Reinkarnasi Sang Pahlawan 2

Reinkarnasi Sang Pahlawan 2
Ch.335 - Kakak Yuan!


__ADS_3

Benteng Pertahanan Timur.


Pasukan bantuan dari Sekte Danau Biru akhirnya tiba di Benteng Pertahanan Timur.


Ketua Sekte Danau Biru, Lu Xin bersama belasan kultivator tingkat Nirwana terbang paling depan.


Melihat Benteng Pertahanan Timur yang sudah hampir runtuh membuat Lu Xin mempercepat laju terbangnya, meninggalkan yang lainnya.


Lu Xin terus melaju kedepan, melewati bangunan benteng karena melihat pertarungan sedang berlangsung cukup jauh didepan.


***


Xiang Zu masih melakukan pertarungan, namun tidak melawan kultivator tingkat Nirwana, melainkan melawan belasan ribu kultivator yang memiliki kultivasi dibawah tingkat Nirwana.


Tiga kultivator tingkat Nirwana yang sebelumnya Xiang Zu lawan, yaitu Ding Jin, Fu Shi dan Bou Tie sudah tewas, hingga pasukan yang sebelumnya hanya menonton di Benteng Pertahanan Timur, akhirnya memilih untuk keluar melawan Xiang Zu.


Namun meskipun telah melawan 5 kultivator tingkat Nirwana, Xiang Zu masih tidak terluka, masih segar dengan energi Qi yang masih banyak, hingga dia tidak kerepotan melawan banyaknya musuh.


Bahkan Xiang Zu sudah berhasil membunuh ribuan kultivator hanya dalam waktu 1 jam.


***


Dari kejauhan, Long Zhun dan Yuan masih menonton pertarungan Xiang Zu, seolah sedang menonton film Action Marvel.


"Baiklah, bocah itu sudah tidak akan bisa bertahan lebih lama lagi karena bantuan musuh sudah datang!" Long Zhun bisa merasakan ada 100 ribu lebih pasukan musuh yang sedang menuju kearah pertarungan Xiang Zu.


Long Zhun melakukan peregangan leher "Waktunya kita bergerak!"


Long Zhun pun langsung melesat cepat.


Sementara Yuan memerintahkan semua pasukannya untuk maju, bersiap bertarung melawan 100 ribu lebih pasukan musuh.


***


Xiang Zu masih melakukan pertarungan sengit. Menggunakan pedang bermata satu dengan bilah warna hitam legam, dia membunuh musuh-musuhnya dengan kejam.


Seorang kultivator tingkat Transcendent bergerak diam-diam ke belakang Xiang Zu.


Sementara Xiang Zu masih sibuk dengan pertarungan didepan, kultivator itu langsung melakukan serangan menyelinap dari belakang.


"MATI KAU!" Kultivator itu langsung menebaskan pedangnya, mengincar leher Xiang Zu.


Namun Long Zhun tiba-tiba muncul di samping kultivator tersebut. Dengan seringai lebar, Long Zhun menghantamkan pukulan kuat pada kepalanya.


*BOOMM!


Kepala kultivator itu langsung meledak dalam sekali pukulan.


Pasukan Benteng Pertahanan Timur langsung bergerak mundur melihat kedatangan orang asing yang sepertinya rekan pemuda yang mereka lawan.


"Long Zhun, bukankah sudah ku katakan aku sendiri yang menghadapi mereka? Kenapa kau malah ikut campur? Apa kau meremehkan ku?!" Xiang Zu berkata dengan dingin.

__ADS_1


"Hahaha! Tidak perlu memasang ekspresi menyeramkan seperti ini, Bocah! Kau terlalu fokus dalam pertarungan hingga tidak menyadari datangnya pasukan bantuan musuh! aku tadi hanya berniat menyambut kedatangan mereka tapi saat melihat ada 'serangga' yang berniat menikam mu dari belakang, aku secara refleks melindungi mu!"


Ekspresi Long Zhun tiba-tiba berganti menjadi dingin "Bocah, kau harus mengingat kalau hidup mu merupakan kelangsungan hidup ku juga! Jika kau mati maka aku pasti akan dibunuh oleh Yang Mulia, jadi jangan pernah bermain-main dengan ku!"


Setelah mengatakan itu, Long Zhun langsung menghilang.


"Kau pikir aku bodoh? Aku juga bisa merasakan kedatangan mereka!" Xiang Zu bergumam dengan ekspresi gelap.


***


Lu Xin yang terbang dengan cepat, langsung menghentikan laju terbangnya saat melihat seorang pria berbadan besar menghadang jalannya.


Melihat dua tanduk di kepala pria itu membuat Lu Xin berpikir, dia bukan manusia.


Lu Xin memasang kuda-kuda waspada "Siapa kau?"


"Malaikat maut mu!"


Long Zhun tiba-tiba menghilang, lalu tiba-tiba muncul tepat didepan Lu Xin, dengan gerakan cepat dia memukul perut Lu Xin.


Lu Xin dapat bereaksi dengan cepat, mengeluarkan tombaknya lalu menahan pukulan Long Zhun.


