Reinkarnasi Sang Pahlawan 2

Reinkarnasi Sang Pahlawan 2
Ch.387 - Keadaan Benua Chenwu II


__ADS_3

Semua pasukan Sekte Raksasa kembali ke Sekte masing-masing.


Guan Fang hanya mengetahui kalau identitas Xiang Yang adalah suami Ratu Medusa, tidak mengetahui hubungan Xiang Yang dengan Xiao Chang dan Yun Nuwa, jadi dia tidak mengabarkan tentang kematian Xiang Yang pada mereka.


Lagi pula setelah satu bulan dari sekarang, pertemuan akan kembali dilaksanakan di Sekte Pulau Awan.


Semua sekte sedang melakukan pemulihan kekuatan untuk kembali menghadapi peperangan melawan Kelompok Naga Hitam nantinya.


Sementara itu, Cai'er masih tidak sadarkan diri setelah satu minggu penuh pingsan. Karena menggunakan kekuatan racun yang berlebihan sampai energi Qi nya benar-benar terkuras habis, racun milik Cai'er justru berbalik menyerang tubuhnya.


Meskipun bisa dibilang dia terluka parah, namun itu tidak sampai mengancam nyawa. Ada banyak sumber daya di Sekte Ular Neraka untuk menangkal racun jadi dalam waktu 1 minggu, para Tetua yakin dapat menyembuhkan Ratu mereka.


Benar saja, setelah satu minggu perawatan, Cai'er akhirnya sadar. Setelah mengingat bagaimana Xiang Yang meledak, Cai'er tidak mengamuk seperti sebelumnya namun wajahnya terlihat kehilangan semangat hidup.


Semua orang yang dia sayangi benar-benar mati didepan matanya, terlebih oleh makhluk yang sama yaitu Long Zhun.


Cai'er mulai berpikir kalau dirinya merupakan sumber bencana yang akan membuat orang-orang disekitarnya tewas.


Mungkin ini adalah hukuman baginya karena terlalu kejam. Entahlah, Cai'er sekarang sudah tidak peduli dengan semuanya, yang dia inginkan saat ini adalah bagaimana dia harus membalaskan dendam bahkan jika nyawa adalah taruhannya.


Tapi Cai'er seakan sudah kehilangan emosinya karena meskipun dia mengingat bagaimana wajah Long Zhun, sama sekali tidak ada yang dia rasakan. Tidak seperti sebelumnya dimana dia akan merasakan kemarahan saat wajah Long Zhun terbayang di kepalanya.


Hal itu membuat Tetua Tan Yi khawatir. Dia bahkan berpikir ekspresi kemarahan Cai'er lebih baik daripada ekspresi yang seakan kehilangan semangat hidup.


Setelah waktu yang ditentukan tiba, Cai'er segera pergi menuju Sekte Pulau Awan bersama beberapa Tetua untuk melakukan pertemuan, membahas mengenai peperangan.


Cai'er dan rombongannya merupakan yang paling terakhir datang.


Semua orang bingung melihat Cai'er yang tidak seperti biasanya. Xiao Chang menjadi khawatir melihat menantunya yang terlihat seperti tidak memiliki semangat hidup.


Xiao Chang dan Yun Nuwa sebenarnya ingin bertanya dimana Xiang Yang, kenapa dia tidak bersama dengan Cai'er, namun karena semuanya sudah tiba, mereka mengabaikan keingintahuan mereka dan memulai pembahasan utama dalam pertemuan ini.


Masing-masing dari mereka menceritakan apa saja yang terjadi dalam peperangan yang mereka alami.


Mereka semua menyayangkan tentang kematian Ketua Sekte Puncak Nan Yin.

__ADS_1


Yun Nuwa juga menceritakan semuanya, mulai dari tingkat kultivasinya dan bagaimana kekuatan dari Long Xiao yang merupakan pemimpin Kelompok Naga Hitam.


Semua orang terkejut mengetahui tingkat kultivasi Yun Nuwa ternyata sudah melampaui imajinasi mereka.


Kultivasi Yun Nuwa ternyata sudah melampaui tingkat Mahayana yang merupakan tingkat kultivasi dalam legenda.


Mereka hanya mengetahui tentang tingkat diatas Mahayana dalam catatan-catatan kuno.


Sementara semua Ketua dan Tetua Sekte disana terkejut, hanya Cai'er saja yang masih terlihat memasang wajah datar seolah tidak peduli dengan apapun informasi dari semua orang.


Kini hanya Cai'er saja yang belum menceritakan apa yang dia alami di medan perang.


