Reinkarnasi Sang Pahlawan 2

Reinkarnasi Sang Pahlawan 2
Ch.323 - Persiapan


__ADS_3

"Para Tetua, kenapa tiba-tiba berdiri? Tenang saja, mereka adalah tamu yang aku undang sendiri, sama sekali bukan musuh!" Guan Fang berdiri dengan ekspresi yang semakin dingin.


"K-ketua Sekte, siapa mereka berdua?" Tetua ke-lima masih berusaha bersikap tenang.


"Tidak perlu sampai Ketua Guan Fang yang memperkenalkan kami! Aku Xiang Yang, anggota Sekte Bintang Suci!"


Ke-tujuh tetua seketika terkejut. Mereka mengetahui kalau di Sekte Bintang Suci hanya Xiao Chang saja yang merupakan kultivator tingkat Mahayana.


Lalu siapa pemuda ini? Apakah dia sebenarnya adalah seorang Tetua yang mendapatkan wajah mudanya setelah menerobos ketingkat Mahayana?


Mereka tidak pernah mendengar ada Tetua Sekte Bintang Suci yang menerobos ketingkat Mahayana sebelumnya.


Kini pandangan 7 Tetua mengarah pada Cai'er.


"Aku Ratu Medusa, Ketua Sekte Ular Neraka yang baru!"


Ekspresi 7 Tetua lebih terkejut dari sebelumnya. Mereka tentu pernah mendengar tentang Ratu Medusa, Ketua Sekte Ular Neraka yang sangat misterius.


"Sudah cukup perkenalannya! Sekarang waktunya untuk memenggal kepala kalian!" Guan Fang langsung mengeluarkan pedangnya, benar-benar tidak sabar ingin memenggal kepala mereka.


Tiba-tiba ke-tujuh tetua itu jatuh berlutut karena Xiang Yang, Cai'er dan Guan Fang mengeluarkan aura mereka secara bersamaan.


Tekanan aura dari tiga kultivator tingkat Mahayana secara langsung, hal apa yang bisa mereka lakukan, para kultivator tingkat Nirwana untuk melawan tekanan aura itu.


"Ketua Sekte.. apa maksudnya ini..?" Tetua ke-lima menahan diri agar tidak jatuh bersujud


Tangan kanannya bertumpu pada pahanya, begitu juga dengan Tetua ke-tujuh.


"Apakah kalian masih perlu bertanya?" Guan Fang berkata dengan dingin.


Wajah ke-tujuh tetua menjadi pucat, mereka akhirnya sadar jika identitas mereka sebagai pengkhianat telah diketahui.


"Ke-ketua Sekte.. kami mengaku salah.. tolong ampuni kami.. jika anda mengampuni kami.. kami pasti akan menjadi lebih taat pada Ketua Sekte.." Tetua ke-tujuh berusaha memohon pengampunan.


"Kalian sama sekali tidak pantas untuk diampuni!"


Sebelum Guan Fang menebaskan pedangnya, Xiang Yang tiba-tiba saja menghentikannya.


"Tunggu dulu Ketua Guan Fang!"


"Ada apa?!" Guan Fang terlihat tidak senang dihentikan begitu saja.


"Aku tiba-tiba saja mendapatkan ide yang bagus!" Xiang Yang tersenyum.

__ADS_1


"Ide macam apa? Jangan bilang ide ku adalah untuk melepaskan para bajingan ini?!" Guan Fang mengarahkan bilah pedangnya pada leher Tetua Ke-lima.


"Aku memiliki teknik khusus yang memungkinkan ku untuk mengendalikan kultivator lain, jadi aku berpikir untuk mengendalikan mereka dan memanfaatkan mereka agar rencana kita bisa berjalan lebih mulus!"


Xiang Yang melupakan hal ini karena sebelumnya saat dia masih berada ditingkat Nirwana tahap akhir, dia sudah mencapai batas dalam mengendalikan kultivator.


Sekarang dia sudah berada ditingkat Mahayana, bahkan jika dia harus mengendalikan puluhan kultivator tingkat Nirwana sama sekali tidak masalah untuknya.


Wajah ke-tujuh tetua menjadi lebih berwarna karena merasa lega Guan Fang tidak jadi memenggal kepala mereka.


Guan Fang ingin menolak ide Xiang Yang karena tangannya sudah tidak bisa menhan untuk memenggal kepala para pengkhianat ini.


Namun sebelum dia mengatakannya, Xiang Yang lebih dulu memotong.


"Ketua Guan Fang tenang saja, aku jamin kau bisa memenggal kepala mereka setelah mereka tidak lagi bisa digunakan!"


Ekspresi ke-tujuh tetua kembali pucat. Mereka memang tidak mati, tapi itu hanya untuk saat ini. Kematian mereka hanya di perlambat, tidak akan lama lagi hingga ajal menjemput mereka.


