Reinkarnasi Sang Pahlawan 2

Reinkarnasi Sang Pahlawan 2
Ch.347 - Kemarahan – (Arc 3. Benua Chenwu - End)


__ADS_3

Cai'er hanya bisa terdiam, mematung di tempatnya dengan mata membulat sempurna, melihat kearah tempat dimana Xiang Yang terkena ledakan yang sekarang tidak terlihat apapun disana.


"Tidak..." Cai'er berkata dengan suara lirih, menggeleng pelan, tidak percaya dengan apa yang ada di kepalanya saat ini.


"Xiao Yang..." tubuh Cai'er gemetar, matanya mulai mengeluarkan air mata.


*JLEB!


Tiba-tiba saja seseorang muncul di belakang Cai'er kemudian menusuk tepat pada jantungnya.


Sosok itu tidak lain adalah Yuan yang telah sadar dari pingsannya.


Yuan tidak membuang kesempatan saat melihat Cai'er yang diam mematung. Dia benar-benar menikam jantung Cai'er dari belakang.


"Gouhk!" Cai'er memuntahkan banyak darah.


Tangannya masih gemetar, namun bukan karena jantungnya yang ditusuk, namun karena merasa telah kehilangan Xiang Yang.


Jika dibandingkan, sakit akan kehilangan Xiang Yang jauh lebih menyakitkan dari rasa sakit saat Yuan menikamnya.


"Hahaha! Akulah pemenangnya, Medusa!" Yuan tertawa keras.


Cai'er sendiri tidak menanggapi Yuan, ingatan tentang kebersamaannya dengan Xiang Yang muncul hingga akhirnya kini dia kehilangan semua itu.


"Aku sudah tidak peduli."


Perkataan Cai'er membawa suatu suasana suram dan menyeramkan, terdengar seperti tidak memiliki emosi.


Cai'er berbalik lalu dengan cepat mencengkeram leher Yuan dengan keras, membuat Yuan kesulitan bernafas.


"Kau... kenapa masih bisa hidup.. setelah aku menusuk.. jantung mu..?" mata Yuan melotot, seakan bisa membunuh Cai'er dengan tatapan matanya.


Semua makhluk hidup seharusnya akan mati saat jantungnya di tusuk, apa lagi Yuan menggunakan racun ganas pada belatinya.


"Kau tidak perlu tau!" Cai'er berkata dengan dingin lalu membawa Yuan terbang ke bawah, memposisikan tubuh Yuan agar jatuh terlebih dahulu.


*BAAAMMM!!


Cai'er masih mencengkeram leher Yuan, sementara Yuan terus berusaha melepaskan tangan Cai'er, namun percuma saja.


Menggunakan energi Qi, Cai'er membuat belati yang masih menancap di dadanya keluar.


Cai'er menggenggam belati tersebut dengan satu tangan lalu menusuk perut Yuan hingga menembus punggung, membuat bilah belati masuk kedalam tanah, seolah paku yang menancap.


"Aaarrrggghhh...!!" Yuan berteriak kesakitan dengan mata melotot.


"Diam!" Cai'er menguatkan cengkeraman leher Yuan, membuat suara teriakan keras kakaknya tidak lagi terdengar.


Cai'er melambaikan tangannya, mengeluarkan beberapa pedang, melayang di sekitarnya.

__ADS_1


Cai'er mengambil satu pedang lalu menusuk pangkal lengan kanan Guan hingga tembus. Cai'er kembali mengambil satu pedang lalu menusuk pangkal lengan kiri Yuan.


Yuan hanya bisa mengeluarkan suara samar, sama sekali tidak bisa berteriak, bahkan bernafas saja susah.


Cai'er menusuk 3 bagian tubuh Yuan yang lainnya, yaitu kedua telapak tangan, dan menancapkan 3 pedang pada bagian ekornya.


Cai'er seperti memaku Yuan diatas tanah agar tidak.bisa bergerak.


"Kau sebaiknya diam disini!" Cai'er pun melesat kearah dimana Long Zhun berada.


Seluruh tubuh Cai'er tiba-tiba mengeluarkan kobaran api hijau.


Life Flame!


Cai'er masih bisa hidup setelah jantungnya tertusuk karena memiliki esensi kehidupan yang melimpah dari Life Flame.


Luka-luka di tubuh Cai'er mulai sembuh secara perlahan, bahkan bekas tusukan di dadanya juga mulai menutup.


"Akan ku bunuh!" Cai'er sekarang benar-benar tidak bisa mengandalkan dirinya.


Seluruh anggota Klan termasuk keluarganya telah dibunuh oleh Long Zhun, sekarang suaminya pun juga terbunuh.


