Reinkarnasi Sang Pahlawan 2

Reinkarnasi Sang Pahlawan 2
Ch.348 - (Arc 4. Dimensi Dong Jian)


__ADS_3

Di sebuah tempat yang sangat indah, namun bisa dibilang menyeramkan di saat yang bersamaan.


Indah karena tempat itu dipenuhi dengan banyak tanaman herbal yang tumbuh subur di berbagai tempat, bahkan tanaman herbal tingkat 9 bisa dilihat di berbagai tempat.


Bisa dibilang, tanaman herbal tingkat 9 merupakan hal yang biasa.


Sedangkan untuk bagian menyeramkannya adalah tempat itu dipenuhi dengan Spirit Beast tingkat tinggi.


Spirit Beast tingkat Nirwana merupakan hal biasa, berkeliaran dimana-mana, ada banyak Spirit Beast yang berada diatas tingkat Nirwana.


Selain itu, bentuk Spirit Beast di tempat tersebut sangat tidak biasa. Semua Spirit Beast disana terlihat lebih menyeramkan dan kuat, seolah mereka adalah Spirit Beast yang hidup dari jaman kuno.


Di suatu area tertentu di tempat itu, terlihat sosok tubuh yang berbaring diatas tanah dalam kondisi yang menyedihkan.


Dia terlihat mengalami lupa parah di sekujur tubuhnya dengan lengan kiri yang hancur.


Meskipun terluka parah, namun dia masih terlihat bernafas.


Sosok tubuh itu terlindungi oleh kubah energi semi transparan yang hanya memiliki diameter 2,5 meter.


Memang sangat kecil namun kubah energi itu terlihat sangat kuat dan kokoh.


Sesaat kemudian, muncul sosok gumpalan energi hitam di dekat kubah energi.


"Hm.. untung saja aku bergerak cepat, jadi aku bisa menyelamatkannya tepat waktu!"


Gumpalan energi itu terdengar bersuara, dia hanya diam melayang di tempat, seolah sedang menatap sosok tubuh yang terbaring tidak sadarkan diri itu.


"Xiang Yang, kau sangat beruntung karena masih bisa selamat dari kematian!"


Benar, sosok tubuh itu adalah Xiang Yang yang diselamatkan oleh gumpalan energi hitam yang merupakan Suara Misterius dari batu kristal yang membantu Xiang Yang menerobos sebelumnya.


Gumpalan energi itu tiba-tiba membesar hingga membentuk sosok pria berpakaian hitam. Pria itu jelas bukan manusia karena memiliki dua tanduk hitam di kening bagian kiri dan kanan, serta matanya yang hitam sepenuhnya, seolah merupakan kegelapan abadi tanpa dasar.


Pria berpakaian hitam menempelkan telapak tangan kanannya pada lapisan kubah energi, mengalirkan energi misterius yang masuk kedalam tubuh Xiang Yang, secara perlahan menyembuhkan pemuda itu.


1 jam kemudian.


"Luka-lukanya memang sangat parah, selain luka dalam, semua luka luarnya sudah ku sembuhkan! Untuk luka dalam, biarkan dia yang mengurusnya saat sadar nanti!" gumam Pria berpakaian hitam dalam hati.


"Hm.. apakah sudah waktunya? Dengan kekuatan tubuhnya, seharusnya dia bisa bertahan, biar ku coba saja!" pria berpakaian hitam menghilangkan kubah energi.


Detik pertama, tidak terjadi apa-apa, detik kedua mulai terlihat keanehan pada Xiang Yang, tubuhnya gemetar tidak karuan seolah tidak nyaman dengan tempat ini.


Detik seterusnya Xiang Yang terlihat kesulitan bernafas, seakan dia sedang menghadapi sekaratul maut. Udara di tempat ini memang berbeda, atau lebih tepatnya, energi alam di tempat ini berbeda dari biasanya.


Pria berpakaian hitam pun segera membuat kubah energi kembali agar Xiang Yang tidak mati karena energi alam di tempat ini.

__ADS_1


"Ternyata masih belum bisa, kalau begitu aku harus menunggunya untuk sadar terlebih dahulu!"


***


Beberapa hari kemudian.


Kelopak mata Xiang Yang terlihat bergerak, tidak butuh waktu lama hingga Xiang Yang membuka matanya secara perlahan.


"Ugh," Xiang Yang memegang dadanya yang terasa sesak.


Dia berusaha bangun sambil menahan rasa sakit di sekujur tubuhnya. Ingatan Xiang Yang masih buram, dia tidak mengingat apa yang terjadi terakhir kali.


Xiang Yang mengambil posisi duduk lalu melihat sekitarnya. Dia mengerutkan kening saat melihat tempat yang sangat asing dan aneh, terlebih menyadari jika dirinya saat ini berada di dalam sebuah kubah energi.


"Dimana ini?" Xiang Yang mencoba mengingat hal apa yang terakhir kali dia alami.


Seketika matanya melebar saat mengingat peperangan yang terjadi di Benua Chenwu.


Xiang Yang berniat bangkit, namun seluruh tubuhnya langsung merasakan sakit yang tidak terkira.


"Lengan kiri ku?!" Xiang Yang terkejut mengetahui lengan kirinya sudah tidak ada lagi di tempatnya.


