Reinkarnasi Sang Pahlawan 2

Reinkarnasi Sang Pahlawan 2
Ch.333 - Pertarungan Di Benteng Bintang Timur


__ADS_3

Meskipun dalam situasi yang tertekan, Xuan Chen masih bisa mempertahankan ketenangannya dalam mengatur semua pasukannya.


Dia memerintahkan pasukannya untuk memulihkan diri selama 1 hari terlebih dahulu sebelum berangkat menuju tempat dimana Kelompok Naga Hitam menyerang.


Pasukan Sekte Pedang Abadi sebelumnya melakukan pertarungan sengit, jadi tidak mungkin Xuan Chen langsung mengirim mereka untuk berperang kembali.


Pergi ke medan perang dengan energi Qi yang terkuras banyak, sama saja dengan pergi ke medan perang dengan membawa pedang tumpul dan berkarat.


Xuan Chen juga tentu saja membutuhkan waktu untuk mengisi energi Qi nya kembali. Karena saat berada di dalam penjara, semua energi Qi nya sudah terkuras habis.


Sementara Yun Nuwa juga memerintahkan hal yang sama pada para pasukannya, memerintahkan mereka untuk memulihkan kondisi.


Sedangkan dirinya tidak perlu untuk melakukan hal itu, jadi Yun Nuwa berniat langsung pergi menuju tempat dimana Kelompok Naga Hitam menyerang.


Tetua Agung Meng Hen ikut menemani Yun Nuwa, karena dia hanya menggunakan tidak terlalu banyak energi Qi saat dalam pertempuran sebelumnya.


Sementara untuk Ketua Sekte Permata Bintang, Qiao Shui, dan Ketua Sekte Puncak Nan Yin, Bing Jian, mereka bisa langsung memimpin pasukan mereka untuk membantu sekte-sekte yang sekarang sedang diserang oleh Kelompok Naga Hitam.


Wu Zhang, Ketua Jian Feng dan Xiao Chang juga tentu saja ikut bersama 100 kultivator yang mereka bawa sebelumnya.


***


Benteng Bintang Timur.


Para kultivator dari Provinsi Bintang Langit saat ini sedang berusaha menahan gempuran pasukan Kelompok Naga Hitam.


Atau lebih tepatnya, mereka sedang menahan gempuran dari satu orang gila.


Ya, mereka saat ini hanya sedang melawan seorang kultivator gila yang sama sekali tidak terkendali.


Banyak sekte dan kekaisaran yang bersatu, namun sayangnya, mereka masih belum cukup kuat hanya untuk melawan satu orang saja.


"Hahaha...! Mati! Mati! Mati!"


Seorang kultivator yang terlihat seperti pria berusia 50 tahun, dengan rambut acak-acakan tanpa ada satupun bulu di wajahnya, termasuk alis dan bulu mata, dia tertawa keras sambil menyerang secara acak, membantai siapa saja yang hidup.


Dia adalah kultivator tingkat Mahayana, salah satu Wakil Komandan Naga Hitam bernama Zhan Gou.


Dia dikenal dengan sifatnya yang gila dan sangat suka dengan pembantaian.

__ADS_1


"DASAR ORANG GILA!!"


Para Ketua Sekte dan Kaisar serta Tetua mereka dibuat frustasi karena Zhan Gou terlihat hanya mempermainkan mereka.


Mereka sudah mendapatkan luka yang cukup parah, banyak pasukan mereka yang sudah tewas bahkan jumlahnya lebih dari setengah.


"Atur formasi! Serang secara bersamaan!" salah seorang Ketua Sekte berteriak lalu segera mengatur posisi, diikuti oleh rekan-rekannya.


Kini mereka sudah mengepung Zhan Gou dari segala arah.


Sesaat kemudian mereka langsung melesat menyerang pria paruh baya itu.


Saat mereka sudah hampir mencapai target, Zhan Gou tiba-tiba menyeringai lebar.


Salah satu Kaisar yang menyadari hal itu, langsung melebarkan matanya karena sudah menduga apa yang terjadi.


"MENJAUH!!" Dia segera berteriak lalu berbalik arah, bergerak cepat untuk menjauh.


Sedangkan rekan-rekannya yang tidak menyadari hal itu, meskipun sudah diperingatkan namun gerakan mereka sudah tidak bisa dihentikan.


"Benang Darah Kematian!"


Benang-benang tipis bagaikan jaring tiba-tiba keluar dari tubuh Zhan Gou, melebar dengan cepat hingga menjangkau para musuhnya.


