
Xiang Yang dengan mudah memasuki Istana Kekaisaran Han tanpa diketahui oleh para prajurit.
Xiang Yang berjalan dengan sangat santai, tidak ada yang menyadari kehadirannya bahkan jika dia lewat tepat didepan mata para prajurit.
Xiang Yang menyebarkan indera spiritualnya untuk mencari keberadaan anggota keluarga Kekaisaran Han.
Setelah menemukan orang yang paling dekat, Xiang Yang segera menuju tempat orang itu berada.
Xiang Yang pun tiba di sebuah halaman kediaman dari Han Lie yang merupakan putra mahkota Kekaisaran Han, juga merupakan kakak Han Shizu.
Han Lie terlihat sedang berlatih pedang, mengayunkan pedangnya dengan ekspresi teguh dan serius, seolah mengandung emosi yang kompleks, seperti ada sesuatu yang pernah terjadi dibalik ekspresinya tersebut.
Han Lie sudah terlihat kelelahan, nafasnya tidak beraturan serta keringat yang membasahi tubuhnya.
Xiang Yang berjalan mendekati Han Lie.
"Yo!"
Han Lie berhenti lalu seketika menoleh ke sumber suara, melihat seorang pemuda dengan senyum ramah berjalan mendekati dirinya.
Han Lie mengerutkan keningnya dengan ekspresi waspada, dia jelas melihat keberadaan Xiang Yang didepannya, namun sama sekali tidak bisa merasakan kehadirannya, seolah apa yang dia lihat adalah ilusi semata.
"Siapa kau?" Han Lie sadar pemuda didepannya bukanlah orang biasa, jadi dia tidak langsung menyerang secara sembarangan.
Selain itu, Han Lie tidak merasakan adanya niat buruk dari pemuda didepannya.
"Ada hal penting yang harus ku bicarakan, jadi bisakah kita mengambil tempat yang nyaman?" Xiang Yang berkata tanpa sungkan.
***
Xiang Yang dan Han Lie kini duduk di kursi di bawah pohon dengan meja sebagai pembatas, mereka masih berada di halaman latihan Han Lie.
"Jadi apa yang ingin senior bicarakan?" Han Lie berpikir Xiang Yang adalah orang tua yang dapat mempertahankan kemudaannya.
Memang bisa dibilang usia Xiang Yang lebih tua dari Han Lie jika usianya di hitung saat di Dimensi Dong Jian. Namun jika dihitung normal maka usia Xiang Yang masih beberapa tahun dibawah Han Lie.
"Sebelumnya perkenalkan, aku Xiang Yang dari Keluarga Xiang di Kota Batu Hitam. Jadi kakak ipar tidak perlu sopan!"
__ADS_1
Han Lie tertegun dengan kerutan kening mendengar panggilan Xiang Yang.
"Apa maksud mu?"
"Aku harus mulai dari mana ya.." Xiang Yang berpikir sejenak sebelum mengatakan, "Han Shizu, dia masih hidup!"
Han Lie terdiam dengan mata melebar menatap Xiang Yang.
"Apa.. yang baru saja kau katakan?" Han Lie merasa dia salah dengar.
Setelah berakhirnya pertempuran melawan Aliansi Aliran Hitam 5 tahun lalu, Han Shizu tidak diketahui menghilang kemana.
Diantara banyaknya korban dalam pertempuran, sama sekali tidak ditemukan mayat Han Shizu.
Keluarga Kekaisaran pun menganggap Han Shizu menghilang entah kemana dan hampir semua prajurit dikerahkan untuk mencari keberadaan Han Shizu.
Namun setelah 5 tahun pencarian, Han Shizu sama sekali tidak ditemukan. Bahkan tidak ada satupun petunjuk mengenai keberadaannya.
"Kau tidak salah dengar, Han Shizu memang masih hidup," Xiang Yang mengulangi perkataannya.
"Xiang Yang, dimana Shizu sekarang? Katakan pada ku!" Han Lie berdiri.
Meskipun Han Lie merasa aneh dan bingung kenapa Xiang Yang memanggilnya kakak ipar, namun dia memilih mengabaikannya karena yang ada di pikirannya saat ini hanyalah adiknya saja.
"Baik, kalau begitu ikuti aku!" Han Lie buru-buru dengan langkah cepat berjalan keluar dari kediamannya, diikuti oleh Xiang Yang.
