
Cai'er sama sekali tidak terluka sedikitpun setelah terkena serangan. Malah serangan tadi membuatnya tersadar dari amarah yang menguasai dirinya.
Cai'er melihat ke arah datangnya serangan dan tubuhnya terasa lemas, jantungnya terasa berhenti berdetak sejenak melihat seorang wanita yang memiliki wajah mirip dengan dirinya.
"Kakak Yuan!"
Setelah begitu lama, Cai'er akhirnya bisa melihat kembali kakaknya yang dia pikir sudah mati di dunianya sebelumnya.
Setelah kenaikan tahta Cai'er sebagai Ratu Suku Manusia Ular, Yuan tiba-tiba menghilang entah kemana.
Cai'er sudah mencari keberadaan kakaknya namun tidak pernah ketemu. Sampai hari dimana Long Zhun membantai Suku Manusia Ular, dia masih tidak pernah bertemu dengan kakaknya.
Cai'er pun berpikir kakaknya juga di bunuh oleh Long Zhun.
"Medusa." Yuan tersenyum lembut, melayang perlahan mendekati Cai'er.
"Kau.. benar-benar kakak Yuan?" tanpa sadar Cai'er juga melayang mendekati Yuan.
Cai'er berpikir mungkin dia tidak pernah bertemu dengan Yuan karena kakaknya itu terlempar ke dunia ini.
Entah bagaimana caranya, Cai'er tidak mengetahuinya. Tapi yang pasti dia bersyukur kakaknya masih hidup.
Di balik senyum lembut Yuan, tersembunyi seringai lebar menyeramkan. Dia sudah menyiapkan sebuah belati di belakang punggungnya untuk menikam Cai'er ketika sudah berada dalam jarak jangkauannya.
Yuan dan Cai'er terus saling mendekat perlahan satu sama lain.
Hingga setelah Cai'er berada dalam jarak jangkauannya, senyum lembut Yuan langsung berganti dengan seringai lebar.
Yuan dengan cepat menikam Cai'er tepat pada jantungnya.
Tapi sesaat sebelum itu terjadi, Xiang Yang muncul, menarik lengan istrinya agar menjauh dari Yuan, membuat serangan wanita itu meleset.
Secara bersamaan Xiang Yang berhasil menendang perut Yuan, membuatnya terpental sejauh 20 meter lebih.
"CIH! SIALAN!"
Yuan benar-benar marah karena tadi dia sangat mengharapkan kematian Cai'er di tangannya.
Namun karena Xiang Yang tiba-tiba datang membuat rencananya gagal. Harapannya yang sangat tinggi tiba-tiba hancur hingga membuat emosinya meledak.
__ADS_1
Yuan dengan cepat melesat menyerang Xiang Yang menggunakan dua belati ditangannya.
Tanpa kesulitan berarti, Xiang Yang menangkis semua serangan Yuan menggunakan pedangnya.
Dalam beberapa saat, mereka sudah bertukar ratusan serangan. Xiang Yang pun sebuah kesempatan dan langsung memukul perut Yuan, membuatnya kembali terpental.
Xiang Yang tidak memberikan serangan yang kuat karena jelas sekali dia melihat wajah Yuan sangat mirip dengan Cai'er.
Bukan karena Xiang Yang menyukai atau terpesona dengan kecantikan Yuan, namun karena dia tau Cai'er memiliki suatu hubungan dengan Yuan, kemungkinan besar adalah hubungan saudara.
Karena itulah Xiang Yang masih bersikap lembut. Sebelum dia mengetahui kebenarannya, dia tidak akan membunuh ataupun melukai Yuan terlalu parah.
"Siapa kau? Apa hubungan mu dengan Cai'er?" Xiang Yang menatap tajam Yuan.
"Cai'er?" Yuan mengerutkan keningnya sejenak sebelum menyadari nama yang disebutkan Xiang Yang "Ah.. ternyata begitu. Tidak di dunia kita, tidak di dunia ini, kau selalu saja mendapatkan keberuntungan yang menyebalkan, Medusa! Sekarang kau bahkan memiliki seorang pria kuat di samping mu!"
"Kakak Yuan.. apa yang sebenarnya..." Cai'er tidak tau harus mengatakan apa.
Jelas sekali tadi Yuan berniat membunuhnya, dia pun menyadari hal itu, namun sangat sulit dia percayai.