Benang-benang merah itu sudah melewati tubuh mereka sebelum mereka bereaksi.


1 detik berlalu, mereka diam di tempat dengan mata melebar. Detik kedua, seluruh tubuh mereka tiba-tiba mengeluarkan darah dalam pola garis acak yang tidak terhitung jumlahnya.


Kemudian detik berikutnya, tubuh mereka terpotong-potong tidak karuan bagaikan daging cincang, bahkan senjata mereka pun ikut terpotong.


Satu teknik dari Zhan Gou bisa memotong tubuh mereka bagaikan tahu.


Kaisar Yon Zha yang sebelumnya sempat menghindar, masih terselamatkan dari maut. Namun kondisi mentalnya sudah benar-benar buruk karena melihat semua rekannya yang telah tewas, menyisakan hanya dirinya seorang saja.


Tubuhnya gemetar dengan wajah pucat, menatap Zhan Gou seperti melihat iblis neraka paling dalam.


"Sekarang giliran mu!" Zhan Gou melebarkan senyumnya hingga memperlihatkan gigi-gigi tajam yang tidak terlihat seperti gigi manusia pada umumnya.


Saat Zhan Gou akan memotong tubuh Kaisar Yon Zha menggunakan benang darahnya, sebuah serangan kuat melesat kearahnya dengan kecepatan tinggi.

__ADS_1


Zhan Gou tentu menyadari hal itu, dia dengan segera membuat ratusan benang darah menjadi perisai pertahanan.


*BOOOMMM!!


Meskipun Zhan Gou sukses menahan serangan itu, namun dia tetap terpental puluhan meter karena perisai benang darahnya hancur, membuatnya terkena gelombang ledakan.


"Sepertinya kita datang sedikit terlambat!" Qiao Shui mengepalkan tangannya melihat Benteng Bintang Timur yang kini hanya tersisa reruntuhan.


Mayat bergelimpangan dimana-mana, darah mengalir bagaikan sungai, sungguh pemandangan yang mengerikan.


Ketua Jian Feng dan Xiao Chang yang melayang di samping Qiao Shui, juga marah melihat pemandangan ini.


Mereka bertiga melesat pergi lebih dulu, meninggalkan pasukan mereka dibelakang karena mereka paham Benteng Bintang Timur tidak akan bertahan jika mereka bertiga terus menyesuaikan kecepatan dengan pasukan mereka


Xiao Chang melihat hanya ada 1 orang yang tersisa diantara puluhan ribu kultivator, yaitu Kaisar Yon Zha.


Mental Kaisar Yon Zha sudah benar-benar terguncang, bahkan tubuhnya masih gemetar dengan wajah pucat, seolah tidak menyadari ada bantuan yang datang.


Xiao Chang terbang mendekati Kaisar Yon Zha, lalu menyentuh keningnya dengan ujung jari telunjuk tangan kanan.


Xiao Chang mengalirkan kekuatan jiwanya untuk menenangkan Kaisar Yon Zha.


Barulah Kaisar Yon Zha terlihat lebih baik, tubuhnya menjadi tenang dan kulitnya kembali berwarna.


"Kau..." namun Tubuh Kaisar Yon Zha kembali gemetar saat melihat yang ada dihadapannya adalah Xiao Chang sang Dewi Pil Mahayana.


Xiao Chang menghela nafas kecil "Kau sebaiknya mundur dulu dan pulihkan kondisi mu!"


"Baik." Kaisar Yon Zha mengangguk patuh, menangkupkan tangan lalu segera mundur.


"Hahaha...! Siapa sangka ternyata aku akan melihat 3 Ketua Sekte paling terhormat di Benua Chenwu ini!" Zhan Gou sama sekali tidak gentar dihadapan 3 kultivator tingkat Mahayana.


Zhan Gou tiba-tiba menembakkan bola energi ke langit. Setelah mencapai jarak tertentu, bola energi itu meledak.


Jelas sekali Zhan Gou sedang mengirimkan sinyal bantuan.


Memang seperti kasus Xiang Zu, Zhan Gou juga meminta pada Komandannya untuk maju sendiri membantai semua yang berada di Benteng Bintang Timur.


Zhan Gou ingin memuaskan rasa haus darahnya.

__ADS_1


Sekarang dia paham tidak akan bisa menang melawan 3 kultivator tingkat Mahayana sekaligus, jadi sudah waktunya meminta bantuan.


"Sebaiknya kita segera habisi dia sebelum bantuannya datang!" tanpa basa-basi, Ketua Jian Feng melesat menyerang Zhan Gou.


__ADS_2