Reinkarnasi Sang Pahlawan 2

Reinkarnasi Sang Pahlawan 2
Ch.377 - Kisah Masa Lalu


__ADS_3

Waktu terus berlalu, 2 tahun berlalu terasa begitu cepat.


Xin Guo kini sudah selesai menyerap semua energi di Kristal Spirit leluhurnya, membuatnya menerobos ketingkat Mahayana tahap awal dari tingkat Nirwana tahap awal.


Xin Guo tidak hanya menerima peningkatan kultivasi dari menyerap Kristal Spirit leluhurnya, namun juga mendapatkan warisan berupa ingatan leluhurnya.


Xin Guo mengetahui sejarah masa lalu Klan Rubah Bulan Perak sebagai salah satu penguasa di bidang Galaksi Dong Jian.


Sebelum tiba-tiba bencana besar terjadi pada Dimensi Dong Jian, seakan kiamat yang menghancurkan seluruh galaksi.


Akhirnya Galaksi Dong Jian hanya tersisa secuil saja dari wilayahnya yang kini dikenal sebagai Dimensi Dong Jian.


Xin Guo tidak tau apa yang membuat bencana besar itu terjadi.


"Leluhur, aku berjanji akan membangkitkan kembali kejayaan Klan Rubah Bulan Perak!" Xin Guo memantapkan janjinya.


"Sekarang hanya tinggal menyerap kabut ilusi ini saja!" Xin Guo menyentuh Kristal Spirit yang sudah kehilangan cahayanya.


Dia menggunakan teknik tertentu untuk membuat semua kabut ilusi tersedot menuju pusatnya, yaitu Kristal Spirit, kemudian Xin Guo menyerap semua kabut ilusi yang mendekat.


***


Sementara itu, Xiang Yang juga menunjukkan perkembangan yang signifikan, dimana dia sudah menguasai Alkimia tingkat 8 sepenuhnya dan baru-baru ini mulai menyuling pil tingkat 9.


Xiang Yang tidak hanya belajar Alkimia, namun juga belajar Teknik Menempa. Meskipun belajar Teknik Menempa hanya sekedar sampingan untuknya, namun dia sekarang sudah bisa membuat senjata kelas 4.


Tapi itu hanya senjata kelas 4 biasa tanpa ada kemampuan khusus. Xiang Yang tidak memiliki cukup waktu untuk mempelajari teknik Menempa lebih dalam.


Sesaat setelah Xiang Yang baru saja selesai menyuling Spirit Pil tingkat 8 kelas puncak, dia tiba-tiba merasa energi kabut ilusi mulai menipis.


"Ho, jadi dia sudah selesai menyerap Kristal Spirit leluhurnya dan sekarang beralih menyerap kabut ilusi, baguslah!" Xiang Yang bergumam dalam hatinya lalu menoleh kearah gurunya.


"Guru, aku selalu ingin bertanya, tapi aku sedikit ragu," Xiang Yang memiliki beberapa pertanyaan, namun karena tidak ingin menyinggung perasaan gurunya, dia menahan pertanyaannya.

__ADS_1


"Pertanyaan macam apa? Jangan sungkan bertanya pada guru, guru bukanlah orang asing."


Xiang Yang terlihat ragu sejenak sebelum memilih untuk bertanya, "aku tau guru memiliki kekuatan yang sangat kuat, lalu siapa yang bisa mengalahkan guru dimasa lalu? Bahkan sampai bisa membunuh guru?"


Dewa Yin-Yang menaikkan alisnya lalu menghela nafas pendek.


"Kekuatan guru dulu memang tidak terbayangkan, meskipun guru kuat tapi bukan yang terkuat! Dibandingkan dengan mereka yang terpilih, guru masih berada dibawah mereka!"


"Mereka yang terpilih?"


"Twillight Orb.." Dewa Yin-Yang diam sejenak sebelum melanjutkan, "Twillight Orb meskipun digambarkan sebagai lambang kekuatan dan kejayaan, namun juga menjadi lambang kehancuran disaat yang bersamaan!..


Twillight Orb bisa memberikan seseorang kekuatan yang tidak masuk akal karena itulah digambarkan sebagai lambang kekuatan dan kejayaan! Namun jika Twillight Orb sudah muncul maka artinya perang yang melibatkan seluruh alam semesta tidak terhindarkan yang mana pasti akan berakhir dengan kehancuran alam semesta itu sendiri!"


"Siklus Alam Semesta." Xiang Yang bergumam pelan namun masih bisa didengar oleh Dewa Yin-Yang.


