
"Menelannya?!" Xiang Yang menatap Kristal Pecahan Surgawi.
Memang itu bisa dibilang ukurannya kecil untuk kristal pada umumnya, namun jika untuk ditelan maka jelas itu ukurannya sangat tidak biasa.
"Apakah kau yakin guru?"
"Tentu saja, guru tidak mungkin berbohong pada mu."
Xiang Yang menelan ludahnya lalu mengambil Kristal Pecahan Surgawi, menatapnya sejenak sebelum langsung menelannya.
*BDUMMM!!
Tiba-tiba energi yang begitu kuat meledak keluar dari tubuh Xiang Yang, membuat gunung berapi tempatnya berada bergetar.
Lin Qi'er yang masih berada di depan kawah gunung berapi, sedikit mengerutkan keningnya melihat gejolak lava yang tidak biasa.
Dia juga bisa dengan jelas merasakan tekanan energi kuat dari bawah kawah gunung berapi.
"Apa yang sebenarnya dia lakukan? Jangan bilang dia berani menyerap benda itu?" Lin Qi'er bergumam dalam hatinya.
Lin Qi'er menyipitkan matanya, dia dengan cepat melompat menjauh dari gunung berapi.
*BOOOMMM!!
Gunung berapi tiba-tiba meledak dengan keras menyemburkan lava panas serta gas erosi gunung berapi.
Dari kepulan gas erosi, terlihat sosok makhluk panjang yang terbang keluar.
Beberapa saat kemudian makhluk itu terlihat jelas, itu adalah ular berkepala tiga yang menjaga kawah gunung berapi.
Ular berkepala tiga terbang menghampiri Lin Qi'er. Wanita itu ingin bertanya pada ular berkepala tiga apa yang sebenarnya terjadi, namun dia sama sekali tidak bisa mengucapkan apa yang dia inginkan.
"Sialan! Benar-benar sialan!" Lin Qi'er berteriak dalam hatinya.
***
Xiang Yang saat ini masih fokus menyerap Kristal Pecahan Surgawi yang sudah dia telan.
Dewa Yin-Yang masih berada disana, memperhatikan muridnya yang fokus bermeditasi.
Saat ini di dalam Dantian Xiang Yang, sebuah kristal biru cerah melayang diatas lautan energi Qi nya.
Itu adalah Kristal Pecahan Surgawi. Kristal Pecahan Surgawi melayang turus secara perlahan hingga akhirnya menyentuh lautan energi Qi.
__ADS_1
Riak kecil tercipta selama beberapa saat masih tetap tenang, sampai tiba-tiba gejolak besar terjadi pada lautan energi Qi Xiang Yang, seolah sedang terjadi badai besar di tengah lautan.
Sementara itu, Xiang Yang mengerutkan keningnya saat sesuatu yang aneh masuk kedalam kepalanya.
Sesuatu yang aneh tapi bukan sesuatu yang buruk, malah itu adalah suatu hal yang baik.
"Ini.. pemahaman hukum ruang dan hukum waktu?" Xiang Yang terkejut saat mengetahui dua hal aneh tersebut.
Memang karena membentuk dunia di dalam tubuh pasti akan terbentuk ruang dan waktu terlebih dahulu.
Untuk membentuk hal tersebut, Xiang Yang tentu saja perlu untuk memahami hukum ruang dan hukum waktu terlebih dahulu.
Dunia di dalam tubuh Xiang Yang akan terbentuk seiring dengan pemahaman hukum ruang dan waktu yang meningkat.
Seberapa besar Xiang Yang bisa memahami hukum ruang dan waktu akan menentukan seberapa luas dunia didalam tubuhnya.
Namun dengan kultivasi Xiang Yang saat ini, tidak mungkin dia bisa memahami hukum ruang dan waktu sampai puncaknya.
Meskipun pemahaman yang bisa Xiang Yang dapatkan sangat terbatas, tapi itu hanya untuk saat ini saja.
Seiring kultivasi Xiang Yang meningkat, dunia di dalam tubuhnya akan semakin meluas, bersamaan dengan pemahaman hukum ruang dan waktu yang semakin besar juga.
Hal inilah yang membuat Kristal Pecahan Surgawi sangat diincar oleh makhluk Alam Surgawi bahkan sampai bisa menyebabkan perang besar.
Dengan menyerap Kristal Pecahan Surgawi, maka seorang kultivator bisa memahami hukum ruang dan waktu yang merupakan dua hukum terkuat dengan sangat mudah.
