
Xiang Yang sudah bisa merasakan kalau Han Shizu sudah mulai kembali pulih, karena itulah dia ingin menemuinya.
Jika Han Shizu masih terluka parah, Xiang Yang tidak mungkin akan menggangu pemulihannya.
Saat pintu di buka, Han Shizu membuka matanya lalu menoleh kearah pintu. Mata Han Shizu seketika melebar sempurna saat melihat siapa yang memasuki ruangan.
"Shizu.."
Baru saja Xiang Yang menyebut nama Han Shizu, gadis itu langsung melompat kedalam pelukan Xiang Yang, memeluknya dengan sangat erat, seolah jika dia melonggarkan pelukannya maka Xiang Yang akan pergi.
Xiang Yang membalas pelukan Han Shizu dengan lembut, memberikan kehangatan.
"Setelah kau mati, aku sama sekali tidak bisa tidur karena memikirkan mu, Xiang Yang. Padahal aku sangat ingin sekali tidur untuk setidaknya bermimpi kembali bersama mu. Akhirnya keinginan ku menjadi kenyataan, aku bisa bermimpi bertemu dengan mu, aku tidak akan keberatan jika aku terus berada didalam mimpi ini."
Han Shizu sepertinya menganggap dirinya sedang bermimpi hingga dia bisa bertemu kembali dengan Xiang Yang yang dikabarkan sudah mati 2 tahun lalu.
"Sayang sekali Shizu, tapi keinginan mu itu sepertinya tidak terwujud," Xiang Yang terkekeh pelan.
*Ctak!
"Aduh!"
Xiang Yang menyentil kening Han Shizu, membuat gadis itu melepaskan pelukannya untuk mengelus keningnya yang memerah.
"Apakah itu terasa sakit? Apa kau masih akan menganggap ini mimpi?"
"Jadi apakah ini.." Han Shizu tidak bisa berkata-kata.
"Itu benar Saudari Shizu, kau tidak bermimpi, suami kita memang masih hidup!" Yun Ying berjalan memasuki ruangan.
"Suami kita," Xiang Yang melirik Yun Ying dengan senyum penuh makna.
Yun Ying tertegun lalu memalingkan wajahnya yang memerah. Memang setelah mendengar kematian Xiang Yang, semua wanita Xiang Yang termasuk dirinya menjadi lebih sering mengobrol dan menjadi lebih akrab.
Mereka sering memberikan mengenai Xiang Yang, diaman mereka selalu menyebut Xiang Yang sebagai suami.
Han Shizu akhirnya kembali memeluk Xiang Yang sambil menangis keras.
__ADS_1
Setelah beberapa menit Han Shizu masih tidak berhenti menangis, saat itu juga Xiang Yang menyadari sesuatu.
Han Shizu sekarang benar-benar bisa berbicara, suara tangisannya itu benar-benar murni keluar dari mulutnya, tidak terbentuk oleh suatu teknik atau semacamnya.
Xiang Yang tidak tau bagaimana Han Shizu bisa berbicara. Yang Xiang Yang tau, Han Shizu tidak memiliki pita suara dari lahir, karena itulah dia tidak bisa membantunya agar bisa berbicara.
Jika pita suara Han Shizu memang ada dari lahir dan pernah rusak, maka Xiang Yang pasti bisa menyembuhkannya, namun tidak dengan sesuatu yang memang sudah dari awal tidak ada.
Xiang Yang ingin bertanya namun Han Shizu masih terus menangis jadi dia membiarkan saja gadis itu agar merasa lebih tenang dahulu sebelum bertanya.
***
Sementara itu, di Benua Chenwu saat ini.
Kelompok Naga Hitam sudah benar-benar menguasai Benua Chenwu, tidak ada satupun daerah yang tidak mereka jajah dan kuasai.
Hanya Pulau Awan saja yang belum mereka taklukkan karena Pulau Awan saat ini sedang berada di Benua Lingwu.
Di sebuah daerah tertentu di bagian paling tengah Benua Chenwu, berdiri sebuah kastil yang sangat megah dengan menara-menara tinggi menambah kemegahan kastil tersebut.
Dia adalah Long Xiao, pemimpin dari Kelompok Naga Hitam.
"Tiba-tiba saja semua pasukan yang aku kirim tewas dalam sekejap. Apa yang terjadi? Seharusnya semua kultivator tingkat Mahayana mereka sedang terluka parah, tidak mungkin ada yang bisa membunuh ribuan pasukan yang aku kirim begitu saja! Terlebih disana juga ada Tu Kuon," Long Xiao mengerutkan keningnya.
