Reincarnationem : The War Kingdom

Reincarnationem : The War Kingdom
chapter 16 (Malam)


__ADS_3

Suara ketokan pintu membangunkan Zeint dari tidur .Ia tertidur setelah selesai membereskan ruanganya tersebut.


Mata yang masih merasa ngantuk ia paksakan untuk terbuka, hawa dingin dan gelap menyambutnya menandakan hari ini sudah menjelang malam.


Dengan badan sedikit linglung Zeint meraih ganggang pintu dan membukakannya.


"Yo Zeint ...!"-sambut lux dari luar kamar.πŸ˜†


"ada apa Lux?"-Tanya Zeint sembari mengucek kedua belah matanya.😴


"Ayo kita makan malam Ardy sudah menunggu di bawah!"


Zeint mengangguk kemudian masuk kembali ke kamar mengambil topengnya sebelum ia pergi dari sana untuk makan malam.


Di lantai 1 suasananya sudah berubah kini tempat itu sudah di penuhi dengan orang-orang seusianya yang sedang bergerombol ria maupun bersenda gurau satu sama lain.


Zeint yang berdiri di ujung tangga kini menjadi sorotan seluruh orang yang ada disana karena mereka baru mengetahui ada anggota baru yang kini tinggal bersama mereka.


Perasaan Zeint kini menjadi tak nyaman dibuatnya, pandangan mereka seakan-akan mengintimidasi dirinya saat ini namun dengan segera Lux mengubah suasana.


"Oh iya kalian semua... dia adalah murid baru di akademi jadi mulai sekarang dia akan tinggal di sini"-Ucap Lux sambil berjalan ke tengah-tengah ruangan itu menghampiri Ardy.


Pandangan mereka tetap mengarah ke Zeint mereka merasa aneh dengan penampilan Zeint yang memakai topeng tanpa berbicara apa apa.


Suara-suara kecil seperti siapa dia...dia aneh...apa-apaan dia terdengar oleh Zeint namun tak dihiraukan olehnya.


"Ayo perkenalkan dirimu Zeint!"-Pinta Lux sambil menyenggol lengan Zeint pelan.


"oh ya....nama saya Zeint salam kenal semua!"-Ucap Zeint agak canggung.πŸ˜…


Mereka semua saling menatap satu sama lain dan berbisik setelah itu seperti merasakan ada hal yang lain di pikiran mereka.


"Shiiitt..shiit Zeint topengmu!"-Lux memberi isyarat.


"topeng?"🀨


"oh iya!"πŸ˜…


"Maaf semuanya saya lupa melepas topeng ini!"- Ucap Zeint sambil menjauhkan topeng yang ia kenakan dengan tangan kanan.


Waaaaaa..aaa...😲😲😲😳😳🀯


Suara teriakan kini menggema di seluruh ruangan, mereka merasa kaget melihat wajah Zeint yang mirip perempuan itu di tambah rambut hitam yang panjang membuatnya sangat mirip dengan perempuan.


Banyak diantara mereka menghampiri Zeint namun dengan segera Lux dan Ardy menghentikan tindakan teman-temannya itu.


"Tenang semua dia cowok wajahnya saja yang mirip cewek...jadi coba tenang dulu!"- ucap Lux keras.


Ardy yang tak banyak berbicara juga ikut menghentikan tindakan yang lainnya dengan cara langsung menarik Zeint kembali naik ke lantai 2 dan menyuruh Zeint agar tidak keluar dari kamarnya karena bakalan tambah heboh jadinya.

__ADS_1


****


Malam semakin larut Zeint yang hanya diam di kamar cukup merasa bosan, tak banyak yang ia lakukan disana cuma berbaring atau sekedar menatap langit-langit kamarnya.


Cahaya rembulan yang redup mulai memaparkan sinarnya kembali, awan-awan gelap kini perlahan menjauh memberikan ruang antar langit malam kepada sang Bulan.


Zeint mengambil kembali topeng miliknya yang di letakkan di atas meja tak jauh dari tempat ia berbaring dan langsung memandanginya dengan raut wajah gundah.


"kakak.....Laura.......!"-Ucapnya pelan.πŸ₯Ί


krukkkk.......


Suara alarm kelaparan kini berbunyi kembali Zeint yang tidak bisa makan malam kini hanya bisa pasrah di tempat tidur. Hujatan karena ulah para penghuni disini ia lontarkan, menyalahkan mereka semua yang membuatnya tak bisa makan malam.


Tak tahan dengan rasa laparnya Zeint berinisiatif mencari buah-buahan atau jamur yang mungkin tumbuh di belakang asramanya tersebut agar bisa mengganjal perutnya yang saat ini keroncongan.


Jendela kini ia buka hembusan angin malam menyapanya dengan tanpa ragu Zeint melompat keluar dari jendelanya meraih dahan pohon yang kebetulan menjalar tak jauh dari jendelanya.


