
Cai'er masih melakukan pertarungan melawan Yuan. Atau mungkin tidak bisa disebut pertarungan, karena Cai'er sama sekali tidak melakukan serangan dari awal, hanya menghindar dan menangkis serangan Yuan, sama sekali tidak terlihat dari matanya ingin bertarung melawan kakaknya.
Di balik sifat Cai'er yang memang kejam dan tidak kenal ampun, dia adalah wanita yang menyayangi keluarganya.
Seluruh anggota Klan Manusia Ular telah terbunuh, termasuk kedua orang tuanya. Kini keluarga Cai'er hanya tersisa kakaknya saja, jadi dia tidak ingin menyakiti satu-satunya keluarganya tersisa.
Selain itu, Cai'er.erasa bersalah karena telah menyakiti hati kakaknya. Meskipun itu dia lakukan tanpa dia sadari. Dia tidak berpikir kakaknya akan merasa iri pada dirinya.
"Kenapa kau hanya menghindar?! Apa kau meremehkan ku?! Kau pikir bisa membunuh ku dengan sekali serangan hingga kau tidak mengeluarkan serangan apapun?!" Yuan dengan ekspresi marah, terus melancarkan serangan tanpa henti dengan kedua belati di tangannya.
"BERHENTILAH MENGHINDAR DAN SERANG AKU!" Yuan semakin marah.
"Kakak Yuan, tolong hentikan! Tidak bisakah kita berbicara terlebih dahulu? Aku ingin meminta maaf." Cai'er terus menghindar tanpa melakukan serangan balasan.
Pertanyaan Cai'er justru dijawab oleh Yuan dengan mengeluarkan salah satu teknik terkuatnya.
"Sang Penguasa Api! Ular Api Membara!"
Siluet ular merah raksasa keluar dari tubuh Yuan, kemudian melesat kearah Cai'er.
"Sepertinya Kakak Yuan benar-benar ingin membunuh ku!" Cai'er mengepalkan tangannya dengan eskpresi rumit.
*TSSAAAAHHH!
Ular Api Membara mendesis keras.
Cai'er mengarahkan jari telunjuk dan jari tengah kedepan. Seketika energi api kuat terhimpun di ujung kedua jarinya.
Energi itu terus terhimpun dengan cepat membentuk bola energi sebesar ibu jari kaki. Meskipun ukurannya terbilang kecil, namun itu di padatkan dengan energi yang sangat murni dan kuat.
"Sang Penguasa Api! Bola Energi Api!"
Cai'er pun menembakkan bola energi api itu kearah ular api raksasa.
*BOOOOMMMM!!
Ledakan keras terjadi saat kedua serangan itu berbenturan.
Yuan dan Cai'er sampai harus terdorong ratusan meter puluhan meter dengan kedua lengan yang menyilang didepan wajah, melindungi wajah mereka dari panasnya gelombang ledakan.
"Medusa benar-benar melakukannya! Padahal aku menggunakan jurus terkuat dari Teknik Sang Penguasa Api, tapi dia mampu menandinginya hanya dengan jurus paling dasar!"
Tidak ingin terus berdiam diri, Yuan bergerak cepat menyerang Cai'er.
Mereka berdua pun beradu serangan jarak dekat.
Cai'er sama sekali tidak menggunakan senjata. Dia menggunakan konsep pemadatan energi Qi dari jurus pertama Teknik Sang Penguasa Api, membuat tangannya diselimuti energi Qi padat hingga dapat beradu dengan senjata Yuan tanpa terluka.
Dengan gerakan cepat, Yuan menusuk wajah Cai'er. Namun sebelum itu terjadi, Cai'er menggenggam bilah belati dengan tangannya tepat sebelum belati menusuk wajahnya.
Yuan tiba-tiba menyeringai lebar.
__ADS_1
Cai'er mengerutkan keningnya saat merasakan lonjakan energi pada bilah belati yang masih berada di genggamannya.
Sesaat kemudian, pancaran energi api keluar dari bilah belati di genggaman Cai'er.
Untung saja Cai'er bereaksi cukup cepat, mengangkat bilah belati itu hingga pancaran energi mengarah keatas.
Yuan melancarkan serangan lanjutan, menebaskan belati yang satunya, memberikan goresan pada pipi kanan Cai'er.
*BAAAM!
Tidak hanya itu, Yuan berhasil menendang perut Cai'er dengan keras, membuatnya terpental jauh.
Cai'er mampu mendapatkan momentumnya kembali saat terpental mencapai jarak beberapa ratus meter.
"Haha! Medusa, aku telah melumuri belati ku dengan racun ganas! Kau akan lumpuh dalam waktu beberapa menit!" Yuan tersenyum penuh kemenangan.
Cai'er hanya tersenyum kecut sambil menyeka darah yang keluar dari goresan di pipinya.
"Maaf mengecewakan mu, Kakak Yuan. Tapi apa kau lupa kalau aku kebal terhadap segala jenis racun!" Cai'er justru merasa bersalah karena kembali mengecewakan kakaknya.