"Aku juga sudah mendapatkan kembali kekuatan puncak ku, akan sangat mudah membunuh mereka semua," Long Xiao menyeringai lebar, "jika bukan karena Yun Nuwa berlatih menggunakan energi Twillight Orb aku sudah bisa membunuhnya dari dulu! Tunggu saja kedatangan ku, akan ku rebut Twillight Orb itu dan segera naik ke Alam Surgawi!"
Long Xiao mengetahui kalau Yun Nuwa bisa sekuat ini karena menyerap energi dari Twillight Orb.
Aura yang dikeluarkan kultivator biasa dengan kultivator pengguna Twillight Orb sangat berbeda. Sebagai makhluk yang memiliki ingatan Naga Emas, Long Xiao tentu saja mengetahuinya karena dulu Naga pernah atau bahkan sering bertarung melawan pengguna Twillight Orb.
Siapa saja makhluk yang mengetahui kekuatan Twillight Orb, mereka pasti menginginkan benda tersebut, tidak terkecuali Long Xiao.
***
Setelah hampir setengah jam menangis di pelukan Xiang Yang, Han Shizu akhirnya berhenti menangis dan melepaskan pelukannya.
Xiang Yang mengusap air mata Han Shizu, "Shizu, kau sekarang sudah bisa berbicara, bagaimana kau bisa mendapatkan suara mu?"
__ADS_1
"Aku juga tidak paham, sebenarnya saat aku mendapat Petir Surgawi, aku sudah bisa berbicara, tapi aku ragu untuk berbicara karena belum pernah berbicara sebelumnya," Han Shizu menundukkan kepalanya, "maaf merahasiakannya dari mu!"
"Tidak masalah, aku mengerti," Xiang Yang mengelus kepala Han Shizu, "ngomong-ngomong, bagaimana dengan kondisi yang lainnya? Ibu? Yi An? Ayah? Cai'er dan juga Nuwa?"
"Saat ini mereka mereka sedang memulihkan diri di Pulau Awan, disana ada susunan formasi khusus yang dapat mempercepat pemulihan, karena itulah mereka semua ada disana," jawab Yun Ying.
Suasana pun sunyi, tidak ada yang berbicara membuat situasi sedikit canggung.
Tanpa peringatan, Xiang Yang tiba-tiba mendorong Han Shizu keatas ranjang lalu menindihnya dari atas membuat Han Shizu dan Yun Ying sama-sama terkejut.
"Xiang Yang.. a..ap..apa yang.. akan kau lakukan?!" Yun Ying sedikit berteriak karena terkejut.
Tentu saja dia sadar apa yang sebenarnya Xiang Yang ingin lakukan, tapi apakah dia benar-benar berencana melakukannya dengan Han Shizu sekarang? Dihadapannya?
Wajah Yun Ying memerah, sementara Han Shizu lebih merah lagi. Han Shizu terlalu terkejut hingga dia merasa tubuhnya lemas tidak bisa digerakkan.
"X-xiang Yang, sekarang semua orang sedang memikirkan cara melawan Kelompok Naga Hitam.. apakah.. mungkin ini bukan waktu yang tepat untuk melakukan hal itu?" Han Shizu tentu saja juga merasa malu jika harus dilihat oleh Yun Ying.
"Justru karena itu, sebentar lagi kita akan kembali bertarung melawan Kelompok Naga Hitam, jika kebutuhan batin tidak terpenuhi, itu akan membuat pikiran kacau saat bertarung nanti."
"B-benar juga," wajah Han Shizu masih merah padam.
"Jangan percaya padanya! Saudari Shizu, lawan dia!" Yun Ying mendengus.
Xiang Yang menoleh kearah Yun Ying dengan senyum penuh makna, "Ying'er, aku tau kau cemburu dan menginginkannya juga, jadi kau ingin bergabung, aku tidak keberatan melakukannya bertiga."
"Eh?!"
Yun Ying tanpa sadar melangkah mundur, wajahnya yang merah menunduk sambil memainkan jari-jarinya.
"A-aku..." Yun Ying berusaha berpikir keras keputusan apa yang harus dia ambil, namun pikirannya kosong, "jika Saudari Shizu tidak keberatan.. aku tidak akan masalah."
Xiang Yang menaikkan alisnya lalu menoleh kearah Han Shizu yang ada dibawahnya.
Han Shizu memalingkan wajahnya, "jika Saudari Yun Ying tidak masalah.. maka aku juga."
Dan akhirnya mereka pun melepaskan rindu bersama, di satu kamar yang sama, bertiga, tanpa ada yang menggangu.
__ADS_1