Reincarnationem : The War Kingdom

Reincarnationem : The War Kingdom
chapter 24


__ADS_3

Karakter Zeint Caul Selle


by Syzle Nove



Pertandingan pada hari ini berakhir pada siang hari tepat saat lonceng kota berdenting.


Untuk semi final dan juga final akan di lanjutkan besok pagi di karenakan jadwal yang di tetapkan oleh pihak penyelenggara.


Dengan sisa empat peserta yang terdiri dari para anggota grub A dan B maka akan di urutkan sebagai berikut.


-Yu vs Gozen


-Fin vs Rita


Dan yang berhasil memenangkannya akan lanjut pada babak final.


Zeint berjalan meninggalkan arena gladiator dengan senyuman kegembiraan dari balik topengnya.


Dengan hanya bermodal nekat terbawa suasana ia berhasil mendapatkan uang sebesar 60 perak dari hasil taruhannya dengan para penonton.


"Hey Zeint!"-Sapa seseorang dari balik kerumunan orang-orang di jalan.


Zeint berpaling wajah mencari sumber suara itu yang tak lain adalah Nerfa dan yang lain.


"Oh Nerfa!"-Sambut Zeint saat mereka tiba di dekatnya.


"kamu lihat pertandingan juga ?"-Tanya Nerf dengan penuh antusias.


"Tentu saja karena aku lagi mencari penghasilan!"-Balas Zeint sambil memamerkan kantong uang kepada mereka brrtiga.


"eh jadi kamu gak pernah ikut kita ini alasannya toh!"-Sela Lux yang langsung menggandeng pundak Zeint dengan keras.


"Sakit lux....!"-Ucap Zeint memcoba menjauhkan tangan Lux dari pundaknya.


"Dapat berapa kamu Zeint?"-Tanya Ardy.


"heheheh 60 perak langsung!"-Balas Zeint sambil tertawa licik.


Mereka bertiga hanya menatap Zeint dengan senyuman karena kepolosan Zeint yang pertama kali mendapatkan uangnya sendiri.


"Baiklah ayo kita makan biar aku yang traktir!"-Zeint mengajak mereka sebagai bentuk syukur dengan apa yang di perolehnya pada hari ini.


Mereka menyetujui ajakan Zeint meskipun sempat ada keributan kecil antara Lux dan Nerfa yang menyarankan Zeint lebih irit dalam pengeluaran.


Di kedai langganan, mereka memesan makanan yang mereka inginkan begitu pula dengan Zeint yang sedari dulu ingin memesan makanan termahal yaitu daging ayam kalkun yang menjadi menu andalan di kedai tersebut.


Saat makanan mereka tiba dalam sekejab mata hanya tersisa tulang dan piring saja di atas meja.


Wajar saja sih mengingat mereka hanya memakan pesanan umum sedari pertama kali bertemu.

__ADS_1


"Tak terasa sudah Dua mingguan kita bersama ya Zeint!"-Ucap Nerfa memulai obrolan.


"hemmm iya....kalau saja aku tak bertemu kalian pasti aku juga gak akan bisa seperti sekarang!"-Zeint berpendapat.


"tak usah di fikirkan Zeint ini mungkin sudah takdir buat kita di pertemukan lagian jika tak bertemu dwnganmu juga kita pasti sudah jadi makanan Ratu Laba-laba monster itu!"


Mereka tertawa bersama saat mengingat pertemuan mereka ,meski tidak terlalu terkesan banyak namun bagi mereka itu adalah sebuah anugrah.


Puas mengobrol ria akhirnya mereka meninggalkan kedai tersebut guna kembali ke Asrama untuk berostirahat.


Jalan kota yang penuh dengan para penonton sebelumnya terlihat begitu nyaman di pandang.


Senyuman kegembiraan penduduk kota D'lus menandakan kemakmuran dari kota itu sendiri.


Yang itu di dapat dari kebijaksanaan pemimpin mereka yaitu Tuan Vamilon.


"Ada sesuatu yang ingin aku beli kalian kembali duluan saja!"-Sela Zeint di tengah perjalanan.


"Mau membeli apa Zeint?"-Tanya Nerfa dengan wajah ingin tau.


"Ada pokoknya da....!"-Balas Zeint sambil berlari meninggalkan mereka bertiga.


Nerfa dan yang lain hanya menatap kepergian Zeint tanpa bertanya lebih lanjut karena mereka paham jika ada hal privasi di kehidupan seseorang.


Zeint berlari ke sebuah tempat yang di penuhi dengan pakaian dan aksesoris.


Lapak yang ada di pinggir jalan tersebut menjadi tujuannya karena ingin membeli sebuah pakaian baru untuknya.


