahunan. Ia memiliki rambut pirang dengan tatapan mata yang tajam, walaupun begitu ia terlihat sangat kuat.
Zeint terus menatap Fin dengan seksama dari balik meja penonton. Memastikan bahwa ia adalah lawan yang sulit di kalahkan jika sampai bertarung dengannya pikir zeint.
"Pertandingan selanjutnya dari blok A Jack melawan Kald!"-Tegas sang pembawa acara.
"Baiklah kita lihat seberapa kuat lawanku selanjutnya!"-Ucap Zeint dengan nada serius.
Kedua peserta telah memasuki arena kini mereka sedang memasang kuda-kuda bersiap untuk melakukan serangan.
Jack memiliki tubuh kekar berwarna coklat pekat dengan senjata kapak yang tak kalah besar dengan tubuhnya itu.
Sedangkan Kald dia terlihat seperti om-om namun pedang dan kuda-kuda yang ia gunakan menunjukkan seberapa kuat dirinya.
"wah Kald kah pasti dia yang akan menang!"-Ucap Zeint.
Jack berlari sambil mengayunkan kapak miliknya ke arah Kald di ikuti dengan suara teriakan.
Kald mengacungkan pedangnya dan langsung menangkis serangan yang di lontarkan oleh Jack dengan mudah.
Jack terhuyung kesamping arena namun ia langsung melancarkan serangan lagi ke arah Kald.
Gemuruh sorak para penonton membuat pertandingan semankin panas. Kedua belah pihak tidak ada yang mau mengalah.
Jack melompat sambil mengayunkan kapaknya dari atas tapi dengan sigap Kald mengelak sehingga kapak itu mendarat ke lantai arena.
Benturan kapak itu meremukkan lantai tersebut sehingga debu-debu kini menyelimuti mereka.
Kald yang berada jauh dari Jack kini melancarkan serangan sihir bola api bertubi-tubi.
Jack hanya bisa bertahan menggunakan kapaknya tanpa bisa mendekat maupun melakukan perlawanan.
Pedang Kald kini berselimut api sambil masang kuda-kuda menyerang.
Saat serangan bola apinya berhenti setelah itu pula Kald menerjang dan membelah kapak besar milik Jack menjadi dua.
huaaAaAa....
Pertandingan tersebut di menangkan Kald sehingga dialah yang akan menjadi lawan Zeint selanjutnya.
__ADS_1
"Seni pedang dan sihir kah baiklah akan ku hadapi semampuku!"-Tegas Zeint sambil tersenyum semangat.
Zeint memutuskan agar pergi dari sana guna melakukan latihan kembali karena lawannya selanjutnya pasti merepotkan.