
Sekitar 5 menit sebelum lonceng kota D'lus berbunyi terlihat beberapa orang kian masuk kedalam halaman kediaman tuan Vamilon.
Zeint bergegas mengikuti gerombolan itu sembari memakai topeng iblis yang baru saja ia beli di perjalanan.
Mereka adalah 15 peserta yang ikut dalam acara Guild Turnamen yang pada hari ini akan berkesempatan menjadi anggota guild resmi di kota ini.
"hay Zeint!"-Sapa salah satu orang yang ada di depannya sambil mengadakan tangan.
"hay juga Fin....gimana keadaanmu sekarang?"-balas Zeint.
"Ya seperti yang kamu liat aku baik-baik saja!"-Jelas Fin sambil menunjukkan badannya yang tak lagi ada luka.
"Syukurlah kalau begitu!"
Zeint mendekapkan tangannya sebagai bentuk syukur.
Tak lama kemudian Arthur pengawal tuan Vamilon datang menghampiri mereka dan langsung menyeruh mereka semua mengikuti dirinya menuju ke suatu tempat di samping kediaman tuan Vamilon.
"Untuk petualang Yu, dan Fin dimohon anda masuk ke kediaman tuan Vamilon karena ada hal yang akan di bicarakan terlebih dahulu!"-Sela Arthur saat melihat Zeint dan Fin.
Tak banyak mengeluh Zeint dan Fin berjalan keluar dari gerombolan itu dan masuk kedalam kediaman tuan Vamilon.
Di depan muka pintu yang besar milik tuan Vamilon ada 2 orang prajurit berdiri dengan sigap yang langsung membukakan pintu saat mereka berdua tiba.
Saat pintu kediaman tuan Vamilon di buka suasana di dalamnya begitu mempesona sampai-sampai Zeint tak tahu harus berkomentar apa.
Ruangan yang cukup besar dengan beberapa tiang penyangga yang tak kala besar terlihat berjejer dengan rapi.dan sebagai penghias ruangan ada beberapa patung terbuat dari batu mirip seperti seseorang kesatria memegang pedang di bagian samping ruangan.
Lantai marmer warna putih pucat berselimut karpet merah memanjang hingga ujung ruangan sangat indah di pandang.
Lentera gantung berbentuk bulat di bagian tengah langit-langit ruangan memancarkan warna putih sebagai sumber penerangannya.
Mereka berjalan lurus mengikuti hamparan karpet panjang itu hingga berhenti di sebuah anak tangga karena ada seseorang yang berdiri dengan memakai pakaian pelayan menunggu kedatangan mereka.
"Tuan Vamilon sudah menunggu anda sekalian mari ikuti saya....!"-ucap pelayan tersebut sambil menunjukkan jalan.
Mereka di bawa ke ruangan di samping tangga yang mana ruangan itu ada tuan Vamilon dan juga putri Ellza.
"Tuan Vamilon saya sudah membawa mereka!"-Ucap pelayan itu sambil menundukkan badan 30° derajat.
"oh baiklah biarkan kami bicara kamu boleh keluar!"-Tegas Vamilon.
Pelayan itu pergi meninggalkan ruangan dengan patuh dan tak lupa menutup pintu ruangan itu kembali.
"Kalian berdua duduklah di sana!"-Tuan Vamilon menunjuk sofa panjang di depan mereka.
Zeint duduk bersama Fin dengan tanpa berbicara sedikitpun karena suasananya yang begitu sunyi itu.
Putri Ellza sesekali menatap Zeint sambil meneguk teh yang berada di tangannya dengan anggun.
"Baiklah kalian berdua aku akan memberikan hadiah yang saya janjikan!"-Tuan Vamilon memulai obrolan.
Fin menoleh kepada Zeint sambil memasang senyuman bahagia.
"Untuk petualang Yu aku memberikan hadiah uang 50 koin mas dan untuk petualang Fin aku memberikanmu 30 koin mas!"-Tuan Vamilon menyodorkan dua kantung uang di hadapan Zeint dan Fin.
Rasa bahagia dengan hadiah uang itu terlihat jelas dari wajah Fin namun bagi Zeint ia hanya merasa kegundahan semata.