Dia sebenarnya sengaja membuat dirinya terkena serangan, agar membuat kakaknya merasa sedikit senang, namun malah membuatnya kembali kecewa.
Senyum kemenangan Yuan seketika memudar, tidak lagi terlihat. Kini hanya ada ekspresi gelap dengan tatapan membunuh.
"KU BUNUH KAU!" Yuan yang marah langsung menyerang Cai'er kembali.
***
Di area perorangan yang lain, tepatnya di Provinsi Daratan Pedang yang merupakan provinsi kekuatan Sekte Pedang Abadi.
Yun Nuwa kini merasa lega karena dapat membalaskan dendam gurunya pada Jiu Wang Ren.
Namun Yun Nuwa masih belum merasa terpuaskan sepenuhnya, karena orang yang telah membunuh gurunya belum dia bunuh.
Memang yang membunuh gurunya bukan Jiu Wang Ren melainkan Long Xiao.
"Sekarang giliran kalian!"
Zhang Zuan dan dua Wakil Komandan gemetar ketakutan. Jiu Wang Ren saja bisa dibunuh dengan begitu mudah, apa lagi mereka yang memiliki kultivasi di bawah Jiu Wang Ren.
"AKU TIDAK INGIN MATI!!" Jiu Wang Ren berteriak keras, bersamaan dengan ledakan energi angin keluar dari tubuhnya, membuat semua kristal es yang mengelilingi tubuhnya, terpental ke segala arah.
Hal yang sama pun dilakukan oleh dua Wakil Komandan.
Dengan segera mereka bergerak terbang dengan kecepatan tinggi untuk melarikan diri.
Jelas mereka tidak bodoh untuk bertarung melawan Yun Nuwa yang bisa membunuh mereka dengan mudah.
"Jangan harap bisa melarikan diri!"
Yun Nuwa hanya menggerakkan tangan kanannya, seketika salah satu kaki dari 3 orang itu terperangkap di dalam balok es.
__ADS_1
Dengan gerakan jari telunjuk, Yun Nuwa membuat balok es yang membekap kaki Zhang Zuan dan dua Wakil Komandan bergerak kearahnya, dengan membawa mereka bertiga.
"Sial!" Zhang Zuan menggunakan kipas di tangannya untuk menghancurkan balok es di kakinya.
"Aaarrrkkk!"
"Aaarrrkkk!"
Sementara Zhang Zuan bisa meloloskan diri, dua Wakil Komandan Naga Hitam kesulitan menghancurkan balok es yang membelenggu kaki mereka.
Dalam hitungan detik, kaki sampai seluruh paha mereka berdua membeku, tidak hanya membeku di luar, namun juga membeku dari dalam.
"TUAN ZHANG! TOLONG KAMI!"
"TUAN ZHANG! JANGAN TINGGALKAN KAMI!"
Dua Komandan Naga Hitam dengan putus asa berteriak meminta pertolongan dari Zhang Zuan.
"Urus diri kalian sendiri! Jika tidak bisa maka itu tidak ada hubungannya dengan ku!" tanpa mempedulikan dua Wakil Komandan, Zhang Zuan langsung melesat cepat melarikan diri.
"Sudah ku bilang tidak ada diantara kalian yang akan ku biarkan kabur!" hanya dengan jentikkan jari, beberapa kristal es langsung menusuk tubuh Zhang Zuan hingga tembus.
"Selama kau berada di dalam Domain milik ku, kau tidak akan bisa melarikan diri!"
"GOUHK!" Zhang Zuan memuntahkan banyak darah segar.
"Aku tidak akan mati di tempat seperti ini!" Zhang Zuan merapatkan giginya.
Dia pun mencabut tiga kristal es yang menancap masing-masing di pundak kanan, dada dan pahanya.
Untung saja di saat terakhir, Zhang Zuan bisa bereaksi hingga kristal es itu tidak mengenai titik fital orang dalamnya.
Tiba-tiba pancaran energi yang berasal dari luar Domain, meluncur bagaikan rudal kearah Yun Nuwa.
Yun menyipitkan matanya, dia tidak menahan atau menangkis serangan itu, melainkan menghindarinya.
Serangan itu datang dengan tidak terduga dan begitu cepat, hingga dia tidak belum siap jika harus menangkisnya.
*BOOOOMMMM!
Pancaran energi itu meledak tepat di pembatas bagian lain dari Domain Es Yun Nuwa, membuat Domain Es nya hancur.
"Hahaha! Tidak ku sangka ternyata kau sudah berada ditingkatan ini, Yun Nuwa!"
Terdengar suara seorang wanita yang begitu nyaring.
Yun Nuwa melihat ke sumber suara, seketika matanya melebar.
"Kau..."
Yun Nuwa tidak akan pernah lupa dengan wajah orang yang telah membunuh gurunya.
__ADS_1
"Long Xiao!"
\=\=\=\=\=