Reinkarnasi Sang Pahlawan 2

Reinkarnasi Sang Pahlawan 2
Ch.342 - Yun Nuwa VS Long Xiao


__ADS_3

"Hahaha! Tidak ku sangka ternyata kau sudah berada ditingkatan ini, Yun Nuwa!"


Terdengar suara seorang wanita yang begitu nyaring.


Yun Nuwa melihat ke sumber suara, seketika matanya melebar.


"Kau..."


Yun Nuwa tidak akan pernah lupa dengan wajah orang yang telah membunuh gurunya.


"Long Xiao!"


Long Xiao terlihat menggunakan armor hitam yang mana terbuat dari sisik Naga Hitam.


Yun Nuwa mengepalkan tangannya, dia berusaha mengendalikan gejolak emosi didalam tubuhnya.


Sementara Zhang Zuan segera bergerak menghampiri Long Xiao dengan cepat


"Pemimpin!"


"Kau sangat menyedihkan Zhang Zuan! Bahkan ratusan ribu pasukan yang kau bawa dengan 3 kultivator tingkat Mahayana bersama mu, kau benar-benar tidak berkutik hanya karena satu orang saja!" Long Xiao berkata dengan suara dingin.


"M-mohon maafkan saya, pemimpin!" Zhang Zuan menangkupkan tangannya dengan badan membungkuk penuh hormat.


Tubuhnya bergetar dengan rasa ketakutan.


"Hm, aku akan memanfaatkan mu kali ini. Memang wajar jika kau kalah karena melawannya!" Long Xiao kembali menoleh kearah Yun Nuwa "Sekarang kembali ke pasukan mu, sebentar lagi pasukan musuh akan tiba!"


"Baik, terima kasih telah menyelamatkan saya, Pemimpin! Kalau begitu saya pergi dulu," Zhang Zuan pun terbang kearah para pasukannya yang sekarang hanya tersisa setengahnya saja.


Sesaat kemudian, Long Xiao berkedip. Tiba-tiba kristal es sepanjang tombak sudah melesat kearahnya.


Namun Long Xiao menangkap kristal es itu dengan satu tangan tanpa masalah.


"Seperti sebelumnya, berkedip saat berada di hadapan mu sama saja dengan mencari penyakit!"


"Kau sudah mengetahuinya tapi tetap saja melakukannya. Apa kau ingin mengulangi masa-masa kelam mu sebelumnya!"


Long Xiao sebelumnya di hajar habis-habisan oleh Yun Nuwa karena dirinya melakukan satu kesalahan, yaitu berkedip.


Sekarang dia ingin mencoba hal itu kembali dan penilaiannya terhadap Yun Nuwa memang tidak berubah.


Berkedip di hadapannya sama saja dengan mencari penyakit.


"Haha, aku hanya ingin menguji mu!" Long Xiao tersenyum tipis "Tapi kau sungguh berbakat Yun Nuwa, hanya dalam 100 tahun, kau sudah menerobos ketingkat Half Immortal."

__ADS_1


"Half Immortal t?" Yun Nuwa mengerutkan keningnya.


"Ah.. aku lupa jika di dunia ini tingkat diatas Mahayana di sebut tingkat Immortal God!" Long Xiao tertawa "Jika orang-orang di dunia ini berada 'di sana', kalian hanya akan di tertawaan menyebutnya ranah Immortal God!"


Yun Nuwa sama sekali tidak mengerti arah pembicaraan Long Xiao.


"Apa kau ingin mengatakan kalau kau bukan berasal dari dunia ini?"


"Bisa dibilang seperti itu." Long Xiao mengulurkan tangannya dengan senyum ramah "Akan sia-sia jika bakat mu yang tinggi terhenti karena prinsip Alam Mortal ini, Yun Nuwa. Lupakan masa lalu dan bergabunglah bersama ku, bersama-sama kita akan mencapai Puncak Bela Diri!"


Long Xiao mengakui kalau Yun Nuwa sudah setara dengan dirinya.


"Dalam mimpi mu!" Yun Nuwa mengeluarkan pedangnya.


Dalam sekejap, energi kuat terhimpun pada pedangnya, bergejolak dengan energi yang begitu murni.


Tarian Dewi Bulan! Pedang Es Keabadian!


Semburan energi bagaikan gelombang badai keluar dari pedang Yun Nuwa, melesat kearah Long Xiao.


Long Xiao sedikit menyipitkan matanya karena merasakan suatu energi yang dia kenal pada teknik yang digunakan Yun Nuwa.