__ADS_1
"Maaf tuan Vamilon hadiah ini bukan milikku!"-Sela Zeint tiba-tiba.
"Apa maksudmu petualang Yu?"-Tanya Vamilon memastikan tujuan Zeint.
"Ini hadiah milik Fin karena saat pertandingan saya sudah di kalahkan olehnya!"-Jelas Zeint.
Mendengar itu Fin langsung tersentak tak percaya akan ucapan Zeint tersebut.
"Oi Yu yang menang itu kamu udah jelaskan!"-Fin mencoba meluruskan.
"Tidak Fin aku sudah berjanji jika kamu berhasil menghancurkan topengku aku akan mengaku kalah darimu kamu ingatkan...!"-Zeint memegang pundak Fin yang duduk di sampingnya itu.
Dengan raut wajah ragu Fin menatap Zeint.
Melihat reaksi itu Zeint kembali berbicara.
"Uang 50 koin mas ini milikmu Fin dan yang ini adalah milikku!"-Zeint mengambil uang milik Fin dan memberikan miliknya kepada Fin.
Fin merasa tak nyaman dengan apa yang di lakukan Zeint namun karena pakasaan Zeint akhirnya Fin dengan senang hati menerimanya.
"ehemm...untuk hadiah kedua saya memberikan ini untuk kalian!"-Tuan Vamilon memberikan secarik gulungan kertas kepada mereka berdua.
"Apa ini?"-Tanya Fin tanpa membuka gulungan itu.
"Itu adalah Rekomendasi Guild...dengan itu kalian berdua bisa masuk dalam Guild yang mana saja di kerajaan Aquas ini!"-Jelas Vamilon.
"Terimakasih banyak tuan Vamilon!"
"Itu saja yang bisa saya berikan selebihnya terserah kalian memilih!"-Ucap Vamilon mengakhiri pembicaraan.
Karena pembicaraan ini telah selesai Fin memohon ijin meninggalkan kediamannya karena ingin segera mendafrarkan namanya ke Guild yang di ingikkannya.
Fin meninggalkan ruangan itu meninggalkan Zeint bersama dengan tuan Vamilon dan putri Ellza.
"Ada perlu apa tuan?"-Tanya Zeint dengan nada curiga.
"Kamu tak perlu terlalu formal begitu Yu.....tidak maksud saya Zeint!"-Ucap Vamilon sambil mengambil cangkir teh di depannya.
Zeint terbelakak mendengar hal tersebut karena ia tak menyangka bahwa tuan Vamilon tau akan dirinya meski dalam mode putih.
"Sepertinya saya tak bisa mengelak lagi....maaf tuan Vamilon!"-Balas Zeint sambil membuka topeng yang ia kenakan.
"laki-laki ataukah perempuan?"-Sela putri Ellza sambil meninggikan salah satu alisnya.
"mohon maaf putri saya laki-laki!"-Tegas Zeint.
Raut wajah putri Ellza terlihat tak percaya namun ia bersikap biasa mencoba untuk menerimanya tanpa menyangkal perkataan Zeint.
"Kenapa anda bisa tau kalau itu saya?"-Tanya Zeint alasan kenapa tuan Vamilon mengetahui indentitasnya padahal ia tak pernah menunjjukkan perubahan itu kepada tuan Vamilon.
Sambil memasang senyuman tuan Vamilon menyeruput tehnya dan meletakkannya kembali ke atas meja.
"Bisa dibilang kakakmu Albert!"-Tuan Vamilon menjelaskan singkat.
"ah begitu".
"ngomong-ngomong ada apa tuan Vamilon hingga harus berbicara bertiga seperti ini?...tak mungkinkan hanya ingin berbicara masalah itu sajakan!"-Ucap Zeint curiga.
__ADS_1
"hahahahah ya Zeint sebenarnya bukan saya yang ingin berbicara hal penting tapi tuan putri Ellza yang ingin berbicara hal penting denganmu!"
"ehhhh....!"-Balas Zeint yang langsung memalingkan wajahnya kepada putri Ellza.
Raut wajahnya seakan mengatakan ada apa ini.
