Reinkarnasi Sang Pahlawan 2

Reinkarnasi Sang Pahlawan 2
Ch.325 - Terkepung


__ADS_3

Cai'er sama sekali tidak takut Xiang Yang akan terluka jika bertarung melawan Bao Chao, karena dia yakin akan kekuatan suaminya.


Meskipun Xiang Yang baru-baru ini menerobos ketingkat Mahayana, namun Cai'er sudah tidak yakin dirinya mampu mengalahkan Xiang Yang.


Dalam pertemuan singkat sebelumnya, Cai'er menyadari jika kekuatann Bao Chao berada di bawahnya, jadi apa yang dia khawatirkan?


Xiang Yang pasti akan menang, itulah yang dia yakini.


Setelah menteleportasikan Bao Chao keluar dari Sekte Naga Halilintar secara paksa, Cai'er tersenyum tipis.


"Seharusnya efek pil itu akan bereaksi sekarang, jadi urusan ku sudah selesai!"


Sebelumnya setelah mengendalikan 7 Tetua, Xiang Yang memerintahkan mereka untuk memberikan pil tingkat 6 pada semua anggota Sekte Naga Halilintar yang berpihak pada Guan Xing yang berada di kediaman ini.


Pil Bunga Neraka bukanlah pil tingkat 6 biasa, namun pil itu mengandung racun yang bisa melumpuhkan kultivasi siapa saja yang mengkonsumsinya.


Cai'er sendiri yang menyuling pil tersebut.


Sekarang Guan Fang dan para Tetua yang mendukungnya sudah membawa ribuan pasukan untuk mengepung kediaman Guan Xing.


Cai'er keluar dari kamar Bao Chao lalu mengangkat jari telunjuknya, mengeluarkan bola api kecil yang melesat ke langit.


*Booom!


Bola api itu meledak.


Kediaman Guan Xing yang tadinya sepi di malam hari ini, tiba-tiba mulai ribut karena merasakan kultivasi mereka menghilang begitu saja.


Teriakan-teriakan mulai terdengar sampai banyak orang yang keluar dari kamar mereka.


Guan Fang yang sudah melihat sinyal yang diberikan Cai'er, langsung memerintahkan ribuan pasukannya untuk menyerang.


"INGAT! KALIAN BISA MEMBUNUH SIAPAPUN TAPAI SISAKAN BOCAH BIA*DAB ITU!"


Bocah biadab yang Guan Fang maksud adalah putranya, Guan Xing.


Guan Fang ingin Guan Xing hidup bukan karena dia mengasihani putranya, melainkan karena dia menginginkan informasi mengenai para anggota Sekte yang berpihak pada putranya itu.


Guan Fang menyadari jika semua pengkhianat yang berada di kediaman putranya bukanlah jumlah keseluruhan pengkhianat.

__ADS_1


Dia yakin masih ada banyak pengkhianat yang berada di luar kediaman Guan Xing. Itulah yang ingin Guan Fang habisi.


Malam itu, bulan purnama dan langit berbintang menjadi saksi pembantaian yang terjadi di kediaman Guan Xing.


Karena kultivasi para pengkhianat itu yang terlah lumpuh, mudah saja bagi ribuan pasukan Guan Fang untuk menghabisi mereka semua.


Para pengkhianat itu sama sekali tidak bisa melakukan perlawanan karena mereka kini tidak lebih dari sekedar orang biasa tanpa kultivasi.


***


Sekte Pedang Abadi.


Penjara bawah tanah Sekte Pedang Abadi, dijaga dengan sangat ketat, hampir tidak mungkin ada orang yang bisa menyusup tanpa diketahui.


Tidak ada yang bisa memasuki penjara bawah tanah tanpa ijin, bahkan jika itu semut atau nyamuk sekalipun.


Hal itu karena yang dijaga di dalam penjara itu adalah para tahanan kelas kakap, yang mana kebanyakan dari jumlah tahanan memiliki kultivasi tingkat Transcendent tahap 1 paling rendah.


Sedangkan yang lainnya memiliki kultivasi tingkat Nirwana. Para tahanan itu bukanlah kultivator dari luar Sekte Pedang Abadi, melainkan anggota Sekte Pedang Abadi itu sendiri.


Ya, karena Sekte Pedang Abadi sudah ditaklukkan oleh Kelompok Naga Hitam, jadi para anggota sekte yang memilih tetap setia pada Sekte Pedang Abadi, akan di penjara.


Tentu saja, itu hanya berlaku untuk kultivator yang memiliki kultivasi tinggi. Sedangkan untuk anggota yang berada ditingkat Nescent Soul akan langsung di bunuh.


