
Di tengah kabar gembira tersebut Zeint merasakan hal aneh, berbeda dengan Nerfa dam yang lainnya yang terswnyum gembira.
"Baiklah Tuan Vamilon kami akan menunggu di luar gerbang!"-Nerfa meminta izin meninggalkan kediam.
"ya"
Setelah mendengar itu Nerfa dan yang lain memberi hormat kemudian berlalu meninggalkan kediaman milik tuan Vamilon tersebut.
Suasa canggung mulai di rasakan oleh Zeint, Ia menaruh curiga terhadap Vamilon karena mengingat bahayanya seorang pemimpin di kehidupan sebelumnya.
"Silahkan duduk dulu!"-pinta Vamilon dengan lembut.
"ya!"
Zeint duduk di hadapan Vamilon lalu sang pengawalnya menuangkan teh ke cangkir di depannya.
"terimakasih!"
"baiklah nak......?"
"Zeint tuan nama saya Zeint maaf belum mengenalkan diri!"
"oh iya tak perlu risau....nah nak Zeint kenapa kamu memilih masuk akademiku?"
Tiba juga pertanyaan ini yang mana sudah Zeint perkirakan sebelumnya.
"Saya tak punya maksud lain tuan, hanya saja ingatan saya tentang dunia ini tak banyak hanya ada segelintir saja yang dapat saya ingat mulai dari keluarga maupun yang lainnya!"-Zeint mencoba menjelaskan kondisinya saat ini.
"maksudnya?"-vamilon terlihat ragu.
"Saya kesini ingin belajar tentang dunia ini tuan, dan mengambil langkah selanjutnya untuk mencari adik saya yang kemungkinan masih hidup menurut kakak saya!"
"bukannya lebih baik belajar dari kakakmu melihat dia adalah anggota keluargamu sendiri?"-Vamilon mulai memberi tekanan kepada Zeint.
[dia terlalu curiga cukkk...padahal benar apa adanya sih...biarlah akan kuturuti kemauannya] -ucap batin Zeint.
"itu bisa saja saya lakukan tuan tetapi kakak saya terbunuh setelah menemukan saya!"
"Siapa nama kakakmu itu?"
"Namanya Albert tuan"
"bukan itu tapi nama panjangnya!"
__ADS_1
Nada bicara Vamilon agak berubah seperti orang yang sedang memastikan sesuatu yang pernah ia ingat sebelumnya.
"Albert caul selle!"
Mata Vamilon terpelagak lebar mulutnya terbuka. Ia terlihat begitu kaget setelah mendengar nama tersebut. Ada kata tak percaya yang terlihat dari ekspresinya namun segera mungkin ia kembali menenangkan diri.
"Jadi kamu adalah adiknya yang selama ini ia cari ya....!"-Ucap Vamilon agak lemas.
"Ya benar tuan walaupun saat itu ingatanku agak buram tapi yang jelas dia adalah kakakku!"
"huff"
"Apakah anda mengenal kakak saya?"-Zeint merasa penasaran.
"Ya....."
Tuan Vamilon menceritakan pertemanannya dengan Albert kakaknya saat di akademi kesatria Millita. Mereka dari negri yang berbeda namun karena hal itu membuat mereka saling mengenal satu sama lain.
Kalau di ibaratkan kata ini bisa di bilang musuh jadi teman.
Mereka terus bersaing merebutkan julukan terkuat di akademi hingga pada akhirnya 10 tahun yang lalu Albert meninggalkan akademi untuk mencari keberadaan sang adiknya yang hilang saat penyerangan kediamannya.
"hemzzz!"-Vamilon menatap langit saat selesai bercerita.
"Tuan boleh saya bertanya sesuatu?"
"Bagaimana keluarga saya tuan apakah anda mengetahuinya?"
"ya.."
Vamilon menceritakan kembali tentang kerajaan SELLEBURK dan juga tentang keluarga Selle, mereka adalah keponakan raja jadi keluarga selle termasuk dalam tingkat kebangsawanan teratas. meskipun sekarang hanya tinggal nama. Di keluarga selle memiliki 2 orang penerus yaitu Albert dan adik perempuannya.