Saat Han Lie menemukan seorang pelayan, dia memerintahkan pelayan itu untuk mengantar Xiang Yang menuju ruang keluarga Kekaisaran, sementara dirinya akan menjemput Kaisar Han Luo.
***
Kaisar Han Luo berjalan dengan langkah lebar bersama putranya, Han Lie. Setelah mendengar apa yang dikatakan putranya, bagaimana mungkin dia tidak ingin segera mengetahui keberadaan putri tercintanya.
"Lie'er, apakah yang pemuda itu katakan memang benar?"
"Aku juga tidak tau ayah, dia hanya mengatakan kalau Shizu masih hidup dan meminta agar sekalian menceritakan mengenai Shizu pada ayah."
"Hm, jika dia berani berbohong, aku tidak akan memaafkannya!" Kaisar Han Luo bergumam dengan suara berat.
__ADS_1
Setibanya di ruang keluarga, Kaisar Han Luo dan Han Lie melihat Xiang Yang sedang duduk santai dengan beberapa pelayan yang berdiri di sudut tertentu ruangan.
Han Lie memberikan isyarat agar para pelayan itu keluar. Para pelayan mengangguk hormat lalu segera berjalan keluar.
Kaisar Han Luo dan Han Lie duduk di depan Xiang Yang.
"Aku tidak akan basa-basi jadi langsung saja, dimana putri ku berada?" tersirat sebuah ancaman dari nada suara Kaisar Han Luo.
Xiang Yang hanya tersenyum ramah, sama sekali tidak menganggap ancaman Kaisar Han Luo adalah sesuatu yang serius.
Xiang Yang menceritakan secara singkat mengenai bagaimana dirinya terlempar ke dimensi utama dan ternyata Han Shizu mengikutinya.
Mereka akhirnya bertemu dan memulai sebuah hubungan khusus. Hingga akhirnya Xiang Yang tidak sengaja terlempar kembali ke Kekaisaran Han yang berada di dalam sebuah dimensi kecil.
"Sebelumnya aku sudah berjanji pada Shizu jika aku bisa kembali ke Kekaisaran Han lagi, aku akan membawa keluarganya ke dimensi utama. Jadi sekarang adalah saat yang tepat untuk memenuhi janji ku. Tapi jika kalian mengikuti ku, kalian belum tentu bisa kembali lagi kesini, jadi aku tidak akan memaksa kalian jika kalian tidak ingin pergi ke dimensi utama."
Kaisar Han Luo dan Han Lie sama-sama menghela nafas lega.
"Mengetahui kalau Shizu masih hidup dan baik-baik saja, itu sudah cukup bagi kami. Meskipun kami memang ingin sekali bertemu dengannya, tapi jika kami meninggalkan Kekaisaran Han maka pasti akan terjadi kekacauan. Aku tidak bisa mengabaikan rakyat ku begitu saja demi kepentingan pribadi ku." Kaisar Han Luo tersenyum pahit.
Mereka juga senang mengetahui Han Shizu telah memilih seorang pria yang baik seperti Xiang Yang.
"Soal itu ayah mertua tenang saja, aku bisa membawa semua rakyat Kekaisaran Han menuju dimensi utama," Xiang Yang menjelaskan secara singkat bagaimana dirinya akan membawa semua rakyat Kekaisaran Han menuju dimensi utama.
Tentu saja dia tidak memberitahukan mengenai Dimensi Xiang dan beberapa hal rahasia lainnya.
Wajah Kaisar Han Luo dan Han Lie menjadi cerah.
"Kalau memang bisa seperti itu maka aku tidak akan menolak!" Kaisar Han Luo langsung menyetujui rencana Xiang Yang.
"Ngomong-ngomong ayah mertua, dimana ibu mertua?"
Mereka berdua sama-sama tersenyum pahit mendengar pertanyaan Xiang Yang.
"Istri ku, setelah mengetahui tentang menghilangnya Shizu, dia menjadi murung dan tidak mau makan. Tapi untung saja setelah aku membujuknya, dia mau makan meskipun hanya sedikit, kondisinya sekarang sedang sakit.." Kaisar Han Luo menghela nafas, "tapi aku bisa merasa lega sekarang, jika istri ku mengetahui jika Shizu baik-baik saja, dia pasti akan kembali sehat."
"Kalau begitu bolehkah aku bertemu dengannya?"
__ADS_1
"Tentu saja."