
Xiang Yang telah membawa 10 Klan Spirit Beast terkuat di Dimensi Xiang. Meskipun Xiang Yang ingin membawa lebih banyak Spirit Beast, namun itu sudah lebih dari cukup.
10 Klan yang dia bawa sudah berjumlah ratusan ribu Spirit Beast, ditambah dengan puluhan ribu Spirit Beast dari Wilayah Tengah. Jika Xiang Yang membawa terlalu banyak maka akan terjadi kekacauan di Dimensi Xiang dimana para Spirit Beast malah akan saling bertarung untuk memperebutkan wilayah.
Tentu Xiang Yang tidak secara asal mengambil cukup banyak Spirit Beast di Wilayah Tengah yang mana merupakan Spirit Beast biasa. Itu Xiang Yang lakukan untuk menstabilkan rantai makanan di Dimensi Xiang.
Jika tidak mengambil cukup banyak Spirit Beast biasa maka bisa saja 10 Klan saling bertarung dan saling memakan satu sama lain.
Xiang Yang sudah mempertimbangkan semuanya.
Dimensi Xiang tidaklah seluas Dimensi Dong Jian meskipun Dimensi Xiang hampir seluas Benua Chenwu.
Mungkin Dimensi Xiang hanya seluas Wilayah Tengah Dimensi Dong Jian.
Jadi meskipun Xiang Yang masih ingin menyelamatkan lebih banyak Spirit Beast, dia tidak bisa melakukannya karena ada banyak pertimbangan lainnya.
Untuk sumber daya seperti tanaman herbal serta Kristal Qi ataupun Kristal Elemen, Xiang Yang sudah mendapatkan banyak.
Xiang Yang tidak bisa terus menerus mengumpulkan sumber daya karena dia sudah menghabiskan 24 tahun di Dimensi Dong Jian, yang artinya sudah 2 tahun berlalu di dunia luar.
Dia tidak bisa membuang lebih banyak waktu lagi karena ada keluarga yang menunggunya.
Setelah memasukkan Twillight Orb itu kedalam Dimensi Xiang, Dimensi Dong Jian langsung mengeluarkan getaran kuat, tanah darat mulai retak dimana-mana, susunan ruang menjadi kacau tidak beraturan, bahkan gravitasi menjadi kacau membuat Xiang Yang sedikit kesulitan terbang.
"Guru!" Xiang Yang menoleh kearah Dewa Yin-Yang didepannya.
"Tenang saja, guru akan langsung menteleportasikan mu!" Dewa Yin-Yang membuat segel tangan beberapa kali.
Seketika susunan lingkaran formasi teleportasi muncul dibawah kaki Xiang Yang.
Xiang Yang pun memasukkan gurunya kedalam Dimensi Xiang. Sesaat kemudian, Xiang Yang menghilang, meninggalkan Dimensi Dong Jian yang runtuh.
***
Xiang Yang muncul disebuah hutan dengan pepohonan yang lebat. Tidak seperti Dimensi Dong Jian yang memiliki pepohonan tinggi sampai puluhan meter, hutan ini memiliki tinggi seperti pohon pada umumnya, sangat-sangat biasa.
Xiang Yang membuka matanya, melihat sekitar membuatnya mengerutkan kening.
__ADS_1
"Ini kan..." Xiang Yang merasa sangat tidak asing dengan pohon disekitarnya.
Untuk memastikan apa yang dia pikirkan, Xiang Yang mendekati sebuah pohon lalu sedikit mengiris kulit pohon tersebut.
Sesaat kemudian getah pohon warna merah darah keluar.
"Pohon Darah! Apakah aku sekarang berada di Hutan Pohon Darah?!" Xiang Yang melesat terbang keatas untuk memastikan sesuatu.
Setelah mencapai jarak tertentu, Xiang Yang melihat kesegala arah hutan kemudian dia terbang ke satu arah tertentu.
Xiang Yang mendarat di tepi sebuah kawah yang tidak bisa dibanding besar, tidak bisa dibilang kecil juga.
"Ini.. aku benar-benar berada di Hutan Pohon Darah."
Tubuh Xiang Yang sedikit bergetar. Dia ingat sebelumnya saat mencoba sebuah teknik di Hutan Pohon Darah, tekniknya itu menyebabkan ledakan keras yang membuat kawah cukup besar.
