Reinkarnasi Sang Pahlawan 2

Reinkarnasi Sang Pahlawan 2
Ch.324 - Satu Serangan


__ADS_3

Guan Fang dengan berat hati menyetujui keinginan Xiang Yang untuk melepaskan 7 Tetua untuk sementara waktu.


Guan Fang menahan keinginannya untuk membunuh mereka. Lagi pula dengan melepaskan mereka untuk saat ini, Guan Fang bisa mendapatkan tangkapan yang lebih besar.


Saat tengah malam, dimana malam ini bulan purnama sedang bersinar terang.


Cai'er menyelinap masuk kedalam kediaman Guan Xing. Dia sama sekali tidak mengincar Guan Xing, melainkan Bao Chao.


Dengan Teknik Hantu Abadi miliknya, Cai'er bisa menyelinap masuk dengan sangat mudah tanpa hambatan sama sekali.


"Seharusnya kediaman orang itu disini!" gumam Cai'er melihat sebuah bangunan megah.


Sesaat kemudian tubuh Cai'er berubah menjadi asap abu-abu, seolah tubuhnya ada debu yang tertiup angin mulai dari kepala hingga ke ujung kaki.


Tubuh Cai'er yang sudah berbentuk asap abu-abu terbang masuk kedalam kediaman Bao Chao.


Bao Chao yang saat ini sedang bermeditasi di kamarnya, tiba-tiba membuka mata karena merasakan suatu firasat yang tidak enak.


Bao Chao mengerutkan keningnya lalu mengedarkan indera spiritualnya namun dia sama sekali tidak merasakan apa-apa.


"Apakah hanya perasaan ku saja?"


Meskipun tidak bisa merasakan apa-apa, Bao Chao yakin instingnya yang mengatakan bahaya mendekat tidak mungkin salah.


Bao Chao pun berdiri, berniat keluar untuk mencari apa penyebab hatinya merasa kurang tenang.


Baru saja Bao Chao melangkah beberapa kali, sesosok tubuh tiba-tiba terbentuk di belakangnya dengan asap abu-abu.


Bao Chao melebarkan matanya, dengan sigap dia mengeluarkan pedang, memutar tubuhnya dengan tebasan pedang cepat.


Namun tebasan pedang Bao Chao hanya melewati leher sosok itu, seolah sosok itu adalah hantu yang tidak bisa disentuh oleh fisik.


Sosok yang tidak lain adalah Cai'er itu mengeluarkan sebuah kertas formasi lalu dengan cepat menempelkannya pada dada Bao Chao.


Seketika kertas formasi itu aktif.


*Wooosss!!


Bao Chao tiba-tiba menghilang dari tempatnya.


"Sangat mudah, sepertinya tidak sulit membunuhnya bahkan jika aku melawannya seorang diri!" Cai'er melihat ke suatu arah tertentu "Tapi sudahlah, ini juga demi Xiao Yang."


***


Di sebuah hutan yang sangat jauh dari Sekte Naga Halilintar, dimana hutan itu juga sangat jauh dari pemukiman penduduk, sama sekali tidak ada manusia yang hidup disana.


Terlihat seseorang melayang dengan stabil beberapa ratus meter diatas tanah hutan tersebut.


Dia adalah Xiang Yang.

__ADS_1


Xiang Yang tiba-tiba mengangkat tangan kanannya keatas dengan telapak tangan menghadap langit, seketika sebuah gelombang energi Yin-Yang terbentuk seperti sebuah pusaran badai yang mengerikan.


Teknik itu mengandung energi Yin-Yang, namun energinya sangat tidak stabil. Biasanya jika kedua energi itu berdekatan, jika salah satunya lebih unggul atau lebih lemah maka energi Yin-Yang pasti akan meledak.


Namun setelah Xiang Yang menerobos ketingkat Mahayana, pemahamannya terhadap Manual Kultivasi Kaisar Yin-Yang meningkatkan hingga hampir menyentuh lapisan ke-2.


Secara otomatis, pemahaman Xiang Yang pada pengendalian energi Yin-Yang juga meningkat, hingga dia bisa menciptakan teknik baru.


Energi Yin-Yang : Gelombang Kehancuran!


Manual Kultivasi Kaisar Yin-Yang berasal dari Alam Surgawi, jadi pastinya sulit untuk memahaminya secara sempurna.


Dapat memahami manual kultivasi ini sampai puncak lapisan pertama saat kultivasi masih berada ditingkatan Mortal saja sudah sangat luar biasa.


Tiba-tiba seseorang muncul di darat, tepat di bawah Xiang Yang.


Orang itu adalah Bao Chao yang di teleportasikan ke hutan ini. Ini adalah rencana untuk membuat Bao Chao keluar dari Sekte Naga Halilintar hingga bisa membunuhnya tanpa takut akan memberikan dampak pada orang lain saat melakukan pertarungan melawannya.


Karena itulah Xiang Yang menyiapkan teknik terkuat juga terbarunya untuk menyerang Bao Chao selagi pria tua itu ling-lung dengan kejadian yang dia alami.


