
Pasukan Kelompok Naga Hitam sudah menyapu sekitar 10% Provinsi Daratan Pedang.
Mereka tidak seperti Xiang Zu dan Zhan Gou yang ingin bergerak sendiri untuk membantai, namun tanpa ampun menghancurkan dan menaklukkan Sekte ataupun kekaisaran yang mereka lewati.
Mereka bergerak sudah seperti Kerajaan Mongolia. Datang, taklukkan, bercocok tanam, kemudian tinggalkan. Begitulah siklus perjalanan dari Kelompok Naga Hitam yang menyerang Provinsi Daratan Pedang.
Komandan Pertama adalah yang memimpin pasukan itu, dimana sang Komandan Pertama memang tidak suka bertele-tele dalam melakukan tugasnya.
Jika bisa dilakukan dengan cepat, maka kenapa harus melakukan hal-hal tidak berguna yang membuat tugas mereka semakin lama selesai.
Sebenarnya tidak hanya Komandan Pertama, Jiu Wang Ren yang memimpin pasukan itu, namun juga Komandan Ketiga, Zhang Zuan.
Namun tetap saja, Komandan Pertama adalah yang memegang komando utama. Zhang Zuan sebagai Komandan Ketiga tidak akan berani menentang keputusan Jiu Wang Ren.
Dikatakan jika di Kelompok Naga Hitam, hanya Jiu Wang Ren yang mampu bertarung melawan Long Xiao. Meskipun Jiu Wang Ren tidak akan menang, namun setidaknya dia mampu memberikan luka.
Tapi itu hanya rumor saja, tidak ada yang mengetahui kebenarannya.
Jiu Wang Ren kini memimpin pasukannya menuju markas salah satu Sekte kelas atas di Provinsi Daratan Pedang.
Mereka baru saja menghancurkan salah satu sekte kelas menengah yang hampir setara dengan sekte kelas atas.
Sudah puluhan sekte dan belasan kekaisaran mereka hancurkan. Mereka membunuh siapa saja yang berani melawan dan mengampuni siapa saja yang berniat bergabung dengan mereka.
Hingga jumlah pasukan mereka yang awalnya sekitar 300 ribu, kini menjadi 400 ribu kultivator, mulai dari tingkat Gold Core sampai tingkat Nirwana, tidak termasuk Komandan dan Wakil Komandan.
Mereka kini terbang dengan jumlah pasukan sebanyak itu, bagaikan burung yang bermigrasi.
Tiba-tiba Jiu Wang Ren bereaksi, dia terbang beberapa puluh meter keatas membuat Zhang Zuan menghentikan pasukan.
Jujur dia juga bingung dengan aksi tiba-tiba Jiu Wang Ren.
"Ada apa Senior Jiu?" tanya Zhang Zuan, masih melayang di tempatnya.
Melihat ekspresi serius Jiu Wang Ren, dia tidak berani mendekati pria itu.
"Bersiaplah menghadapi serangan!" tanpa memberikan penjelasan lebih lanjut, Jiu Wang Ren langsung menghimpun energinya.
Sesaat kemudian pancaran energi biru bagaikan sinar laser melesat kearah Jiu Wang Ren.
__ADS_1
Jiu Wang Ren pun mengeluarkan semua energi yang dia himpun untuk mengekspresikan teknik pertahanan terkuatnya.
"Perisai Dewa Perang!"
Perisai energi terbentuk dengan lebar dan panjang mencapai beberapa ratu meter.
*BAAAMMM!!
Pancaran sinar energi biru itu menabrak pertahanan Jiu Wang Ren, membuatnya langsung terdorong mundur belasan meter.
Jiu Wang Ren merapatkan giginya, dia sudah memperkirakan jika serangan yang datang sangat kuat, namun tidak disangka akan sekuat ini.
Sementara pasukannya terkejut, mereka kini bersiap menghadapi serangan.
Pancaran sinar energi biru itu terus mendorong Jiu Wang Ren. Dia sadar tidak akan bisa menahan serangan itu lebih lama, karena teknik pertahanannya sudah mulai retak.
Akhirnya Jiu Wang Ren memiringkan Perisai Dewa Perang, membuat pancaran sinar energi biru itu berbelok arah.
*WOOSSHH!!
*BOOOOMMMM!!
