
Sementara Xiang Yang sudah menjalankan kehidupan di Dimensi Dong Jian selama hampir 13 tahun, di dimensi utama, waktu baru berjalan selama 1 tahun saja.
Hal itu karena satu tahun di Dimensi Dong Jian sama dengan satu bulan di dimensi utama.
Satu tahun yang lalu, saat Cai'er mengamuk karena berpikir Xiang Yang telah tewas, dia sama sekali tidak membiarkan satupun pasukan Kelompok Naga Hitam melarikan diri.
Tentu saja kecuali para kultivator yang memiliki Token Teleportasi yang membuat mereka bisa selamat dari amukan Cai'er.
Cai'er benar-benar membantai mereka tanpa ampun hingga tidak ada yang tersisa dari mereka.
Setelah itu Cai'er pun pingsan karena kelelahan dan kehabisan energi Qi.
Guan Fang sangat terkejut melihat betapa ganasnya Cai'er saat menggila.
Sebelumnya dia berniat pergi membantu pertarungan melawan Long Zhun, namun dia terkejut saat melihat Xiang Yang meledak begitu keras sampai tidak ada apapun dari tubuhnya yang tersisa.
Meskipun Guan Fang marah karena Xiang Yang merupakan kultivator yang dia hormati, namun tidak sampai pada tingkat dimana dia akan menggila seperti Cai'er karena hubungan mereka memang tidak terlalu dekat.
Guan Fang juga berniat membantai para pasukan Kelompok Naga Hitam tanpa ampun. Tapi dia menghentikan niatnya saat melihat Cai'er yang seperti kehilangan akal sehat dalam melakukan pembantaian.
Dia tidak ingin terkena imbas amukan Cai'er, terlebih serangan racun ganas wanita itu sama sekali tidak bisa diremehkan.
Setelah Cai'er membantai semuanya sampai membuatnya pingsan, Guan Fang segera memeriksa kondisi Cai'er dan memberikannya pil pemulihan.
Pasukan Benteng Pertahanan Timur gembira dengan perang yang bisa dibilang menjadi kemenangan mereka.
Namun mereka mau tidak mau harus menelan sorakan kegembiraan mereka saat melihat para pasukan Kelompok Naga Hitam yang sudah dibantai dengan begitu kejam.
Pada akhirnya Guan Fang juga memutuskan untuk menarik kembali pasukannya karena tidak mengetahui dimana letak markas Kelompok Naga Hitam.
Jika saja Cai'er tidak mengamuk lalu membiarkan setidaknya beberapa kultivator melarikan diri. Mereka bisa mengikuti kemana kultivator itu melarikan diri yang mana pasti para kultivator yang tersisa akan kembali ke markas mereka.
Dengan demikian mereka bisa mengetahui dimana letak markas besar Kelompok Naga Hitam.
__ADS_1
Guan Fang hanya bisa menghela nafas, tidak ada yang bisa disalahkan dalam hal ini. Kemarahan Cai'er sangat wajar karena suami tercintanya telah tewas didepan matanya sendiri.
***
Sementara Provinsi Daratan Biru bisa dibilang mendapatkan kemenangan, perang di Provinsi Permata Bintang berakhir seri.
Meskipun Xiao Chang sudah membunuh salah satu kultivator tingkat Mahayana pihak musuh, namun dia tidak bisa membantu banyak karena energi Qi nya hampir terkuras habis setelah mengeluarkan teknik terkuatnya sebelumnya.
Setelah kematian satu kultivator tingkat Mahayana ditangan Xiao Chang, tidak ada lagi korban tingkat Mahayana yang tewas.
Namun tetap semua dari mereka mereka mendapatkan luka parah. Sampai saat dimana mereka merasa pertempuran sudah tidak bisa dilanjutkan lagi, kedua pihak memutuskan untuk menarik mundur semua pasukan mereka.
***
Perang di tempat Ketua Wu Zhang bisa dibilang dimenangkan oleh pihak Aliansi 5 Sekte Raksasa.
