Reinkarnasi Sang Pahlawan 2

Reinkarnasi Sang Pahlawan 2
Ch.425 - Kekalahan Benua Chenwu


__ADS_3

Setelah Han Shizu menangis sekeras-kerasnya di pelukan Xiao Chang, Han Shizu akhirnya pingsan, namun tubuhnya jelas masih gemetar.


"Bagaimana jika kita membicarakannya di tempat yang lebih nyaman? Kita bisa berbicara di tempat kami atau di sekte kalian, kalian bebas memilih yang mana. Ini adalah masalah darurat jadi tidak bisa kita tunda!"


Tetua Lin Shang maju lalu bertanya, "senior, jika anda memang benar adanya ibu dari Ketua Sekte kami, maka anda sudah menjadi tamu kehormatan Sekte Naga Emas, jadi akan lebih baik jika membicarakannya di sekte kami! Kami semua juga ingin mendengar bagaimana Ketua Sekte bisa tewas."


Xiao Chang mengangguk tanpa keberatan.


"Ketua Jian Feng, Ketua Wu Zhang, lebih baik kalian lanjut memulihkan kondisi kalian, biar aku dan Tetua Meng Hen saja yang pergi."


"Baik, disaat seperti kita semua memang tidak bisa meninggalkan Pulau Awan secara bersamaan," ucap Ketua Jian Feng.


Ketua Jian Feng dan Wu Zhang pun melayang kembali menuju Pulau Awan, sementara Xiao Chang membuat tubuh Han Shizu melayang lalu bergerak menuju Sekte Naga Emas bersama Tetua Meng Hen.


***


Setibanya di Sekte Naga Emas, para anggota Sekte lainnya berniat menghampiri Tetua Lin Shang dan yang lainnya untuk bertanya mengenai pulau melayang.


Namun sebelum mereka mendekat, Tetua Lin Shang berkata, "aku akan menjelaskan semuanya nanti, sekarang akan ada rapat penting yang harus kami para Tetua laksanakan, jadi kalian bisa bubar dan melakukan kegiatan masing-masing!"


Mendengar itu, para anggota sekte pun tidak berani membantah karena wajah Tetua Lin Shang sangat serius.


Mereka segera bubar, namun hanya ada satu orang saja yang bertahan diam.


Dia adalah Xiang Han. Saat melihat wajah Xiao Chang diantara orang-orang yang bersama Tetua Lin Shang, Xiang Han terdiam menatap wajah cantik Xiao Chang.


Setelah semua orang bubar, Xiao Chang juga bisa melihat jelas wajah Xiang Han yang juga membuatnya terdiam.


Secara bersamaan mereka berdua melayang mendekat lalu berpelukan tanpa mengatakan apa-apa.


Melihat itu, Tetua Lin Shang dan yang lainnya pun kini percaya sepenuhnya kalau Xiao Chang adalah ibu dari Xiang Yang, karena mereka tau Xiang Han adalah ayah Xiang Yang.


"Sudah sangat lama, akhirnya aku bisa melihat mu kembali, Xiao Chang," Xiang Han memeluk istrinya semakin erat.


"Ya, aku senang kita bisa bertemu lagi."

__ADS_1


Xiang Han sadar ada banyak mata yang menatapnya, jadi dia segera melepaskan pelukannya.


"2 tahun yang lalu Yang'er pergi ke Benua Chenwu untuk mencari mu, apakah kau sudah bertemu dengannya? Dimana dia berada sekarang?"


Pertanyaan Xiang Han membuat Xiao Chang, Tetua Lin Shang dan yang lainnya menunduk dengan ekspresi sedih.


"Yang'er, dia..."


Sebelum Xiao Chang menjawab, Tetua Lin Shang segera memotong.


"Maaf sebelumnya, tapi sebaiknya kita segera melakukan pertemuan! Tuan Xiang Han, anda juga harus ikut, semua pertanyaan mu akan terjawab nanti di sana."


"Baiklah," Xiang Yang mengangguk tanpa merasa keberatan.


***


Di ruang rapat, Xiao Chang menjelaskan semuanya mengenai Kelompok Naga Hitam dan bagaimana dia bertemu dengan Xiang Yang sampai peperangan terjadi dan menewaskan Xiang Yang.


Tentu saja hal itu membuat Xiang Han terkejut dan sulit percaya bahwa putranya telah tewas. Padahal dia sangat berharap bisa bertemu kembali dengan istrinya hingga keluarganya bisa kembali lengkap, namun setelah bertemu, putranya malah sudah tiada.


