
"Xiang Yang, karena kita sudah menang, akan sangat bagus jika kita merayakan kemenangan kita, sekaligus menyambut kepulangan mu!" Xiang Zun menjadi sangat antuasias.
"Benar Xiang Yang, kau sudah menyelamatkan keluarga kita, juga kepulangan mu patut dirayakan," ucap Xiang Du.
"Meskipun aku memang tidak keberatan jika kalian meratakan kemenangan dan kepulangan ku, tapi aku rasa kita harus menunda hal itu terlebih dahulu."
Perkataan Xiang Yang membuat Xiang Zun dan yang lainnya tertegun.
"Memangnya kenapa Xiang Yang? Apakah ada sesuatu hal yang harus kulakukan?" tanya Xiang Du.
"Begitulah," Xiang Yang mengangguk, "ada banyak hal yang harus ku lakukan, banyak yang terjadi selama 5 tahun aku menghilang, ceritanya sangat panjang jadi aku akan menceritakan intinya saja!..
Sebenarnya Xiang Zu, Xiang Jun, Xiang Ba dan ayah ku juga masih hidup. Saat pertarungan terjadi di turnamen Kekaisaran Han 5 tahun lalu, kami terlempar ke sebuah benua bernama Benua Lingwu dan Benua Chenwu!..
Disana aku mengetahui kalau Kekaisaran Han tempat kita berasa ternyata adalah sebuah dimensi kecil yang merupakan persimpangan dari dimensi utama!..
Sekarang sedang terjadi perang di Benua Chenwu, aku secara tidak sengaja terlempar kembali di dimensi kecil ini, tepatnya di Hutan Pohon Darah. Aku memutuskan untuk menjenguk kalian sejenak namun tidak ku sangka ternyata terjadi hal seperti ini!..
Karena kalian sudah selamat, aku harus segera kembali ke Benua Chenwu, namun ada hal yang harus ku urus terlebih dahulu di Ibu Kota Kekaisaran Han!"
Xiang Yang menceritakan secara singkat, tentu saja masih ada beberapa hal yang dia sembunyikan.
Mereka semua tentu terkejut mendengar cerita Xiang Yang.
"Kalau begitu Xiang Yang, bolehkah kami ikut bersama mu ke Benua Chenwu?" tanya Xiang Zun.
Xiang Yang tersenyum lebar, "itulah yang aku rencanakan, sekarang tutup mata kalian semua!"
Mereka bingung kenapa Xiang Yang meminta mereka menutup mata, namun mereka tetap menuruti permintaan Xiang Yang.
"Sekarang kalian boleh membuka mata!"
Baru saja mereka menutup mata, mereka sudah disuruh membuka mata lagi.
__ADS_1
Mereka terkejut saat menemukan diri mereka berada di tempat yang sama sekali berbeda. Mereka tidak berada di Kediaman Keluarga Xiang melainkan di suatu tempat yang sangat asing, hanya ada pepohonan, seperti mereka berada di hutan.
Satu hal yang membuat mereka kagum adalah energi alam di tempat ini sangatlah melimpah. Jika mereka membandingkan energi alam di tempat ini dengan yang ada di Kekaisaran Han, energi alam di Kekaisaran Han seolah hanyalah sampah.
"Xiang Yang, dimana kita berada saat ini?"
"Ah.. itu.." Xiang Yang terdiam, bingung harus menjelaskan bagaimana.
Tentu saja Xiang Yang tidak ingin ada banyak orang yang mengetahui tentang dunia di dalam tubuhnya.
"Patriak, ini adalah rahasia ku, jadi aku minta maaf karena tidak bisa memberitahukan pada kalian," Xiang Yang akhirnya memilih untuk berkata dengan jujur.
"Ah, tidak masalah sama sekali, semua orang memiliki rahasia mereka masing-masing, jadi tidak perlu merasa bersalah!" Xiang Zan menepuk bahu Xiang Yang.
"Kalau begitu kalian bisa melakukan apapun yang kalian inginkan di tempat ini. Kalian bisa berkultivasi ataupun jalan-jalan, tapi jangan pergi hingga 20 kilometer dari sini, atau jika tidak, kalian tidak akan tau bagaimana kalian akan mati!" Xiang Yang berkata dengan ekspresi serius.
