
Ketua Sekte Wuchen, Wu Zhang bersama Bing Jian sang Ketua Sekte Puncak Nan Yin, bergerak membawa ratusan ribu pasukan mereka untuk berperang melawan pasukan Kelompok Naga Hitam yang menginvasi Benua Chenwu.
Wu Zhang bertarung melawan dua kultivator tingkat Mahayana sekaligus, yaitu Zhun Zan salah satu Komandan Naga Hitam dan Wakilnya, Tao Tie.
Meskipun begitu, Wu Zhang masih dapat bertarung imbang. Bahkan beberapa kali dia berhasil mendaratkan serangan pada kedua musuhnya.
Selama ini di Benua Chenwu, Wu Zhang dikenal sebagai kultivator terkuat di Benua Chenwu. Tentu saja semua orang menganggap demikian karena mereka belum tau kekuatan Yun Nuwa.
Kultivasi Wu Zhang sekarang berada di puncak tingkat Mahayana tahap menengah, sedikit lagi untuk menembus tahap akhir.
Wu Zhang dikenal dengan permainan pedang ganda yang sangat ahli. Dimana dia memiliki Akar Spiritual dua elemen, yaitu elemen api dan elemen petir.
Dengan pedang ganda, masing-masing pedang Wu Zhang alirkan dengan elemen yang berbeda.
Zhun Zan dan Tao Tie sangat kerepotan menangani teknik pedang ganda milik Wu Zhang.
Sementara untuk Bing Jian harus kerepotan melawan dua kultivator tingkat Mahayana. Berbeda dengan Wu Zhang, Bing Jian baru menerobos ketingkat Mahayana tahap menengah sekitar 10 tahun lalu.
Wu Zhang terus beradu senjata dengan Zhun Zan yang menggunakan senjata rantai, dimana di kedua ujung rantai itu terdapat belati tajam.
Mereka saling menyerang, menangkis dan menahan serangan masing-masing.
Dalam satu kesempatan, Wu Zhang bergerak mundur sambil melakukan tebasan menyilang dengan kedua pedangnya, mengeluarkan gelombang petir api secara bersamaan.
Zhun Zan segera membuat pertahanan, memutar satu bagian rantainya dengan kecepatan tinggi, hingga rantai itu berputar bagaikan kipas angin.
*BOOOMMM!!
Meskipun Zhun Zan berhasil menahan serangan, namun dia tetap terpental belasan meter karena gelombang ledakan.
Tao Tie tidak diam saja, dia sudah bergerak menyerang Wu Zhang sesaat setelah Wu Zhang mengeluarkan serangannya tadi.
Wu Zhang sama sekali tidak kerepotan jika hanya meladeni Tao Tie. Secara, kultivasi Tao Tie baru berada ditingkat Mahayana tahap awal.
***
Benteng Bintang Timur, salah satu tempat dimana peperangan sedang berlangsung.
*Boooommmm!!
*Boooommmm!!
*Boooommmm!!
__ADS_1
Ledakan-ledakan keras terdengar bersahut-sahutan, seolah tidak ada jeda dalam ledakan itu, menunjukkan seberapa dahsyat peperangan ini.
Puluhan kultivator tingkat Nirwana tidak menjauh dari medan perang utama, hingga terkadang membuat serangan mereka nyasar ke pasukan musuh atau bahkan pasukan mereka sendiri.
Hal ini tentu mereka sadari dan akhirnya mereka bergerak menjauh dari medan perang.
Dampak serangan mereka terlalu besar jika berada di medan perang utama, maka itu bisa saja membuat kerugian pada diri sendiri.
Untuk para kultivator tingkat Mahayana, mereka sudah bergerak menjauh. Jika kultivator tingkat Nirwana saja menjauh, apa lagi mereka yang merupakan kultivator tingkat Mahayana.
Xiao Chang sedang bertarung dengan salah satu Wakil Komandan Naga Hitam, Zu Ma. Teknik Pedang Dewa Badai Api milik Xiao Chang dapat membuat Zu Ma kerepotan.
Sebagaimana Wu Zhang, Xiao Chang juga memiliki Akar Spiritual beratribut ganda, yaitu angin dan api.
Kombinasi angin dan api sangat selaras, Xiao Chang dapat memperkuat apinya menggunakan elemen angin.
Bahkan bisa menambahkan efek baru pada serangan api, yaitu bisa memotong tubuh lawa.
Sementara di tempat lain, Qiao Shui harus bertarung melawan Komandan dan Wakil Komandan Naga Hitam yang berada ditingkat Mahayana sekaligus.
