
Xiang Yang tersenyum pahit setelah mendengar cerita Tetua Lin Shang. Meskipun dia senang karena semua keluarganya masih hidup, dia juga merasa bersalah karena telah membuat keluarganya sedih.
"Jadi Long Xiao sudah menerobos ketingkat Half Immortal tahap akhir ya. Tapi tetap saja dia hanya seorang diri, sedangkan aku memiliki selusin Spirit Beast ditingkat yang sama dengannya!" Xiang Yang bergumam dalam hati, "tapi aku ingin menghancurkan Kelompok Naga Hitam itu dengan tangan ku sendiri, terlebih Long Zhun, aku akan membalas apa yang telah kau perbuat hingga ribuan kali lipat!"
*Boooommmm!!
Disaat yang bersamaan setelah Xiang Yang menuntaskan kalimatnya, terdengar sebuah ledakan keras dari sisi lain Benua Lingwu.
Xiang Yang menajamkan persepsinya, merasakan ada puluhan ribu kultivator sepertinya sedang bertarung di sana.
"Apa yang terjadi? Apakah Kelompok Naga Hitam menyerang lagi?" Xiang Yang menyipitkan matanya.
"Ah, benar juga! Saya lupa mengatakan pada Ketua Sekte!" Tetua Lin Shang pun menceritakan jika sebenarnya memang ada laporan jika Kelompok Naga Hitam bergerak mendekati Benua Lingwu.
Pasukan Benua Lingwu dan Pulau Awan bersiap siaga untuk menghadapi Kelompok Naga Hitam.
Namun tiba-tiba suatu kekuatan asing muncul di sisi yang berlawanan dari arah pasukan Kelompok Naga Hitam datang.
Memang para ahli formasi dari Pulau Awan sebelumnya sudah membuat susunan formasi pendeteksi di seluruh Benua Lingwu, hingga jika ada yang memasuki area Benua Lingwu, akan langsung terdeteksi.
Jadi mereka berspekulasi kalau Kelompok Naga Hitam berniat melakukan serangan dua arah dan akhirnya Tetua Lin Shang membawa pasukan bersamanya untuk mengecek siapa orang yang memasuki Benua Lingwu tersebut.
"Tapi tidak disangka ternyata itu adalah anda, Ketua Sekte. Aku jadi lupa kalau ada serangan dari Kelompok Naga Hitam karena bertemu dengan mu, mohon maafkan saya!" Tetua Lin Shang benar-benar menyesal karena bertindak terlalu ceroboh.
"Bukan waktunya untuk bersikap formal disaat seperti ini! Ayo kita bergegas!" Dengan ekspresi dingin Xiang Yang mengatakan, "akan ku hancurkan mereka semua!"
Xiang Yang melapisi tangannya dengan kekuatan ruang lalu mengayunkan tangannya dengan pelan.
Seketika ruang pun menjadi robek membuat Tetua Lin Shang dan yang lainnya terkejut.
Dengan pemahaman Xiang Yang saat ini terhadap hukum ruang, dia sudah bisa membelah ruang.
Sebelumnya dia tidak bisa membelah ruang di Dimensi Dong Jian karena ruang di Dimensi Dong Jian saat itu sedang kacau.
Xiang Yang pun memasuki robekan ruang itu, sesaat kemudian robekan ruang itu pun tertutup rapat, seolah tidak pernah ada apa-apa disana.
__ADS_1
Tetua Lin Shang dan yang lainnya memikirkan hal yang sama, mereka tidak tau apa yang Xiang Yang lakukan, mereka bahkan tidak tau kalau itu adalah robekan ruang karena ini pertama kalinya mereka melihatnya.
Namun tidak ada waktu untuk memikirkan hal itu jadi mereka segera bergegas menuju tempat dimana pertarungan sedang berlangsung.
Jadi Tetua Lin Shang segera menaiki elangnya, bergegas pergi menuju ke medan pertempuran bersama semua orang yang dia bawa.
***
Saat ini, puluhan kilometer jauhnya dari pesisir pantai Wilayah Timur Benua Chenwu, di tengah-tengah lautan sedang terjadi pertarungan sengit antara ribuan kultivator Kelompok Naga Hitam melawan kultivator Benua Lingwu dan Pulau Awan.
Seorang pria paruh baya terlihat menjadi pemimpin pasukan Kelompok Naga Hitam, sementara di sisi lain, seorang wanita cantik yang menjadi pemimpin mereka.