"Jubah yang itu berapa harganya?"-Tanya Zeint sambil meenunjuk sebuah mantel hitam bertudung dengan berhias bulu-bulu di bagian kerahnya.


"yang ini berharga 5 keping perak!"-balas penjual tersebut.


"mahal sekali!"


"Jelas tuan karena ini di lapisi dengan sihir penguat dan juga anti api!"-Jelas sang penjual sambil memasang senyuman membanggakan produknya.


Lama bernegosiasi akhirnya Zeint berhasil membelinya dengan harga 3 keping perak 80 bronze.


"Terimakasih atas pembeliannya tuan!"-Ucap sang penjual sambil menyerahkan kembaliannya kepada Zeint.


"Ya sama-sama paman!"


Selesai berbelanja Zeint memasukkan barang-barangnya kedalam sihir ruang estorage miliknya agar tidak terlalu ribet di perjalanan.


"Permisi Nak!"-Sapa seseorang dari belakang Zeint sambil memegang pundaknya.


Zeint menoleh dan terlihat seseorang Om-om berbadan kekar memakai armor tanpa helm sambil menggendong pedang besar berdiri di hadapannya.


"Iya maaf ada apa tuan kesatria?"-Tanya Zeint penasaran.


"Bisa membuka topengmu?"-Ucap kesatria tersebut dengan nada curiga.

__ADS_1


Zeint tak tau kenapa dia seperti itu padahal seingat Zeint ia tak pernah melakukan hal yang melanggar peraturan kota ini tapi kenapa kesatria tersebut mencurigainya?.


Karena tak ingin berbuat kesalah pahaman ini berlanjut Zeint menuruti apa kata kesatria itu dengan cara membuka topengnya itu.


Saat melihat wajah Zeint ia tercengang sebentar lalu menggaruk kepalanya seperti telah kebingungan mencari seseorang.


"Ada apa?"-Tanya Zeint.


"Maaf nak aku sedang mencari seseorang dan aku mengira bahwa topeng itu adalah topeng sihir ilusi yang bisa mengubah penampilan seseorang!"-Jelas kesatria tersebut.


"Eh memang ada yang seperti itu?"-Zeint balik bertanya dengan antusias. Mata Zeint terbuka lebar sambil mengeluarkan bintang dari balik matanya yang menandakan keingin tahuan mendalam.


Melihat reaksi Zeint kesatria itu tersenyum simpul dan menundukkan badannya sehingga tingginya sama seperti Zeint.


"Itu ada nak !"-Balas Kesatria itu sambil mengelus kepala Zeint.


"Lapor Tuan Arthur !"-Sela seseorang prajurit dari samping mereka.


"Sudah ketemu?"-Tanya kesatria itu yang bernama Arthur.


"Tidak ada tanda-tandanya sama sekali tuan kami kehilangan jejak!"-Balas perajurit itu dengan tegas.


"Ahhhh...!"-Arthur mendesah.


"Baiklah nak aku akan pergi dulu maaf sudah mengganggu aktifitasmu!"-Ucap Arthur sambil bergegas meninggalkan Zeint.


"Tak masalah tuan Kesatria saya sangat senang dapat berbicara dengan anda juga!"-Balas Zeint.


Mereka berdua akhirnya berpisah dan kembali lagi kepada aktifitas masing-masing.


Di sisi lain....


Di kediaman Tuan Vamilon terlihat dia sedang berbicara dengan putri kerajaan Aquas Putri Ellza.


"Maaf tuan putri kami tak berhasil membawa dia kehadapan anda!"-Ucap Vamilon sambil menunduk kepada putri Ellza meski dalam segi umur tuan Vamikon lebih tua dari pada sang putru.


"Tidak apa Tuan Vamilon dia bukan seorang penjahat kita bisa menemuinya besok!"-Balas putri Ellza.


"baik putri saya usahakan besok anda bisa bertemu dengannya!"-Ucap Vamilon.


"Oh iya kestria yang itu berna Yu kan? apa anda pernah dengar tentang dia tuan Vamilon?"-Tanya putri Ellza sambil mengambil cangkir teh di depannya dengan anggun.


"mohon maaf putri saya belum dengar tentang dia dan lagi acara ini bisa di ikuti oleh kalangan luar jadi itu sulit bagi saya untuk mencari info dalam jangka cepat!"


"itu bukan salah anda tuan Vamilon jadi jangan terus meminta maaf kepadaku!"


"Baik putri!"


"Yu kah....hemmm!"


Entah apa yang akan di lakukan putri Ellza saat bertemu dengan Zeint nantinya karena senyuman licik tersirat dari ke anggunan penampilannya tersebut.

__ADS_1


........Semoga bisa menghibur para Readers yang baca cerita ini.....


__ADS_2