
Bai Ding tidak pernah menyangka dirinya akan bisa mengalahkan penguasa Lembah Petir. Meskipun memang tidak bisa dibilang dia yang mengalahkannya, namun dia berkontribusi besar dalam menaklukkan Qilin Petir.
Tubuh Bai Ding mengecil hingga menjadi bentuk semula, nafasnya tersengal-sengal sambil turun perlahan sampai mendarat mulus di tanah.
"Gouhk!" Bai Ding memuntahkan seteguk darah.
Memang luka yang dia alami bisa dibilang sangat parah. Bai Ding merasa seluruh organ dalamnya remuk.
Jika bukan karena Xiang Yang terus melindunginya saat Qilin Petir menyerangnya dengan serangan kuat, dia pasti sudah mati saat ini.
Bai Ding mengambil posisi meditasi lalu mulai berusaha memulihkan kondisinya.
Sementara itu, di sadar kawah besar dimana Qilin Petir masih tidak sadarkan diri dalam bentuk humanoid, Xiang Yang baru mendarat tepat di samping Qilin Petir.
"Akan sia-sia jika Spirit Beast dengan garis darah naga seperti mu tewas, jadi.." Xiang Yang menggunakan segel tangan, "kau akan ku jadikan budak ku!"
"Teknik Segel Jiwa!"
Susunan formasi dengan pola unik terbentuk di bawah Qilin Petir, seolah membuatnya terlihat berada di atas altar khusus.
Sesaat setelah susunan formasi itu mengeluarkan cahaya, susunan formasi mulai menjalar ke tubuh Qilin Petir lalu masuk melalui keningnya.
Qilin Petir yang awalnya tidak sadarkan diri, tiba-tiba membuka mata lalu berteriak begitu keras, lebih tepatnya dia mengeluarkan suara raungan yang memilukan, raungan yang dipenuhi dengan rasa tersiksa akan kesakitan.
Setelah semua susunan formasi masuk kedalam kepala Qilin Petir, dia pun berhenti meraung lalu kembali pingsan.
Tiba-tiba Qilin Petir mulai berubah bentuk, bukan ke bentuk sejatinya melainkan tubuhnya semakin mengecil.
Dia sepertinya akan berubah ke bentuk manusia.
Xiang Yang terus memperhatikan perubahan bentuk Qilin Petir, hingga akhirnya setelah Qilin Petir telah benar-benar berubah, Xiang Yang melebarkan matanya karena terkejut.
"Eh?"
Xiang Yang tidak bisa berkata-kata melihat bentuk Qilin Petir.
"Apakah dia.. benar-benar Qilin Petir?"
__ADS_1
Yang Xiang Yang lihat saat ini bukanlah Spirit Beast menyeramkan yang penuh dengan dominasi, melainkan seorang gadis cantik bagaikan Dewi dengan kulit putih mulus seperti salju.
Tidak seperti perubahan bentuk Spirit Beast lainnya yang mana pasti akan ada beberapa ciri-ciri Spirit Beast mereka yang masih terlihat, perubahan Qilin Petir benar-benar sempurna, seolah dia bukanlah Spirit Beast, terlihat persis seperti manusia.
Satu hal lagi yang membuat Xiang Yang sulit berpaling selain wajah cantiknya adalah.. Qilin Petir sama sekali tidak mengenakan pakaian apapun, membuatnya bisa melihat dengan jelas keindahan tubuhnya.
Jika Xiang Yang masih seorang pria perjaka, dia pasti sudah kehilangan kendali saat melihat tubuh Qilin Petir.
Xiang Yang mengeluarkan sebuah kain lalu menutupi tubuh Qilin Petir.
"Haaah, apakah semua Spirit Beast naga betina memang memiliki wajah yang sangat cantik?" Xiang Yang mengingat kembali wajah Naga Emas yang membuatnya terpesona.
"Qilin Petir bukanlah Spirit Beast."
Suara Dewa Yin-Yang tiba-tiba terdengar di kepala Xiang Yang.
"Eh, bukan Spirit Beast?"
"Ya, makhluk seperti Naga, Phoenix dan beberapa jenis makhluk lainnya itu disebut Hewan Suci. Rubah Ekor Sembilan juga merupakan salah satu jenis Hewan Suci."
"Jadi begitu," Xiang Yang mengangguk paham.
"Jadi Yang'er, apakah kau tidak berniat melakukan sesuatu pada Qilin Petir? Lihatlah, dia begitu cantik dan anggun."