Long Xiao mengeluarkan sebuah pedang hitam legam bagaikan langit malam, lalu melakukan tebasan secara vertikal dari atas kebawah.


*BOOOMMM!!


Langkah Cahaya!


Ternyata Yun Nuwa sudah melakukan pergerakan sesaat sebelum kedua serangan mereka berbenturan.


Menggunakan teknik Langkah Cahaya yang bisa membuatnya bergerak sangat cepat, Yun Nuwa seketika berada di hadapan Long Xiao.


Pertarungan jarak dekat pun terjadi diantara keduanya.


Setiap tebasan pedang mereka mengandung energi yang kuat, hingga dapat membelah daratan dan menghancurkan gunung dengan sangat mudah.


Bahkan setiap kali senjata mereka berbenturan, itu akan membuat gelombang energi terpecah dan menyebar, menghancurkan area sekitar.


Mereka berdua terus beradu serangan jarak dekat, bergerak dari satu tempat ke tempat lainnya tanpa berhenti melakukan serangan.


Hal ini membawa kehancuran bagi tempat manapun mereka berdua melakukan pertandingan.


Setelah akhir pertarungan antara Naga Hitam dan para kultivator kuat Benua Chenwu di masa lalu, kini pertarungan tingkat Immortal God kembali terjadi.


Dalam satu kesempatan, Yun Nuwa berhasil menendang kepala Long Xiao. Tapi disaat yang bersamaan, Long Xiao memberikan pukulan kuat pada perutnya.

__ADS_1


Keduanya sama-sama terlempar hingga belasan kilometer.


Yun Nuwa pun kembali melesat menyerang Long Xiao.


Sementara Long Xiao sendiri langsung menyemburkan nafas api dari mulutnya.


Yun Nuwa dengan mudah menghindar, bahkan melakukan manuver terbang melingkari nafas api Long Xiao.


Saat Yun Nuwa sudah berada di hadapan Long Xiao, dia dengan kuat menebaskan pedang, mengincar titik vital wanita itu.


Long Xiao menahan serangan itu menggunakan lengan kanannya yang berlapis armor hitam.


Long Xiao pun mendapatkan celah, dia dengan cepat menempelkan telapak tangannya pada perut Yun Nuwa.


*BOOOMMM!!


Telapak tangan Long Xiao mengeluarkan gelombang ledakan panas yang membuat Yun Nuwa terpental keras, menghantam puncak sebuah gunung hingga hancur.


Yun Nuwa langsung berdiri, memegang perutnya yang terasa nyeri. Untung saja dia sempat melapisi perutnya dengan pertahanan lapisan es, hingga dia tidak mendapatkan luka parah.


"Kekuatannya benar-benar meningkat drastis!"


Sebelumnya Long Xiao sama sekali tidak bisa mendaratkan serangan pada dirinya.


***


Di tempat lain, perang juga semakin memanas. Semua medan perang tidak serta-merta didominasi oleh pasukan Benua Chenwu.


Para kultivator tingkat Mahayana mulai menggunakan teknik terkuat masing-masing yang bahkan dapat memberi dorongan balik pada pihak lawan.


Seperti pertarungan antara Ketua Jian Feng melawan Hai Ang.


Setelah Hai Ang menggunakan teknik rahasianya, membuat kekuatannya berlipat ganda hingga mampu mendesak Ketua Jian Feng.


Ketua Jian Feng tentu saja kesulitan untuk menggunakan teknik-teknik tertinggi miliknya, karena mereka berdua sedang bertarung di udara yang berjarak jauh dari daratan.


Jika berada di darat maka akan lebih mudah bagi Ketua Jian Feng menangani Hai Ang.


Ketua Jian Feng terus berusaha membuat Hai Ang turun ke darat. Namun meskipun Hai Ang sekarang sudah terlihat seperti hewan buas gila, instingnya sangat tajam.


Di sisi lain, Ketua Sekte Permata Bintang, Qiao Shui terus didesak oleh dua musuhnya. Bahkan dia sudah mendapatkan luka cukup parah, membuatnya tidak bisa memberikan perlawanan ekstra.


Hingga akhirnya, Xiao Chang datang membantunya. Qiao Shui pun bisa sedikit bernafas lega.


Xiao Chang sudah berhasil membunuh Zu Ma dengan teknik terkuatnya, Hukuman Penyucian Surga.

__ADS_1


Xiao Chang hanya bisa memanggil 3 petir sekaligus dengan kekuatannya saat ini, jadi sekarang dia sudah tidak bisa lagi menggunakan teknik tersebut.


__ADS_2