
Tak tahu apa yang harus dilakukannya Zeint hanya menatap pantulan bayangan dirinya di cermin dengan nada suara tertahan di tenggorokannya.
"Kenapa aku tak bisa kembali lagi?"
Kini Zeint hanya terduduk lemas di atas kasur asrama tanpa bisa melakukan perubahannya lagi seperti biasanya.
"Apa yang harus aku katakan kepada teman-temanku disini jika mereka mengetahui kebenarannya?"
tok...tokk..tokkk
Suara ketokan pintu dari balik kamarnya cukup membuat dirinya kehabisan akal untuk berfikir rasa panik ,gundah ,tegang semuanya teraduk menjadi satu.
"Zeint ini aku Nerfa aku akan masuk!"-Suara Nerfa dari balik daun pintu terdengar sedikit marah.
Tanpa menunggu balasan dari Zeint Nerfa menerobos masuk. Zeint yang tak tau harus apa memilih memakai tudung jubahnya lagi dan berpaling wajah ke sisi luar jendela.
"Ya ada apa Nerfa ?...ini asrama laki-laki kenapa kamu kesini!"-Tanya Zeint tanpa memandang Nerfa.
"Tak masalah bagiku kesini karena sekarang lagi libur akademi banyak siswa yang pulang kerumah jadi tak ada masalah bagiku!"-Tegas Nerfa.
Dencitan suara langkah Nerfa terdengar nyaring mungkin karena suasana yang menegang membuat Zeint merasakam hal sesepele ini.
Tidak ada yang bisa di lakukan Zeint kepada temannya itu dan memilih untuk membiarkannya berdiri dibelakang tubuhnya.
"Kenapa kamu menyembunyikan ini Zeint?"-Tanya Nerfa marah.
"ahhha menyembunyikan apa Nerfa aku tak tau apa yang kamu maksud itu!"-Zeint mencoba mengelak.
"Zeint....aku pernah bercerita tentang orang yang menyelamatkannku......itu kamu kan...."-Nerfa memegang pundak Zeint dari belakang.
"Ehhhh sepertinya kamu salah Nerfa aku tak ingat tentang itu!"
Nerfa melepas pegangannya dan duduk di kasur milik Zeint sambil menatap sekeliling kamar Zeint.
"8 tahun yang lalu aku adalah seorang budak di kerajaan Centaury dan di jadikan sebagai bahan eksperimen di dalam sebuah laboratorium!"-Nerfa memulai cerita masalalunya.
"8 tahun yang lalu?....Aku tak memiliki ingatan tentang masa lalu itu!"-Tegas Zeint lagi.
Nerfa menatap lagi punggung Zeint yang mengenakan jubah itu dengan mimik wajah tersenyum simpul.
"Mungkin itu benar juga Zeint ....karena aku tau saat itu kamu berada di balik keristal!"
Mata Zeint terbelakak lebar tangannya bergetar karena ia kembali mengingat hal tersebut.
__ADS_1
Flash Back..
8 tahun yang lalu itu pertama kalinya bagi Zeint terbangun di dunia ini.
Badannya yang tak bisa bergerak hanya mampu menggerakkan bola matanya saja.
Zeint melihat segerombolan anak-anak di ikat oleh rantai di ruangan penuh mesin kuno beserta kakaknya Albert.
Sesaat setelah itu Keenam anak itu terkapar saat mendekati dirinya.
Albert mencoba menghampiri anak-anak itu namun di cegat oleh prajurit yang ada disana.
Prajurit itu kemudian keluar bersama Albert meninggalkan para anak-anak itu begitu saja.
Salah satu anak perempuan berusaha bangkit menoleh kesana kemari seperti ada yang memanggilnya.
Zeint menatap gadis itu dalam-dalam.
"Nerfa........"-Seru Zeint saat tau gadis kecil itu ialah Nerfa.
Setelah itu Nerfa mendekati tubuh Zeint yang berada dalam keristal namun di tarik oleh prajurit yang tiba-tiba masuk.
Zeint mencoba melerai tindakan itu dan pada akhirnya ruangan itu di penuhi es yang langsung membekukan si prajurit berarmor itu dalam sekejap.
Pandangan Nerfa dan para anak yang lain menjadi ketakutan.Zeint mencoba meraih mereka tapi saat dia memejamkan mata keberadaan mereka menghilang.
Zeint memegang kepalanya saat hal itu kembali teringat dengan jelas.
Mata Zeint menunjukkan reaksi tak percaya karena menurutnya dia baru kapan itu hidup di dunia ini tapi ternyata sudah lama sekali.
Nerfa tiba-tiba memeluk Zeint dari belakang.