"sepertinya anda salah informasi tuan!"-Zeint menghentikan cerita Vamilon.
"maksudmu?"
"keluarga selle punya 3 anak penerus!"-Zeint teringat kembali saat dia ada di ruangan gelap tersebut.
"meskipun satu diantaranya tak pernah di anggap!"
Vamilon menatap tajam ke arah Zeint karena menurutnya ini sangat aneh. Namun oada akhirnya ia kembali tenang.
"ya aku ingat itu Zeint...!"
__ADS_1
"Mengingat apa?"
"Albert saat hendak pergi ia menghampiriku dan bercerita tentang adiknya yang selalu sendiri di ruangan penjara bawah tanah.!"
Zeint tersentak karena Vamilon tau dengan hal tersebut bahkan dirinya sendiri mulai teringat kembali akan tempat itu secara penuh.
"nak Zeint apa tujuanmu setelah ini?"
"Saya ingin mencari penerus ketiga yaitu adik saya Laura!"-Jawab zeint mantap.
"apa kamu memiliki petunjuk?"
Zeint terdiam saat pertanyaan itu di lontarkan dan malah melihat kebawah dengan tatapan kosong.Namun sesaat setelah itu ia kembali memantapkan pilihannya.
"untuk sekarang saya akan belajar tentang sihir terlebih dahulu agar bisa bertambah kuat, karena mungkin nantinya banyah sesuatu yang akan terjadi saat pencarianku!"
Vamilon tersenyum mendengar perkataan Zeint meskipun tak bisa menghilangkan kerisauan yang sedang ia rasakan.
"baiklah zeint kalau ada masalah nantinya bisa berbicara kepadaku!"
"saya rasa itu tidak perlu tuan lakukan, cukup bisa memasukkanku ke sekolah saja sudah cukup. selebihnya saya akan berusaha sendiri seperti apa yang kakakku lakukan!"
Vamilon tak bisa membantah lagi ia hanya memasang sudut simpul senyuman sambil memperhatikan Zeint. Ia teringat akan Albert yang memiliki tekad yang sama seperti yang dimiliki oleh Zeint saat ini.
"baiklah Zeint jika itu maumu...mungkin Albert merasa itu adalah hal yang seharusnya juga!"
Mereka melanjutkan pembicaraan tentang hal lain yaitu tentang Akademi Millita yang akan Zeint masuki; disana ada asrama bagi para siswa agar bisa beradaptasi dan bersosialisasi karena Akademi Millita adalah salah satu akademi yang besar di seluruh benua Emerlard ini. Tak ada syarat khusus untuk bisa bersekolah disana semua kalangan bisa bersekolah dengan tenang tanpa harus di kekang oleh status yang mereka miliki.
"itu saja yang bisa saya sampaikan selanjutnya terserah padamu Zeint!"-Vamilon menghentikan penjelasannya.
"baiklah terimakasih banyak tuan Vamilon!"
"hahahaha kamu jangan terlalu formal kepadaku Zeint panggil saja kakak lagian kamu adalah adik Albert jadi santai saja saat berbicara berdua denganku!"
"baiklah kalau begitu kak Vamilon!"
Zeint kemudian berpamitan pergi setelah menerima kertas formulir pendaftarannya. Ia di tawarkan agar menginap di sana tapi dengan sopan Zeint menolak mengingat kondisinya yang aneh.
Di depan gerbang kediaman Vamilon Nerfa,Ardy dan Lux menunggunya dengan khawatir.
Zeint yang melihat mereka dengan segera menyapa mereka sambil menunjukkan kertas yang di terimanya kepada mereka.
Senyuman dan ucapan selamat di berikan mereka kepada Zeint sebagai bentuk apresiasi.
__ADS_1
"Baiklah kita langsung ke asrama Zeint!"-ucap Nerfa semangat.
Zeint tersenyum bahagia mendapati orang yang ia temui adalah orang-orang yang baik, sembari berjalan Zeint memasang kembali topengnya karena merasakan ada hal aneh yang mulai keluar dari dalam tubuhnya tersebut.