Dia yakin dulu hubungannya dengan kakaknya sangat dekat. Tapi apa alasan Yuan ingin membunuhnya?
***
Guan Fang mengeluarkan tombaknya, kemudian memutar tombaknya dengan cepat, menghimpun energi petir. Lalu dalam satu kali kibasan tombak, Guan Fang mengeluarkan gelombang energi petir ganas.
Long Zhun yang sekarang hanya bermain-main dengan para kultivator tingkat Nirwana, tentu saja bisa merasakan kedatangan tiga kultivator tingkat Mahayana pihak musuh.
Namun dia seakan tidak menaruh mereka bertiga dalam pandangan matanya dan terus bermain-main dengan Kaisar Duan Mu dan yang lainnya.
Sudah beberapa kultivator tingkat Nirwana Long Zhun bunuh, termasuk Lu Xin sang Ketua Sekte Danau Biru.
Saat Long Zhun merasakan serangan kuat datang kearahnya, dia dengan santai mengarahkan tangan kanannya, menahan gelombang energi petir itu.
Dengan sekali sentakan, gelombang energi petir itu langsung hancur.
Kaisar Duan Mu dan lainnya menoleh ke sumber serangan tadi. Eskpresi mereka yang awalnya sudah mulai putus asa, kini mulai lebih cerah karena melihat kedatangan Guan Fang.
"Makhluk apa kau ini?" Guan Fang melihat tanduk dan rambut panjang bagaikan aura hitam pekat, membuatnya berpikir Long Zhun bukanlah manusia.
__ADS_1
"Aku adalah Naga!"
Setelah mengatakan itu, Long Zhun menarik nafas dalam hingga dada mengembung.
"MENJAUH!!" Guan Fang memperingati Kaisar Duan Mu dan yang lainnya karena instingnya mengatakan akan ada suatu hal buruk yang terjadi.
"ROOOAAARRRHHH!!"
Namun sudah terlambat, Long Zhun mengeluarkan raungan keras yang tidak hanya mengeluarkan gelombang suara yang membawa energi seperti bilah pedang tajam.
Kaisar Duan Mu dan rekan-rekannya akhirnya terpotong-potong seperti daging cincang hanya dengan satu teknik dari Long Zhun.
Dari awal, Long Zhun memang hanya bermain-main dengan mereka.
Guan Fang tertegun melihat kekuatan Long Zhun. Meskipun itu dirinya, dia tidak yakin dapat membunuh belasan kultivator tingkat Nirwana hanya dalam sekali serangan.
"Makhluk apa sebenarnya dia?" Guan Fang bergumam, memegang tombaknya dengan erat "Ini akan menjadi pertaruhan yang tidak mudah!"
***
"Kakak? Apakah maksud mu dia saudari mu, Cai'er?" Xiang Yang seharusnya sudah tau, melihat perawakan fisik Yuan yang benar-benar menggambarkan Manusia Ular yang sesungguhnya.
Tidak seperti Cai'er yang hanya memiliki ciri-ciri manusia tanpa ada ciri-ciri ular dalam dirinya.
"Ya, aku yakin dia adalah kakak ku, tapi..." Melihat tatapan membunuh kakaknya, Cai'er tidak yakin dengan hal itu "Apa yang sebenarnya terjadi pada mu, kakak Yuan?"
"Cih, kenapa kau tidak mati saja, ja*lang!" Yuan melemparkan belati ditangannya kearah Cai'er.
Cai'er hanya menatap lurus kearah kakaknya, sama sekali tidak bereaksi terhadap belati yang melesat kearahnya.
Sesaat sebelum belati itu mengenainya, Xiang Yang dengan sigap menangkap belati tersebut.
Xiang Yang melihat Cai'er benar-benar syok melihat kakaknya, terlebih kakaknya ingin membunuh dirinya.
Xiang Yang menjadi marah, ini pertama kalinya dia melihat ekspresi Cai'er yang seperti ini, membuat hatinya juga terasa sakit.
"Apa sebenarnya masalah mu hingga kau berniat membunuh adik mu sendiri?" Xiang Yang berkata dengan dingin "Aku tidak peduli kau ini kakaknya Cai'er atau bukan, jika kau berniat menyakiti Cai'er..." aura kuat keluar dari tubuh Xiang Yang.
"Akan ku bunuh kau!"
__ADS_1