Reinkarnasi Sang Pahlawan 2

Reinkarnasi Sang Pahlawan 2
Ch.424 - Harus Tetap Melangkah Maju


__ADS_3

Xiang Yang menghela nafas, dia tau setelah kejadian dimana pertarungannya melawan Long Zhun waktu itu, semua orang pasti akan menganggap dirinya telah tewas.


"Tetua Lin Shang," Xiang Yang menepuk bahu Tetua Lin Shang, "ada banyak hal yang ingin aku tanyakan pada mu, terutama apa yang terjadi disini? Kenapa Pulau Awan ada di Benua Lingwu?"


"Ah.. itu.." Tetua Lin Shang sedikit ling-lung, meskipun pertanyaan Xiang Yang sudah jelas, namun dia tidak tau harus menjawab apa.


"Tetua Lin Shang, aku akan menjelaskan bagaimana aku bisa masih hidup nanti, jadi jawab dulu pertanyaan ku!" Xiang Yang berkata dengan tegas.


"Baik," Tetua Lin Shang pun menceritakan tentang kejadian yang terjadi sekitar 1 tahun yang lalu dimana sebuah pulau melayang terbang mendekati Benua Lingwu.


Han Shizu segera membawa para petinggi dan ribuan pasukan Sekte Naga Emas untuk bersiap siaga jika pulau melayang itu datang dengan niat yang tidak bersahabat.


"Tetua Han Shizu, pulau itu sangat besar, ukurannya mungkin sudah sebesar Benua Lingwu! Jika itu musuh, pasti akan sulit untuk melawannya!" Ling Shi yang merupakan Ketua Sekte Teratai Biru, berkata dengan wajah buruk.


Han Shizu tetap dia dengan wajah datar, tubuhnya sudah mengeluarkan kilatan petir emas.


"Tekanan aura Tetua Han Shizu sangat mengerikan, inikah kekuatan tingkat Nirwana tahap akhir!" Ling Shi bergumam dalam hati.


Han Shizu memberikan isyarat untuk berhenti saat sudah mencapai tepi pantai, mereka semua sudah mengeluarkan aura masing-masing, bahkan ada cukup banyak yang sudah mengeluarkan senjata.


Selama dua tahun ini tidak ada lagi serangan yang datang dari benua lain seperti sebelumnya, melihat pulau melayang itu membuat mereka berpikir kalau ini adalah serangan musuh.


Saat sudah mencapai jarak beberapa kilometer dari pesisir pantai, pulau melayang itu tiba-tiba berhenti, seseorang terlihat keluar dari pulau melayang dan terbang kearah mereka.


Orang itu sama sekali tidak mengeluarkan aura permusuhan namun itu sama sekali tidak membuat mereka menurunkan kewaspadaan.


Semakin dekat, orang itu terlihat semakin jelas. Dia adalah seorang wanita dewasa yang sangat cantik, tidak kalah cantik dari Han Shizu.


"Berhenti!"


Suara Han Shizu terdengar menggema saat wanita itu sudah mencapai jarak beberapa ratus meter.


Wanita itu pun berhenti di tempat.


"Siapa kau dan jelaskan alasan mu datang kemari?"


Suara Han Shizu kembali terdengar namun mulutnya masih tertutup rapat, menunjukkan jika itu bukanlah suara aslinya melainkan suara yang dihasilkan oleh suatu teknik tertentu.


Wanita itu menangkupkan tangan lalu mulai memperkenalkan diri, "Aku Xiao Chang dari Benua Chenwu.."

__ADS_1


"Benua Chenwu?!"


Belum saja Xiao Chang menuntaskan kalimatnya, pasukan yang dibawah Han Shizu langsung mengeluarkan aura kuat dengan tatapan tajam, bersiap menyerang kapan saja.


"Orang-orang Benua Chenwu sialan! Setelah kalian mengacau di Benua Lingwu kami, sekarang apa yang kau inginkan?!" salah satu dari pasukan Han Shizu mengacungkan senjatanya.


Han Shizu memberikan isyarat untuk tetap tenang.


Meskipun Xiao Chang menyembunyikan auranya, namun Han Shizu bisa merasakan dengan jelas kekuatan Xiao Chang yang tidak main-main.


"Jelaskan alasan mu datang kemari!" ucap Han Shizu.


"Ada beberapa hal yang terjadi di Benua Chenwu, jadi kami memutuskan untuk datang mengungsi ke Benua Lingwu," Xiao Chang berkata dengan wajah datar.


Jelas sekali kantung matanya terlihat lebam, seperti sering menangis.


"Kalian orang-orang dari Benua Chenwu tidak diterima di Benua Lingwu! Lebih baik kalian pergi!" salah satu orang kembali berkata dengan nada keras.


