Reincarnationem : The War Kingdom

Reincarnationem : The War Kingdom
chapteer 12


__ADS_3

Zeint yang baru saja mengalahkan Ratu laba-laba malah terperanga sendiri sembari menatap lurus ke arah badan Ratu laba-laba yang kini tak lagi bergerak sama sekali.


"eh kok bisa bisa begitu ya?"-ucap Zeint yang mulai berdiri.


Memang benar Zeint tak mengira kalau serangannya sangat kuat seperti itu, dia hanya ingin mengalihkan perhatiannya saja dan malah ia berniat lari setelah serangan itu di lancarkannya.


Penjelasannya simpel saja untuk hal tersebut, Saat lemparan pisaunya di alirkan listrik maka otomatis kecepatannya bertambah. Serangan yang semulanya hanya 10% menjadi 110% berkat listrik tersebut.


Zeint berjalan menghampiri para kesatria yang masih terjebak oleh jaring lengket milik sang Ratu laba-laba itu.


"Terimakasih sudah membantu kami!"-ucap gadis kesatria tersebut dengan nada lega.


"owgh sama-sama!"


Zeint terus mengiris jaring-jaring itu sampai mereka bertiga terlepas dari sana menggunakan salah satu pisau yang masih di pegangnya.


Setelah itu Zeint berjalan ke arah badan ratu laba-laba guna mengambil kembali pisaunya yang tertancap di tanah dan berniat langsung pergi meninggalkan mereka karena hujan kini sudah mulai deras.


Namun...


"Tunggu sebentar....!" -ucap gadis kesatria itu mencoba mengejar Zeint yang berjalan menjauh.


Dengan segera Zeint berpaling memastikan niatan mereka bertiga.


"Iya ada apa?"


"Sekarang hujan bagaimana kalau kita berteduh sejenak? disana kami menemukan Goa sembari menunggu hujan reda?"


Zeint menatap lurus ke mata sang gadis kesatria itu dari balik topeng yang ia kenakan guna mencari niatan tersembunyi dari mereka.


[sepertinya mereka orang baik.....biarlah aku ikut mereka lagian benar juga dari pada terus berjalan di tengah hujan mending berteduh dahulu]


Zeint mengangguk mengisyaratkan bahwa ia setuju dengan tawaran itu. Mereka terlihat senang dengan memasang senyuman tulus di wajah mereka.


Goa yang dibicarakan ialah goa bekas sarang moster laba-laba yang tadi sudah di kalahkan oleh mereka semua. Letaknya tak begitu jauh cuma beberapa meter saja dari tempat yang tadi.


Salah satu lelaki dari tiga kesatria itu berjalan masuk kedalam Goa, sedangkan kami hanya duduk di pinggir mulut goa itu.


Tak lama kemudian lelaki itu datang sambil membawa beberapa balok kayu yang sepertinya di dapat dari sisa-sisa rel kereta tambang.


Ia menumpuk kayu itu di depan kami kemudian merepalkan mantra sihir.


Menyalalah Api!


Sebuah percikan dari jari telunjuknya langsung menimbulkan api seakan-akan ada trik dalam hal itu, namun dunia ini berbeda disini itu dinamakan sihir.

__ADS_1


"Baiklah kita menunggu disini sampai hujannya reda!"


ucap gadis itu yang di ikuti anggukan zeint dan 2 orang lainnya.


"Oh iya perkenalkan nama saya Nerfa,"-Gadis tersebut memulai memperkenalkan dirinya dan juga teman-temannya.


Nerfa menunjuk lelaki yang duduk di sebelah kirinya


"Lelaki ini memang terlihat tua namun dia hanya 3 tahun lebih tua dariku namanya adalah Ardy," -


"Sedangkan yang di kirinya dengan rambut kuning acak-acakan itu dia adalah Lux,


"kami Prajurit dari kerajaan Aquas!"


Zeint memperhatikan mereka semua mengingat setiap wajah baru yang ia kenal tersebut.


Nerfa : Gadis yang memiliki wajah bulat matanya yang agak sipit menmbah kesan kontras dengan model rambut poni hitam yang sedang ia gunakan. Dia masih berusia 16 tahun sama seperti Zeint bedanya hanya sifatnya yang agak tomboy.


Ardy : Memiliki rambut hitam dengan sorot mata tajam, kulitnya yang coklat dan juga badan yang besar menambah kesan orang tua padahal dia masih berusia 19 tahun menurut Nerfa.