Xiang Yang mengingat tempat dia mencoba teknik tersebut serta bentuk kawah yang tercipta itu sama persis dengan apa yang dia lihat saat ini.
Sudah dipastikan dia berada di Hutan Pohon Darah, tempat dimana dia bertemu dengan Cai'er pertama kali.
"Itu artinya dimensi kecil tempat aku pertama kali bereinkarnasi itu adalah pecahan dari Dimensi Dong Jian. Tidak ku sangka akan kebetulan seperti ini," Xiang Yang bergumam pelan.
Tidak ingin berlama-lama di Hutan Pohon Darah, Xiang Yang melesat terbang menuju Kota Batu Hitam dimana merupakan kota kekuasaan Keluarga Xiang.
Hanya membutuhkan waktu belasan detik untuk Xiang Yang tiba di Kota Batu Hitam.
Xiang Yang mendarat cukup jauh dari gerbang kota karena tidak ingin menarik banyak perhatian dengan kedatangan yang mencolok.
Saat Xiang Yang melihat gerbang masuk kota, dia sedikit mengerutkan keningnya saat melihat gerbang kota yang rusak, terlihat seperti pernah terjadi pertarungan disana.
Xiang Yang juga melihat dua orang yang berjaga di gerbang kita tidak terlihat seperti orang dari Keluarga Xiang dari seragam yang digunakan.
Setelah kehancuran keluarga Li dan keluarga Chen, Kota Batu Hitam hanya memiliki satu penguasa tunggal yaitu Keluarga Xiang.
Jadi seharusnya yang berjaga di gerbang kota adalah orang dari Keluarga Xiang.
"Apakah terjadi sesuatu?" Xiang Yang mempercepat langkahnya.
__ADS_1
"Siapa kau?!" dua penjaga itu langsung bertanya dengan nada tidak bersahabat.
"Aku ingin memasuki kota, ada orang yang ingin aku cari," Xiang Yang masih bersikap tenang.
Kedua penjaga saling memandang sebelum kembali menoleh kearah Xiang Yang.
"Sebaiknya kau pergi saja anak muda, apa kau tidak tau jika Kota Batu Hitam sudah tertutup untuk kunjungan luar? Jadi cepat pergi sebelum kami menggunakan cara kasar untuk mengusir mu!"
Salah satu penjaga mengacungkan pedang yang masih tersarung sapi.
"Tertutup dari kunjungan luar? Sejak kapan ada kota yang menutup diri seperti sebuah sekte?" Xiang Yang berjalan mendekat secara perlahan tanpa ekspresi keraguan sedikitpun.
"Kau! Apa kau tidak mendengarkan peringatan kami?! Kami tidak akan ragu membunuh mu jika kau terus mendekat!"
Kedua penjaga itu mencabut pedang mereka dari sarungnya.
"Oh, membunuh ku? Kalian bisa mencobanya jika kalian mampu!" Xiang Yang terus berjalan mendekat.
"Kau! Mati!" salah satu penjaga melompat lalu mengayunkan pedang kearah leher Xiang Yang.
*TRANG!
Namun sayangnya, meskipun bilah pedangnya sudah mengenai leher Xiang Yang, itu seperti mengenai besi padat yang sama sekali tidak bisa tergores.
"Apa?!" secara refleks, mereka berdua melompat mundur.
"Kalian sudah ku berikan kesempatan menyerang, jadi sekarang giliran ku!" Xiang Yang mengeluarkan sedikit auranya.
Namun itu sudah cukup untuk membuat kedua penjaga itu jatuh berlutut sambil memuntahkan seteguk darah. Mereka menggunakan kedua tangan bertumpu pada tanah untuk menahan tubuh mereka agar tidak jatuh bersujud.
"Hanya semut tingkat True Fondation tahap 1 berani berlagak di didepan ku!"
Beberapa langkah kemudian, Xiang Yang kini berada tepat di hadapan mereka berdua.
Kedua penjaga itu terlihat berwajah pucat karena ketakutan, mereka sadar telah menyinggung orang yang salah.
Hanya dengan aura saja, mereka bahkan tidak bisa mengangkat kepala mereka. Bahkan meskipun mereka bisa, mereka tidak akan berani menatap wajah Xiang Yang.
__ADS_1
"Aku beri kalian kesempatan, katakan pada ku apa yang sebenarnya terjadi di Kota Batu Hitam!"