Memang para kultivator Benua Lingwu masih dendam atas apa yang terjadi sebelumnya dimana kultivator Benua Chenwu yang menjadi penyebabnya.


"Sebenarnya aku pun jika bisa tidak ingin menginjakkan kaki di Benua Lingwu, aku hanya ingin menyelamatkan orang-orang terdekat dari almarhum putra ku yang ada di Benua Lingwu," tanpa sadar, air mata Xiao Chang mengalir keluar mengingat kembali wajah putranya, "almarhum putra ku, Xiang Yang mengatakan telah membangun sebuah sekte di Benua Lingwu, Sekte Naga Emas!"


"Xiang Yang.. almarhum.. apa maksud mu?" Tubuh Han Shizu sudah gemetar.


Sejak satu tahun yang lalu entah kenapa dia selalu merasakan perasaan yang tidak enak dan sering merasa gelisah yang tidak jelas.


Dia sempat berpikir terjadi sesuatu pada Xiang Yang namun dia membuang pikiran tersebut.


Apakah akhirnya yang dia khawatirkan benar-benar terjadi?


Saking syoknya Han Shizu mendengar hal itu, dia bahkan tidak sadar Xiao Chang menyebut Xiang Yang sebagai putranya.


"Tidak mungkin itu Ketua Sekte kami! Ketua Sekte kami adalah pria yang hebat, dia tidak mungkin terbunuh!"


"Mungkin saja itu orang lain yang namanya kebetulan sama kan?!"


"Itu benar! Jangan berbohong pada kami!"


Para anggota Sekte Naga Emas tidak percaya dengan perkataan Xiao Chang.

__ADS_1


"Melihat reaksi kalian sepertinya kalian adalah anggota Sekte Naga Emas yang didirikan putra ku, jadi tidak masalah mengatakannya," Xiao Chang menghela nafas, air matanya masih tidak berhenti keluar, "putra ku Xiang Yang, tewas dalam peperangan 1 tahun lalu."


*JEDDEEERRRR!!


Tiba-tiba tubuh Han Shizu mengeluarkan kilatan petir kuat, membuat suara sambaran petir yang begitu keras.


Semua pasukan yang dia bawa terhempas sampai ratusan meter, Xiao Chang juga terpaksa mundur belasan meter.


"Siapa.." suara Han Shizu terdengar berat, "SIAPA YANG TELAH BERANI MEMBUNUHNYA?!"


Beberapa orang tiba-tiba muncul di samping Xiao Chang. Mereka semua berada ditingkat Mahayana, salah satunya adalah Ketua Jian Feng.


Namun terlihat kondisi Ketua Jian Feng tidak baik-baik saja, salah satu lengannya sudah tidak ada lagi di tempatnya.


"Saudari Xiao Chang, apakah diskusi kita gagal?"


"Bukankah kau bilang Benua Lingwu dikuasai oleh Sekte Naga Emas yang didirikan putra mu, kenapa gadis itu mengamuk?"


"Gadis itu berada di tingkat Nirwana kan? Tingkat Nirwana macam apa yang bisa mengeluarkan tekanan seperti ini?"


Xiao Chang juga sebenarnya terkejut dengan reaksi Han Shizu, itu menunjukkan jika hubungannya dengan putranya sangat dekat.


"Nak, aku tidak tau hubungan mu dengan putra ku, tapi tidak baik melepaskan amarah disaat seperti ini! Jadi mari kita bicarakan baik-baik, jangan sampai amarah mu melukai orang-orang terdekat mu!" Xiao Chang khawatir dengan kekuatan mengerikan yang Han Shizu tunjukkan, tidak ada yang bisa menghentikannya jika dia benar-benar lepas kendali.


Intensitas kilatan petir yang menyelimuti tubuh Han Shizu secara perlahan mengecil, hingga akhirnya menghilang.


Nafas Han Shizu tidak beraturan karena benar-benar berusaha menekan amarahnya.


Han Shizu melayang mendekati Xiao Chang lalu memegang bahu Xiao Chang dengan kedua tangannya.


"Itu tidak benar kan.. tidak mungkin Xiang Yang mati.. katakan kalau itu bohong!" Han Shizu berkata dengan ekspresi putus asa.


Tanpa sadar, Xiao Chang memeluk Han Shizu dengan erat.


"Hubungan mu dengan putra ku pasti tidak biasa, aku tau ini sulit untuk menerimanya, tapi mau tidak mau kita harus menerimanya."


Air mata Han Shizu mulai menetes.


"Saat aku mendengar kabar ini pun, aku sangat sedih sampai beberapa kali aku lepas kendali! Tapi aku sadar terbawa emosi yang berlebihan sama sekali tidak ada gunanya!..

__ADS_1


Kita harus tetap melangkah maju!"


__ADS_2