
Tepat saat matahari sudah berwarna jingga di ufuk barat Guild Turnament pada hari itu di akhiri dan akan di lanjutkan besok pada jam yang sama.
Zeint dan yang lain bergegas meninggalkan arena gladiator bersama dengan para penonton yang ikut menyaksikannya.
Dari 16 peserta dari blok A dan B ,sekarang hanya tersisa 8 peserta yang artinya sudah sampai di perempat final.
Jika menurut alur permainan susunan pertandingan untuk besok ialah:
Blok A
-Yu Vs Kald
-Tiar Vs Gozen
Blok B
-Fin Vs Killy
-Rita Vs Diaz
Mereka memiliki gaya bertarung yang berbeda-beda dan juga unik dengan satu kesamaan mereka yaitu mereka semua sangat kuat menurut Zeint pribadi.
Di dunia ini tak ada halangan tentang cowok ataupun cewek untuk menjadi seorang kesatria jadi, semua orang berhak untuk memilih apa yang mereka inginkan.
"Zeint besok ikut lagi apa tidak mumpung Sekolah libur selama satu minggu?"-Tanya Nerfa di perjalanan menuju Asrama.
"hemmzz enggak deh soalnya ada sesuatu yang harus aku lakukakan besok!"-Balas Zeint.
"Eh.... emang mau ngapain?"-sela Lux sambil menggandengkan tangannya di pundak Zeint.
"Mau ngumpulin Uang soalnya gak enak selalu di bayarin kalian saat makan!"-tegas Zeint.
"hemmmzz emang gimana caranya!"-Tanya Nerfa dengan memasang wajah curiga.
"itu rahasia!"-Balas Zeint sambil mengacungkan jari telunjuknya ke depan topeng.
Mereka hanya menatap Zeint setelah mendengar hal tersebut dan memilih membiarkan kemauannya meski mereka tau bahwa Zeint punya rencana sendiri.
******
Keesokan harinyapun datang begitu cepat.
Cuaca yang cerah dengan sedikit awan putih di langit terlihat sangat bersahabat di kota D'lus ini.
Zeint bersiap untuk segera menuju ke gladiator arena karena sebentar lagi acara akan dimulai.
"Baiklah 50 juta tunggu aku!"-Ucap Zeint setelah selesai berganti pakaian.
Baju yang di pakainya ialah baju kemarin saat pertandingan; kemeja putih lengan panjang berwarna putih dengan sehelai mantel setengah badan berwarna hitam dihiasi beberapa bulu di bagian kerahnya sehingga nampak seperti kesatria pada umumnya. walaupun itu hanya sebatas baju bekas yang ia jahit sendiri tanpa ada armor sedikitpun.
Di Gladiator Arena Turnamen.
Para penonton sudah memenuhi setiap tempat duduk yang ada disana tanpa menyisakan sedikitpun ruang tersisa.
__ADS_1
Suara bising keramaian memenuhi seluruh tempat dan semakin menjadi saat sang pembawa acara Degucaf memulai pembukaannya.
"hadirin sekalian mari kita saksikan pertandingan pertama pada pagi hari ini dengan penuh semangat!"
"Pertandingan pertama ialah Yu melawan Gozen!"
Zeint keluar dari tempat tunggu setelah namanya di sebutkan oleh sang pembawa acara dengan santai.
"meski dia punya selera aneh dan tampak seperti anak-anak namun tak diragukan lagi kekuatannya!"
"Di sudut Kanan ialah Yu.....!"-sambut sang pembawa acara.
HuaaaqAaaAa...
"Dengan keahlian berpedang dan sihir yang begitu indah di sudut Kiri Kald!"
HuaaAaaaa...
Sorak para penonton begitu meriah saat keduanya sudah saling berhadapan di tengah arena.
Zeint yang sudah berganti mode putih dengan topeng iblis sebagai penutup wajah kini memasang kuda-kuda di ikuti dengan lawannya Kald yang melakukan hal yang sama.
"Mulai!"-Ucap sang pembawa acara.
"Hemmmzz Om-om ini bisa sihir dan seni pedang aku harus memasang kuda-kuda bertahan dan menyerang sekaligus!"-Pikir Zeint yang langsung menarik kedua belatinya dari belakang pinggul.
Kald mengacungkan pedangnya juga dengan posisi siap bertahan sehingga mau tak mau Zeint harus mencari celah terlebih dahulu sebelum menyerang.