"Ya petualang Zeint ini hadiahmu waktu itu!.....terimalah!"-putri Ellza memberikan hadiah 50 juta koin mas kepada Zeint sesuai dengan janjinya saat sebelum final.
Zeint menerimanya langsung tanpa berfikir lagi karena menurutnya ini memang hadiahnya.
"Baiklah saya terima hadiah ini putri!"-Balas Zeint sopan.
Sesaat setelah menerima uang itu Zeint melihat senyuman putri Ellza yang seakan mengatakan (ini kemenanganku!). Karena reaksi itu Zeint mencoba menolak hadiah tersebut tapi sudah terlambat.
"Aku ingin kamu menjadi kesatriaku!"-Ucap putri Ellza dengan cepat sebelum Zeint sempat berkata.
"ehh... itu tak mungkin!"-Zeint mencoba menolak.
"Yah karena kamu sudah menerima uang dariku jadi kamu tidak bisa menolaknya kesatria Zeint!"-Tegas putri Ellza sambil kembali memasang senyuman.
Zeint memalingkan wajah kepada tuan Vamilon namun disanavterlihat tuan Vamilon hanya menghela nafas sambil memegang keningnya tak mampu berbuat apa-apa. Seakan akan ia sudah mengira hal tersebut.
"Sial putri ini menipuku!" - keluh Zeint dalam hati.
Zeint mencoba mencari cara agar lepas dari hal itu ia memutar otaknya berulang kali dan teringat kembali surat dari kakaknya Albert yang menyuruhnya untuk menemui Raja Kerajaan Aqus Delltinos Derastos Aquas.
Zeint menenangkan fikirnya kemudian menarik dalam-dalam nafas dari hidung dan di keluarkan lewat mulut mirip seperti menghela nafas.
"Baiklah tuan putri namun saya ada syarat!"-Ucap Zeint serius.
"Apa itu?"
"Saya bersedia menjadi kesatria anda tapi saya ada kewajiban untuk mencari adik saya yang hilang.....jadi jika saya menemukan informasi tentang keberadaan adik saya meskipun hanya sebatas kabar burung saja maka tolong ijinkan saya untuk mengeceknya sendiri!"-Tegs Zeint.
Putri Ellza berfikir sejenak kemudian menjawab permintaan Zeint tersebut.
"Sepertinya itu tak bisa aku berikan namun jika kamu bersumpah setia dan mau menjadi milikku aku akan memberikannya dan bahkan aku akan memberikan semua kebutuhanmu bagaimana? bukan tawaran yang merugikan bukan?"-Putri Ellza memberi pilihan kepada Zeint.
"jadi milikmu? jangan bercanda ....jika itu aku turuti sama saja aku harus berada di sampingmu selalu terus kapan aku bisa mencari adikku!"- Fikir Zeint dalam hati.
"Zeint menurut saya itu perlu kamu lakukan mengingat kamu nantinya butuh jaringan informasi yang luas jika ingin mencari keberadaan Laura!"-Sela tuan Vamilon memberikan pendapatnya.
Zeint mencoba mencerna pendapat itu dengan seksama dan akhirnya ia memantapkan pilihannya.
"Baiklah saya akan lakukan itu!"-Tegas Zeint sambil beranjak berdiri dari tempat duduknya dan berjalan ke hadapan putri Ellza.
Zeint menarik tangan putri Ellza lalu menciumnya tepat di punggung tangannya.
"Dengan ini saya bersumpah akan mengabdikan diri saya kepada putri Ellza Derastos Aquas sepenuh jiwa raga saya !"-ucap Zeint.
"Eh Zeint ngapain kamu!"-Sela tuan Vamilon menatap Zeint bingung.
"eh... maaf ini sebagai tanda kesetiaan yang aku ingat ...jadi sekali lagi maaf!"-Ucap Zeint kikuk karena malu.
"hihihi biarkan saja tuan Vamilon saya tak keberatan tentang hal itu!"-putri Ellza menengahi.
Zeint lupa bahwa dirinya tak lagi di dunianya yang dulu dimana ucapan sumpah dilakukan seperti itu.
__ADS_1
Sedangkan di dunia yang sekarang hanya dengan duduk sambil menunduk itu sudah cukup.