"Yang'er, dari mana kau mengetahui tentang Siklus Alam Semesta?" Dewa Yin-Yang terkejut mendengar Xiang Yang menggumamkan hal itu.


Tidak hanya mengatakan tentang Siklus Alam Semesta, namun juga Zaman Kekosongan yang sama sekali tidak Xiang Yang mengerti.


"Ah.. jadi si Rubah itu juga masih bisa mempertahankan warisannya! Tapi itu wajar saja karena kekuatannya dulu sedikit berada diatas ku." Dewa Yin-Yang bergumam dalam hati.


Jika bukan karena Wu Xue menjadi pemegang Twillight Orb, Dewa Yin-Yang yakin bisa mengalahkan Wu Xue dengan hanya sentilan tangan.


Memang Dewa Yin-Yang juga memiliki Twillight Orb, namun dia sama sekali tidak bisa mengendalikan Twillight Orb. Artinya dia bukanlah orang terpilih itu.


Dewa Yin-Yang selalu menyesali dirinya atas hal itu. Jika saja dia bisa menjadi salah satu yang terpilih maka kekuatannya bisa menjadi salah satu yang terkuat.


Ya, salah satu yang terkuat. Dewa Yin-Yang tidak berani mengklaim dirinya sebagai yang terkuat meskipun menjadi salah satu yang terpilih.


Dia sudah melihat dengan mata kepalanya sendiri seberapa kuat para kultivator yang sudah mencapai puncak kultivasi.


Namun berbeda dengan Xiang Yang. Dewa Yin-Yang tau kalau Xiang Yang merupakan salah satu dari orang terpilih di zaman ini.

__ADS_1


Karena itulah dia yakin, muridnya ini akan bisa melampaui kekuatan puncaknya dimasa lalu.


"Kalian berdua sangat beruntung Yang'er. Tidak hanya diri mu mendapatkan warisan dari ku, tapi juga adik mu mendapatkan warisan dari si Rubah itu!"


"Apakah guru mengenai Wu Xue?"


Dewa Yin-Yang mengangguk, "guru mengenalnya, bahkan pernah bertukar beberapa serangan di masa lalu!"


"Benarkah? Lalu siapa yang menang?" Xiang Yang pemasaran seperti apa pertarungan tingkat Dewa yang sebenarnya.


"Em.. tidak perlu membahasnya, lebih baik kau lanjutkan latihan mu," Dewa Yin-Yang tidak ingin mengakui pada muridnya kalau kekuatannya berada di bawah Wu Xue.


"Tapi guru belum menjawab pertanyaan ku, siapa yang telah mengalahkan guru di masa lalu?"


Dewa Yin-Yang tersenyum kecut lalu mengatakan, "itu adalah seorang kultivator terkuat di zaman guru. Tidak hanya dia pengguna Twillight Orb, namun dia bisa menanamkan Twitter Orb kedalam senjatanya! Itu merupakan senjata terkuat sepanjang sejarah dan mungkin akan menjadi yang terkuat sampai saat ini dan kedepannya!"


Xiang Yang terkejut, meskipun dia tidak tau secara pasti kekuatan dari Twillight Orb itu, namun dia sudah memiliki gambaran seberapa besar kekuatannya.


Twillight Orb merupakan suatu benda yang tidak terkendali, memiliki energi tanpa batas namun ada eksistensi yang mampu menanamkan benda seperti itu kedalam senjatanya.


"Senjata macam apa itu?"


"Senjata itu adalah sebuah tombak, Tombak Naga Langit!"


(Note: Tombak Naga Langit sekarang dipegang oleh salah satu karakter di Novel Pahlawan Di Dunia Kultivator yaitu salah satu istri Shin, Bai Lian sang Pembunuh Para Dewa. Jika kalian membaca PDK, pasti familiar dengan karakter ini)


Xiang Yang semakin penasaran dengan kekuatan puncak yang dikatakan gurunya. Dia bertekad untuk terus bertambah kuat agar bisa melampaui gurunya dan melihat seperti apa kekuatan Dewa yang sebenarnya.


Untuk sekarang, Xiang Yang harus harus segera menerobos ketingkat Half Immortal terlebih dahulu karena tingkatan itu merupakan awal menuju puncak.


"Baiklah, sudah cukup bercerita, sekarang lanjutkan latihan mu! Jangan menyia-nyiakan waktu." ucap Dewa Yin-Yang.


"Baik guru," Xiang Yang menangkupkan tangannya lalu mulai kembali menyuling pil tingkat 9 kualitas rendah.

__ADS_1


__ADS_2