Reinkarnasi Sang Pahlawan 2

Reinkarnasi Sang Pahlawan 2
Ch.328 - Yun Ying VS Shang Chu


__ADS_3

Sekte Pedang Abadi sama sekali tidak bisa memberikan perlawanan yang berarti, mereka terus menerus didesak oleh pasukan Sekte Pulau Awan.


Diantara para pasukan Sekte Pedang Abadi, seorang kultivator tingkat Nirwana tahap akhir yang memiliki wajah muda terlihat paling mencolok diantara para kultivator tingkat Nirwana lainnya.


Kultivator itu adalah Shang Chu. Dia bertarung dengan ganas dan brutal, sudah ratusan musuhnya dia bunuh dengan sangat kejam. Hampir setengahnya mati dengan kepala meledak.


Beberapa kultivator tingkat Nirwana akhirnya turun tangan untuk melawan Shang Chu.


Namun meskipun sudah dilawan dengan 2 kultivator tingkat Nirwana tahap akhir dan beberapa kultivator dibawanya, Shang Chu masih saja bisa mengimbangi mereka, bahkan berkali-kali dapat memberikan serangan balasan.


Shang Chu sungguh kultivator yang tidak biasa diantara para kultivator tingkat Nirwana.


*BOOOMMM!!


Sebuah pukulan kuat mendarat di perut Shang Chu, membuatnya terpental sejauh puluhan meter.


Shang Chu memperhatikan keadaan sekitar membuatnya merapatkan giginya.


"Sialan! Dimana Senior Yan Mu dan Senior Wan Fen! Jika mereka tidak datang maka sudah pasti kami akan kalah!"


Awalnya Shang Chu masih memiliki keyakinan untuk mendapatkan kemenangan karena ada dua kultivator tingkat Mahayana di pihaknya.


Sedangkan di pihak musuh, dia hanya melihat ada satu kultivator tingkat Mahayana, yaitu Tetua Agung Sekte Pulau Awan.


Karena dia tidak melihat Dewi Bulan Purnama di sini, jadi dia berpikir Dewi Bulan Purnama tidak ikut dalam penyerangan ini.


Shang Chu menyeka darah di sudut bibirnya, mengepalkan tangannya dengan kuat, membuat gelangnya mengeluarkan cahaya merah membara.


Wajah tertekan Shang Chu tiba-tiba berubah menjadi seringai lebar.


"AKU SUDAH TIDAK PEDULI! JIKA MEMANG HARUS MATI MAKA AKAN KU BAWA KALIAN SEMUA BERSAMA KU!!"


Shang Chu pun langsung melesat menyerang. Namun baru saja dia bergerak, gelombang energi dingin melesat kearahnya dengan kecepatan tinggi.


Shang Chu yang menyadari hal itu, segera membuat pertahanan dengan 10 gelangnya.


*BOOOMMM!


Terjadi ledakan keras yang membuat hawa dingin menyebar di area sekitar.


Shang Chu melihat kearah datangnya serangan, menemukan seorang gadis cantik yang tidak lain adalah Yun Ying.

__ADS_1


"Biar aku yang mengurus orang ini, kalian bantu saja yang lainnya!"


Yun Ying ingin melawan Shang Chu untuk menguji kekuatannya setelah menerobos ketingkat Nirwana tahap akhir.


Sebelumnya dia memang sudah melawan beberapa kultivator tingkat Nirwana, namun belum memiliki kesempatan untuk melawan kultivator tingkat Nirwana tahap akhir.


Meskipun gadis itu tidak mendapatkan luka, namun energi Qi nya sudah lumayan terkuras.


"Baik Nona Yun Ying!" para kultivator itu langsung pergi.


"Oh, Yun Ying si Dewi Bulan Es, aku baru pertama kali ini melihat wajah mu secara langsung!" seringai Shang Chu semakin lebar "Rumor yang mengatakan wajah mu yang menahan ternyata memang benar adanya, bahkan kata menawan saja tidak cukup untuk menggambarkan kecantikan mu!"


"Aku tidak membutuhkan pujian mu!" Yun Ying mengacungkan pedangnya "Aku sebelumnya tidak pernah mendengar tentang kultivator kuat seperti mu,"


"Oh, apakah sang Dewi Bulan Es jatuh cinta pada ku? Haha, bagaimana jika kau menemani ku nanti malam?" Shang Chu menjilat bibirnya.


"Apa kau yakin usia mu masih cukup sampai nanti malam?"