Secara refleks Xiang Yang menoleh kearah Qilin Petir, melihat wajah cantiknya selama beberapa saat sebelum batuk pelan.
"Mana mungkin aku akan melakukan hal itu ada Hewan Suci sedangkan aku adalah manusia, kami jelas berbeda."
"Jangan berkata seperti itu disaat istri mu adalah seorang manusia ular! Lagi pula kau memiliki garis darah Naga Emas, kau bisa dibilang merupakan setengah Hewan Suci, Yang'er."
Xiang Yang kembali melirik kearah Qilin Petir. Tentu saja sebagai pria sejati, dia cukup tergoda karena sudah belasan tahun tidak melakukannya.
"Aku tidak akan pernah melakukan perbuatan seperti itu. Lebih baik aku membunuh dari pada merendahkan seorang wanita dengan mengambil kesempatan dalam situasi seperti ini." Xiang Yang masih kuat untuk menahan dirinya.
"Oh, jadi kau mengatakan tidak keberatan jika Qilin Petir menyerahkan dirinya?"
Meskipun tidak bisa melihat gurunya, Xiang Yang tau kalau gurunya saat ini sedang tersenyum lebar.
__ADS_1
"Siapa yang tau." Xiang Yang mengangkat kedua bahunya.
"Hahaha...!"
Dewa Yin-Yang tertawa lepas, namun Xiang Yang memilih mengabaikannya dan melompat keluar dari kawah.
Dia menghampiri Bai Ding yang masih duduk bersila tidak jauh dari tepi kawah.
Merasakan kehadiran Xiang Yang, Bai Ding membuka matanya. Sebelum dia bisa mengucapkan satu kata, Xiang Yang mendahuluinya.
"Lebih baik kau tidak membuang tenaga dengan mengucapkan kata yang tidak perlu!" Xiang Yang mengeluarkan beberapa pil lalu memberikannya pada Bai Ding, "makan itu agar mempercepat pemulihan kondisi mu!"
Bai Ding menerimanya dengan senang hati. Tanpa basa-basi dia mengkonsumsi pil tersebut, lalu melanjutkan meditasi.
Xiang Yang kembali melompat kedalam kawah, mendarat di samping Qilin Petir, mengkonsumsi pil lalu bermeditasi untuk memulihkan luka dan energi Qi nya.
Selama 1 jam berlalu, Xiang Yang baru memulihkan beberapa persen kondisinya. Mungkin akan membutuhkan sekitar 2 hari untuk puluh sepenuhnya.
Sesaat kemudian, kelopak mata Qilin Petir bergerak, tidak membutuhkan waktu lama hingga dia membuka matanya.
Saat Qilin Petir sadar apa yang telah terjadi dan melihat keberadaan Xiang Yang didekatnya, tanpa mempedulikan tubuhnya yang telanjang, dia memusatkan energi petir di tangannya lalu bergerak menyerang Xiang Yang.
Qilin Petir mengincar tepat pada wajah Xiang Yang. Namun sesaat sebelum serangannya mengenai sasaran, tubuhnya tiba-tiba berhenti bergerak begitu saja, seolah waktu telah berhenti.
"Apa yang terjadi?!" Qilin Petir merasa tidak bisa mengendalikan tubuhnya.
Xiang Yang perlahan membuka matanya, saat sekilas dia melihat Qilin Petir, matanya langsung melebar. Tatapan matanya tertuju pada dua kelinci putih besar yang menggantung dengan angkuh dan penuh dominasi.
"Uhuk! uhuk!" Xiang Yang berdiri dengan senyum lebar, berusaha mengalihkan pandangannya dari dua kelinci putih besar tersebut.
"Hahaha, Qilin Petir kau telah kalah, aku menggunakan sebuah teknik khusus yang membuat ku bisa mengendalikan mu!" Xiang Yang berusaha bersikap normal.
"Apa?!" Qilin Petir terkejut.
"SIALAN KAU! CEPAT LEPASKAN AKU!" Qilin Petir berteriak marah.
Dengan senyum kemenangan, Xiang Yang mengatakan, "percuma saja kau melawan, kelinci putih mu.. uhuk uhuk! Akan menjadi milik ku!"
__ADS_1
"Sial! Kenapa sulit sulit sekali untuk bahkan mengucapkan kalimat yang benar?!" Xiang Yang berteriak dalam hatinya.
Sekeras apapun Xiang Yang berusaha berpaling, matanya seolah auto aim mengincar kelinci putih besar.