
Sementara di Klan Kera Api sedang ribut karena Ruang Harta mereka habis di rampok, dalang atau otak utama kemalangan Kera Api saat ini sedang bergembira ria menikmati hasil rampokannya, sama sekali tidak mempedulikan nasib Klan Kera Api.
Xiang Yang tidak bisa berhenti tersenyum saat memeriksa semua isi didalam cincin dimensinya yang penuh dengan harta rampokannya.
Xiang Yang tidak mengetahui semua jenis herbal disana, namun dia tau semua herbal itu pastinya sangat berharga.
Selain herbal, terdapat juga banyak batu mulia seperti Kristal Qi, Kristal Elemen dan berbagai macam bebatuan mulia lainnya.
Banyak diantara batu mulia itu yang tidak Xiang Yang ketahui jenisnya. Karena selama ini dia hanya belajar mengenai Alkimia yang berkaitan dengan herbal, bukan penempaan yang berkaitan dengan batu mulia.
Xiang Yang terus memeriksa semua herbal itu, hingga dia menemukan sebuah kotak giok yang mencurigakan.
Kotak giok itu terlihat berbeda dengan yang lainnya, seolah isinya adalah sesuatu yang spesial.
Xiang Yang pun mengeluarkan kotak giok itu, memeriksa kotaknya terlebih dahulu sebelum membukanya.
Seketika aroma harus yang menyegarkan tersebar ke seluruh area goa. Terlebih herbal yang sangat berharga didalam kotak tersebut.
Herbal itu adalah Buah Pohon Kehidupan, melihat dari ukurannya yang sebesar kepalan tangan orang dewasa serta bentuknya yang seperti bola lampu yang mengeluarkan cahaya keemasan redup, Xiang Yang yakin itu adalah Buah Pohon Kehidupan yang dia cari.
Xiang Yang dengan cepat menutup kotak giok itu agar aroma herbal didalamnya tidak menyebar keluar membuat para Spirit Beast terpancing untuk datang.
"Heheh, ini dia yang ku butuhkan untuk menerobos ketingkat Mahayana!" gumam Xiang dalam hati lalu mengatakan, "guru, bisakah kau membuatku array pelindung agar aura ku saat menerobos tidak tersebar kemana-mana?"
"Guru sudah membuatnya dari tadi, jadi kau bisa langsung melakukan penerobosan."
Suara Dewa Yin-Yang terdengar didalam otak Xiang Yang.
Xiang Yang menaikkan alisnya lalu mencoba mengedarkan indera spiritualnya untuk memeriksa area beberapa kilometer disekitarnya.
Memang benar, Xiang Yang bisa merasakan susunan array pelindung luas yang memiliki diameter beberapa kilometer.
Xiang Yang terlalu fokus memeriksa hasil rampokannya hingga tidak menyadari array yang sudah terbentuk.
"Heheh, terima kasih guru," Xiang Yang tertawa canggung.
Gurunya benar-benar tau apa yang dirinya butuhkan, selalu saja memberikan kebutuhan sebelum Xiang Yang memintanya.
Tidak ada jawaban dari gurunya, Xiang Yang pun bermeditasi lalu mengkonsumsi Buah Pohon Kehidupan.
Layaknya buah apel tanpa biji, Buah Pohon Kehidupan berumur 10 ribu tahun memiliki kandungan air yang banyak.
Namun kandungan air itu bukanlah air biasa, melainkan suatu cairan energi murni yang sangat melimpah.
Setelah Xiang Yang memakan Buah Pohon Kehidupan, aliran energi murni langsung mengalir ke seluruh tubuhnya.
Xiang Yang tidak perlu memurnikan sumber daya lain untuk mensimulasikan Akar Spiritual Yin-Yang, karena Buah Pohon Kehidupan memiliki energi murni, bukan energi yang condong terhadap unsur Yin ataupun unsur Yang.
__ADS_1
Jadi Xiang Yang hanya perlu membagi rata energi murni itu untuk dua unsur Akar Spiritualnya sambil menggunakan Manual Kultivasi Kaisar Yin-Yang.
______
Beberapa hari berlalu namun energi murni di tubuh Xiang Yang masih belum berhenti mengalir, seolah tidak memiliki batas.
Aura energi Yin-Yang tiba-tiba keluar menyelimuti seluruh tubuh Xiang Yang, menandakan jika dia akan segera menerobos.
Hingga hampir 2 minggu berlalu, Xiang Yang pun berhasil menerobos ketingkat Mahayana tahap menengah.
*BAAANG!
Ledakan energi terobosan kultivasi Xiang Yang membuat retakan pada seluruh bagian goa.
Sebelum goa itu runtuh, Xiang Yang menempelkan telapak tangannya di tanah. Menggunakan elemen tanah, dia membuat retakan pada goa pulih sampai kembali seperti semula.