Xiang Yang mengibaskan tangannya kebawah, membuat gelombang energi Yin-Yang melesat kearah Bao Chao.


Otak Bao Chao masih memproses apa yang terjadi sampai tiba-tiba dia merasakan energi mengerikan melesat kearah dari atas.


Dia mendongak, seketika ekspresinya pucat saat melihat gelombang energi yang begitu mengerikan.


Bao Chao pun sadar jika dia telah di jebak hingga keluar dari Sekte Naga Halilintar.


Bao Chao mengeluarkan sebuah tombak pusaka, memusatkan semua energi pada tombaknya lalu mengeksekusi serangan terkuat yang bisa dia keluarkan dalam waktu singkat.


"Naga Halilintar Menembus Langit!"


Naga petir keluar lalu melesat untuk menangkis serangan Xiang Yang.


*BAAAMMM!!


Dua serangan berbenturan, menyebabkan gelombang kejut kuat yang mempengaruhi area sekitar.


Kedua serangan itu terus saling mendorong satu sama lain.


Terlihat Bao Chao kesulitan mempertahankan tekniknya.


Jika dia memiliki waktu sedikit lebih banyak untuk menghimpun energi, dia yakin bisa menahan serangan itu.


Terlebih dalam teknik itu, Xiang Yang sudah menghimpun energinya, hingga serangannya sudah pasti jauh lebih kuat.


Selain itu, teknik Energi Yin-Yang : Gelombang Kehancuran milik Xiang Yang, dapat membuat suatu energi menjadi tidak stabil jika bersentuhan dengan teknik itu.


Jelas sekali Bao Chao tidak mampu menahan serangan pihak lawa.

__ADS_1


Naga petir seketika hancur dan Energi Yin-Yang kembali melesat kearah Bao Chao.


Bao Chao yang sudah pucat menggunakan usaha terakhirnya, membuat perisai energi pertahanan berlapis berbentuk kubah.


Namun sayangnya, setiap kali Energi Yin-Yang menyentuh lapisan kubah energi pertahanannya, energi itu menjadi tidak stabil dan hancur seketika, seolah tidak peduli sekokoh apapun pertahanan Bao Chao, pasti akan hancur jika bersentuhan dengan Energi Yin-Yang.


*PYAR! PYAR! PYAR!


Kubah energi pertahanan Bao Chao terus hancur dengan cepat.


Bao Chao hanya bisa dengan pucat menatap Energi Yin-Yang yang terlihat seperti badai mengerikan terus mendekat kearahnya.


*PYAR!


Kubah energi pertahanan terakhir Bao Chao pun hancur.


*BOOOOMMMM....!!


Ledakan yang sangat dahsyat terjadi, menghancurkan seluruh area hutan yang sangat luas, bahkan Xiang Yang terpaksa harus menjauh agar tidak terkena dampak serangannya sendiri.


Xiang Yang sudah memperkirakan jika serangannya bisa menyebabkan ledakan besar, namun apa yang dia lihat saat ini melebihi perkiraannya.


Jika serangan itu dia arahkan ke Sekte Naga Halilintar, maka sekte itu bisa langsung hancur dalam sekali serangan.


"Apakah aku terlalu berlebihan?" gumam Xiang Yang.


Dengan sekali kibasan tangan Xiang Yang, mengeluarkan gelombang angin yang menyapu semua kepulan asap debu akibat ledakan.


Xiang Yang pun turun, mengedarkan indera spiritualnya, menemukan jika Bao Chao masih hidup dari aura yang dia rasakan.


Menggunakan energi Qi, Xiang Yang menyingkirkan tanah dan bebatuan di suatu tempat.


Sesaat kemudian, terlihat Bao Chao yang berada dalam kondisi menyedihkan.


Lengan kanan sampai pundaknya telah hancur, seluruh tulangnya patah tidak karuan, darah keluar dari hidung dan mulutnya yang terbuka, matanya yang setengah terbuka menunjukkan jika dia sedang sekarat, hampir menemui ajalnya.


"Baguslah kau masih hidup!" Xiang Yang melakukan segel tangan beberapa kali "Aku jadi bisa mengambil jiwa mu!"


Belasan rantai cahaya keluar dari tangan Xiang Yang, menarik paksa jiwa Bao Chao.


Sebenarnya bisa saja Xiang Yang mengendalikan Bao Chao, namun kondisi salah satu Komandan Naga Hitam itu sudah sekarat, mengendalikannya pun percuma, jadi lebih baik mengambil jiwanya.


Xiang Yang mengeluarkan usaha yang cukup dan waktu beberapa menit hingga dia berhasil mengambil jiwa Bao Chao.


Tidak ingin berlama-lama di tempat ini, Xiang Yang langsung melesat ke Utara, kembali ke Sekte Naga Halilintar.


\=\=\=\=\=


**Alhamdulillah udah lulus review kontrak, besok Author usahakan bakalan up 3 sesuai janji**

__ADS_1


__ADS_2