
Kultivasi Long Xiao meningkat sangat pesat setelah menyerap darah dan energi dari tubuhnya lamanya.
Sekarang dia tidak berada ditingkat Mahayana, melainkan sudah menerobos ketingkat selanjutnya, yaitu tingkat Immortal God.
Long Xiao sudah memerintahkan pasukannya untuk langsung menyerang Benua Chenwu. Hancurkan siapa saja yang tidak ingin tunduk pada Kelompok Naga Hitam, bunuh siapa saja yang menghalangi jalan mereka.
Semua pasukan Long Xiao pun langsung bergerak menuju Benua Chenwu. Sementara dirinya akan menyusul nanti setelah menstabilkan kultivasinya.
Cara Long Xiao menstabilkan kultivasi tidak seperti kultivator biasanya, dia menyerap vitalitas dari para kultivator tingkat Transcendent keatas.
Dia bahkan sudah menyerap vitalitas dari salah satu kultivator terkuat di Benua Chenwu, yaitu Ketua Sekte Pedang Abadi, Xuan Yuan.
Tidak hanya Xuan Yuan yang menjadi korban, para kultivator tingkat Transcendent sampai tingkat Nirwana Sekte Pedang Abadi yang dikirim ke Pulau Gunung Berapi sudah habis dia serap vitalitasnya.
Bahkan ada beberapa kultivator tingkat Nirwana dan belasan kultivator tingkat Transcendent yang menjadi anggota kelompoknya menjadi korban Long Xiao.
Sementara untuk Xiang Zu, Long Xiao masih belum berencana untuk menyerap kekuatan pemuda itu, karena dia merasa Xiang Zu masih belum cukup kuat.
Long Xiao masih berharap Xiang Zu membangkitkan kekuatan Petir Surgawi. Dia tidak tau jika Petir Surgawi sekarang sudah didapatkan oleh seorang gadis dari Benua Lingwu, jadi Xiang Zu tidak akan pernah membangkitkan Petir Surgawi.
Ya, gadis yang memiliki Petir Surgawi saat ini tidak lain adalah Han Shizu.
Long Xiao telah memerintahkan Xiang Zu untuk ikut dalam operasi penaklukan Benua Chenwu. Berpikir mungkin pemuda itu bisa mendapatkan kesempatan untuk membangkitkan Petir Surgawi dalam pertarungan nantinya.
Jika Long Xiao mengetahui kalau harapan dan usahanya itu sia-sia, dia sudah pasti menyerap kekuatan Xiang Zu dan membunuhnya.
***
Yun Nuwa tidak ingin membuang banyak waktu dan langsung memerintahkan pasukannya untuk menyerang.
Pihak Sekte Pedang Abadi tentu sudah menyadari kedatangan mereka dan segera menyiapkan pasukan untuk menghadapi gempuran Sekte Pulau Awan.
Di Sekte Pedang Abadi, terdapat dua kultivator tingkat Mahayana, yaitu salah satu Komandan Naga Hitam, Xia Shen dan Wakil Komandannya, Yan Xin.
__ADS_1
Hal ini menjadi tekanan untuk mereka berdua karena baru beberapa hari mereka bertarung melawan Xuan Yuan, luka mereka masih belum pulih dan sekarang pasukan Sekte Pulau Awan datang mengepung mereka.
Tidak ada yang mengetahui kenapa Sekte Pulau Awan melakukan pengepungan, mereka tidak berpikir jika Sekte Pulau Awan telah mengetahui kalau Sekte Pedang Abadi dikuasai oleh Kelompok Naga Hitam.
Karena mereka yakin jika orang-orang selama ini mengetahui jika Sekte Pedang Abadi sedang terjadi konflik internal.
Dua Tetua Sekte Pedang Abadi yang memilih berkhianat, berpihak pada Kelompok Naga Hitam, kini terbang kearah selatan Sekte karena menurut informasi, Tetua Agung Sekte Pulau Awan memimpin pasukan yang datang dari selatan.
Dua Tetua itu hanya membawa 10 kultivator tingkat Transcendent, menunjukkan jika mereka tidak datang untuk bertarung namun untuk berbicara baik-baik.
Tetua Agung yang melihat kedatangan du Tetua Sekte Pedang Abadi, segera memberi isyarat tangan pada pasukannya untuk berhenti.
"Saudara Meng Hen, apa maksudnya ini? Kau membawa begitu banyak pasukan Sekte Pulau Awan untuk mengepung Sekte kami? Apa kau berniat menyatakan perang?" Tetua Kedua Sekte Pedang Abadi bernama Gu Dong berteriak keras dengan ekspresi marah.