"Aku merasa kecewa sekaligus lega Zeint...Rasa kecewa ini karena aku berniat menyelamatkanmu dari sana tapi sekarang tak bisa aku lakukan.!"
Nerfa terdiam sesaat kemudian melanjutkan ucapannya.
"Rasa lega ini timbul saat aku melihatmu di arena saat aku tau wajah asli seorang Yu adalah memang dirimu Zeint!"
"Nerfa bisakah kamu meninggalkan aku sendiri?"-Ucap Zeint sambil melepas pelukan Nerfa tanpa berpaling wajah.
"Baiklah Zeint....Aku akan menemuimu lagi nanti!"-Balas Nerfa sembari beranjak meninggalkan kamar Zeint.
Zeint mencoba memahami keadaan yang di alaminya itu dengan seksama sambil memasang kembali semua puzzel ingatan tersebut.
__ADS_1
"Yahh.... Dunia ini di luar logika jadi mungkin ini memang benar apa adanya!"-Ucap Zeint menatap cermin di tangannya.
Dalam bingung Zeint teringat tentang surat dari Albert yang mungkin akan memberikan suatu petunjuk tentang semua ini.
Zeint mengambil surat peninggalan Albert dari sihir storage miliknya dan langsung membuka gulungan surat tersebut.
"**Zeint saat kamu membaca ini mungkin aku sudah tak lagi ada di dekatmu maka dari itu aku sudah menyiapkan ini jika saatnya telah tiba.
Zeint mungkin saat ini kamu masih tidak mengingat jelas tentang masalalumu maka aku akan menjelaskan secara singkat tentangmu.
Kamu adalah putra ke dua dari keluarga Selle di kerajaan paman Fartian Von Selleburk XII.
Orang tua kita sudah meninggal saat penyerangan itu terjadi.
Sekarang kota kita sudah menjadi kota beku yang aku kira itu karena kamu lepas kendali.
Saat aku tiba disana sehari setelah penyerangan aku tak menemukan dirimu maupun laura yang berarti dirimu selamat.
Tapi itu hanya sebuah dugaan saja yang tak tau akan kebenarannya.
Bersama paman dan juga sekutu kita kerajaan Aquas aku mendapatkan fakta jika kamu di bawa oleh sisa prajurit yang menyerang kota.
Raja Aquas Deltino Derastos Aquas menemukan jejak para penyerang itu dan mereka adalah pasukan kerajaan Centaury.
Kami tak bisa langsung membalas perbuatan mereka karena terhalang masalah perjanjian non agensi dimana tidak ada bukti yang jelas bahwa merekalah pelakunya.
Jadi aku memutuskan untuk menyusup kesana bersama dengan istri dan anakku yang akhirnya selama setahun aku baru bisa menemukan kebenaran itu.
Kamu di jadikan bahan penelitian disana dan aku tak bisa langsung membawamu begitu saja. akhirnya aku ikut andil dalam penelitian itu sampai 9 tahun lamanya sampai aku bisa mengeluarkanmu dari sana.
Jika kamu disana mungkin Laura ada disana juga Zeint ,maka dari itu kamu bisa meminta bantuan kepada raja Aquas untuk mencari Laura karena beliau sudah tau kebusukan kerajaan Centaury sejak lama dan ingin menggulingkan kerajaan tersebut.
Oh iya Zeint fakta dirimu putra kedua keluarga Selle memang benar kenyataannya tapi dirimu tidak pernah di ungkapkan di kalangan umum karena keegoisan ayah kita yang tak mau kehilangan wibawanya saat tau tentang dirimu itu. Jadi Zeint jangan menyebut namamu terkecuali pada paman saat berada di kerajaan Selleburk... ini demi nama keluarga kita juga.
Yah mungkin itu saja yang bisa aku tulis Zeint selebihnya biarkan takdir yang membimbingmu kepada kenyataan dunia ini.
Albert Caul Selle*
Zeint menutup surat tersebut lalu memasukkan lagi kedalam sihir estorage miliknya.
"Yah wajar saja....karena tubuh ini seperti monster!"-Ucap Zeint lirih.
Dengan kenyataan baru itu Zeint kembali berfikir tentang keegoisan manusia yang tak pernah berubah di dunia ini maupun di dunianya yang dulu.
__ADS_1
Suasana berat terjadi seperti hembusan angin di dalam ruangan tersebut, karena masalah dan tujuan yang kini semakin menunjukkan kebenaran dari dunia ini.
Pernah terfikirkan oleh Zeint buat apa dirinya harus menjalani hal merepotkan seperti ini padahal dia baru saja berenkarnasi tapi saat hal itu terfikirkan hati Zeint terasa sesak sekali di bagian dada.