
Sungguh tidak terduga, Xiang Yang akan bertemu dengan Xiang Zu di saat dan situasi seperti ini.
Xiang Zu sendiri menjadi waspada, dia merasa tidak pernah mengenal sosok makhluk naga didepannya.
"Siapa kau? Dari mana kau mengetahui nama ku?" Xiang Zu semakin mengokohkan kewaspadaannya, karena dia bisa merasakan dari aura Xiang Yang begitu mengerikan.
"Aku..." belum sempat Xiang Yang menjawab, dia segera bereaksi karena pancaran energi melesat kearahnya.
"Perisai Yin-Yang!"
*BAAAMMM!!
Meskipun Xiang Yang dapat menahan serangan itu dengan sempurna, namun dia tetap terdorong mundur sampai puluhan meter.
"Sialan!" Xiang Yang berdecak kesal.
Sungguh pertemuannya dengan Xiang Zu sangat tidak tepat. Dari apa yang Xiang Yang lihat, Xiang Zu sepertinya bergabung dengan Kelompok Naga Hitam.
Xiang Yang tidak mengetahui penyebab Xiang Zu bergabung, namun yang pasti dia akan mengeluarkan saudaranya dari kelompok jahat yang berusaha menghancurkan Benua Lingwu itu.
"Saudara Xiang Zu! Aku masih memiliki urusan dengan mu! Tapi aku akan menyelesaikan urusan utama ku terlebih dahulu!" Xiang Yang pun melesat kearah Long Zhun.
"SETELAH AKU MEMBUNUHNYA! KAU HARUS MENJELASKAN SEMUANYA PADA KU!"
Xiang Zu hanya diam dengan kening mengerut, melihat kearah Xiang Yang yang kini sudah tidak lagi terlihat saling cepatnya dia bergerak hingga tidak lagi terlihat jangkauan pandangan mata.
Tanpa Xiang Zu sadari, dia lengah karena mengalihkan perhatian disaat musuh masih berada di depan matanya.
Sambaran petir melesat kearahnya.
Xiang Zu tidak sempat menghindar, dia segera menyilangkan kedua lengannya didepan wajah, membentuk energi pertahanan seadanya dalam waktu singkat.
*BOOMM!!
Xiang Zu terpental sampai ratusan meter. Belum saja dia mendapatkan keseimbangannya, Nim Fa sudah berada di hadapannya dengan tombak yang di tebaskan secara vertikal dari atas kebawah.
Xiang Zu menggunakan pedangnya, menahan serangan tersebut.
Meskipun sudah di tahan, kondisi Xiang Zu yang memang belum siap menerima serangan, akhirnya terpental kebawah bagaikan meteor jatuh.
*BAAMM!
Xiang Zu menghantam tanah dengan keras. Baru saja dia ingin berdiri, Nim Fa kembali muncul di depannya.
__ADS_1
Xiang Zu membelokkan arah serangan Nim Fa dengan pedangnya. Hal itu memberikan celah untuknya memberikan tendangan, membuat Nim Fa terpental hingga dirinya bisa segera menjauh, mengambil jarak untuk mengatur nafasnya.
Hampir saja Xiang Zu terbunuh jika saja dia telat bereaksi.
***
Kembali ke pertarungan antara Xiang Yang melawan Long Zhun.
Xiang Yang menyingkirkan pikirannya pada Xiang Zu yang menjadi bagian dari Kelompok Naga Hitam karena sekarang dia harus fokus bertarung melawan Long Zhun, musuh terkuat yang Xiang Yang temui selama di kehidupan keduanya ini.
Mereka berdua terus saling menyerang dengan teknik-teknik yang begitu merusak.
Hutan yang tadinya terdapat banyak gunung dengan pepohonan yang lebat, kini sudah hancur lebur tidak berbentuk lagi.
Berkali-kali Xiang Yang dibuat terpental oleh serangan Long Zhun, namun tidak jarang juga dia memberikan serangan balik pada Long Zhun.
Keduanya sudah mendapatkan banyak luka satu sama lain, darah mengalir di sudut bibir mereka berdua.
Xiang Yang meskipun tidak mendapatkan luka luar seperti sayatan senjata tajam, namun pukulan Long Zhun benar-benar terasa sampai ke daging dan tulang, membuatnya terluka dalam.