"Saudara Meng Hen, aku tidak tau apakah kau membawa pasukan sebanyak ini atas perintah Dewi Bulan Purnama atau tidak! Tapi harap untuk menarik pasukan mu kembali, tidak baik jika dua Sekte Raksasa melakukan peperangan!" Tetua Ke-tiga, Ran Tsu masih bersikap cukup span.
Tetua Agung Meng Hen diam sejenak sebelum berkata.
"Pertama akan ku katakan jika aku memang membawa pasukan kemari atas perintah Ketua Sekte Kami, Dewi Bulan Purnama! Dan yang kedua, kami memang ingin menyatakan perang, tapi tidak dengan Sekte Pedang Abadi melainkan perang dengan Kelompok Naga Hitam!"
"SERANG!" Tetua Meng Hen berteriak.
"MUNDUR!!" Tetua Gu Dong yang mengetahui tidak mungkin menang, segera memerintahkan untuk mundur dulu.
"JANGAN HARAP BISA MELARIKAN DIRI!" Tetua Meng Hen tiba-tiba menghilang dari tempatnya lalu muncul didepan dua Tetua dan 10 anggota yang dia bawa.
Tetua Meng Hen meledakkan auranya, membuat mereka tertekan hingga kesulitan bernafas.
"Kultivator tingkat Mahayana.. ternyata kau selama ini menyembunyikan kuktivasi mu!"
Biasanya jika ada seseorang kultivator yang menerobos ketingkat Mahayana, maka itu akan di umumkan ke publik untuk menunjukkan dominasi dan reputasi kultivator tersebut.
Namun mereka sama sekali tidak pernah mendengar jika Tetua Meng Hen telah menerobos ketingkat Mahayana.
__ADS_1
"Aku tidak menyembunyikan kuktivasi ku, hanya saja aku tidak mengumumkannya. Dan kalian terlalu lemah untuk merasakan tingkat kultivasi ku sebelum aku menunjukkannya!" Tetua Meng Hen mengepalkan tangannya, mengeluarkan aura dingin ekstrim.
10 kultivator tingkat Transcendent yang dua Tetua bawa sudah menggigil, bukan hanya karena ketakutan namun aura yang Tetua Meng Hen keluarkan membuat mereka merasa tidak bisa bertahan lebih lama lagi.
Tiba-tiba kristal es mulai muncul di beberapa bagian tubuh 10 kultivator Transcendent itu, dengan cepat menjalar ke seluruh tubuh mereka.
"TETUA TOLONG KAMI!"
"TIDAK! TIDAK! AKU TIDAK INGIN MATI!"
"TETUA..."
10 kultivator itu hanya bisa berteriak tanpa bisa mendapatkan pertolongan, hingga seluruh tubuh mereka menjadi patung es sepenuhnya lalu jatuh menghantam tanah hingga hancur bagaikan kaca pecah.
"Sekarang giliran kalian!" Tetua Meng Hen menatap dingin dua Tetua Sekte Pedang Abadi.
Suara Tetua Meng Hen bagaikan suara raja neraka di telinga mereka berdua.
Mereka menoleh kebelakang dan melihat pasukan Sekte Pulau Awan sudah hampir mencapai mereka.
Mereka sudah tidak memiliki jalan untuk melarikan diri, juga tidak ada kesempatan untuk menang.
Akhirnya mereka berdua pun berlutut memohon ampun.
"Tetua Meng Hen, kami di paksa oleh Kelompok Naga Hitam itu untuk bergabung dengan mereka!" ucap Tetua Ran Tsu.
"Benar yang dikatakan Saudara Ran Tsu, jika Tetua Meng Hen mengampuni kami, kami bisa membantu untuk melawan Kelompok Naga Hitam!" ucap Tetua Gu Dong.
Tetua Meng Hen tiba-tiba menghilang lalu muncul tepat didepan mereka. Dengan kedua tangan yang diselimuti energi es pekat, Tetua Meng Hen menyambar leher mereka berdua, mencengkeramnya dengan kuat.
"Tidak perlu kalian jelaskan karena aku sudah mengetahuinya! Kalian adalah dua Tetua yang secara suka rela masuk ke Kelompok Naga Hitam, sama sekali tidak ada yang memaksa kalian!"
Setelah mengatakan itu, leher Tetua Gu Dong dan Tetua Ran Tsu membeku menjadi es kemudian hancur dalam cengkeraman Tetua Meng Hen, membuat kepala mereka tidak lagi bersama tubuh mereka.
__ADS_1
\=\=\=\=