Reinkarnasi Sang Pahlawan 2

Reinkarnasi Sang Pahlawan 2
Ch.409 - Kau Adalah Milik Ku


__ADS_3

Dua bulan akhirnya berlalu setelah Xiang Yang mendapatkan pengetahuan baru mengenai ranah kultivasi dari gurunya.


Xiang Yang setidaknya sudah bisa mengendalikan kekuatan hukum ruang dan waktu, serta mempelajari masing-masing dua teknik hukum ruang dan hukum waktu.


Sudah hampir 24 tahun Xiang Yang berada di Dimensi Xiang, artinya sudah hampir 2 tahun berlalu di dunia luar.


"Baiklah Yang'er, saran dari guru adalah kau segera buat susunan formasi untuk menjaga kekuatan Twillight Orb tetap stabil saat kau memasukkan kedalam dunia didalam tubuh mu!" Dewa Yin-Yang mengeluarkan ratusan Kristal Qi tingkat tinggi yang sudah di ukir dengan banyak susunan formasi, "guru sudah membuat kristal formasinya, kau tinggal memasangnya sesuai dengan susunan yang sudah guru ajarkan!"


"Baik guru," Xiang Yang mengambil semua kristal formasi tersebut lalu seketika menghilang di tempat, masuk kedalam Dimensi Xiang.


Dalam waktu belasan menit, Xiang Yang sudah selesai memasang susunan formasi dan keluar dari Dimensi Xiang.


"Lalu setelah ini, apa rencana mu, Yang'er?"


"Aku akan meminta bantuan Lin Qi'er untuk mengambil setidaknya 5 Klan Spirit Beast di Lembah Petir, mengambil banyak herbal dan menanamnya di Dimensi Xiang, mengembangkan dimensi didalam tubuh ku, barulah aku akan pergi ke Lembah Kelam, menaklukkan penguasa Lembah Kelam lalu melakukan hal yang sama sebelum mengambil Twillight Orb."


Dewa Yin-Yang mengangguk puas dengan rencana Xiang Yang, itu rencana yang sangat bagus.


"Guru, karena jiwa mu terkait dengan Dimensi Dong Jian, jika Dimensi Dong Jian hancur, bukankah jiwa mu juga akan ikut hancur?" itulah satu hal yang Xiang Yang khawatirkan selama ini.


"Kau memang benar. Tapi kau tenang saja, asalkan kau mengijinkan guru untuk tinggal di dunia didalam tubuh mu, guru masih bisa selamat. Dimensi Dong Jian selama ini menjadi inti energi guru membuat jiwa guru tidak menghilang, jadi jika Dimensi Dong Jian hancur maka jiwa guru saat itu akan sangat rentan terhadap serangan, bahkan serangan jiwa tingkat rendah sudah bisa menghancurkan jiwa guru."


"Apakah tidak ada cara agar jiwa guru menjadi lebih kuat atau bertahan lebih lama?" Xiang Yang berkata dengan suara khawatir.


"Sebenarnya ada satu cara, yaitu jika kau mengijinkan guru menyerap energi di dunia didalam tubuh mu maka jiwa guru bisa sedikit lebih kuat."


"Kalau begitu tunggu apa lagi? Guru bisa langsung masuk kedalam Dimensi Xiang dan melakukan apapun yang guru butuhkan," Xiang Yang berkata dengan cepat.


"Tidak perlu terburu-buru Yang'er, itu bisa dilakukan nanti saat kau sudah mengambil Orb Of Yin. Sekarang lebih baik kau menjalankan rencana mu!" Dewa Yin-Yang pun seketika menghilang dari hadapan Xiang Yang.


"Guru, aku tidak akan mengecewakan mu." Xiang Yang melompat keluar dari kawah raksasa tersebut.


Tidak jauh dari tepi kawah, terlihat ular berkepala tiga sedang berbaring melingkar, menjadikan ekornya sebagi bantalan kepala.


Diatas kepala tengah ular tersebut, duduk bersila seorang wanita cantik jelita yang tidak lain adalah Lin Qi'er si Qilin Petir.

__ADS_1


Merasakan kehadiran yang mendekat, ular berkepala tiga langkah terbangun lalu mendesis keras, menara tajam Xiang Yang seolah menjadi musuhnya.


Lin Qi'er membuka mata lalu mengelus kepala Ular Magma Neraka tersebut, membuatnya menjadi tenang kembali, tidak lagi menatap Xiang Yang dengan tatapan bermusuhan.


Lin Qi'er melompat menghampiri Xiang Yang, bersamaan dengan itu, Ular Magma Neraka berubah kedalam bentuk manusianya.


Saat berubah kedalam bentuk manusia, Ular Magma Neraka ternyata tidak memiliki 3 kepala seperti dalam bentuk sejatinya.


