Reinkarnasi Sang Pahlawan 2

Reinkarnasi Sang Pahlawan 2
Ch.362 - Keberuntungan


__ADS_3

Dengan menggunakan Teknik Segel Jiwa, Xiang Yang mengendalikan para Rubah Ilusi. Meskipun agak sulit menaklukkan mereka karena para Rubah Ilusi memiliki kekuatan jiwa yang kuat.


Terlebih Xiang Yang harus menggunakan Segel Jiwa pada belasan Rubah Ilusi sekaligus.


Xiang Yang cukup sulit menaklukkan satu Rubah Ilusi yang berada ditingkat Mahayana tahap awal.


Namun pada akhirnya, Xiang Yang berhasil mengendalikan mereka semua.


Xiang Yang memerintahkan para Rubah Ilusi itu untuk mengikuti Xin Guo pergi dari Hutan Kabut Ilusi, menyisakan satu Rubah Ilusi tingkat Nirwana tahap akhir.


Xiang Yang membutuhkan Rubah Ilusi itu untuk memimpin jalan menuju tempat dimana Klan Rubah Ilusi membangun sarang mereka.


Xiang Yang tidak bisa mengandalkan Xin Guo dalam hal ini karena Rubah Ilusi itu merupakan anggota Klan yang terbuang.


Jadi Xin Guo tidak terlalu tau tentang apa saja yang ada di sarang Jalan Rubah Ilusi. Bahkan dia tidak tau informasi umum disana.


Karena itulah Xiang Yang membutuhkan seekor Rubah Ilusi untuk memimpin jalan.


"Baiklah Rubah Kecil, ayo berangkat!" Xiang Yang duduk diatas kepala si Rubah Kecil.


Xiang Yang memanggilnya Rubah Kecil padahal Rubah Ilusi itu memiliki tinggi 20 meter.


Rubah Kecil pun melesat dengan kecepatan tinggi, menembus kepulan kabut ilusi. Xiang Yang memerintahkan Rubah Kecil untuk memilih jalan yang jarang dilalui para Rubah Ilusi.


Xiang Yang bisa merasakan lembutnya bulu Rubah Ilusi, membuatnya mengingat lembutnya bulu telinga Xiang Yi An saat bertransformasi menjadi Rubah Ekor Sembilan.


Meskipun menurut Xiang Yang, bulu Rubah Ilusi tidak selembut bulu telinga adiknya.


Dalam perjalanan, Xiang Yang menanyakan banyak hal mengenai Klan Rubah Ilusi pada Rubah Kecil.


Rubah Ilusi membangun sarang di bawah tanah dan gunung-gunung tinggi di Hutan Kabut Ilusi ini.

__ADS_1


Saat Klan Kera Api mendeklarasikan perang pada Klan Rubah Ilusi, para Rubah Ilusi menjadi marah karena tidak terima di tuduh telah mencuri harta milik Klan Kera Api.


Karena tidak ingin perang terjadi lagi, Klan Rubah Ilusi memilih untuk tidak meladeni Klan Kera Api.


Meskipun begitu, sering kali Klan Kera Api menerobos ke wilayah Hutan Kabut Ilusi untuk membuat kekacauan.


Hal itu membuat Klan Rubah Ilusi marah dan akhirnya menerima deklarasi perang Klan Kera Api.


Namun Klan Rubah Ilusi masih tidak melakukan serangan besar-besaran.


Begitu juga dengan Klan Kera Api karena mereka masih belum jelas apakah Klan Rubah Ilusi yang menjadi pelaku perampokan di Klan mereka.


Klan Kera Api masih tidak ingin bertindak gegabah selama Klan Rubah Ilusi berada di dalam Hutan Kabut Ilusi yang merupakan wilayah kekuasaan mereka.


Jadi Klan Kera Api berniat terus menerus memancing Klan Kera Api agar keluar dari wilayah kekuasaan mereka.


Meskipun Rubah Kecil memilih jalan yang jarang dilalui Rubah Ilusi lainnya, bukan berarti tidak ada Rubah Ilusi yang lewat.


Saat mereka berpapasan dengan Rubah Ilusi, Xiang Yang dengan segera menaklukkan dan menggunakan Teknik Segel Jiwa.


Xiang Yang sendiri terus berada diatas kepala si Rubah Kecil.