***


Setelah mendapatkan pesan dari Yun Nuwa, Tetua Agung Sekte Pulau Awan yang masih berada di Sekte, lekas menyiapkan semua pasukannya untuk langsung menggempur Sekte Pedang Abadi.


Tetua Agung Sekte Pulau Awan adalah seorang pria paruh baya yang terlihat berusia 40 tahun, namun dia sebenarnya sudah berusia seribu tahun.


Kultivasi Tetua Agung sudah berada ditingkat Mahayana, merupakan salah satu kultivator puncak Benua Chenwu.


Mereka kini berbaris rapi, dimana dalam beberapa jumlah barisan tertentu, diberikan jarak.


Memang semuanya sudah diatur memiliki kelompok masing-masing, tidak asal di campur aduk.


"Baiklah! Semuanya, segera bergerak menuju susunan formasi teleportasi!" Tetua Agung pun terbang menuju susunan formasi teleportasi yang berada di sebuah area tertentu di Sekte Pulau Awan.


Para pasukan segera mengikuti Tetua Agung dengan teratur.


Belasan menit kemudian, mereka bisa melihat sebuah area luas yang mana terdapat susunan formasi raksasa disana.


Mereka semua mendarat diatas susunan formasi tersebut.


Memang sebelumnya, Sekte Pulau Awan telah menyiapkan susunan formasi untuk mendukung rencana cadangan ini.


Dimana jika mereka bergerak dengan jumlah pasukan sebanyak 500 ribu, maka sudah pasti pergerakan mereka akan di ketahui.


Jadi Yun Nuwa memerintahkan para Tetua dan anggota Sekte yang ahli dalam susunan formasi untuk membuat susunan formasi teleportasi.

__ADS_1


Susunan teleportasi ini menuju ke lokasi yang tidak terlalu jauh dari Sekte Pedang Abadi.


Pasukan Sekte Pulau Awan sudah dibagi menjadi 6 kelompok, masing-masing kelompok memiliki sekitar 10 kultivator tingkat Nirwana, mereka akan di teleportasikan ke sisi yang berbeda untuk mengepung Sekte Pulau Awan.


"Semuanya! Ini akan menjadi perang pertama bagi kalian untuk melawan salah satu Sekte Raksasa lainnya! Tapi ingat, melawan Sekte Pedang Abadi hanya merupakan awal, masih ada musuh yang jauh lebih kuat berada di belakang Sekte Pedang Abadi!"


Tetua Agung berkata dengan energi Qi, hingga suaranya bisa didengar jelas oleh semua pasukannya.


"Ingat ini adalah perang! Nyawa kalian akan selalu berada dekat dengan malaikat maut! Jadi jika ingin menyerah maka sekarang waktunya!"


Tetua Agung melihat para pasukannya yang memasang wajah teguh tanpa keraguan sedikitpun, membuat Tetua Agung bangga memiliki anggota Sekte dengan keberanian tinggi.


"BAGUS! INILAH SEHARUSNYA SEKTE PULAU AWAN!"


Tetua Agung melakukan segel tangan beberapa kali untuk mengaktifkan susunan formasi teleportasi.


"BAIKLAH PARA BAJINGAN! KITA BERANGKAT!!"


"HUOOO!!" Para pasukan Sekte Pulau Awan berteriak dengan penuh semangat.


Susunan formasi dibawah kaki mereka tiba-tiba mengeluarkan cahaya, kemudian...


*Wooossshhh!!


Semua pasukan Sekte Pulau Awan seketika menghilang bagaikan ditelan bumi.


***


Di area hutan yang berjarak sekitar beberapa ratus kilometer arah selatan dari Sekte Pedang Abadi, terlihat area lapang yang luas tanpa di tumbuhi oleh pepohonan dan semak-semak sedikitpun.


Tiba-tiba tanah area lapang itu mengeluarkan cahaya berbentuk susunan formasi.


*Wooossshhh!!


Tiba-tiba muncul puluhan ribu pasukan Sekte Pulau Awan disana.


Terlihat juga Tetua Agung diantara mereka.


5 kelompok lainnya juga telah di teleportasikan ke tempat mereka masing-masing, dimana posisi mereka kini sudah mengepung Sekte Pedang Abadi dari segala arah.


Penyerangan akan segera di mulai, hanya tinggal menunggu perintah dari Yun Nuwa.


\=\=\=

__ADS_1


**Novel ini sedang review kontrak, jadi selama masa review kontrak, Author cuman akan up 1 bab. Author gk mau capek nulis menghabiskan banyak bab dalam proses review karena gk bakalan masuk dalam hitungan target jumlah kata pendapatan minimum.


Jadi mohon pengertiannya kawan๐Ÿ™ Setelah Lulu review kontrak, Author janji bakalan up 3 kalau gk ada kendala**


__ADS_2