Setelah Xiang Han mulai tenang, Xiao Chang melanjutkan ceritanya dimana perang terus berlanjut di Benua Chenwu.


Kelompok Naga Hitam terus mendominasi perang, terlebih pemimpin mereka, Ling Xiao tidak ada yang mampu menandinginya.


Yun Nuwa yang merupakan kultivator terkuat di pihak Aliansi Sekte Raksasa, tidak pernah menang melawan Long Xiao.


Para penduduk Benua Chenwu terus diamankan ke Pulau Awan dimana itu merupakan tempat paling aman.


Sudah tidak terhitung jumlahnya sekte yang hancur, mulai dari sekte kecil, menengah, besar sampai sekte raksasa sekalipun, kini hanya Sekte Pulau Awan saja yang masih tersisa diantara 7 Sekte Raksasa Benua Chenwu.


Kelompok Naga Hitam sangat kejam, mereka akan membunuh siapa saja yang melawan, tidak peduli siapapun dia.


Namun Kelompok Naga Hitam juga merekrut orang-orang yang mereka pilih, tidak sepenuhnya membunuh semua kultivator Benua Chenwu.


Pulau Awan yang menjadi benteng pertahanan terakhir Benua Chenwu pun akhirnya memilih untuk meninggalkan Benua Chenwu dan mengamankan semua penduduk Benua Chenwu yang berhasil diselamatkan.

__ADS_1


Yun Nuwa dan semua kultivator terkuat dari tingkat Nirwana sampai tingkat Half Immortal dikerahkan untuk menahan gempuran Kelompok Naga Hitam, memberikan waktu untuk Pulau Awan bergerak pergi dari Benua Chenwu.


Yun Nuwa bersusah payah melawan Long Xiao, bahkan setelah menerobos ketingkat Half Immortal tahap menengah, Yun Nuwa masih tidak bisa mengalahkan Long Xiao.


Itu karena Long Xiao sudah sepenuhnya mendapatkan kembali kekuatannya, dia sudah berada ditingkat Half Immortal tahap akhir.


Saat Pulau Awan sudah bergerak jauh, Yun Nuwa dan semua pasukannya menggunakan Token Teleportasi untuk kembali ke Pulau Awan, hingga mereka bisa selamat.


Namun Yun Nuwa sekarang terluka parah dan tidak sadarkan diri, hampir semua pasukannya juga terluka parah.


Hanya Xiao Chang saja yang masih baik-baik saja karena dia memang tidak diijinkan untuk ikut turun ke medan perang karena dia merupakan Alkemis terbaik.


Jika Xiao Chang tewas atau bakan terluka, itu akan memberikan pukulan berat untuk pihak mereka.


Kini setelah tiba di Benua Lingwu, Xiao Chang berniat menyelamatkan orang-orang di benua ini, selain itu juga mereka bisa mendapatkan pasukan tambahan.


Namun sayangnya keberadaan Benua Chenwu sudah diketahui dan pasukan Kelompok Naga Hitam sudah mulai menyerang.


Sudah ada belasan kali serangan yang datang, namun Kelompok Naga Hitam tidak mengeluarkan pasukan yang banyak hingga masih bisa diatasi oleh mereka.


Setelah rapat selesai, Xiang Han dan Xiao Chang pergi ke kediaman Xiang Yang sebagai Ketua Sekte.


Disana mereka meluapkan emosi mereka. Xiang Han merasa gagal sebagai ayah karena tidak memiliki kekuatan untuk melindungi keluarganya.


"Sayang, jangan menyalahkan diri mu sendiri, ini bukanlah salah mu," Xiao Chang tersenyum lembut, meskipun dia juga tidak bisa menahan air mata, "bagaimana jika kita pergi menemui putri kita?"


Xiang Han tertegun lalu menoleh kearah Xiao Chang dengan ekspresi penuh tanda tanya.


"Putri kita?"


Xiao Chang pun menceritakan mengenai Xiang Yi An yang merupakan putri mereka.


Senyum tipis menghiasi wajah Xiang Han, meskipun matanya masih terlihat kosong.


"Aku ternyata memiliki putri, kalau begitu ayo kita temui dia!"

__ADS_1


Xiao Chang mengangguk lalu membawa Xiang Yang menuju Pulau Awan dimana Xiang Yi An berada.


__ADS_2