Reinkarnasi Sang Pahlawan 2

Reinkarnasi Sang Pahlawan 2
Ch.423 - Pertemuan – (Arc 5. End)


__ADS_3

1 bulan berlalu, akhirnya semua penduduk Kekaisaran Han pun sudah berkumpul di Ibu Kota Kekaisaran.


Tentunya hanya satu keluarga saja yang masih tetap tinggal yaitu Keluarga Ji. Xiang Yang tidak mengatakan apa-apa mengenai kondisi Keluarga Ji jadi Kaisar Han Luo tetap mengirimkan surat pada mereka.


Namun tidak ada yang bisa memasuki kediaman Keluarga Ji karena ada segel kuat yang dibuat Xiang Yang disana.


Permaisuri Shi Chi juga sudah pulih sepenuhnya. Banyak hal yang Permaisuri Shi Chi tanyakan pada Xiang Yang, seperti bagaimana pertemuannya dengan Han Shizu, bagaimana mereka bisa saling menyukai dan masih banyak lagi.


Kini semua penduduk Kekaisaran Han sudah siap untuk pergi meninggalkan kampung halaman mereka, atau mungkin bisa dibilang kembali menuju tanah leluhur mereka.


Karena dahulu leluhur mereka merupakan penduduk Benua Chenwu dan Benua Lingwu yang masuk kedalam dimensi kecil untuk mengungsi.


Xiang Yang sering menjenguk keluarganya di dalam Dimensi Xiang. Tidak disangka ternyata mereka sudah membangun pemukiman disana, meskipun pemukiman yang dibangun masih sederhana saja.


Xiang Yang sudah mengabarkan pada mereka kalau dirinya juga akan membawa seluruh penduduk Kekaisaran Han menuju dimensi utama.


Mereka sama sekali tidak mempermasalahkan hal itu.


Kaisar Han Luo memberikan pidato pada penduduk Kekaisaran Han, dia mengatakan bahwa meskipun mereka meninggalkan Kekaisaran Han, mereka masih bisa membangun Kekaisaran Han lagi di dimensi utama.


Selain itu tempat mereka awalnya bukanlah di dimensi kecil ini, melainkan berada di dimensi utama, jadi ini merupakan kesempatan untuk mereka semua kembali ke tanah leluhur mereka.


"Xiang Yang, semua penduduk Kekaisaran Han sudah berkumpul di Ibu Kota Kekaisaran, sekarang giliran mu!" Kaisar Han Luo menyerahkan semuanya pada Xiang Yang setelah dia menyelesaikan pidatonya.


"Baik," Xiang Yang mengangguk lalu melakukan segel tangan.


Seketika cahaya terang memenuhi Ibu Kota Kekaisaran, membuat semua orang menutup mata karena silau.


Saat mereka membuka mata, mereka terkejut karena menemukan diri mereka berada di tempat yang berbeda.


"Xiang Yang, apakah kita sudah berada di dimensi utama?" Kaisar Han Luo melihat ke kanan dan ke kiri.


"Balum, kita sekarang masih berada di tempat lain," tanpa memberikan penjelasan lebih lanjut, Xiang Yang terbang himgga dia dilihat oleh semua orang dengan jelas.


"Semuanya! Kita sekarang masih belum berada di dimensi utama, tunggu beberapa jam lagi kita akan tiba di dimensi utama! Kalian boleh melakukan apa saja untuk sementara waktu ini, namun tidak ada yang boleh berbuat kekerasan apa lagi sampai membunuh, kalian harus mengingat itu!"


Suara Xiang Yang menggema hingga bisa didengar semua penduduk Kekaisaran Han. Mereka semua mengangguk paham karena bisa merasakan sesuatu yang berbahaya jika melanggar larangan Xiang Yang.

__ADS_1


Setelah mengatakan itu, Xiang Yang langsung menghilang di tempat.


Xiang Yang muncul kembali di Ibu Kota Kekaisaran Han.


"Guru, sekarang guru bisa membuka portal menuju dimensi utama!"


Dimensi kecil ini masih merupakan pecahan dari Dimensi Dong Jian, jadi Dewa Yin-Yang masih bisa mengendalikan dimensi kecil ini sebagaimana dia mengendalikan Dimensi Dong Jian.


"Sebenarnya dimensi kecil ini berada di pusat dunia, karena itulah saat kau dulu keluar dari dimensi kecil ini menggunakan lorong dimensi, kalian terpisah ke berbagai tempat. Guru juga hanya bisa membuka portal, tidak bisa menentukan kemana arah tujuannya, jadi berharap saja kau tidak terlempar terlalu jauh dari Benua Chenwu, Yang'er!"