Lux : Memiliki rambut kuning seperti orang barat, wajahnya putih bersih sama seperti Nerfa, Matanya berwarna biru langit dan memiliki badan yang tinggi namun kurus. Dia lebih tua dari Nerfa umurnya sudah 17 tahun.


"Kami sudah berkenalan sekarang giliranmu!"-sanggah Nerfa dengan lembut.


"oh iya....!"


Mereka bertiga menatap Zeint seperti menyesal namun Zeint mencoba membuat mereka lebih santai.


"Biarlah tidak perlu risau sekarang aku sudah tau beberapa hal jadi tenang saja.....!"๐Ÿ˜†


"ngomong-ngomong kamu mau kemana ?"-tanya Lux.


"Tujuanku pergi ke kerajaan Selleburk namun untuk sekarang aku ingin mampir ke kerajaan Aquas!"


"Untuk apa kamu ingin ke kerajaan kami?"-tanya Nerfa dengan sedikit curiga.


"Aku cuma ingin mencari informasi tak lebih dari itu!"-Zeint mencoba menghapus kecurigaan mereka.


"oh baiklah kami bisa mengantarkanmu!"-Ucap Nerfa memberi bantuan.


"eh serius terimakasih banyak!"


"Sebelum itu bisakah kamu membuka topengmu?"


Zeint merasa kalau itu lebih baik dilakukannya karena mengingat mereka adalah prajurit dari kerajaan yang hendak ia datangi pasti mereka tidak mau menambah masalah jika ada orang aneh memasuki daerahnya ditambah ia sendiri yang mengajak orang aneh tersebut.

__ADS_1


Zeint membuka topengnya dan menaruhnya di dekatnya.


"Ce...wek? atau cowok?"-Nerfa menatap Zeint bingung ๐Ÿคจ


"maaf aku cowok!"


Mereka tak berhenti menatap Zeint dengan wajah heran mulut mereka menganga tak bisa di tutup.


"tidak...tidak...tidak ini aneh kamu cewekkan ngaku saja!"-ucap Nerfa yang masih tidak menerima kenyataan.


"Nerfa dia mungkin punya alasan sendiri mengatakan bahwa dia cowok jadi tenanglah!"- Lux menengahi.๐Ÿ˜…


"itu curang benar-benar curang dia manis sekali aku sebagai cewek gak terima!"๐Ÿ˜ฑ


"sudah itu wajar kok udah ada selain kalian yang tak percaya tapi memang kenyataannya aku cowok!"๐Ÿ™„


Nerfa akhirnya mulai tenang kembali setelah Zeint berkata seperti itu, namun dia masih merasa kurang puas di lihat dari helaan nafas yang ia lontarkan ๐Ÿ˜”


"hujan sepertinya tidak mau berhenti lebih baik kita mengeeringkan pakaian kita agar tidak masuk angin!"-Ardy memberi masukan.


Mendengar itu Zeint membuka bajunya namun dengan segera di hentikan oleh Nerfa.


"apa-apaan kamu Zeint jangan membuka baju disini!"-teriak Nerfa yang memegang pergelangan tangan Zeint.


"Lah kenapa?"


Zeint merasa itu hal yang wajar ia lakukan sekarang, mengingat bahwa ia lelaki sejati. Namun tidak seperti yang Nerfa fikirkan.


Nerfa menarik tangan Zeint menyuruh mengikutinya masuk kedalam goa yang gelap agar bisa memberikan pakaian ganti dari pada harus telanjang dada.


Di dalam gelap itu...


"apa ini?"


"pakai ini kalu disana sama saja kamu memberi makan hyena yang lapar!"-perintah Nerfa.


Zeint menuruti perintah Nerfa tanpa banyak bertanya lagi dan langsung mengenakan pakaian yang diberikan oleh Nerfa kepadanya.


Setelah agak lama Zeint dan Nerfa kembali ke perapian.


Ardy dan Lux menatap Zeint dari tempat duduknya yang berjalan mwnghampiri dengan tatapan aneh.


Karena gelap Zeint tak menyadari pakaian apa yang di berikan Nerfa kepadanya dan setelah ada cahaya yang menerangi.


"APA INI?"-Zeint berteriak histeris mengetahui apa yang sedang ia pakai.

__ADS_1


Kini Zeint memakai pakaian gaun long dress yang dikiranya tadi adalah kaos yang kebesaran. cara pemasangan yang mirip membuat Zeint tak mengira akan hal itu.


Nerfa menatap Zeint puas sedangkan Ardy dan Lux tetap melongoh seperti Anjing yang melihat makanan.


__ADS_2