Reinkarnasi Sang Pahlawan 2

Reinkarnasi Sang Pahlawan 2
Ch.430 - Pembicaraan


__ADS_3

"Xiang Yang, kau datang untuk bertemu kakak ku bukan? Biar aku antarkan menuju ruang tamu, aku yakin kakak ku akan terkejut melihat kau masih hidup."


Mereka pun berjalan menuju ruang tamu sambil melanjutkan obrolan.


"Xue'er, dia itu orang nomor 1 di Benua Lingwu lho, kau berani memanggilnya dengan nama saja," Li Yun berbisik. Dia agak sedikit ngeri karena sering mendengar tentang kebrutalan Xiang Yang.


"Memangnya kenapa? Tidak apa-apa kan aku memanggil nama mu saja, Xiang Yang?" tanya Ming Xue secara langsung.


"Tentu saja, aku malah akan senang jika teman ku masih tetap memanggil ku seperti biasa. Aku tidak suka jika teman ku berbicara formal dengan ku."


Xiang Yang dan Ming Xue terus mengobrol, Han Shizu sendiri hanya diam saja sementara Li Yun merasa sangat canggung hingga tidak berani berbicara.


"Xue'er, Tetua Han Shizu, Ketua Sekte. Karena kalian sepertinya ingin membicarakan hal penting dengan Yang Mulia Kaisar, aku rasa tidak baik untuk ku ikut, jadi aku mohon undur diri." Li Yun menangkupkan tangannya.


Ming Xue tiba-tiba memeluk lengan Li Yun, "jangan pergi dulu Yun gege, setidaknya temani aku mengantar Xiang Yang menuju ruang tamu! Kita juga belum selesai berkeliling istana bukan? Jadi kau tidak boleh pergi!"


"Ah.. baiklah," Li Yun pun pasrah menuruti keinginan Ming Xue.


Akhirnya mereka pun tiba di ruang tamu.


"Silakan duduk Xiang Yang, Senior Han Shizu!" ucap Ming Xue dengan sopan.


"Tunggu disini sebentar, aku akan panggilkan kakak Ming Tu!"


Setelah itu Ming Xue dan Li Yun pergi memanggil Ming Tu.


***


"Xue'er, aku sedang sibuk sekarang, jangan ganggu aku untuk saat ini!" Ming Tu berkata tanpa menoleh kearah Ming Xue.


Sekarang mereka berada di dalam ruang kerja Ming Tu. Semenjak perang terjadi di Benua Lingwu, Ming Tu semakin sibuk mengurus banyak laporan serta dia juga harus berkultivasi agar menjadi lebih kuat hingga bisa memberikan kontribusi dalam peperangan.


Selain itu, semenjak mendengar tentang Xiang Yang, Ming Tu menjadi sedikit dingin, agak sulit mengajaknya bicara.

__ADS_1


"Kakak, meskipun aku bilang aku ada kejutan untuk mu, ini juga merupakan hal yang penting jadi kau harus mengikuti ku! Aku tidak menerima penolakan!"


Ming Tu menghela nafas, sepertinya adiknya tidak ingin menyerah membujuknya. Dari pada terus menolak permintaan Ming Xue yang malah akan menyebabkan perdebatan nanti, lebih baik dia mengikuti keinginannya agar masalah bisa selesai lebih cepat dan dia bisa kembali bekerja dengan tenang.


"Baiklah," Ming Tu menaruh kertas ditangannya diatas meja, "memangnya kejutan macam apa itu?"


"Ikuti aku, kau akan mengetahuinya nanti!" Ming Xue pun menarik tangan Ming Tu, membawanya menuju ruang tamu tempat Xiang Yang dan Han Shizu berada.


Setibanya di depan pintu masuk ruang tamu, Ming Xue menghentikan langkahnya.


"Kenapa kau membawa ku ke ruang tamu? Apakah ada tamu penting? Jika ada tamu penting kenapa kau tidak langsung saja memberitahu ku siapa tamu itu?"


"Sudah ku bilang kan ini akan menjadi kejutan untuk kakak. Yang ada di dalam ruang tamu lebih dari sekedar tamu penting, jadi segera masuk, aku akan kembali jalan-jalan bersama Yun gege!" Ming Xue pun menarik lengan Li Yun, membawanya pergi.


Ming Tu menatap pintu ruang tamu sejenak, dia cukup penasaran dengan tamu yang ada di dalam.


Dia pun membuka pintu lalu berjalan masuk. Saat Ming Tu melihat dua orang yang ada di dalam ruang tamu, matanya melebar saat melihat salah satu diantara mereka.


"Xiang.. Yang.." Ming Tu ragu dengan apa yang dia lihat saat ini.


