Reinkarnasi Sang Pahlawan 2

Reinkarnasi Sang Pahlawan 2
Ch.338 - Pergilah Ke Neraka!


__ADS_3

Jiu Wang Ren dan Yun Nuwa sama-sama memiliki dendam dan kebencian satu sama lain.


Jiu Wang Ren membenci Yun Nuwa karena merupakan murid dari orang yang dia benci. Sementara Yun Nuwa membenci Jiu Wang Ren karena dialah yang menyebabkan kematian gurunya.


"100 tahun tidak melihat mu ternyata kekuatan mu meningkat pesat, Yun Nuwa!"


"Hm, kau sendiri meskipun sudah 100 tahun tapi sama sekali tidak ada perkembangan!" Yun Nuwa mengangkat dua jari tangan kanannya ke atas.


Seketika cuaca yang tadinya cerah kini menjadi mendung karena awan hitam memenuhi langit.


Tidak ada gemuruh ataupun kilatan petir dari awan hitam tersebut, namun entah kenapa hal itu membawa perasaan buruk bagi pasukan Jiu Wang Ren.


Mereka semua bisa merasakan hembusan angin dingin yang membuat bulu kuduk berdiri.


"Jumlah kalian cukup banyak, jadi akan ku kurang jumlah kalian terlebih dahulu." Yun Nuwa bergumam.


Sesaat kemudian, salju mulai berjatuhan. Sangat tidak wajar memang salju turun di musim panas seperti ini.


"Salju?"


Pasukan Kelompok Naga Hitam mulai membicarakan mengenai salju yang tiba-tiba turun.


"Kenapa malah turun salju di musim panas?" seorang diantara mereka membiarkan sebutir salju jatuh ke telapak tangan kanannya.


*Kriiissss!!


Tiba-tiba sebutir salju itu meledakkan energi murni yang menyebabkan seluruh lengan kanannya langsung membeku.


"Aaarrrkkk!" orang itu langsung berteriak kesakitan.


*Kriiissss!!


*Kriiissss!!


*Kriiissss!!


Salju-salju yang jatuh ke tubuh orang itu, mulai dari pundak, lengan kiri sampai kepalanya, tiba-tiba meledakkan energi murni yang langsung membuat tubuhnya membeku.


Sudah dipastikan dia mati.


"Aaarrrkkk!"


"Aaarrrkkk!"


"Aaarrrkkk!"


Teriakan-teriakan susulan terdengar dari kultivator lain yang juga memberikan salju itu jatuh ke tubuh mereka, hingga bagian tubuh mereka yang kejatuhan salju, membeku seketika.


Semua pasukan menjadi panik, berhamburan tak tentu arah. Teriakan terus terdengar tanpa henti, tubuh-tubuh kultivator yang membeku terus berjatuhan bagaikan hujan es batu.


Hanya dalam waktu kurang dari 3 menit, belasan ribu diantara pasukan Kelompok Naga Hitam langsung tewas dengan tubuh menjadi es.


"LAPISI SELURUH TUBUH KALIAN DENGAN ENERGI QI! JANGAN BIARKAN ENERGI DARI SALJU ITU MERESAP MASUK KEDALAM TUBUH HINGGA MEMBEKUKAN DAGING DAN TULANG KALIAN!!" Seorang kultivator tingkat Nirwana berteriak keras.


Mereka semua pun melapisi seluruh tubuh dengan energi Qi, hingga saat butiran salju yang mengenai mereka meledakkan energi murni, yang membeku hanya energi Qi yang mereka gunakan untuk melapisi seluruh tubuh.

__ADS_1


Zhang Zuan sendiri tidak tinggal diam, menggunakan senjata kipas hijau di tangan kanan dan kirinya, dia membuat gelombang angin yang menerbangkan butiran salju itu ke tempat lain, hingga pasukannya tidak lagi kerepotan menghindari salju yang turun.


Zhang Zuan kembali mengibaskan kedua kipasnya, membuat gelombang angin kencang kearah awan hitam, berniat menghilangkan awan hitam tersebut.


Namun sayangnya, sekuat apapun serangan angin yang dia keluarkan, tetap tidak bisa menghilangkan awan hitam.


"Jarak kekuatan ku dengan Dewi Bulan Purnama ternyata sangat jauh!" Zhang Zuan mengepalkan tangannya.


Sementara Jiu Wang Ren sudah melesat menyerang Yun Nuwa.


Sebelum Jiu Wang Ren mencapai tempat Yun Nuwa berada, wanita itu menggerakkan tangan kirinya kearah Jiu Wang Ren.


Seketika sesuatu seperti gumpalan energi menyelimuti tubuh Jiu Wang Ren, membuatnya tidak bisa bergerak.


"Apa ini?!" Jiu Wang Ren menggunakan kekuatan penuhnya untuk melepaskan diri dari belenggu gumpalan energi tersebut, namun sangat sulit.


"Sudah ku bilang aku akan mengurangi jumlah pasukan mu dulu! Kau akan ku urus setelahnya."


Kedua jari tangan kanan Yun Nuwa yang masih diatas, dijatuhkan kearah para pasukan Kelompok Naga Hitam.


"Hujan Kristal Es!"


Sesaat kemudian, kristal es yang tidak terhitung jumlahnya berjatuhan dengan cepat bagaikan peluru yang ditembakkan.


Pasukan Kelompok Naga Hitam tentu tidak diam saja melihat hujan kristal es. Mereka menggunakan senjata dan teknik masing-masing untuk menangkis kristal-kristal es tersebut.