Xiang Yang dengan serius mulai memahami hukum ruang dan waktu. Dia merasa senang karena dua hukum yang sangat kuat bisa dia kuasai.
Gejolak didalam Dantian Xiang Yang masih terus berlanjut, itu terus diisi dengan hukum ruang dan waktu secara perlahan, mulai membentuk dunia disana.
***
Entah sudah berapa lama waktu berlalu, Xiang Yang tidak mengetahuinya. Dia sangat fokus dengan dua macam pemahaman yang terus masuk ke kepalanya sampai mengabaikan keadaan diluar.
Di dalam Dantian Xiang Yang, lautan yang seolah tanpa batas sudah terbentuk, angin berhembus bagaikan angin ditengah lautan.
Tiba-tiba daratan muncul dari lautan seperti jamur yang tumbuh di tanah.
Daratan itu terus semakin besar seiring waktu, namun sama sekali tidak ada apa-apa di daratan itu kecuali tanah dan bebatuan, tidak terdapat tumbuhan.
Saat daratan itu sudah sebesar sebuah pulau, barulah tumbuhan mulai muncul. Dimulai dari rerumputan yang menghijaukan daratan, sampai pepohonan yang mulai tumbuh semakin besar.
"Wah.. luar biasa," Xiang Yang bisa melihat dengan jelas pembentukan dunia di dalam tubuhnya.
__ADS_1
Meskipun begitu, kekagumannya sama sekali tidak mengurangi fokusnya dalam memahami hukum ruang dan waktu.
Sampai akhirnya, Xiang Yang merasakan kekuatan hukum ruang dan waktu sudah berhenti mengalir kedalam otaknya.
Sepertinya inilah batasan yang bisa Xiang Yang capai untuk saat ini.
Meskipun begitu Xiang Yang tetap senang karena dunia kecil didalam tubuhnya sudah sebesar Benua Chenwu.
Kesadaran Xiang Yang saat ini berada di dalam dunia kecilnya, melihat seluruh dunia kecilnya dengan kagum.
"Meskipun aku tidak bisa merasakan perbedaan pada tubuh ku dengan dunia kecil ini, tapi ini tetap luar biasa." Xiang Yang melayang turun, mendarat di puncak salah satu gunung.
"Dimensi Xiang, akan ku beri nama dunia kecil ini sebagai Dimensi Xiang." Xiang Yang berkata dengan senyum lebar.
Xiang Yang menoleh keatas, dimana hanya ada kegelapan seolah langit malam tanpa bulan dan bintang.
"Dimensi Xiang sekarang sangat gelap karena dengan kekuatan ku tidak mungkin untuk bisa membentuk sebuah matahari."
Tiba-tiba Xiang Yang mendapatkan sebuah ide.
"Benar juga, kenapa tidak ku gunakan Inti Api ku saja," Xiang Yang mengangkat tangannya keatas.
Tiba-tiba kobaran api muncul puluhan kilometer diatas permukaan tanah.
Kobaran api itu terus semakin membesar namun juga memadat disaat yang bersamaan.
Sampai belasan menit kemudian, sesuatu seperti matahari terbentuk, memerangi seluruh Dimensi Xiang.
"Hm, Inti Api itu selain berguna untuk menerangi Dimensi Xiang, juga berguna sebagai penunjuk waktu."
Seperti saat pertama kali Xiang Yang menemukan Inti Api itu didalam dimensi kecil cincin dunia, Inti Api akan meredup hingga terlihat seperti bulan saat malam hari, dan akan menjadi terang saat pagi sampai sore hari.
Hanya saja Inti Api tidak akan bergerak dari tempatnya seperti matahari pada umumnya.
"Baiklah, sebelum aku bangun, aku ingin berkeliling terlebih dahulu," Xiang Yang melesat terbang mengelilingi Dimensi Xiang.
Xiang Yang terus terbang hingga beberapa menit, dia mendarat di dahan salah satu pohon.
"Disini juga ada pohon apel, untungnya sudah berbuah," Xiang Yang ingin mencoba rasa buah yang tumbuh di dalam tubuhnya sendiri.
"Hmmm, manis sekali, ini lebih manis dari apel biasanya."
Mungkin apakah memang karena buah apel itu terasa enak atau mungkin karena Xiang Yang terlalu senang dan bangga pada dunia di dalam tubuhnya hingga saat dia mencicipi buah didalamnya, itu jadi terasa sangat enak. Dia tidak tau pasti.
__ADS_1
"Aku tidak pernah membayangkan akan memiliki sebuah dunia di dalam tubuh ku."
\=\=\=