"Kau.. masih hidup?" Reaksi Ming Tu tidak jauh berbeda dengan orang-orang yang mengetahui Xiang Yang ternyata masih hidup.


"Tentu saja aku masih hidup."


Ming Tu diam sejenak lalu menghela nafas, "seharusnya aku sudah menduga hal ini, orang licik seperti mu tidak mungkin mati begitu saja!"


"Aku anggap itu sebagai pujian."


"Kalau begitu silakan duduk Saudara Xiang Yang!" Ming Tu duduk dengan senyum ramah, "jadi apa yang kau inginkan?"


"Apakah aku tidak boleh mengunjungi saudara ku sendiri? Aku datang kemari hanya memperlihatkan kalau aku masih hidup."


"Jangan berbohong, aku sudah tau seperti apa diri mu ini, kau tidak akan datang menemui ku hanya karena ingin bertemu saja, pasti ada sesuatu yang kau inginkan. Jadi cepat katakan pada ku apa yang kau inginkan?"

__ADS_1


"Hahaha, aku sepertinya tidak bisa menyembunyikannya dari Saudara Ming Tu," Xiang Yang tertawa kecil, "sebenarnya aku membahas mengenai hutan di bagian selatan Kekaisaran Ming, itu masih merupakan wilayah Kekaisaran Ming, jadi aku ingin meminta wilayah itu dari mu. Tentu saja aku tidak akan memintanya secara cuma-cuma!"


Ming Tu menaikkan alisnya, "apakah hanya itu yang kau inginkan?"


"Tentu saja, aku tidak akan meminta lebih."


"Saudara Xiang Yang, apa kau lupa jika Sekte Naga Emas mu sudah menjadi penguasa tunggal Benua Lingwu. Kau yang merupakan Ketua Sekte bisa dibilang merupakan pemilik dari seluruh Wilayah Benua Lingwu, kami Kekaisaran Ming hanya menumpang di wilayah mu!"


Xiang Yang tersenyum kecut, "kau pikir aku ini apa? Orang yang haus akan kekuasaan yang akan langsung merebut sesuatu yang sudah menjadi hak orang lain jika aku menginginkannya?"


Ming Tu pun tertawa, tentu dia tau Xiang Yang bukanlah orang seperti itu.


"Jika kau memang menginginkan hutan itu maka aku akan dengan suka rela menyerahkannya untuk mu, tidak perlu membayarnya!"


"Jangan bilang seperti itu!" Xiang Yang mengeluarkan sebuah cincin dimensi, "didalam cincin dimensi ini terdapat banyak sumber daya, gunakan itu untuk memperkuat pasukan mu! Dan jangan menolaknya, ini bukan hanya untuk membalas mu tapi juga demi kepentingan Benua Lingwu, jika pasukan mu semakin kuat maka itu sama saja dengan memperkuat Benua Lingwu!"


Ming Tu menghela nafas, "inilah yang membuat ku tidak ingin menerima bayaran apapun dari mu. Meskipun aku tidak tau sumber daya macam apa didalam cincin dimensi itu, tapi aku yakin isinya adalah sumber daya yang bahkan sudah cukup untuk membeli Kekaisaran Ming!"


Ming Tu mengambil cincin dimensi pemberian Xiang Yang, "jadi untuk apa sebenarnya wilayah hutan itu?"


Xiang Yang tersenyum tipis sebelum menjawab, "aku ingin membangun sebuah kekaisaran."


"Kekaisaran?" Ming Tu menaikkan alisnya.


Han Shizu yang dari tadi hanya diam dengan tenang juga langsung menoleh kearah Xiang Yang.


"Membangun Kekaisaran kah? Aku tidak tau kekaisaran macam apa yang ingin kau bangun tapi itu terserah pada mu, nanti juga aku akan mengetahuinya karena kami akan menjadi tetangga!" Ming Tu berpikir itu mungkin akan menjadi Kekaisaran terkecil di Benua Lingwu.


"Aku akan membutuhkan bantuan mu untuk membangun kekaisaran ini Saudara Ming Tu."


"Tentu saja aku pasti akan membantu. Tapi Saudara Xiang Yang, bukankah ini bukan waktu yang tepat untuk membangun sebuah kekaisaran? Kita sedang dalam keadaan perang melawan Kelompok Naga Hitam."


"Tidak perlu mempermasalahkan Kelompok Naga Hitam lagi, aku bisa menghancurkan mereka!"

__ADS_1


"Huh, kau sudah hampir mati dibuat oleh salah satu petinggi Kelompok Naga Hitam dan kau sekarang berani bilang kau mampu menghancurkan mereka!"


Mereka telah melakukan pembicaraan selama beberapa jam sebelum akhirnya Xiang Yang memutuskan untuk pergi bersama Han Shizu menuju hutan selatan Kekaisaran Ming.


__ADS_2