"Ratu Medusa, hanya kau saja yang belum, jadi kau bisa menceritakan apa yang terjadi!" Yun Nuwa menyadari suatu perubahan dari Cai'er, namun dia mengesampingkan suatu hal yang bersifat pribadi saat ini.


Cai'er pun menceritakan semuanya dengan ekspresi yang sama sekali tidak berubah. Sampai saat dimana dia menceritakan mengenai kematian Xiang Yang di bagian paling akhir.


Cai'er pun menyelesaikan ceritanya, membuat suasana hening dan sunyi di dalam ruang pertemuan.


Xiao Chang, Yun Nuwa dan Yun Ying terlihat syok dengan mata melebar sempurna, jantung mereka terasa berhenti berdetak mendengar tentang kematian Xiang Yang.


Xiao Chang bertanya kembali berniat memastikan apa yang dia dengar adalah benar.


"Ketua Xiao Chang tidak salah mendengar, Xiang Yang.. dia memang telah mati!"


Setelah Cai'er mengkonfirmasi kebenaran bahwa Xiang Yang telah mati, aura Xiao Chang dan Yun meledak sampai membuat ruang pertemuan mencekam dengan rekatkan berada dimana-mana.


Semua orang terkejut dengan reaksi kedua wanita itu karena tidak mengetahui hubungan antara Xiang Yang dengan mereka berdua.


Ketua Jian Feng juga tentu saja marah saat mendengar kematian Xiang Yang namun sama halnya dengan Guan Fang, Ketua Jian Feng tidak bisa dibilang memiliki hubungan khusus hingga bisa membuatnya kehilangan kendali seperti Xiao Chang dan Yun Nuwa.


Para Ketua dan Tetua Sekte lainnya segera berusaha menenangkan Xiao Chang dan Yun Nuwa.


Xiao Chang jelas marah karena Xiang Yang adalah putranya. Setelah dia dipisahkan selama 20 tahun dan dipertemukan kembali hanya untuk waktu yang bahkan kurang dari satu tahun, kini dia dipisahkan kembali, dan kali ini merupakan perpisahan untuk selamanya.


Sementara Yun Nuwa juga baru bertemu dengan Xiang Yang setelah mencarinya selama 500 tahun.

__ADS_1


Dia sudah dipisahkan oleh kematian sebelumnya, dan kini setelah pertemuan yang sangat singkat, dia kembali dipisahkan.


Dendam Yun Nuwa pada Kelompok Naga Hitam sudah berada di puncak. Gurunya mati ditangan pemimpin Kelompok Naga Hitam dan sekarang kekasihnya mati ditangan salah satu bawahan Long Xiao.


Sementara Yun Ying sendiri, meskipun dia juga syok dan tertekan mendengar kematian Xiang Yang, namun dia masih bisa mengendalikan dirinya dan mencoba menenangkan gurunya.


Setelah cukup lama para Ketua dan Tetua Sekte mencoba menenangkan Xiao Chang dan Yun Nuwa itu, akhirnya kedua wanita itu pun bisa mengendalikan aura mereka, namun mereka masih agak sulit berpikir jernih.


Mereka berdua sadar emosi yang berlebihan hanya akan memperburuk semuanya.


Yun Nuwa saat ini merupakan pilar utama Benua Chenwu mengingat bagaimana kekuatan Long Xiao yang sudah mencapai tingkat Half Immortal.


Hanya dirinya saja yang bisa menandingi pemimpin Kelompok Naga Hitam.


Jika dirinya bertindak gegabah karena emosi dan berakhir tewas maka itu merupakan akhir untuk Benua Chenwu.


Saat ini yang terbaik adalah menyusun rencana untuk berperang melawan Kelompok Naga Hitam ini.


***


Setelah satu tahun berlalu, perang antara kultivator Benua Chenwu melawan Kelompok Naga Hitam masih terus berlanjut.


Namun kultivator Benua Chenwu sudah mulai ditekan terus menerus. Provinsi yang dikuasai oleh Sekte Puncak Nan Yin kini sudah berhasil direbut oleh Kelompok Naga Hitam.


30% lebih daratan Benua Chenwu sudah berada ditangan Kelompok Naga Hitam.


Sudah beberapa kali Yun Nuwa kembali bertarung melawan Long Xiao namun akhirnya tetap sama yaitu kekalahan Yun Nuwa.


Terlebih kekuatan Long Xiao entah kenapa terus meningkat seiring pertemuan mereka.


Jika terus seperti ini maka cepat atau lambat, Benua Chenwu akan dikuasai oleh Naga Hitam.


\=\=\=


**Author masih sibuk, jadi telat up**

__ADS_1


__ADS_2