"Kata-kata yang sangat menusuk!" Shang Chu memasang kuda-kuda "Aku suka bertarung dengan lawan yang kuat. Dewi Bulan Es, aku harap julukan mu tidak sekedar isapan jempol belaka!"


Shang Chu pun langsung melesat menyerang Yun Ying.


Yun Ying tentu saja tidak tinggal diam, dia memusatkan energi pada pedangnya, membuat pedangnya mengeluarkan aura dingin ekstrim.


Yun Ying dengan cepat melakukan tebasan beruntun, mengeluarkan gelombang tebasan berbentuk bulan sabit.


Shang Chu menggunakan 10 gelangnya untuk menangkis semua gelombang tebasan tersebut.


Sesaat kemudian dia bereaksi, bergerak menjauh dari Yun Ying sebelum melancarkan serangan balasan.


Dia melihat 10 gelangnya yang terdapat lapisan es setelah menangkis serangan Yun Ying.


"Energi yang dia keluarkan sangatlah murni, bahkan Gelang Api yang memiliki suhu panas sampai bisa melelehkan baja dengan mudah, dapat dibuat membeku seperti ini!" Shang Chu mengerutkan keningnya.


Shang Chu membutuhkan beberapa detik untuk menyingkirkan sisa-sisa energi es pada Gelang Api miliknya.


Kali ini dia mengakui kalau Yun Ying bukanlah kultivator sembarangan.


Namun Shang Chu justru merasa senang. Selama ini dia belum pernah kalah dengan kultivator lain ditingkat kultivasi yang sama.


"Heheh! Ini akan jadi lebih menarik!"

__ADS_1


10 Gelang Api di lengan Shang Chu kembali menyala merah, memancarkan hawa panas intens.


Yun Ying tidak ingin memberikan banyak waktu untuk Shang Chu, dia bergerak cepat menyerang pria itu.


Pertarungan kembali terjadi.


Yun Ying sekarang benar-benar bisa merasakan perbedaan kemurnian energinya setelah berkultivasi dengan menyerap energi dari Orb Of Ice.


Setiap serangan Yun Ying mengandung energi yang begitu murni.


Shang Chu selalu menangkis setiap tebasan pedang Yun Ying dengan Gelang Apinya.


Setiap kali Shang Chu menangkis serangan Yun Ying, suhu Gelang Apinya akan terus menurun membuat efektivitas serangannya juga ikut menurun.


Hawa dingin yang terus terpancar keluar dari tubuh gadis itu juga membuat gerakannya semakin melambat.


Dia benar-benar ditekan habis-habisan.


Shang Chu selalu menginginkan lawan yang kuat di tingkat kultivasi yang sama. Namun sekalinya dia mendapatkannya, dia malah merasa perbedaannya terlalu jauh.


Seiring jalannya pertarungan, Shang Chu mendapatkan banyak sayatan pedang. Namun setiap sayatan darahnya tidak mengalir keluar sebab kulitnya yang terkena sayatan langsung membeku.


Energi dingin milik Yun Ying meresap masuk melalui aliran darahnya, membekukan darah hingga gerakan Shang Chu semakin melambat.


Kulit pria itu kini terlihat pucat, bibirnya membiru karena semakin banyak sayatan yang dia terima, semakin banyak darahnya yang membeku.


Saking dinginnya suhu tubuh Shang Chu, bahkan dia sekarang tidak merasakan sakit meskipun semakin banyak dia mendapat luka. Dia bahkan tidak sadar jika salah satu lengannya sudah tidak ada lagi di tempatnya.


Tidak ingin berlama-lama, Yun Ying pun mengakhiri pertarungan. Dia menusuk tepat pada jantung Shang Chu, membuat gerakan pria itu terhenti seketika.


"Hahaha.. tidak ku sangka.. kekalahan pertama ku.. adalah melawan seorang wanita." Shang Chu berkata dengan suara lemah.


Yun Ying mencabut pedangnya dari jantung Shang Chu. Sama sekali tidak ada darah yang keluar dari dada pria itu. Sepertinya darahnya sudah membeku sepenuhnya.


Shang Chu yang sudah tidak lagi bernyawa, akhirnya jatuh terjun bebas.


Yun Ying mengatur nafasnya sejenak lalu menoleh memperhatikan pertempuran yang sedang terjadi.


Semua medan pertempuran didominasi oleh pasukan Sekte Pulau Awan.


Sudah dipastikan, pertempuran ini akan dimenangkan oleh sektenya.

__ADS_1


Meskipun begitu, Yun Ying tidak ingin diam saja. Dia pun melesat menyerang musuh lainnya.


__ADS_2