Xiang Yang mengatur nafasnya untuk mengendalikan emosi dan menenangkan pikirannya.


"Aku harus memulihkan kondisi ku terlebih dahulu sebelum mencari tau tempat apa ini dan apa yang terjadi di Benua Chenwu!"


Cincin dimensinya hilang yang artinya semua harta miliknya juga lenyap. Xiang Yang hanya bisa mematung, emosinya yang tadi telah tenang, kini kembali bergejolak.


Di dalam cincin dimensinya terdapat banyak pil dan herbal yang sangat berharga, juga harta warisan dari Jin Long.


Harta warisan dari Xiao Chong sang Dewa Obat dan harta warisan dari Jin Long sang Dewa Naga, kini telah menghilang.


"Baiklah.. baiklah, tenang! Aku harus memenangkan diri," Xiang Yang kembali memenangkan dirinya.


Saat Xiang Yang akan melakukan meditasi, gumpalan energi muncul di luar kubah energi.


Gumpalan energi hitam itu membentuk sosok pria berpakaian hitam sebelumnya.


"Oh, akhirnya kau sudah sadar, anak muda,"


"Siapa kau?" Xiang Yang menjadi waspada.


"Tenanglah anak muda, kau pasti bingung dengan apa yang terjadi pada mu, jadi biar ku jelaskan!"


Xiang Yang masih tidak menurunkan kewaspadaannya.


"Pertama biar ku perkenalkan, aku adalah Dewa Yin-Yang," Dewa Yin-Yang memperkenalkan dirinya dengan nada penuh kebanggaan.

__ADS_1


"Kau..." Xiang Yang melebarkan matanya.


"Ya, aku adalah sisa kesadaran yang berada di dalam batu kristal. Aku sudah beberapa kali membantu mu menerobos tingkat kultivasi mu!" Dewa Yin-Yang pun menceritakan apa yang terjadi pada Xiang Yang.


Dalam sepersekian detik setelah ledakan terjadi, Dewa Yin-Yang membawa Xiang Yang masuk kedalam dimensi kecil di Batu Kristal Dong Jian.


Ya, di dalam Batu Kristal Dong Jian terdapat dimensi kecil yang jauh lebih luas dari Dunia Mortal. Dimensi kecil ini bernama Dimensi Dong Jian.


Namun untuk membawa Xiang Yang masuk kedalam Dimensi Dong Jian, Dewa Yin-Yang harus secara paksa mengeluarkan Kristal Dong Jian dari cincin dimensi Xiang Yang.


Hal itu membuat cincin dimensi Xiang Yang hancur, menghancurkan apa saja didalam cincin dimensi.


Namun Dewa Yin-Yang berhasil menyelamatkan nyawa Xiang Yang.


Sedangkan Kristal Dong Jian terlempar entah kemana karena ledakan dari teknik Long Zhun.


Dimensi Dong Jian ini merupakan dimensi kecil kekuasaan Dewa Yin-Yang, dimana di dalam dimensi kecil ini, dia adalah dewa tertinggi yang bisa mengatur segalanya.


Tentu saja kecuali waktu, Dewa Yin-Yang bisa mengatur apa saja yang ada didalam Dimensi Dong Jian.


Energi yang sebelumnya Xiang Yang terima uang menerobos ketingkat Mahayana, berasal dari Dimensi Dong Jian ini.


Xiang Yang akhirnya paham seberapa kuat Dewa Yin-Yang ini. Memang sebutan Dewa sangat pantas untuknya.


"Kalau begitu aku berterima kasih karena telah menyelamatkan nyawa ku. Tapi apa maksudnya kubah energi ini? Apa kau ingin mengurung ku di tempat yang sempit ini?"


Dewa Yin-Yang menaikkan alisnya lalu menghilangkan kubah energi.


Awalnya Xiang Yang tidak merasakan apa-apa, namun sesaat kemudian dia pun merasa sesak nafas.


Energi alam di Dimensi Dong Jian ini terlalu kuat, hingga setiap kali Xiang Yang mengambil nafas, dadanya terasa seperti akan meledak.


Dewa Yin-Yang pun kembali menciptakan kubah energi agar Xiang Yang tidak mati.


"Haaah...haaah...haaah!" Xiang Yang mengatur nafasnya.


"Bagaimana? Apa kau sekarang tau kenapa aku membuat kubah energi ini untuk mu?" Dewa Yin-Yang berkata dengan malas.


Xiang Yang tertawa canggung, merasa bersalah karena telah salah sangka.


"Bukankah Dimensi Dong Jian ini jauh lebih luas dari Dunia Mortal manapun? Tapi kenapa kau bilang ini adalah dimensi kecil?"


"Karena ini memang dimensi kecil! Dimensi Dong Jian berada di dalam tubuh ku saat aku masih hidup dulu, Dimensi Dong Jian awalnya jauh lebih besar dari saat ini!"


"Memangnya sebesar apa?" Xiang Yang bertanya dengan penasaran.


"Jauh lebih besar dari pada apa yang kau bayangkan. Saat masa kejayaan ku, ini bukanlah sebuah dimensi kecil, melainkan sebuah galaksi!"

__ADS_1


__ADS_2