Meski suasana gelap namun tak menghalangi niatan Zeint untuk mencari makanan. Zeint yang memang mantan tentara di kehidupan sebelumnya hanya tersenyum dan terus berjalan kedalam hutan di belakang Asrama tersebut, mengingat ini adalah sesuatu hal sepele yang sering ia lakukan dulu.


Jauh kedalam hutan Zeint mencari-cari di sekitar pohon yang kiranya menumbuhkan buah namun sayangnya tak ada satupun disana yang menandakan tumbuhnya buah.


"lah cuma ada selaginella yasudah tak masalah ketimbang kelaparan!"-Ucap Zeint sambil mencabut satu persatu dan memakannya.πŸ˜‘


(Selaginella adalah sejenis tanaman paku-pakuan yang tumbuh di tempat lembab memiliki warna hijau dengan daun yang kecil-kecil)


Di tengah sedang makan Zeint melihat beberapa kilatan cahaya dari balik pepohonan di depannya yang membuat Zeint menghentikan makannya dan memilih menyelidiki asal cahaya tersebut.


Zeint mengendap-endap di balik pohon sambil terus melangkah maju untuk memastikan apa yang ada disana.


Dari balik pohon Zeint melihat seseorang yang terus menerus menghunuskan pedangnya kedepan.


Zeint menajamkan penglihatannya memastikan siapa orang tersebut dan ternyata orang tersebut ialah Nerfa yang sedang berlatih pedang.


Zeint yang mengetahui bahwa dia adalah Nerfa mencoba berjalan mendekatinya namun sebuah kilatan cahaya langsung mengarah ke arahnya sepontan Zeint mengelak.


"Woi santai woi......!" -Teriak Zeint sambil mengacungkan gengaman tangan ke arah Nerfa.😑


"Loh kamu Zeint aku kira monster?"-Tanya Nerfa sambil menyarungkan kembali pedangnya ke pinggul.


"hati-hatilah kalau aku tadi tidak sempat menghindar bagaimana?"😠😀


"Hahahaha maaf!"πŸ˜…


"ngapain disini emangnya?"-Tanya Nerfa lagi.🀨


"Yah karena alasan perut !"-Balas Zeint sambil memakan sisa tanaman yang ada di tangannya.


Nerfa memasang senyuman kemudian ia berjalan ke arah Zeint dan menarik tangannya lalu berjalan ke sebuah batang pohon yang tergeletak tak jauh dari sana.

__ADS_1


"Duduklah!"-Ucap Nerfa.


Tanpa banyak bertanya Zeint duduk disana sambil memperhatikan Nerfa yang menyalakan sebuah lentera kecil.


Nerfa berjalan mendekati Zeint dan duduk disampingnya sambil menyodorkan sebuah roti ke arah Zeint.


"ayo makan bersama!"-Ucap Nerfa sambil tersenyum lebar.


"Wah makasih banyak ini sangat menolongku!"-Balas Zeint yang langsung memakan roti tersebut.


"oh iya kenapa kamu berlatih sendiri?"-sambung Zeint.


Nerfa tersenyum kembali dan mengadahkan wajahnya kelangit, rambutnya yang di ikat kuncir kuda terlihat sangat Cantik saat dilihat dari samping.


"Aku ingin jadi kuat Zeint!"


"Alasannya?"


"Aku ingin segera menyelamatkan seseorang yang sudah menyelamatkannku!"


"eh....."


"Tinggal sedikit lagi pasti aku akan segera kesana untuk menyelamatkannya....!"


"Siapa orang itu kalau boleh tau...?-Tanya Zeint setelah rotinya habis dimakan.☺️


Nerfa mengubah posisi duduknya agar lebih santai dengan cara meluskan kedua kakinya kedepan sedangkan tangannya memopa badannya di belakang.


Deg..sesuatu perasaan aneh dirasakan Zeint


Sesuatu itu kiap terasa saat Zeint sudah mengetahui tentang Mana.


Helai rambut Zeint terurai melewati pandangannya. Ia tersentak saat ujung rambutnya sudah ada beberapa berwarna putih dan teringat tentang kejadian-kejadian yang menimpa kakaknya dan juga pedagang.


"Topeng....."😱


Zeint melompat menjauh dari Nerfa dan bersembunyi di balik semak-semak.


"Ada apa Zeint?"-tanya Nerfa saat Zeint melompat menjauh.


"Nerfa ada sesuatu hal yang baru saja aku ingat jadi kita lanjutkan besok!"


"Tunggu Zeint......!"


Belum sempat meneruskan kata-kata Zeint telah berlari meninggalkan Nerfa sendirian disana.


Nerfa yang merasa sikap Zeint aneh membereskan barang-barangnya dan berlari mengejar Zeint.Namun itu sia-sia ia lakukan karena Zeint telah menghilang dari pandangannya.


"Zeint kenapa kok aneh sekali sikapnya?"-ucap Nerfa curiga 🧐

__ADS_1


__ADS_2