Keduanya masih berada di posisi semula tanpa bergerak sekalipun sehingga membuat para penonton sedikit kebingungan.
Fire Bold
Sihir bola api mengarah begitu cepat kearah Zeint sehingga membuat Zeint hampir terkena sihir tersebut namun bisa dihindarinya dengan berguling kesamping.
"Sial!"-seru Zeint.
Tak habis dengan itu Kald semakin membabi buta menyerang Zeint dengan sihir bola apinya sampai-sampai Zeint hanya fokus menghindar tanpa bisa sedikit pun bisa mendekat.
"baiklah jika kamu menggunakan sihir maka akan aku balas dengan sihir juga!"-Ucap Zeint sambil terus menghindar dari serangan bola api tersebut.
Asap karena benturan sihir bola api itu menyelubungi sekitar Zeint. Para penonton tidak bisa melihat dan menganggap bahwa Zeint sudah kalah karena serangan tersebut.
Namun itu tak benar!, sesaat setelah serangan Kald terhenti Zeint bergerak cepat dengan sihir Listriknya langsung melancarkan serangan ke depan Kald tiba-tiba.
Kald yang sudah menduga hal itu langsung menangkis serangan dari Zeint.
Cling..
Dentingan antara belati dan pedang milik Kald terdengar keras, hal tersebut menghasilkan percikan bunga api yang bisa dilihat oleh semua orang.
Sorak soraian kembali menggema dari bangku penonton yang menandakan keseruan baru saja terjadi.
"hey nak ternyata kamu hebat juga ya!"-Sapa Kald dengan senyuman sambil terus menahan aduan senjata mereka.
__ADS_1
"hahah terimakasih paman tapi ini sudah kemenanganku jadi jangan marah ya!"-Balas Zeint penuh percaya diri.
"Hehh"-Ucap Kald meremehkan.
Belati Zeint dan pedang milik Kald masih beradu satu sama lain, mereka terus saling menahan sampai terdengar bunyi dari salah satu senjata mereka.
Krekk..krekkk ...crang
"Apa?"
Kald tersentak kaget saat di dapati pedangnya kini sudah terpotong oleh belati milik Zeint.
Zeint langsung mengarahkan kembali belatinya ke leher Kald dengan cepat.
"ini buktinya!"-Ucap Zeint kembali.
"Pertandingan selesai dan dimenangkan oleh Yu!"-Tegas sang pembawa acara sesaat setelah itu.
Tepuk tangan di temani sorakan di lontarkan para penonton dengan meriah dan sesekali Zeint mendengar suara orang-orang yang menyebut namanya dari sana.
"Pertandingan yang sangat hebat paman!"-Sambut Zeint menyodorkan tangannya.
"Hahh iya kamu juga hebat nak!"-balas Kald menerima tangan Zeint.
"Bagaimana kamu bisa mematahkan pedangku?"-Tanya Kald penasaran.
"yah saat aku menyerang pedang paman aku mengincar titik berat dari pedang tersebut dengan keras!"-Jelas Zeint sambil menggaruk kepalanya.
"tapi bagaimana kamu tau itu?"-sela Kald.
"aku bisa mengira dengan melihat kuda-kuda paman dan juga cara memegang pedang paman!"
"hahahaha jadi seperti itu menarik sekali kamu nak!"-Ucap Kald tertawa sambil menepuk pundak Zeint.
"sakit woy!"
Setelah itu mereka kembali ke dalam ruangan masing-masing dengan tanpa ada rasa permusuhan di antara mereka.
Disisi Lain.
Dari tempat Khusus para bangsawan terlihat disana Tuan Vamilon duduk dengan seorang gadis yang tampak lebih muda darinya.
"Apa?"-ucap Vamilon kaget.
"iya Tuan Vamilon sepertinya dia mirip dengan lelaki tersebut!"
"Bagaimana kamu yakin Tuan putri Ellza?"-Tanya Vamilon.
"Rambut putih panjang,Postur tubuh dan juga Auranya sama persis jadi tak mungkin aku salah menilai seseorang!"
Tuan Vamilon terlihat sangat kaget ia memegang kepalanya seperti orang yang sedang mengalami banyak fikiran.
"Arthur segera suruh dia menemui kami di sini segera!"-Perintah Vamilon kepada salah satu orang di belakangnya yang memiliki tubuh besar serta memakai armor tanpa penutup kepala dengan pedang besar di punggung.
__ADS_1
"Baik!"