Xiang Yang menghembuskan nafas, mengeluarkan asap putih.
"Baiklah, untuk sekarang aku harus menstabilkan kultivasi ku terlebih dahulu!" Xiang Yang pun kembali memejamkan matanya, mengendalikan energi ditubuhnya yang terasa agak kacau setelah menerobos.
_______
Satu minggu penuh Xiang Yang menstabilkan kultivasinya.
Xiang Yang berdiri lalu melakukan sedikit peregangan. Untuk sekarang Xiang Yang tidak berencana keluar goa karena ingin melanjutkan latihan Alkimia.
Xiang Yang pun memutuskan untuk keluar goa, melihat situasi di Dimensi Dong Jian. Array pelindung yang dibuat gurunya langsung menghilang tanpa perlu dia minta.
Xiang Yang melompat dari satu pohon ke pohon lainnya.
Sebelumnya saat bergerak seperti ini, Xiang Yang selalu mengambil herbal yang tumbuh liar meskipun itu merupakan herbal biasa, karena dia sebelumnya adalah orang miskin.
Namun sekarang dia bahkan tidak melirik herbal-herbal liar itu.
Xiang Yang terus bergerak dengan santai, sampai sesaat kemudian, dia menghentikan gerakan diatas dahan pohon karena mendengar suara pertarungan.
Dalam perjalanan tadi, Xiang Yang sebenarnya sudah sering mendengar suara pertarungan antara para Spirit Beast.
Namun sekarang berbeda, dia mendengar suara raungan Spirit Beast yang familiar.
Xiang Yang pun memutuskan untuk melihat pertarungan itu.
_____
Dari kejauhan Xiang Yang melihat pertempuran antara puluhan Spirit Beast, yaitu Kera Api melawan Spirit Beast rubah yang memiliki bulu seputih salju.
Xiang Yang mengenal Spirit Beast rubah putih itu adalah ras Rubah Ilusi yang merupakan saingan dari Klan Kera Api.
__ADS_1
Para Spirit Beast itu memiliki kultivasi ditingkat Nirwana.
"Kenapa mereka melakukan pertempuran besar seperti ini?" Xiang Yang menaikkan alisnya.
Dia tidak mengetahui kalau Klan Rubah Ilusi dan Klan Kera Api berperang karena dirinya yang telah menyebabkan kesalahpahaman antara kedua Klan.
Xiang Yang pun memutuskan untuk menonton pertempuran itu.
Beberapa jam berlalu, hutan sudah porak-poranda akibat pertarungan para Spirit Beast itu.
Para Kera Api kalah dalam pertempuran karena beberapa diantara mereka terbunuh lebih dulu, hingga mereka memutuskan untuk mundur.
"GRAAARRR!!"
"GRAAARRR!!"
Para Rubah Ilusi mengeluarkan suara raungan provokasi pada musuh mereka saat pasukan Kera Api memutuskan untuk mundur.
Para Rubah Ilusi pun memutuskan untuk mundur terlebih dahulu, melaporkan hasil pertempuran pada atasan mereka.
Xiang Yang mengelus dagunya, dia merasa penasaran kenapa Klan Rubah Ilusi dan Klan Kera Api melakukan peperangan.
Xiang Yang hanya berada didalam goa selama hampir dua bulan, jadi dia tidak mengetahui informasi terkini.
"Aku membutuhkan informasi," Xiang Yang melesat kearah dimana para Kera Api bergerak mundur.
Xiang Yang bisa dengan mudah mengejar para Kera Api dan menghadang jalan mereka.
"Kau..."
Salah satu Kera Api mengenal Xiang Yang sebagai orang yang telah mencuri Buah Pohon Kehidupan sebelumnya.
"Oh, apa kau mengenal ku? Tapi aku tidak mengenal mu, wajah kalian semua terlihat mirip, aku tidak bisa membedakan kalian satu-satu."
"Apa tujuan mu menghadang jalan kami?!" salah satu Kera Api bertanya dengan nada tinggi.
"Aku hanya ingin bertanya, kenapa kalian berperang melawan Klan Rubah Ilusi?"
"Kau pikir kami akan menjawab pertanyaan dari pencuri seperti mu?! Sebaiknya kau kembalikan Buah Pohon Kehidupan Klan kami!"
"Maaf, tapi sudah ku makan!" Xiang Yang mengelus perutnya.
"Baj*ingan! Saudara-saudara ku, bunuh pencuri itu!"
Para Kera Api melesat menyerang Xiang Yang, tanpa mempedulikan luka ditubuh mereka.
"Kalian sepertinya tidak paham situasi!" Xiang Yang menyeringai lalu mulai membantai para Kera Api itu.
__ADS_1