Ini sungguh merepotkan untuknya, namun tidak ada pilihan lain. Dia harus menunggu Ketua Jian Feng selesai berurusan dengan salah satu Komandan Naga Hitam, Hai Ang.
Keduanya sama-sama merupakan petarung tangan kosong, sama sekali tidak menggunakan senjata, hanya menggunakan sarung tangan besi untuk memperkuat tinju mereka.
"Kau memang kuat, aku akui itu sebagai sesama kultivator tangan kosong! Tapi aku rasa, Shang Chi masih berada diatas mu. Jadi maaf saja, aku tidak bisa merasakan semangat pertarungan saat beradu tinju dengan mu!"
Bahasa sarkas yang sangat halus tapi menusuk dari Ketua Jian Feng.
Secara tidak langsung, Ketua Jian Feng mengatakan kalau Hai Ang itu lemah, sama sekali tidak bisa memuaskan hasrat pertarungannya.
"Lebih lemah dari Shang Chi kata mu?!"
Hai Ang sendiri adalah orang yang membenci Shang Chi karena dia sama sekali tidak pernah menang melawannya. Jadi dia akan sangat marah jika dibanding-bandingkan dengan Shang Chi.
"KALAU BEGITU AKAN KU PERLIHATKAN SEBERAPA BESAR KEKUATAN KU!!"
Hai Ang meledakkan semua auranya, garis-garis merah menyala muncul di permukaan kulitnya.
Mata Hai Ang berubah putih sepenuhnya, membuatnya terlihat seperti kehilangan kendali atas tubuhnya.
Ketua Jian Feng menyipitkan matanya, lalu memasang kuda-kuda.
"Dia sepertinya ingin mempertaruhkan segalanya. Apakah kata-kata ku tadi benar-benar bisa membuatnya terprovokasi sampai sejauh ini?" Ketua Jian Feng bergumam pelan.
__ADS_1
Hai Ang dan Ketua Jian Feng saling menatap satu sama lain selama beberapa saat sebelum secara bersamaan menerjang kearah masing-masing.
*BOOOOMMMM!!
Gerakan mereka begitu cepat seolah membuat mereka terlihat menghilang lalu muncul kembali dengan pukulan yang sudah beradu, membuat gelombang ledakan keras.
Meskipun mereka bertarung di udara, namun efek ledakan itu dapat membuat tanah bergetar.
***
"Hahaha! Xiao Chang sang Dewi Pil Mahayana, kau hanya seorang alkemis! Kekuatan tempur mu jelas tidak mungkin bisa mengalahkan kultivator tingkat Mahayana yang mendalami bela diri!" Zu Ma tersenyum meremehkan, "aku bahkan belum mengeluarkan kekuatan penuh ku!"
Xiao Chang tersenyum tipis "Kau memang belum mengeluarkan kekuatan penuh mu, tapi begitu juga dengan ku!"
Xiao Chang mengangkat tangan kanannya keatas "Kau seharusnya tau, saat menyuling pil, seorang Alkemis dapat menarik baptisan energi dunia!"
Awan hitam mulai terkumpul diatas mereka berdua, mengeluarkan gemuruh seolah akan hujan.
"Apa ini? Apa yang terjadi? Kenapa aku merasakan firasat buruk?" Zu Ma bergumam dalam hatinya.
Dia dengan jelas bisa merasakan energi dunia mulai terkumpul diatas awan. Ini adalah suatu hal yang biasa terjadi saat seorang kultivator menerobos ketingkat Nirwana. Namun disini jelas tidak ada kultivator yang akan menerobos.
"Yah, itupun para Alkemis memiliki kesempatan kecil untuk mendapatkan baptisan energi dunia. Tapi aku bisa menariknya sesuka hati!" Xiao Chang mengibaskan tangan kanannya kearah Zu Ma.
"Hukuman Penyucian Surga!"
*JEDDEEERRRR!!
Sambaran petir ganas melonjak keluar dari awan hitam, mengincar Zu Ma.
Zu Ma dengan cepat menghindari sambaran petir tersebut, namun sambaran petir lain sudah menyusul hingga dia tidak sempat untuk menghindar.
*BOOOOMMMM!!
Zu Ma terkena sambaran petir, membuat aliran energinya menjadi kacau, bahkan dia kesulitan untuk terbang, hingga ia pun jatuh terkejut bebas.
*JEDDEEERRRR!!
*BOOOOMMMM!!
Satu lagi sambaran petir tepat mengenai Zu Ma secara telak.
Tidak diketahui apakah Zu Ma masih hidup atau tidak setelah terkena dua sambaran petir baptisan energi dunia.
__ADS_1
\=\=\=