Wanita itu sudah mendapatkan luka cukup banyak, terlebih di lengan kanannya yang terdapat luka menganga yang mengalirkan banyak darah.
Wanita itu adalah Yun Ying.
"Sial! Kenapa makalah salah satu Wakil Komandan Naga Hitam yang datang! Jika saja aku tidak terluka, aku pasti bisa menahannya setidaknya 3 hari!" Yun Ying berusaha mengatur nafas.
Saat ini hanya ada beberapa orang saja yang berada ditingkat Nirwana tahap akhir yang bisa bertarung termasuk dirinya.
Yun Ying sebenarnya juga mendapatkan luka namun tidak terlalu parah hingga dia bisa ikut menghadapi gempuran Kelompok Naga Hitam saat ini.
"Yo nona Dewi Bulan Es, apa kau sudah siap menghadapi akhir hidup mu?" Tu Kuon yang merupakan Wakil Komandan Naga Hitam memasang senyum lebar, senyum lebar yang membuat Yun Ying meludah karena jijik.
Jelas sekali senyumannya itu adalah senyum mesum yang ditunjukkan padanya.
"Tapi wajah cantik serta tubuh mu yang bagus akan sangat sia-sia jika terbuang percuma, jadi setidaknya aku harus.. hehehe," senyum mesum Tu Kuon semakin lebar.
"KAU DASAR TUA BANG*KA!" Yun Ying dengan penuh kemarahan melesat maju.
Dengan santai Tu Kuon menangkis semua serangan pedang Yun Ying, bahkan dia beberapa kali memberikan serangan balasan yang menambah banyak sayatan pedang di tubuh Yun Ying.
*TRANG!
Kini mereka saling mendorong dengan bilah pedang yang masih menempel.
__ADS_1
"Dewi Bulan Es, jika kau bersedia menjadi peliharaan ku, aku akan menjamin kau akan aman, meskipun Benua Lingwu kalah kau tidak akan di bunuh," Tu Kuon menjilat bibirnya.
"LEBIH BAIK AKU MATI DARI OADA HARUS MENJADI PELIHARAAN MU!" Yun Ying memberikan sentakan energi yang membuat Tu Kuon terlempar mundur puluhan meter, namun itu masih tidak memberikan luka pada Tu Kuon.
"Hahaha, Dewi Bulan Es, jangan pikir meskipun kau mati kau masih bisa lari dari ku! Aku bisa menghancurkan Dantian mu agar kau tidak bisa meledakkan diri, aku akan memotong kedua tangan dan kaki mu jika perlu, bahkan aku tidak akan keberatan melakukannya meskipun kau sudah tidak lagi bernyawa."
Amarah Yun Ying benar-benar sudah mencapai puncaknya, dia tidak pernah berpikir akan ada sosok makhluk menjijikan seperti ini.
Berpikir bahkan jika dirinya mati masih tidak akan terlepas dari Tu Kuon membuat Yun Ying ketakutan.
Sebelum Tu Kuon melontarkan kata-kata provokasi lainnya, suara lain terdengar.
"Oh benarkah?"
Sesaat kemudian suatu garis vertikal aneh tercipta di udara belasan meter didepan Tu Kuon.
Garis itu tiba-tiba terbuka, terlihat seperti ruang yang robek.
Tu Kuon menjadi waspada sementara Yun Ying sendiri tidak bisa melihat robekan ruang tersebut.
Itu karena robekan ruang itu menghadap kearah Tu Kuon, bukan kearah Yun Ying, makanya Yun Ying tidak bisa melihatnya, jadi dia pun bingung melihat senyum menjijikan Tu Kuon tiba-tiba menghilang, berganti menjadi wajah serius.
"Kau pun tidak akan selamat meskipun kau sudah mati sekalipun!"
Yun Ying melebarkan matanya karena suara itu sangat familiar. Awalnya dia mengira itu halusinasi namun untuk yang kedua kalinya dia yakin itu adalah suaranya.
Sebuah tangan mulai keluar dari robekan ruang, terus keluar menampilkan lengan hingga setengah semua tubuh orang itu keluar, robekan ruang menutup.
Itu tidak lain adalah Xiang Yang.
Tiba-tiba Xiang Yang menghilang lalu muncul di hadapan Tu Kuon. Sebelum Tu Kuon bereaksi, Xiang Yang sudah mencengkeram kepalanya.
"Bersiaplah mendapatkan siksaan yang lebih pedih dari neraka!"
Teknik Segel Jiwa!
__ADS_1