
Benar saja dugaan Xiang Yang, hanya ada sekitar 1000 Ular Kuno yang berada di tanah Kekuasaan Klan Harimau Putih.
Terlihat wilayah pegunungan yang berbeda dari Pegunungan Duyi yang seharusnya. Tanah yang awalnya subur dipenuhi dengan tanaman herbal dimana-mana, kini menjadi kering dengan tanah hitam serta pepohonan tanpa daun.
Itu dikarenakan serangan racun dari Klan Ular Kuno sebelumnya, menghancurkan tanah Kekuasaan Klan Harimau Putih.
Bai Ding dan para Harimau Putih lainnya mengepalkan tangan, tentu saja mereka marah melihat tanah kelahiran mereka dibuat sampai seperti itu.
Xiang Yang juga merasa marah. Sebagai seorang Alkemis yang sangat menghargai tanaman herbal, melihat wilayah pegunungan yang menjadi tandus membuatnya tidak terima
"SEMUANYA! INI SAATNYA KITA MEMBALASKAN DENDAM! BUNUH SEMUA CACING HITAM YANG MENDUDUKI TANAH KEKUASAAN KITA!" Bai Ding berteriak penuh emosi.
"URRRAAAAA!!" Para Harimau Putih lainnya berteriak penuh semangat untuk membalaskan dendam.
Sementara itu di Wilayah Pegunungan Kekuasaan Klan Harimau Putih, seekor Ular Kuno menatap ke kejauhan, melihat banyak titik-titik putih kecil seorang segerombolan burung yang sedang bermigrasi.
Ular Kuno itu menjadi waspada, menyipitkan matanya, berusaha melihat lebih jauh.
Dalam waktu beberapa saat, dia bisa melihat kalau itu bukanlah burung melainkan sekelompok Harimau Putih.
Bukannya takut, Ular Kuno itu justru tersenyum sinis, "akhirnya para kucing itu berani menampakkan diri. Tapi keberanian mereka benar-benar melewati batas hingga nekat melakukan penyerangan disaat..."
Ular Kuno itu tidak melanjutkan kata-katanya karena melihat suatu keanehan. Dia semakin menyipitkan matanya dan melihat ternyata para Harimau Putih datang dengan jumlah yang tidak terbayangkan.
"Apa-apaan?! Bagaimana bisa jumlah mereka begitu banyak?!" Wajah Ular Kuno itu menjadi buruk.
Dia yakin kalau kondisi Klan Harimau Putih saat ini sedang buruk karena terkena racun. Bagaimana mungkin mereka bisa menyerang dengan jumlah sebanyak itu? Apakah mereka nekat menyerang tanpa mempedulikan kondisi tubuh mereka yang terkena racun?
Apapun itu alasannya, Ular Kuno itu tidak bisa mengabaikannya begitu saja. Dia segera berbalik, berniat melaporkan hal ini pada Ketuanya.
"Hoy!"
Namun baru saja dia berbalik, dia diam mematung karena mendengar sebuah suara tepat di samping telinganya.
__ADS_1
Dia tidak berani bergerak karena instingnya mengatakan, dia akan langsung terbunuh jika bergerak.
Dia melirik ke samping, menemukan seorang pemuda dengan sepasang sayap petir di punggungnya.
Dia tidak lain adalah Xiang Yang.
"Tidak ada dari kalian yang berada di tempat ini akan selamat hari ini, jadi.." Xiang Yang menggunakan sayapnya yang tajam untuk mencincang tubuh Ular Kuno tersebut, "kau juga harus mati karena tidak akan ada pengecualian!"
Xiang Yang pun terbang keatas hingga menembus awan. Dia terbang diatas awan sampai tiba diatas awan yang tepat berada diatas wilayah kekuasaan Klan Harimau Putih.
Xiang Yang mengibaskan sayapnya, menyebarkan energi petir, membuatnya mengendalikan cuaca disekitar.
Awan hitam mulai berkumpul, gemuruh guntur mulai terdengar semakin besar.
Para Ular Kuno yang melihat perubahan cuaca yang tiba-tiba, hanya mengabaikannya karena ini merupakan wilayah pegunungan yang memiliki cuaca tidak menentu, hal ini sudah sering terjadi.
Mereka tidak menyadari jika perubahan cuaca ini disebabkan oleh Xiang Yang.
