
Rindu begitu telaten dengan semua pembuatan kue di tangannya dan hasilnya memuaskan, satu buah kue ulang tahun siap dengan motif yang indah dan ukiran yang begitu bagus.
Rindu tersenyum bangga dan segera mengirim kue pesannya ke tangan pelanggan nya.
Tepat pukul dua siang rindu baru selesai dengan pekerjaannya dan langsung menuju meja toko untuk segera makan siang.
Hari ini rindu agak khusyu dengan pekerjaannya karena dia sedang datang tamu bulanan jadi tidak melaksanakan kewajibannya dan di manfaatkan oleh rindu untuk membuat kue ulang tahun pesanan konsumen.
''Permisi.... boleh saya duduk. ''
ucap seseorang saat rindu sedang memakan makanannya.
''Silahkan ajah, emangnya saya bisa menolak kalau kamu udah duduk begitu. ''
ucap rindu dan orang itu hanya tersenyum.
''Kenalkan nama saya galang dan saya mau meminta maaf atas kesalahan saya saat meeting tempo hari, maafkan yah. ''
''Gak usah di bahas dan saya udah tau nama kamu, buat apa mengenalkan diri lagi. ''
ucap rindu ketus dan membuat galang mengerutkan keningnya.
''Sungguh wanita di hadapanku ini sangat keras kepala dan tidak lemah lembut seperti pakaian yang di pakai nya. ''
gumam galang dalam hatinya sambil beranjak dan pamit pada rindu.
Rindu hanya mengangguk dan melanjutkan memakan makanannya, sebenarnya rindu risih saat galang terus menatapnya tapi rindu tidak memiliki hak untuk mengusir galang yang ada di hadapannya.
''Selamat tinggal rindu, aku akan kembali ke negara dimana aku hidup dari nol, semoga kita berjodoh untuk bertemu kembali. ''
gumam galang sambil melangkah menuju keluar toko rindu.
Rindu sendiri langsung merapihkan makanannya dan memesan beberapa pesanan yang di inginkan mamanya, rindu langsung ijin pulang karena tubuhnya terasa lelah.
Rindu mengemudikan mobilnya menuju kediaman rumahnya, hanya dua puluh menit perjalanan, rindu sudah sampai di rumahnya, saat memasuki area rumahnya ternyata ada tamara yang di undang untuk ikut makan malam, rindu hanya menyapa dan segera ke kamar nya karena tubuhnya begitu lengket.
''Tante..... rindu itu sangat hebat yah membuat kue nya, trus bentuk nya sangat unik unik lagi. ''
ucap tamara saat menata makanan yang di bawa rindu dari toko.
''Rindu itu kan sekolahnya jurusan tataboga, makanya hebat dalam urusan dapur, nanti kamu belajar yah sama rindu biar pintar memasak karena reza gak suka makan di luar. ''
ucap mama hanum dan tamara mengangguk.
''Gimana mama enak kan kue nya?? ''
ucap rindu yang tiba tiba menghampiri mama dan tamara.
Tamara langsung tersentak melihat rindu saat ini tanpa cadar, walaupun dengan hijab nya tapi rindu terlihat sangat cantik.
''Ya tuhan.....banyak wanita yang mengumbar kecantikan nya tapi rindu menutup rapat dengan cadar, kamu cantik sekali rindu. ''
gumam tamara dalam hatinya dan membuat rindu mengerutkan keningnya.
''Kak tamara kenapa ?? ''
__ADS_1
''Ehh.....gak apa apa rindu, kakak hanya terpana melihat kamu tanpa cadar, sangat cantik. ''
''Ishh... kakak ini di kira rindu kenapa, ayo kita siapkan makanannya yah bantu rindu. ''
''Oke rindu ayo kakak bantu. ''
Rindu langsung menuju dapur diikuti oleh tamara, rindu yang langsung membuat menu makan malam untuk tamu yang datang nanti dan tamara hanya membantu sebisa mungkin.
Di dapur terdengar suara tawa dan canda hingga mengundang reza untuk menghampiri ke dapur dan melihat siapa yang sedang bercanda.
''Ternyata kamu deek yang tertawa dan kamu tamara, yang akur yah kalian. ''
ucap reza saat masuk dapur dan rindu langsung memanyunkan bibirnya.
Reza langsung menuju kamarnya dan rindu kembali melanjutkan masakannya di bantu tamara.
''Kakak sangat mencintai kak reza yah?? ''
ucap rindu dan tamara terdiam.
''Kakak hanya bisa menerima semua keputusan kakak kamu, biarlah dia gak membalasnya asalkan kakak tulus mencintai kakak kamu. ''
ucap tamara dan rindu langsung terdiam.