Pancaran sinar energi biru itu mengenai ratusan kultivator yang berada di sayap kanan pasukannya.
Tubuh mereka yang sudah menjadi es, langsung remuk bagaikan kaca pecah.
Jiu Wang Ren melihat kearah dampak dari serangan itu, membuatnya mengerutkan kening.
Ledakan pancaran sinar energi biru itu membuat daratan di bawah mereka langsung membeku.
"Orang macam apa yang bisa membuat dampak semengerikan ini hanya dalam satu kali serangan?" Jiu Wang Ren tidak pernah mendengar ada kultivator Benua Chenwu yang memiliki kekuatan seperti ini.
Bahkan Jiu Wang Ren tidak yakin Long Xiao dapat mengeluarkan serangan sekuat itu.
Sementara para pasukannya, banyak yang pucat pasi, mereka paham seberapa mengerikan orang yang tadi mengeluarkan serangan.
"Ah.. jadi ternyata itu kau, Jiu Wang Ren!"
Terdengar suara yang sangat halus dari arah datangnya serangan tadi.
__ADS_1
Eskpresi Jiu Wang Ren langsung berubah dingin, dia mengenal suara siapa itu.
Jiu Wang Ren melihat ke sumber suara, menemukan seorang wanita cantik bagaikan Dewi.
Wanita itu tidak lain adalah Yun Nuwa.
"Yun Nuwa!" Jiu Wang Ren terlihat memiliki penuh dendam pada Yun Nuwa.
Tangannya mengepal erat, tatapan matanya membawa naf*su membunuh yang begitu kuat.
"Ternyata kau memang benar masih hidup. Setelah 100 tahun bersembunyi seperti pengecut, kau akhirnya menampakkan diri."
Meskipun ekspresi Yun Nuwa tetap datar seperti biasa, namun aura membunuh yang menyelimuti tubuhnya, menunjukkan jika dia juga memiliki dendam pada Jiu Wang Ren.
100 tahun lalu, kultivasi Yun Nuwa masih berada ditingkat Mahayana tahap akhir. Namun dia menyembunyikannya, tidak ada yang mengetahuinya kecuali gurunya sendiri.
Ya, 100 tahun lalu guru Yun Nuwa masih hidup.
Namun terjadi sebuah konspirasi saat itu yang membuat gurunya dan Jiu Wang Ren bertarung habis-habisan.
Jiu Wang Ren yang menjabat sebagai Tetua Agung Sekte Pulau Awan saat itu berambisi untuk menguasai sekte hingga dia bisa mendapatkan rahasia di balik Sekte Pulau Awan yang selama ini disembunyikan.
Pertarungan antara kultivator tingkat Mahayana tahap menengah itu berlangsung selama berhari-hari, menyebabkan kehancuran besar.
Yun Nuwa sebenarnya ingin membantu, namun gurunya melarang.
Guru Yun Nuwa ingin menyadarkan Jiu Wang Ren dengan bertarung melawannya, sama sekali tidak ingin membunuhnya karena persahabatan diantara mereka.
Pada akhirnya pertarungan itu dimenangkan oleh guru Yun Nuwa dengan mengalami luka parah.
Yun Nuwa awalnya lega karena hasil tersebut, sebelum seorang wanita berpakaian serba hitam tiba-tiba datang dan menikam jantung gurunya dari belakang.
Saat itulah Yun Nuwa mengamuk habis-habisan, bertarung melawan wanita berpakaian serba hitam yang merupakan Pemimpin Kelompok Naga Hitam, Long Xiao.
Meskipun memiliki kultivasi yang sama dengan Yun Nuwa, namun Long Xiao kalah telak tanpa melakukan perlawanan yang berarti
Long Xiao akhirnya memutuskan melarikan diri dengan membawa Jiu Wang Ren yang sudah pingsan, menggunakan sebuah teknik rahasia.
Sejak saat itulah, Jiu Wang Ren menjadi Komandan Naga Hitam.
__ADS_1
Sekarang Yun Nuwa bertemu lagi dengan Jiu Wang Ren, membuatnya ingin segera membunuh pria itu untuk membalaskan dendam gurunya.
Hal yang sama juga dipikirkan oleh Jiu Wang Ren, namun mengingat bagaimana dahsyatnya serangan yang dikeluarkan Yun Nuwa tadi, membuatnya kurang yakin bisa mengalahkan wanita itu.