***


Tubuh Long Zhun gemetar, di kedua lengannya terlihat bercak warna ungu.


Long Zhun menoleh kearah Cai'er yang sedang terbang cepat kearahnya dengan hawa membunuh pekat.


"Dengan kondisi seperti ini, aku tidak mungkin bisa bertarung melawannya!"


Cai'er mengepalkan kedua tangannya yang seketika diselimuti kobaran api ungu, percampuran antara elemen api dan elemen racun.


"Racun Api! Kobaran Api Pembunuh!"


Cai'er memukul udara berkali-kali, mengeluarkan gelombang api ungu disetiap pukulannya.


"Cih!" Long Zhun berdecak kesal, menghindari semua gelombang api ungu.


Namun ada satu api ungu yang mengenai lengan kirinya, membuat kobaran api ungu langsung menyelimuti lengannya.


Saat Cai'er sudah berada di depan Long Zhun, Cai'er memberikan pukulan kuat, namun disaat terakhir, Long Zhun tiba-tiba menghilang dan muncul di tempat lain.


"Sayang sekali aku tidak bisa mendapatkan mu kali ini, Medusa! Jadi kita lanjutkan saja lain kali!"


Long Zhun mengeluarkan kertas formasi transmisi suara, mengabarkan pada petinggi pasukan yang dia bawa untuk mundur.


Dia kemudian mengeluarkan sebuah token teleportasi "Sampai jumpa, Medusa!"


"JANGAN LARI KAU!" Cai'er melesat menyerang Long Zhun.

__ADS_1


Akan tetapi, Long Zhun sudah mengaktifkan token teleportasi dengan menghancurkannya, membuat Long Zhun langsung menghilang dari tempatnya.


"HAAAAAH!! BAJI*NGAN!!" Cai'er berteriak dengan emosi yang meluap-luap, aura membunuhnya sama sekali tidak tertahankan.


Nafas Cai'er naik turun karena kemarahan, dia bersumpah akan membuat Long Zhun merasakan sesuatu yang lebih menyeramkan dari pada neraka.


Dendamnya pada makhluk itu sudah tidak terbendung lagi.


Cai'er melihat ke suatu arah, dimana pertarungan antara kedua pasukan masih berlanjut.


Cai'er pun terbang dengan kecepatan tinggi kearah peperangan sedang berlangsung.


***


Saat menerima transmisi suara dari Long Zhun, para kultivator tingkat Nirwana Kelompok Naga Hitam langsung memerintahkan pada pasukan untuk segera bergerak mundur.


Mereka pun mundur secara teratur, meninggalkan medan perang.


"JANGAN HARAP KALIAN BISA MELARIKAN DIRI!!"


Saat pasukan Kelompok Naga Hitam sudah berhasil mundur dengan selamat tanpa dikejar oleh pihak musuh, mereka juga sudah terbang cukup jauh dari medan perang.


Tiba-tiba terdengar suara teriakan seorang wanita.


Semua orang segera menoleh ke sumber suara, wajah mereka menjadi pucat saat melihat sosok Cai'er yang diselimuti aura membunuh pekat sampai menutupi langit.


"Racun Api! Pemusnah Masal!"


Cai'er mengeluarkan gelombang api ungu yang memiliki area jangkauan luas. Tapi gelombang api itu tidak mengarah pada pasukan Kelompok Naga Hitam, melainkan beberapa puluh meter didepan mereka.


Pasukan Kelompok Naga Hitam langsung menghentikan gerakan agar, jika mereka terus bergerak maju maka gelombang api ungu itu akan mengenai mereka.


*BOOOMMM!!


Akan tetapi, saat gelombang api itu mencapai jarak tertentu, gelombang api ungu tersebut meledak keras mengeluarkan asap ungu yang mengandung racun mematikan.


Suara teriakan memilukan langsung terdengar.


Para anggota Kelompok Naga Hitam yang berada ditingkat Transcendent dan tingkat Nirwana, segera mengeluarkan Token Teleportasi.


Mereka tau tidak mungkin bisa melarikan diri tanpa menggunakan Token Teleportasi.


Mereka pun menggunakan Token Teleportasi tersebut, meninggalkan pasukan mereka yang sama sekali tidak memiliki Token Teleportasi.


Pasukan Kelompok Naga Hitam pun menjadi panik.


"AKAN KU BUNUH KALIAN SEMUA!!"


Cai'er yang sudah dipenuhi kemarahan, akhirnya membantai mereka semua tanpa belas kasihan.

__ADS_1


__ADS_2