Pada lorong penjara bawah tanah, terlihat seorang pemuda berjalan santai melewati para penjaga yang berpatroli di lorong.


Setiap penjaga selalu memberi hormat padanya, menunjukkan jika pemuda itu memiliki posisi yang tinggi.


Pemuda itu memiliki wajah lumayan tampan, memiliki rambut panjang tidak diikat. Dia menggunakan pakaian lengan pendek, memperlihatkan lengan berotot yang mana terdapat lima gelang di masing-masing lengan kanan dan kirinya.


Setiap kali dia melangkah, gelang di lengannya akan mengeluarkan suara.


Dia adalah Shang Chu, putra dari Shang Chi, salah satu Komandan Naga Hitam yang tewas saat bertarung melawan Ketua Jian Feng.


Dengan status putra komandan saja sudah pasti membuatnya dihormati oleh banyak anggota Kelompok Naga Hitam, apa lagi ditambah dengan bakatnya yang tinggi, membuatnya semakin disegani.


Shang Chu kini berada ditingkat Nirwana tahap akhir.


Pencapaiannya sangat memuaskan di usianya yang sudah mencapai 500 tahun.

__ADS_1


Shang Chu terus berjalan hingga dia akhirnya tiba didepan sebuah sel tahanan, melihat sosok seorang pemuda dalam kondisi seperti pengemis di tengah jalan.


"Yo.. Tuan Muda Sekte Pedang Abadi yang terhormat! Bagaimana kondisi mu sekarang?" Shang Chu menyeringai lebar, seringai lebar yang merendahkan pemuda didepannya.


Xuan Chen adalah Tuan Muda Sekte Pedang Abadi, usia dan kultivasinya tidak berbeda jauh dengan Shang Chu.


Sebelum Sekte Pedang Abadi di taklukkan, terjadi pertempuran antara kedua belah pihak, Xuan Chen sempat melakukan pertarungan melawan Shang Chu, namun dia berhasil dikalahkan.


"Shang Chu bajingan! Jika bukan karena trik licik yang kalian mainkan! Sekte ku tidak mungkin kalah!!" Xuan Chen menatap Shang Chu dengan naf*su membunuh yang kuat.


"Hahaha! Tapi itu tetap tidak menutup kemungkinan kalau kau kalah dari ku!" Shang Chu tiba-tiba menendang sel tahanan, membuat suara yang cukup keras "Ini adalah balasan dari apa yang telah Sekte Pedang Abadi kalian lakukan pada Sekte ku dahulu!"


Ekspresi Shang Chu berubah penuh kebencian.


"Jika saja bukan karena pemimpin memerintahkan kami untuk menyisakan para kultivator tingkat Transcendent dan tingkat Nirwana maka sudah pasti aku membunuh mu untuk membalaskan kebencian pendahulu ku!"


Keduanya saling menatap dengan intens, seolah tatapan mereka bisa membunuh.


"Tapi melihat kalian menderita sudah cukup membuat ku puas! Sayang sekali ayah ku tidak bisa melihat penderitaan kalian!"


Shang Chu bersumpah akan menghancurkan Sekte Bumi Chenwu karena telah membunuh ayahnya, bahkan merebut 10 Gelang Dewa yang merupakan pusaka warisan sektenya.


"Yah, meskipun aku tidak bisa membunuh mu, cepat atau lambat kau akan mati!" Shang Chu tiba-tiba menyeringai lebar "Mati menyusul ayah mu!"


Xuan Chen melebarkan matanya, dia dengan kuat mencengkeram jeruji besi.


"APA YANG TERJADI PADA AYAH KU?!"


"Hahaha! Setiap hari 10 kultivator tingkat Nirwana akan di kirim ke markas kami untuk menjadi santapan Pemimpin kami! Ayah mu merupakan santapan pertamanya! Jadi sekarang dia pasti sudah mati!"


Tubuh Xuan Chen menjadi lemas, wajahnya menjadi pucat, dia menolak percaya jika ayahnya telah mati karena dia tau seberapa kuat ayahnya.


Shang Chu tersebut lebar, benar-benar menikmati ekspresi tertekan Xuan Chen.


Sesaat kemudian, seseorang berlari cepat lalu memberi hormat pada Shang Chu.


"Tuan muda, kabar buruk! Ada pasukan asing yang terlihat mendekat dari 6 arah yang berbeda! Kita telah di kepung!"


Shang Chu mengerutkan keningnya "Terkepung? Memangnya berapa jumlah pasukan asing itu? Dari mana mereka berasal?"

__ADS_1


"Jumlah keseluruhannya mungkin ada ratusan ribu kultivator, mulai dari tingkat Nescent Soul keatas!"


"Apa?!"


__ADS_2