*BAAMM!!


Pukulan Long Zhun berhasil di tahan.


*KRAK! KRAK!


*BAAAMMM!!


Lu Xin memuntahkan banyak darah sebelum terlempar jauh dengan keras.


Belasan kultivator tingkat Nirwana yang sebelumnya mengejar Lu Xin, terkejut saat melihat tubuh Lu Xin yang terlempar keras kearah mereka.


Kaisar Duan Mu dengan sigap menangkap tubuh Lu Xin.


"Saudara Lu Xin, apa yang terjadi!" Kaisar Duan Mu bertanya dengan ekspresi khawatir, begitu juga dengan yang lainnya.


"Gouhk!" Lu Xin kembali batuk darah.


Dia melihat tombak ditangannya yang sudah patah menjadi dua bagian, membuat wajahnya berubah pucat.


"Monster." Lu Xin tidak menyangka akan berhadapan dengan seorang monster.


Tombak Lu Xin merupakan senjata tingkat 9. Dia yakin meskipun itu kultivator tingkat Mahayana sekalipun, tidak akan mampu mematahkan senjatanya dalam sekali serangan.


Belum saja dia bertarung, rasa putus asa sudah muncul di hatinya. Bagaimana dia akan mengalahkan monster itu? Lu Xin yakin meskipun mereka bersatu, tetap tidak akan mampu mengalahkannya.


"Hahaha! Ketua Sekte Danau Biru, aku dengar nama mu cukup tersohor di Provinsi Daratan Biru, tapi kau sungguh mengecewakan ku!"


Kaisar Duan Mu dan yang lainnya langsung menoleh ke sumber suara, menemukan Long Zhun yang menyilangkan lengan didepan dada sambil menyeringai lebar.

__ADS_1


Lu Xin sendiri kini tubuhnya gemetaran, rasa takut memenuhi hatinya saat melihat wajah Long Zhun.


Satu pukulan Long Zhun benar-benar membuat mentalnya terguncang.


"Dia adalah monster.. tidak mungkin untuk mengalahkannya!" Lu Xin menggeleng pelan sambil terus melayang mundur dengan tubuh gemetaran.


"Saudara Lu Xin, ada apa dengan mu?" Man Fuyi sungguh tidak mengerti kenapa Lu Xin terlihat begitu ketakutan.


***


Dari jarak yang cukup jauh, Xiang Yang, Cai'er dan Guan Fang terbang cepat menuju Benteng Pertahanan Timur.


Mereka terbang dengan kecepatan tinggi, ingin sampai secepat mungkin karena situasi di Benteng Pertahanan Timur sedang kritis.


Namun mereka berhenti di tengah jalan karena Cai'er tiba-tiba berhenti. Terlihat jelas mata Cai'er yang membulat sempurna dengan kening mengerut.


"Apakah ada masalah, Cai'er?" Xiang Yang merasa tidak biasanya Cai'er memiliki reaksi seperti ini.


"Ini adalah aura miliknya. Benar! Tidak salah lagi!" Cai'er mengepalkan tangannya dengan nafas naik turun.


"Apa maksud mu, Cai'er?"


Tidak menjawab pertanyaan Xiang Yang, Cai'er langsung melesat dengan kecepatan tinggi.


"CAI'ER!" Xiang Yang semakin bingung.


"Ada apa dengannya?" tanya Guan Fang.


"Entahlah, tidak biasanya Cai'er bertingkah aneh seperti ini. Sebaiknya kita mengejarnya!" Xiang Yang langsung melesat mengejar Cai'er, diikuti oleh Guan Fang.


Sementara itu, Cai'er bisa melihat pasukan berjumlah 150 ribu kultivator yang dibawa Oleh Lu Xin.


Namun pandangan Cai'er terus lurus kedepan, sama sekali tidak menatap pasukan itu dan terbang melewati mereka bagaikan pesawat jet.


Pasukan itu hanya bisa bengong melihat Cai'er melewati mereka, sama sekali tidak mengetahui siapa itu.


Akhirnya Cai'er bisa melihat jelas pertarungan antara seorang pria berbadan besar melawan para kultivator tingkat Nirwana didepannya.


Mata Cai'er melebar saat melihat pria berbadan besar itu. Dia tidak mungkin lupa pada makhluk yang telah menghancurkan klan Manusia Ular serta membunuh kedua orang tuanya.


Aura membunuh meledak keluar dari tubuh Cai'er.


"KAU...!!" Cai'er semakin mempercepat laju terbangnya.


Sebelum Cai'er mencapai targetnya, sebuah gelombang energi panas menghantam tubuhnya, membuatnya terpental beberapa pulu meter.


Namun Cai'er masih tidak terluka sedikitpun. Malah serangan tadi membuatnya tersadar dari amarah yang menguasai dirinya.


Cai'er melihat ke arah datangnya serangan dan tubuhnya terasa lemas, jantungnya terasa berhenti berdetak sejenak melihat seorang wanita yang memiliki wajah mirip dengan dirinya.


"Kakak Yuan!"

__ADS_1


\=\=\=\=


__ADS_2