Beberapa saat kemudian, sebuah portal muncul didepan Xiang Yang.


Xiang Yang mengangguk dengan ekspresi teguh lalu berjalan memasuki portal. Xiang Yang terhisap kedalam lorong dimensi.


***


Sekitar belasan detik Xiang Yang melalui lorong dimensi, dia pun keluar dari lorong dimensi dan menemukan dirinya berada di tempat yang berbeda.


Xiang Yang melihat sekitarnya yang hanya ada pepohonan dan semak-semak, dia sadar kini dirinya berada di hutan.


Xiang Yang bisa merasakan energi alam di tempat ini lebih tipis dari energi alam yang ada di Benua Chenwu, jadi dia sekarang tidak berada di Benua Chenwu.


Meskipun Xiang Yang ingin melihat keadaan Benua Lingwu saat ini, terlebih kondisi Sekte Naga Emas dan Kekaisaran Ming, namun ada urusan yang lebih mendesak di Benua Chenwu, jadi dia tidak bisa bersantai dan menjenguk kondisi orang-orang terdekatnya di Benua Lingwu ini.


"Namun tidak ada salahnya untuk sekedar melihat-lihat saja, aku akan langsung pergi setelahnya!" Xiang Yang pun melesat terbang kearah dimana Kekaisaran Ming berada, dimana itu juga merupakan tempat sektenya berdiri.


Xiang Yang mengerutkan keningnya saat melihat sesuatu yang familiar.


"Itu kan..." Xiang Yang melihat sebuah pulau yang melayang, "Pulau Awan! Kenapa Sekte Pulau Awan ada disini?!"


Xiang Yang tentu saja terkejut melihat keberadaan Sekte Pulau Awan. Seharusnya Sekte Pulau Awan berada di Benua Chenwu, kenapa sekarang malah berada di Benua Lingwu?


Xiang Yang yang awalnya hanya ingin sekedar lewat saja, memutuskan untuk mengunjungi Sekte Pulau Awan terlebih dahulu.


"Apa yang sebenarnya terjadi?"


Xiang Yang mempercepat laju terbangnya.

__ADS_1


Beberapa saat kemudian, Xiang Yang melihat cukup jauh didepannya, puluhan orang terbang kearahnya.


Xiang Yang menyipitkan matanya, menajamkan pengelihatannya, hingga dia bisa melihat jelas puluhan kultivator tersebut.


Yang memimpin puluhan orang itu adalah seorang pria paruh baya yang berdiri diatas punggung Spirit Beast elang.


Xiang Yang sangat mengenal siapa pria paruh baya tersebut.


"Tetua Lin Shang!"


Tetua Lin Shang merupakan Tetua Pertama Sekte Naga Emas.


"Berhenti!" Teriak Tetua Lin Shang.


Xiang Yang pun berhenti, namun dia tidak mengatakan apa-apa.


Tetua Lin Shang mengerutkan keningnya saat melihat sosok pemuda didepannya, matanya melebar seketika saat melihat wajah Xiang Yang lebih jelas.


"Kau.. tidak mungkin!"


Meskipun terlihat lebih dewasa, Tetua Lin Shang tidak mungkin melupakan wajah Ketua Sektenya.


"Lama tidak bertemu, Tetua Lin," Xiang Yang melayang mendekati Tetua Lin Shang.


Sementara para kultivator yang dibawah Tetua Lin Shang, saling memandang karena tidak mengenal pemuda tersebut, ini pertama kalinya mereka melihat wajahnya.


"Kau.. apakah anda benar-benar Ketua Sekte?"


"Apakah wajah ku berubah terlalu banyak hingga kau tidak mengenal ku, Tetua Lin?"


Tubuh Tetua Lin bergetar, dia pun melompat turun dari punggung elangnya lalu melayang mendekati Xiang Yang.


"Anda benar-benar Ketua Sekte, tidak ku sangka ternyata anda masih hidup, saya benar-benar bersyukur," Tetua Lin Shang menangkupkan tangannya.


Setelah mendengar kabar mengenai kematian Xiang Yang, Tetua Lin Shang benar-benar tertekan dan membuatnya syok.


Sulit untuknya mempercayai orang seperti Xiang Yang akan tewas dalam sebuah pertempuran.

__ADS_1


Xiang Yang menghela nafas, dia tau setelah kejadian dimana pertarungannya melawan Long Zhun waktu itu, semua orang pasti akan menganggap dirinya telah tewas.


"Tetua Lin Shang," Xiang Yang menepuk bahu Tetua Lin Shang, "ada banyak hal yang ingin aku tanyakan pada mu, terutama apa yang terjadi disini? Kenapa Pulau Awan ada di Benua Lingwu?"


__ADS_2