
Setelah membunuh Komandan dan Wakil Komandan Naga Hitam, Yun Nuwa langsung melesat kearah dimana pertempuran masih berlangsung.
Karena pasukan Sekte Pulau Awan menyerang dari 6 titik yang berbeda, jadi pertempuran pastinya terjadi di 6 lokasi.
Namun diantara 6 lokasi pertempuran, hanya ada 3 lokasi yang masih dimana pertempuran berlangsung.
Sedangkan 3 lainnya sudah berakhir. Tentu saja berakhir dengan kemenangan pasukan Sekte Pulau Awan.
Pasukan Sekte Pedang Abadi tidak dibunuh semuanya.
Pasukan Sekte Pulau Awan terlebih dahulu membunuh atau melumpuhkan kultivator tingkat Nirwana pihak musuh, hingga membuat musuh yang berada dibawah tingkat Nirwana, berakhir menyerah karena berpikir tidak mungkin menang jika kultivator tingkat Nirwana pihak mereka telah kalah.
Sekte Pulau Awan sudah mendapatkan informasi, siapa saja kultivator tingkat Nirwana yang bergabung dengan Kelompok Naga Hitam secara sukarela dan siapa yang bergabung dengan terpaksa.
Orang-orang yang bergabung secara sukarela itulah yang dibunuh, sedangkan yang bergabung secara terpaksa itu dilumpuhkan.
Mereka tidak mungkin membunuh semua pihak musuh karena itu bisa membuat kehancuran bagi Sekte Pedang Abadi.
Dengan kedatangan Yun Nuwa, semakin mudah bagi mereka mengalahkan pihak musuh.
Yun Nuwa dengan mudah membunuh ataupun melumpuhkan kultivator tingkat Nirwana seakan mereka adalah semut dimatanya.
Semua pasukan Sekte Pedang Abadi pun akhirnya menyerah. Dengan demikian, kemenangan Sekte Pulau Awan sudah didapatkan.
Semua pasukan Sekte Pedang Abadi yang menyerah, kini diikat dan dibawa masuk kedalam sekte.
***
Penjara bawah tanah.
Semua orang anggota Sekte Pedang Abadi yang ditahan di penjara bawah tanah bisa merasakan dengan jelas getaran terjadi.
Mereka tidak berpikir ini adalah gempa karena getaran terjadi terus menerus seolah sedang terjadi pertempuran besar-besaran di luar.
Mereka tidak bisa mendengar suara pertempuran yang terjadi di luar karena mereka sekarang berada di bawah tanah yang kedap suara.
Selain itu, jarak antara tempat terjadinya pertempuran dan penjara bawah tanah bisa dibilang cukup jauh.
Para anggota Sekte Pedang Abadi yang dipenjara berharap ada pasukan Sekte lain yang datang untuk menolong mereka. Meskipun mereka masih agak meragukan hal tersebut.
Xuan Chen juga mengharapkan demikian. Setelah mengetahui ayahnya mati, dia ingin membalas dendam pada Kelompok Naga Hitam dan membunuh Shang Chu dengan tangannya sendiri.
"Hei, apa yang terjadi di luar?" Xuan Chen bertanya pada penjaga yang berdiri tepat di luar sel tahanannya.
*Brang!
__ADS_1
Bukannya menjawab, penjaga itu malah menghentakkan tombaknya pada sel tahanan, menatap tajam Xuan Chen.
"Kau tidak berhak untuk mengetahui apa-apa!"
"Cih! Jika aku sudah keluar dari penjara ini, akan ku penggal kepala mu!" Xuan Chen benar-benar jijik pada penjaga itu.
Karena penjaga itu awalnya adalah anggota Sekte Pedang Abadi yang memilih berkhianat.
"Haha, keluar dari penjara? Memenggal kepala ku? Xuan Chen, kau sudah bukan tuan muda lagi. Lagi pula sebentar lagi akan menjadi giliran mu untuk dikirim ke Pulau Gunung Berapi untuk menjadi santapan Pemimpin Kelompok Naga Hitam!"
Penjaga itu merasa bangga dalam hatinya karena bisa menghina seorang seperti Xuan Chen.
Jika itu dulu, bahkan jika dirinya memiliki sejuta keberanian, kepalanya akan selalu menunduk di hadapan Xuan Chen.
Namun sekarang situasinya sudah berbeda.
Xuan Chen hanya bisa Manahan kemarahannya. Dia sadar tidak bisa melakukan apa-apa
Getaran itu terus mereka rasakan hingga berjam-jam, akhirnya getaran itu pun berakhir.
Xuan Chen mengerutkan keningnya.
"Apakah pertarungannya sudah berakhir?" gumam Xuan Chen.
Selama setengah jam berlalu, namun tidak terjadi getaran apapun.
"Aaarrrkkk!!"
Terdengar suara teriakan kesakitan dari sisi lain lorong penjara bawah tanah.