Malahan Ular Magma Neraka berubah menjadi wanita cantik dengan kulit sedikit kemerahan. Tidak seperti Lin Qi'er yang benar-benar sempurna seperti manusia, Ular Magma Neraka masih memiliki ciri Spirit Beast seperti mata merah dengan pupil tajam dan beberapa bagian tubuhnya terdapat sisik merah.


Sama seperti Lin Qi'er sebelumnya, Ular Magma Neraka tidak memiliki pakaian yang menutupi tubuhnya, membuat Xiang Yang menghela nafas lalu mengeluarkan sebuah pakaian.


"Qi'er, bantu dia memasang pakaiannya!"


"Baik," Lin Qi'er mengangguk lalu membantu Ular Magma Neraka memasang pakaian.


Ular Magma Neraka sepertinya sangat penurut pada Lin Qi'er. Mungkin ada suatu cerita tersendiri diantara mereka.


Memang dulu saat masih kecil, Ular Magma Neraka pernah diselamatkan oleh Lin Qi'er. Dia merupakan satu-satunya Spirit Beast yang diijinkan untuk berkeliaran disekitar tempat tinggal Lin Qi'er.


"Apa kau memiliki nama?" tanya Xiang Yang.


"Tidak," Ular Magma Neraka menggeleng pelan.


"Kalau begitu agar lebih nyaman dalam berkomunikasi, aku memberi mu nama Lin Xin, bagaimana menurut mu?"


Ular Magma Neraka tidak segera menjawab, dia menoleh kearah Lin Qi'er, seolah meminta pendapatnya.


Lin Qi'er pun mengangguk.


"Baiklah, tidak masalah."


"Lin Xin, aku ingin kau menjadi Spirit Beast pertama yang menghuni Dimensi Xiang. Aku sudah menyiapkan sebuah gunung berapi aktif untuk menjadi tempat tinggal mu."


Meskipun tidak memahami maksud Xiang Yang, namun Lin Xin tetap mengangguk.

__ADS_1


Memang sebelumnya Lin Qi'er sudah memerintahkan Lin Xin untuk mematuhi semua keinginan Xiang Yang sebagaimana dia mematuhi perintah Lin Qi'er


Xiang Yang pun menyentuh Lin Xin, membuatnya menghilang seketika, masuk kedalam Dimensi Xiang, tepat di lokasi yang Xiang Yang kehendaki.


"Qi'er, aku membutuhkan bantuan mu untuk.." Xiang Yang tidak melanjutkan kata-katanya karena mengingat satu hal, "ah benar juga, sekarang sudah 10 tahun berlalu jadi hukuman mu sudah berakhir bertahun-tahun yang lalu."


Xiang Yang tertawa canggung, dia sudah bisa membayangkan akan seperti apa Lin Qi'er mengoceh.


Saat Xiang Yang sudah melepaskan beberapa kekangan pada Lin Qi'er, wajah datarnya langsung berubah menjadi ekspresi marah.


"KAU SIALAN!"


Lin Qi'er berteriak marah, tubuhnya bergetar karena menahan agar tidak menyerang Xiang Yang.


Lin Qi'er sebenarnya ingin meledakkan energinya untuk melampiaskan kekesalannya selama bertahun-tahun ini tidak memiliki kebebasan sama sekali, namun dia sama sekali tidak bisa mengendalikan energi Qi nya.


"KAU BAHKAN MASIH MENYEGEL ENERGI QI KU BAHKAN SETELAH 10 TAHUN MENGEKANG KU!!"


Lin Qi'er memegang kerah baju Xiang Yang lalu mulai mengoceh dengan suara nyaring dan keras.


Xiang Yang hanya membiarkannya, karena dia sadar dirinya memang bersalah.


Setelah hampir satu jam mengoceh tanpa henti.


"Haaah...haaah...haaah," Lin Qi'er terengah-engah, masih memegang kerah baju Xiang Yang dengan tatapan tajam.


"Apakah kau sudah puas?"


"Tentu saja tidak! Cepat kembalikan kendali energi Qi ku dan biarkan aku memukul wajah mu maka aku mungkin akan puas."


"Oh, apa kau ingin aku mengambil kebebasan mu lagi selama 10 tahun?" Xiang Yang berkata dengan tenang.


"Kau... benar-benar!" Lin Qi'er mengeratkan cengkeraman kerah baju Xiang Yang.


"Lin Qi'er, perlu aku ingatkan satu hal pada mu," Xiang Yang memegang dagu Lin Qi'er lalu membuat wajahnya menghadap kearahnya, "apapun yang aku lakukan pada mu, kau tidak memiliki hak untuk protes karena kau adalah milik ku!"

__ADS_1


__ADS_2