Setibanya di sarang Rubah Ilusi, Xiang Yang melihat ada cukup banyak Rubah Ilusi yang berkeliaran, bahkan ada bayi-bayi Rubah Ilusi yang bermain di area luar sarang.


Xiang Yang masih berada diatas kepala Rubah Kecil, tanpa takut jika Rubah Ilusi lainnya melihat keberadaannya.


Xiang Yang sudah menyembunyikan auranya ketingkat maksimal, hingga tidak ada yang bisa merasakan keberadaannya kecuali memiliki kultivasi setingkat atau lebih kuat dari dirinya.


Meskipun keberadaannya diketahui pun, Xiang Yang tidak takut akan dibunuh oleh para Rubah Ilusi lainnya karena dia datang bersama Rubah Kecil yang bisa dibilang tokoh penting di Klan Rubah Ilusi, karena Rubah Kecil berada ditingkat Mahayana.


Rubah Kecil masuk kedalam sebuah goa pada kaki gunung yang merupakan salah satu sarang Klan Rubah Ilusi.

__ADS_1


"Tuan Xin Na, anda cukup cepat kembali kali ini, apakah liburan Tuan Xin Na kali ini membosankan?" seekor Rubah Ilusi yang memiliki tinggi 16 meter berjalan menghampiri Rubah Kecil.


"Ya begitulah, aku sudah cukup puas tiduran santai di tepi danau! Kau juga tidak biasanya menyapa ku, apakah ada tugas untuk ku?"


"Benar, belakangan ini Klan Kera Api semakin tidak terkendali, bahkan beberapa diantara mereka berhasil menerobos hingga sampai di sarang kita dan membuat kekacauan. Meskipun pada akhirnya masih dapat diatasi!..


Para Kera Api itu sepertinya tidak main-main dalam menyatakan perang, mereka bersikap tidak seperti biasanya. Mungkin memang benar jika Ruang Harta mereka telah di rampok habis, tapi jelas pelakunya bukan Klan Rubah Ilusi kita, pasti ada ras lain yang melakukan hal itu!..


Pemimpin khawatir hal yang sama juga terjadi pada Klan kita, jadi dia memerintahkan mu untuk menjaga Sarang Harta! Anda adalah Rubah Ilusi yang memiliki persepsi sangat tajam, bahkan tidak kalah dengan tingkat Mahayana tahap menengah, karena hal itu, Pemimpin Klan mempercayakan tugas ini pada Tuan Xin Na!"


Rubah Ilusi itu sama sekali tidak menyadari keberadaan Xiang Yang diatas kepala Xin Na.


Xiang Yang tersenyum menyeringai lebar mendengar perkataan Rubah Ilusi itu. Keberuntungan benar-benar berpihak padanya hingga dia tidak perlu repot-repot pergi ke tempat penyimpanan harta Klan Rubah Ilusi.


Awalnya Xiang Yang ingin mengalihkan perhatian para Rubah Ilusi dengan menggunakan beberapa budak Rubah Ilusi yang sebelumnya dia kendalikan saat dalam perjalanan.


Namun sekarang dia tidak perlu menggunakan rencana itu karena apa yang dirinya inginkan sudah ada didepan mata.


"Baiklah kalau begitu, karena itu adalah perintah Pemimpin maka aku tidak bisa menolak!"


***


Xin Na langsung pergi ke Sarang Harta dimana merupakan tempat Klan Rubah Ilusi mengumpulkan harta mereka.


Sarang Harta berada di sebuah gunung. Sebagaimana gunung lainnya, gunung Sarang Harta juga memiliki goa di kaki gunung yang menjadi pintu masuk.


Gung Sarang Harta kini dijaga dengan ketat, terdapat puluhan Subah Ilusi tingkat Nirwana tahap menengah sampai tahap akhir yang berpatroli disekitar gunung.


Tanpa ijin atau wewenang khusus, tidak ada yang boleh memasuki area gunung atau bahkan mendekati area gunung Sarang Harta.


Karena Xin Na memiliki wewenang sebagai ketua penjaga Sarang Harta, jadi dia bisa keluar masuk area gunung dengan bebas.

__ADS_1


Xin Na terbang lalu mendarat di dekat mulut goa yang merupakan pintu masuk Sarang Harta.


Mulut goa itu terlihat ditutupi batu besar dengan dua Rubah Ilusi yang berdiri tegak di samping kiri dan kanan pintu goa.


__ADS_2