Namun kristal es yang berjatuhan seolah hujan tanpa henti.


Para kultivator itu tentu memiliki batasan, hingga sebagian mulai terkena kristal es membuat gerakan mereka terganggu.


Dalam waktu beberapa menit, belasan ribu pasukan Kelompok Naga Hitam kembali tewas.


Zhang Zuan dan dua Wakil Komandan terus mengeluarkan serangan kuat untuk menangkis sebanyak mungkin kristal es.


Tetap saja mereka tidak bisa menangkis semuanya secara sempurna.


Zhang Zuan pun sadar apa yang dirinya lakukan adalah percuma. Cara satu-satunya untuk menghentikan hujan kristal es itu adalah dengan menyerang pengguna teknik tersebut.


Akan tetapi, Jiu Wang Ren saja sekarang tidak berkutik, apa lagi dirinya. Meskipun dibantu oleh dua Wakil Komandan yang berada ditingkat Mahayana, Zhang Zuan masih kurang yakin.


Namun tidak ada salahnya mencoba.


Zhang Zuan pun memerintahkan dua Wakil Komandan untuk membantunya menyerang Yun Nuwa.


Mereka bertiga terlebih dahulu mengeluarkan serangan jarak jauh sebelum melesat menyerang.


Yun Nuwa melirik sekilas 3 serangan yang dikeluarkan Zhang Zuan dan dua Wakil Komandan Naga Hitam.


Dengan santai Yun Nuwa mengibaskan tangannya, mengeluarkan gelombang energi dingin.


*BOOOMMM!!


*BOOOMMM!!


*BOOOMMM!!

__ADS_1


Ledakan keras terjadi saat serangan mereka saling bertabrakan.


"Kalian sepertinya tidak sabar ingin mati!" Yun Nuwa bergumam pelan.


"Domain Es!"


Saat Zhang Zuan dan dua Wakil Komandan berada dalam jarak yang sama dengan Jiu Wang Ren, gerakan mereka tiba-tiba terhenti.


Bukan karena gumpalan energi seperti yang menghentikan Jiu Wang Ren, namun tiba-tiba saja puluhan duri es tajam sepanjang 30 centimeter muncul mengelilingi mereka dalam jarak beberapa inci sebelum duri es itu mengenai kulit mereka.


"Teknik macam apa ini? Dia bisa mengeluarkan teknik serangan dalam jarak sejauh ini? Bukankah ini hal yang tidak mungkin?"


Seorang kultivator umumnya hanya bisa mengeluarkan serangan dari sekelilingnya saja.


Namun Yun Nuwa memunculkan serangannya dalam jarak jauh.


"Dia.. kultivasinya berada diatas tingkat Mahayana." Jiu Wang Ren berkata dengan suara bergetar.


Dia tidak menyangka bakat Yun Nuwa begitu tinggi hingga dapat menerobos ketingkat diantara Mahayana yang dikatakan hanya sebuah legenda.


Jiu Wang Ren pernah membaca buku kuno mengenai kultivator diatas tingkat Mahayana, yang mana mereka memiliki teknik khusus bernama 'Domain'.


"Tidak! Tidak mungkin! Bagaimana mungkin dia yang hanya berkultivasi beberapa ratus tahun dapat melampaui ku yang sudah berkultivasi lebih dari 1000 tahun!" Jiu Wang Ren tidak terima dengan kenyataan ini.


"TIDAK MUNGKIN!!"


*BOOMM!!


Jiu Wang Ren berhasil lepas dari kekangan Yun Nuwa. Dengan wajah marah, pria tua itu melesat menyerang Yun Nuwa dengan kecepatan tinggi.


Tiba-tiba sebuah kristal es tajam sepanjang tombak terbentuk sejajar dengan perut Jiu Wang Ren.


Jiu Wang Ren yang terbawa amarah, serta gerakannya yang melesat lurus kedepan begitu cepat, membuatnya tidak bisa menghentikan gerakan begitu saja.


*JLEB!!


Akhirnya kristal es itu menancap pada perut Jiu Wang Ren hingga menembus punggungnya.


Seakan tidak peduli, Jiu Wang Ren masih tidak terhentikan, terus bergerak kearah Yun Nuwa.


*JLEB! JLEB! JLEB!


Beberapa kristal es kembali menancap di tubuh Jiu Wang Ren. Kedua pundak dan pahanya sudah tertembus kristal es namun itu tetap tidak menghentikannya.


Jiu Wang Ren seakan sudah gila karena tidak bisa menerima kenyataan.


Kristal-kristal es terus bermunculan menancap di tubuh Jiu Wang Ren, membuat gerakannya melambat seiring banyaknya kristal es yang menembus tubuhnya.


Jiu Wang Ren baru berhenti saat setelah dia berada tepat di depan Yun Nuwa, namun tubuhnya sudah dipenuhi kristal kristal es seakan landak yang dipenuhi duri tajam.


Sekarang dia bahkan tidak memiliki tenaga untuk menggerakkan pedang di tangannya.


"Aku akui tekad mu untuk membunuh ku, tapi itu percuma saja!" Yun Nuwa sama sekali tidak kasihan melihat kondisi menyedihkan Jiu Wang Ren.


"Sekarang pergilah ke neraka!" Dengan sekali tebasan, Yun Nuwa memenggal kepala Jiu Wang Ren.

__ADS_1


\=\=\=\=


__ADS_2