Sementara itu, Bai Ding dan pasukannya sudah semakin dekat. Mereka bisa melihat dengan jelas para Ular Kuno yang berada di Pegunungan Harimau Putih.
"Kita tidak mungkin bisa menghadapi mereka dengan jumlah sebanyak itu. Cepat pergi dan kabarkan pada Pemimpin untuk mengirimkan bantuan!" Ular Kuno yang menjadi Ketua disana, memerintahkan beberapa anggotanya untuk pergi.
Beberapa Ular Kuno segera bergerak dengan lincah, pergi menuju pegunungan kekuasaan Klan mereka.
Namun baru beberapa saat mereka bergerak, beberapa petir dengan intensitas tinggi menyambar mereka secara tidak terduga.
Mereka langsung menjadi ular panggang, mati di tempat hanya dengan sekali sambaran petir.
Xiang Yang yang berada diatas awan hitam, duduk dalam posisi bersila sambil tersenyum sinis menatap kearah bawah, "heh, tidak ada diantara kalian yang akan ku biarkan melarikan diri!"
"JANGAN BIARKAN ADA YANG KABUR! BUNUH MEREKA SEMUA!" Bai Ding berteriak keras lalu berubah ke bentuk sejatinya, diikuti oleh semua pasukannya.
"Sial!" Ketua Ular Kuno yang bernama He An berdecak kesal, "Serang! Kita harus bertahan selama mungkin sampai Pemimpin datang membawa bantuan!"
__ADS_1
Sepertinya dia tidak menyadari jika beberapa anggota yang dia kirim telah tewas karena sambaran petir.
Pertempuran pun terjadi, namun pasukan Ular Kuno jelas kalah dalam segi jumlah maupun kekuatan individu.
Meskipun pihak Ular Kuno memiliki 3 Ular Kuno tingkat Half Immortal termasuk He An, namun mereka bertiga hanya berada di tahap awal, sedangkan pasukan Harimau Putih memiliki belasan Harimau Putih tingkat Half Immortal tahap awal dan 3 tingkat Half Immortal tahap menengah, termasuk Bai Ding.
Pasukan Ular Kuno sama sekali tidak bisa memberikan perlawanan yang berarti, mereka di bantai dengan mudah.
Tidak ada yang bisa melarikan diri, karena setiap Ular Kuno yang berusaha kabur, akan langsung disambar petir.
Klan Ular Kuno yang menduduki tanah Kekuasaan Klan Harimau Putih, berakhir terbantai habis tanpa sisa.
Hanya 3 Ular Kuno tingkat Half Immortal saja yang dibiarkan hidup, namun tetap saja mereka akhirnya mati di tangan Xiang Yang setelah jiwa mereka di ambil.
Seperti sebelumnya, Xiang Yang mengambil semua yang berharga dari tubuh para Ular Kuno, membekukan tubuh mereka sebelum di kubur kedalam tanah.
Pasukan Harimau Putih bersorak penuh kemenangan karena berhasil merebut kembali tanah kekuasaan mereka.
"Tuan Xiang Yang, sesuai dengan janji, aku akan membawa mu menuju sumber Air Spiritual." Bai Ding sekarang semakin menghormati Xiang Yang.
"Haha, kalau begitu aku akan merepotkan Pemimpin Bai Ding untuk menunjukkan jalannya."
Bai Ding pun membawa Xiang Yang menuju puncak salah satu gunung. Di puncak gunung tersebut terdapat sebuah batu besar yang dibawahnya terdapat goa.
Mereka berdua memasuki goa tersebut dan terus turun ke bawah. Xiang Yang tidak tau sudah seberapa dalam dia turun, namun dia yakin mereka berdua kini tidak lagi berada di dalam gunung namun di bawah tanah.
Setelah mencapai tanah, mereka kembali berjalan menelusuri lorong goa yang panjang.
Xiang Yang melihat lorong goa terbentuk dari bebatuan yang cukup keras.
"Apakah masih lama, Pemimpin Bai Ding?"
"Aku rasa sebentar lagi Tuan Xiang Yang bisa mencium aromanya."
__ADS_1
Benar saja, baru berselang beberapa saat, Xiang Yang bisa mencium aroma yang familiar, yaitu aroma Air Spiritual.
Karena sudah tidak sabar, Xiang Yang langsung bergerak cepat dan akhirnya, dia menemukan sumber Air Spiritual tersebut.