Sedangkan Long Zhun mendapatkan banyak luka sabetan Pedang Naga. Kulitnya memang keras, namun tetap saja tidak akan bisa menahan ketajaman Pedang Naga.
Long Zhun hanya memusatkan teknik miliknya untuk memperkuat kedua lengannya, agar bisa beradu dengan Pedang Naga tanpa masalah.
Jika Long Zhun membuat pengerasan tubuhnya secara merata, maka kekerasan lengan atau pukulannya tidak akan bisa bersanding dengan ketajaman Pedang Naga.
Teknik yang digunakan Long Zhun, bisa dibilang mirip dengan teknik milik Ketua Jian Feng.
Namun nyatanya berbeda. Teknik yang digunakan Long Zhun jauh lebih kuat, hanya saja kultivasinya saat ini masih di bawah standar untuk memaksimalkan teknik yang dia gunakan.
*BOOOMMM!
*BOOOMMM!
*BOOOMMM!
Ledakan demi ledakan keras terus terjadi setiap kali serangan mereka berbenturan, entah itu pukulan, tendangan ataupun serangan energi lainnya.
Dari kejauhan, pasukan mereka yang melihat betapa dahsyatnya pertarungan mereka terkadang hanya bengong karena kagum sekaligus ngeri dengan kekuatan para kultivator tingkat Mahayana.
***
Cai'er juga bisa melihat bagaimana dahsyatnya pertarungan Xiang Yang melawan Long Zhun. Meskipun dia percaya pada Xiang Yang, namun tetap saja sebagai istri, dia tetap mengkhawatirkannya.
__ADS_1
"Kakak Yuan, kita akhiri saja disini dulu, aku ingin pergi membantu suami ku!" Cai'er ingin bertarung bersama Xiang Yang.
Selain itu dia ingin memenggal kepala Long Zhun dengan tangannya sendiri. Namun sekarang dia tidak bisa pergi karena kakaknya selalu menghalangi.
"Ini tidak akan berakhir sampai salah satu diantara kita mati!" Yun sudah sangat panas, nafasnya naik turun, bulan hanya karena kelelahan, namun juga karena kemarahan.
"Kakak..." Cai'er mengepalkan tangannya dengan ekspresi rumit.
Tiba-tiba Xiang Yang yang terpental setelah menerima serangan Long Zhun, mendapatkan momentum saat pemuda itu berada tepat di tengah-tengah antara mereka.
"Xiao Yang!"
Xiang Yang sama sekali tidak menjawab ataupun melihat kearah Cai'er, dia benar-benar fokus dalam pertarungannya.
Hanya beberapa saat Xiang Yang terlihat, lalu menghilang saat dia menyerang Long Zhun yang berada jauh.
Cai'er sudah tidak tahan, dia ingin membantu Xiang Yang melawan makhluk yang telah membunuh kedua orang tuanya.
"Kakak, kau yang memaksa ku jadi jangan salahkan aku bertindak kasar!" Cai'er melihat Xiang Yang sudah mendapatkan luka parah, ia sangat mengkhawatirkan Xiang Yang.
Cai'er pun langsung melesat kedepan dalam garis lurus.
"Badai Belati Racun!"
Ribuan belati api tercipta lalu meluncur bagaikan roket kearah Cai'er.
Cai'er sama sekali tidak berniat menghindar ataupun menangkis, dia terus saja terbang. Hingga secara mengejutkan, belati belati itu hanya melewati tubuhnya, tembus seolah dirinya adalah ilusi.
Hal itu membuat Yuan terkejut, dia yakin kalau yang ada didepannya adalah Cai'er, bukan hanya sekedar ilusi semata.
Hingga ribuan belati sudah habis di luncurkan, Cai'er sudah berada didepan Yuan, dengan kuat memukul perut kakaknya.
Belum saja Yuan terpental, Cai'er menangkap sekornya, kemudian melemparkan Yuan ke bawah.
*BAAMM!
Yuan menghantam tanah dengan keras dengan seteguk darah yang keluar dari mulutnya.
Baru saja Yuan ingin bangkit, Cai'er sudah mendarat hingga dirinya berada diantara kedua kaki adiknya.
*BAAAMMM!
Cai'er memukul tepat pada wajah Yuan, membuat kakaknya akhirnya pingsan.
__ADS_1
"Maafkan aku, Kakak Yuan, kau yang memaksa ku melakukan ini!"
Cai'er melihat kearah pertarungan Xiang Yang lalu melesat kearah sana.