''Sabar yah, kak reza bukan tipe laki laki yang mudah mencintai kak, dia pernah kecewa dengan perempuan dan sampai saat ini terus ajah menutup dirinya dari wanita, kak tamara adalah wanita baik dan rindu janji akan membantu mendekatkan kakak yah sama kak reza. ''
''Terimakasih rindu, tapi lebih baik jangan dan kakak maunya reza menyadari sendiri tentang kakak. ''
''Oke lah, kalau kak reza macam macam kasih tau rindu ajah, biar rindu yang hukum. ''
ucap rindu dengan semangatnya dan tamara hanya tersenyum.
Sedangkan rindu dan tamara sedang bersiap di kamarnya rindu dan tamara meminjam pakaian muslim milik rindu karena hanya tamara yang tidak menggunakan hijab dan tamara meminta rindu membantu menggunakan hijabnya.
''Kak tamara cantik banget pake hijab loh. ''
ucap rindu saat setelah membantu memakaikan hijab di kepala tamara.
''Makasih rindu dan tetap kamu yang paling paling cantik. ''
ucap tamara dan rindu memanyunkan bibirnya.
''Deek, ayo turun karena tamunya udah datang. ''
ucap reza saat mengetuk pintunya dan rindu mengiyakannya.
Rindu langsung menuju lantai satu dengan tamara untuk menyapa tamu yang datang.
''Loh tante hesti ternyata yang mau makan malam di rumah rindu. ''
ucap rindu saat mencium tangan tante hesti dan menakupkan kedua tangannya pada suami tante hesti dan anaknya tante hesti.
''Iya sayang, tante sama suami dan anak tante kan sengaja datang untuk makan malam. ''
ucap tante hesti dan rindu mengangguk.
__ADS_1
''Kenalkan hesti, ini tamara calonnya reza. ''
ucap mama hanum dan tamara langsung bersalaman denga tante hesti suami juga anaknya.
''Duuh hanum kamu mau punya menantu dan sangat cantik sekali loh, reza beruntung dapatkan kamu loh tamara. ''
ucap tante hesti dan tamara hanya tersenyum.
Papa haris langsung mengajak menuju meja makan karena waktu pun sudah cukup untuk makan malam, rindu begitu fokus dengan makanannya.
Sedangkan anaknya tante hesti atau galih hanya mendesah kesal dengan suasana saat ini, dia harus terjebak di situasi perjodohan.
''Mama mama, masa aku harus menikah dengan wanita ini, udah ma di cadar dan pakaiannya sangat sangat tidak aku suka dan jauh dari kata modis. ''
gumam galih dalam hatinya sambil memaksakan makan makanannya.
Dua puluh menit kemudian makan malam selesai, semua keluarga menuju ruang keluarga, kecuali rindu dan tamara masih menyiapkan cemilan di dapur dengan pelayan lainnya.
Rindu dan tamara membawa nampan berisi makanan dan pelayan membawa minuman, tamara dan rindu menjadi kompak untuk saling membantu menjamu tamu malam ini.
Tamara langsung duduk di samping reza dan rindu di himpit reza dan mamanya.
''Langsung ke intinya ajah yah hanum, soal pembicaraan kita waktu itu. ''
ucap tante hesti dan mama hanum mengangguk.
''Gini yah rindu, mama dan tante hesti berencana untuk menjodohkan kamu sama galih, kalian akan langsung di nikahkan tanpa harus pengenalan karena mama tau rindu gak suka perkenalan dengan pria asing, kamu setuju kan sayang?? ''
ucap mama hanum dan membuat rindu terdiam bahkan matanya berembun tanda rindu akan menangis.
Reza langsung menggenggam tangan rindu dan memberikan kekuatan pada rindu.
''Gimana rindu sayang, maukan kamu jadi menantu tante dan tante sangat sayang sama kamu, tante gak mau kamu di miliki yang lain, galih adalah pasangan yang pas untuk kamu. ''
ucap tante hesti dan rindu tetap diam.
''Ya allah cobaan apa ini dan kenapa harus di jodohkan segala, bahkan aku pernah melihat laki laki ini dengan wanita nya sangat mesra, ya allah aku harus apa. ''
gumam rindu dalam hatinya dan tak terasa air mata rindu pun turun begitu sajah di matanya.
''Beri rindu waktu dan setelah pulang dari tanah suci akan rindu jawab, rindu mohon. ''
ucap rindu dengan sangat tegas dan yakin.
Semua keluarga mengiyakannya dan rindu langsung bernafas lega dengan semuanya.
TBC........
.
.
.
.
__ADS_1
.
.........