Ada banyak Spirit Beast kuat di Dimensi Xiang, mereka hanya akan menjadi santapan para Spirit Beast dengan tingkat kultivasi yang tidak seberapa. Xiang Yang sudah membuat penghalang seluas 20 kilometer, jadi keluarganya akan aman selama mereka tidak pergi keluar melewati penghalang.
Xiang Zan dan yang lainnya mengangguk sambil menelan ludah kasar.
Xiang Yang tidak keluar dari Dimensi Xiang, melainkan dia berteleportasi ke tempat dimana Lin Qi'er berada.
Lin Qi'er sedang duduk santai di tepi tebing dengan kedua kaki yang menjuntai kebawah. Saat melihat kedatangan orang yang dia tunggu, dia bergegas menghampirinya.
"Kemana saja kau? Aku sudah bosan berada disini!" Lin Qi'er langsung protes.
"Aku bahkan tidak sampai 1 jam meninggalkan mu di sini!" balas Xiang Yang.
Lin Qi'er mendengus, "lalu, apakah kau akan membawa ku keluar sekarang?"
"Ya, aku akan membawa mu untuk melihat-lihat bagaimana kehidupan manusia itu."
"Kalau begitu tunggu apa lagi? Ayo kita segera keluar!" Lin Qi'er menjadi antusias.
__ADS_1
"Tunggu sebentar!"
"Apa lagi?" Lin Qi'er memasang ekspresi cemberut.
"Guru, bukankah pecahan kecil Dimensi Dong Jian ini akan menolak siapa saja yang kultivasinya melebarkan tingkat Sky Spiritual? Kenapa aku sama sekali tidak merasakan penolakan?" Xiang Yang menghubungi Dewa Yin-Yang lewat telepati.
"Kultivasi mu sudah terlalu tinggi, prinsip dunia dari pecahan kecil Dimensi Dong Jian tidak bisa menekan ataupun memberikan penolakan pada mu yang bisa menghancurkan dimensi kecil ini dengan mudah."
"Jadi begitu," Xiang Yang bergumam pelan sambil mengangguk paham.
"Apanya yang jadi begitu?" Lin Qi'er bisa mendengar gumaman Xiang Yang, namun tidak bisa mendengar percakapan Xiang Yang dengan Dewa Yin-Yang karena mereka berdua bicara lewat telepati.
"Ah tidak apa-apa, aku akan membawa mu keluar sekarang!" Xiang Yang pun membawa Lin Qi'er keluar dari Dimensi Xiang.
Lin Qi'er melihat sekitarnya yang terlihat sedikit kacau, namun dia menatap kagum pada arsitektur bangunan yang sama sekali tidak pernah dia lihat sebelumnya.
Tanpa mengatakan apa-apa, Xiang Yang melesat terbang menuju Ibu Kota Kekaisaran Han.
Lin Qi'er langsung melesat mengikuti Xiang Yang, meskipun itu bukan keinginannya sendiri karena tubuhnya bergerak tanpa bisa dia kendalikan.
Lin Qi'er tau ini perbuatan Xiang Yang. Dia ingin marah-marah karena hal ini namun dia sama sekali tidak bisa mengatakan satu patah kata pun, membuatnya hanya mengutuk Xiang Yang dalam hatinya.
Dalam perjalanan, Xiang Yang menceritakan sedikit mengenai Kekaisaran Han sebagai kekaisaran tempat dia lahir.
Mereka mendarat cukup jauh dari gerbang kota karena tidak ingin menarik perhatian. Selain itu Xiang Yang memasangkan cadar untuk menutupi wajah Lin Qi'er, karena kecantikannya jelas akan membawa masalah yang tidak perlu.
Lin Qi'er hanya bisa pasrah mengikuti Xiang Yang tanpa mengatakan apa-apa. Dia hanya bisa menoleh ke kanan dan ke kiri, menatap kagum pada orang-orang yang berlalu lalang.
Setelah memasuki kota, mereka berdua berjalan menuju Istana Kekaisaran.
Karena tidak ingin membuang banyak waktu berurusan dengan penjaga gerbang istana, Xiang Yang bergerak cepat menyusup kedalam istana.
Sementara Lin Qi'er, dia secara paksa dimasukkan kembali kedalam Dimensi Xiang. Memang Xiang Yang hanya ingin sedikit memperlihatkan seperti apa dunia manusia pada Lin Qi'er, sama sekali tidak ada niatan mengajaknya sekeliling karena situasi sedang mendesak.
__ADS_1
\=\=\=