"Apa yang terjadi?" Penjaga itu mengerutkan kening kemudian berniat pergi menuju ke sumber suara untuk mengetahui apa yang terjadi.
Namun baru saja dia melangkah, sebuah gelombang energi bagaikan bilah pedang melesat kearahnya dengan cepat.
Tanpa bisa dihindari, gelombang energi itu mengenainya hingga menembus dada. Terlihat jelas lubang yang menganga pada dada penjaga tersebut.
Xuan Chen langsung berdiri dengan waspada, dia tidak tau siapa yang melancarkan serangan barusan.
"Gouhk!" Penjaga itu batuk darah sebelum tumbang dalam kondisi tidak bernyawa.
*Tap! Tap! Tap!
Terdengar suara langkah yang berjalan dengan teratur.
Xuan Chen melebarkan matanya saat melihat siapa yang datang. Itu adalah seorang gadis cantik dengan wajah datar, berjalan santai sambil membawa pedang di tangan kanannya.
__ADS_1
Gadis itu adalah Yun Ying.
Tentu saja Xuan Chen mengenal Yun Ying. Dia sudah cukup sering mencoba mendekati gadis itu, bahkan pernah mencoba melamarnya.
Akan tetapi Yun Ying selalu menolak dengan alasan tidak berniat memiliki hubungan dengan pria manapun. Selain itu Yun Ying mengatakan tidak ingin memiliki suami yang mempunyai banyak istri.
Ya, Xuan Chen sudah menikah, dia memiliki 5 istri.
Entah akan seperti apa reaksi Xuan Chen jika mengetahui Yun Ying sudah memiliki suami, meskipun memang belum resmi.
"Yun Ying, apa yang kau lakukan disini?"
"Tentu saja untuk membebaskan kalian semua." Yun Ying menjawab dengan nada monoton "Kau tenang saja, Sekte Pedang Abadi sekarang sudah terbebas dari Kelompok Naga Hitam."
"Terbebas.. apa maksud mu?" Xuan Chen masih membutuhkan penjelasan.
Yun Ying pun menjelaskan secara singkat apa yang telah terjadi, dimana setelah pertempuran berakhir, dirinya bersama beberapa orang datang ke penjara bawah tanah untuk membebaskan anggota Sekte Pedang Abadi yang ditahan.
Setelah selesai menjelaskan, Yun Ying menebas jeruji besi hingga hancur, membebaskan Xuan Chen.
Xuan Chen semakin mengagumi Yun Ying, rasa ingin memiliki gadis itu kini semakin besar.
"Terima kasih Saudari Yun Ying!" Xuan Chen menangkupkan tangannya dengan penuh hormat.
"Tidak perlu berterima kasih." Yun Ying mengeluarkan sebuah pil lalu memberikan pada Xuan Chen "Konsumsi itu untuk memulihkan kondisi mu, aku akan membebaskan yang lainnya dulu!"
Tanpa menunggu jawaban Xuan Chen, Yun Ying segera pergi ke sel tahanan lainnya.
Xuan Chen melihat punggung Yun Ying sejenak sebelum duduk bersila, mengkonsumsi pil untuk memulihkan kondisinya.
Setelah semua tahapan penjara bawah tanah dibebaskan, mereka semua di bawa ke sebuah tempat dimana mereka bisa bertemu dengan Yun Nuwa dan para Tetua Sekte Pulau Awan.
Disana Yun Nuwa menjelaskan semua yang terjadi dan apa saja yang dia ketahui mengenai Kelompok Naga Hitam ini.
Mereka melakukan diskusi selama beberapa jam sebelum pertemuan itu diakhiri.
Karena Xuan Yuan yang merupakan Ketua Sekte Pedang Abadi telah tewas, kini Xuan Chen lah yang menjadi Ketua Sekte baru.
Namun posisi itu masih belum bisa diresmikan saat ini karena kondisi Sekte Pedang Abadi yang masih tidak stabil.
Xuan Chen dan para kultivator yang ditahan di penjara bawah tanah sebelumnya, tentu saja marah melihat para rekan mereka yang bergabung dengan Kelompok Naga Hitam, kini di tahan setelah kalah dalam peperangan.
Mereka ingin memukul, menendang atau bahkan membunuh para pembelot itu. Namun mereka sadar tidak bisa memberikan hukuman berat untuk mereka karena mereka semua adalah anggota sekte mereka yang tersisa.
Jadi Xuan Chen memberikan kesempatan kedua untuk orang-orang itu menjadi lebih baik lagi, kekuatan mereka di butuhkan untuk membangun Sekte Pedang Abadi yang sekarang melemah, bahkan sulit untuk menyatakan diri mereka sebagai salah satu sekte penguasa.
__ADS_1
Orang-orang itu sangat berterimakasih atas belas kasihan Xuan Chen dan bersumpah tidak akan pernah lagi mengkhianati Sekte Pedang Abadi.
\=\=\=\=\=\=