Dua kultivator tingkat Mahayana pihak Kelompok Naga Hitam tewas, namun sayangnya tidak hanya pihak Kelompok Naga Hitam saja yang mendapatkan kerugian, karena Ketua Sekte Puncak Nan Yin juga tewas dalam pertempuran tersebut.
Mereka sudah bertarung hampir 1 minggu jadi wajar saja energi Qi mereka habis.
***
Di tempat terakhir yaitu Provinsi Daratan Pedang dimana Yun Nuwa dan Long Xiao melakukan pertarungan.
Keadaan disana jauh lebih kacau dibandingkan dengan tempat lainnya karena pertarungan dahsyat dari dua kultivator tingkat Half Immortal atau di Benua Chenwu dikenal dengan tingkat Immortal God.
Meskipun Yun Nuwa dan Long Xiao melakukan pertarungan dalam jarak yang sangat jauh dari medan perang utama, sesekali akan ada serangan mereka yang nyasar ke medan perang utama, membuat semua kultivator yang tidak bisa menghindari serangan nyasar itu berakhir tewas.
Meskipun Yun Nuwa memang kuat, namun seiring waktu dia terus didesak oleh Long Xiao.
Menyadari tidak mungkin memenangkan pertarungan, meskipun dia enggan untuk mundur karena wanita yang dia lawan merupakan penyebab kematian gurunya, Yun Nuwa masih dapat berpikir jernih.
Dia mengirimkan transmisi suara pada para pasukannya untuk bergerak mundur secara teratur.
__ADS_1
Jika dirinya terus melanjutkan pertarungan dan berakhir kalah maka semua pasukannya pasti akan tewas di tangan Long Xiao.
Dia tentu tidak ingin hal itu terjadi.
Yun Nuwa membagi fokusnya dengan membantu pasukannya untuk mundur, meskipun hal itu membuatnya mendapatkan luka serius, namun apa yang dia lakukan membuahkan hasil.
Semua pasukannya berhasil mundur dengan selamat hingga menyisakan dirinya. Yun Nuwa langsung menggunakan Token Teleportasi untuk berteleportasi pergi.
Long Xiao sebenarnya ingin melanjutkan pergerakan menaklukkan Benua Chenwu, namun setelah mendapatkan transmisi suara dari para Komandannya mengenai apa yang terjadi di 3 medan perang lainnya, Long Xiao hanya bisa berdecak kesal lalu memerintahkan pasukannya untuk mundur.
Tidak ada yang berani membantah perintah Long Xiao, akhirnya semua pasukan bergerak kembali ke Pulau Gunung Berapi dimana markas besar Kelompok Naga Hitam berada.
***
Cai'er terlebih dahulu dibawa ke Sekte Naga Halilintar oleh Guan Fang untuk dirawat sebelum nantinya Cai'er bisa kembali ke Sekte Ular Neraka.
Namun sebelum Cai'er sadarkan diri, beberapa Tetua Sekte Ular Neraka sudah datang dan akhirnya membawa Cai'er pergi.
Para Tetua itu sudah mendengar cerita lengkap dari Guan Fang dan juga merasa marah karena suami Ratu mereka tewas ditangan Kelompok Naga Hitam.
Mereka bersumpah tidak akan pernah memaafkan kelompok tersebut.
Beberapa hari setelah Cai'er tiba di Sekte Ular Neraka, wanita itu pun bangun namun dia langsung mengamuk kembali.
Cai'er mengamuk tidak terkendali hingga menghancurkan hampir 10% bangunan sekte. Jika saja para Tetua tidak turun tangan untuk menghentikannya maka setengah dari Sekte Ular Neraka akan rata dengan tanah.
Untungnya saat Cai'er mengamuk, wanita itu tida memiliki energi Qi yang banyak untuk bertahan lama. Jika tidak maka para Tetua pasti akan sangat kerepotan menghentikannya.
Para Tetua terutama Tetua Tan Yi yang dekat dengan Cai'er menjadi semakin marah pada Kelompok Naga Hitam.
Meskipun Cai'er memang kejam dalam memimpin Sekte Ular Neraka, namun loyalitas para Tetuanya tidak bisa diragukan.
Bahkan mereka akan rela mati jika itu demi Ratu mereka, Medusa.
__ADS_1