
Setelah dari rumah sakit reza langsung mengajak tamara pulang menuju rumahnya, karena reza harus ke perusahaan untuk mengurus saham rindu.
''Ingat sayang jangan aktifitas yang berat, diam ajah dan jangan keluar rumah tanpa ijin mas, mas ke kantor mau ngurusin saham untuk galang dan gak ikut masuk ke rumah yah. ''
ucap reza saat sampai di halaman rumah gemilang.
''Baik suamiku dan kamu hati hati yah mas reza. ''
ucap tamara sambil mencium tanga reza dan di balas mencium kening tamara oleh reza.
Tamara langsung masuk kedalam rumah dan reza langsung kembali mengemudikan mobil menuju perusahan gemilang.
Tamara langsung menuju kamarnya untuk membersihkan tubuh dan mengganti pakaiannya, karena tamara ingin ikut gabung dengan rindu, vania dan mama hanum.
''Sepertinya kak tamara bahagia mama, kehamilan sekarang harus benar benar di jaga. ''
ucap rindu saat melihat pergerakan tamara yang tersenyum kepadanya.
''Betul sayang, nanti mama akan menjaganya ekstra ketat dan gak mau kalau harus kehilangan calon cucu lagi. ''
ucap mama hanum dan rindu mengangguk.
Tamara di dalam kamarnya selesai membersihkan tubuhnya dan langsung keluar dari kamar untuk memberitahukan kabar gembira kepada keluarganya.
Tamara tersenyum dan langsung menghampiri mama mertuanya juga rindu, fokus tamara langsung tertuju kepada vania yang sedang santai bermain main.
''Vania.... vania...... ''
ucap tamara memanggil vania namun vania tetap bermain dengan mainannya.
''Hahhaaaaa...... di cuekin. ''
ucap rindu sambil tertawa karena tamara di acuhkan.
''Vania.... aunty punya boneka mau gak?? ''
ucap tamara dan vania langsung menatap ke arah tamara membuat semua tertawa.
''Hhaaaa..... vania lagi gak mau d ganggu kakak, lihat cemberut gitu. ''
ucap rindu dan tamara mengangguk.
''Gimana hasil pemeriksaannya ara?? ''
ucap mama hanum dan rindu mengangguk mengiyakannya.
''Alhamdulillah.... ara hamil dan masuk minggu ke enam mama, ada kabar gembira lagi. ''
ucap tamara dengan senyum bahagianya.
''Kabar apa kakak?? ''
ucap rindu yang antusias dan membuat tamara tersenyum.
''Kehamilan sekarang twins..... ''
ucap tamara dan mama hanum juga rindu langsung reflek memeluk tamara.
__ADS_1
''Alhamdulillah..... allah ngasih kamu dua sebagai ganti yang kemarin, ingat ara kamu harus mengikuti apapun perintah dari reza jangan membantah. ''
ucap mama hanum dan tamara mengangguk.
''Iya mama, ara akan nurut dengan apapun yang mas reza perintah, ara gak akan bantah. ''
ucap tamara dan mama hanum mengangguk.
Tiba tiba vania menangis dan membuat semua kaget, rindu langsung menggendong vania dan memberikan ASI untuk vania.
''Eummmm..... anak bunda ternyata ngantuk yah sayang, langsung bobo. ''
ucap rindu sambil tersenyum mencium kening vania.
''Rindu.... kakak pengen punya anak selucu vania. ''
ucap tamara dan membuat rindu tersenyum.
''Kamu ini ara, udah jangan bilang seperti itu yah karena anak itu kan anugerah yang indah yang di beri allah kepada hambanya, jadi yah terima sajah. ''
ucap mama hanum dan tamara mengangguk.
''Setiap anak kecil itu pasti gemesin kakak, bukan hanya vania tapi semuanya. ''
ucap rindu sambil tersenyum.
Di perusahaan mahendra saat ini.....
Reza dan papa haris masih berada di ruang meeting di perusahaan mahendra, galang dan asistennya di bantu pengacara sedang mengurus kelengkapan sahamnya.
''Alhamdulillah..... akhirnya selesai deh semuanya, papa dan kak reza makasih untuk bantuannya. ''
''Kamu ini kaya ke siapa ajah, kamu juga bagian keluarga gemilang kan saat kamu menikah dengan rindu, ingat galang setiap ada masalah coba bicarakan dengan kamu dan jangan di pendam sendiri, karena masalah itu harus di selesaikan bersama sama. ''
ucap papa haris dan galang mengangguk.
''Iya papa makasih dan maafkan karena semua sikap galang, tadinya galang fikir bisa menghendle nya tapi ternyata semua gak bisa terselesaikan. ''
ucap galang dan papa haris hanya mengangguk lalu menepuk bahu galang.
Papa haris dan reza langsung pamit karena ada meeting di perusahaan dengan jamuan makan siang dan galang kembali mengerjakan pekerjaannya yang belum selesai.
Saat galang sibuk dengan pekerjaannya tiba tiba ruangan di ketuk dan galang mempersilahkannya, galang langsung terdiam saat mendengar suara adiknya yang berbicara.
''Selamat siang kak galang.... ''
ucap galih dan galang langsung berdiri lalu menghampiri galih.
''Mau apa lagi kamu datang kesini galih, jangan pernah memiliki fikiran untuk menjual saham perusahaan kembali, kakak gak menyangka kamu sebusuk itu galih hanya karena wanita. ''
ucap galang dan membuat galih terdiam.
''Maafkan galih kak dan galih menyesal, galih janji gak akan mengganggu keluarga mahendra lagi dan galih datang hanya untuk pamit karena galih akan menuju sebuah desa mengawali semuanya, makasih untuk modal usaha yang kakak berikan untuk galih. ''
ucap galih dan galang mengangguk.
''Ingat galih kamu harus sukses walaupun tanpa keluarga mahendra, kamu juga harus tau mata keluarga gemilang sangat banyak dan tajam, jangan sampai kamu melakukan kesalahan kembali yang memancing kemarahan keluarga gemilang, kakak memberikan modal itu juga atas ijin istri kakak. ''
ucap galang dan galih terdiam.
''Sampaikan ucapan terimakasih dan permintaan maaf galih kepada istri kakak, galih menyesal membuat semua hancur dan makasih karena kak galang membuat semuanya terselamatkan dari rasa malu. ''
__ADS_1
''Kakak malah berterimakasih karena rindu adalah gadis yang kakak sukai galih dan alhamdulillah sekarang kami saling mencintai dan sudah memiliki seorang putri. ''
''Syukurlah kak galih ikut senang, kalau gitu galih pamit kak galang dan sekali lagi makasih untuk semuanya kakak. ''
Sepeninggalan galih pergi, galang langsung terdiam dan merebahkan kepalanya di sandaran sofa sambil menatap langit langit ruangan kerjanya.
''Ya allah..... kebahagiaan sejatiku saat ini adalah menikmatinya tanpa keterganrungan pada masa depan, bukan untuk menghibur diri kita sendiri dengan harapan atau kekuatan, tetapi untuk beristirahat dengan puas, dengan apa yang kita miliki saat ini yang sudah cukup, karena tak selamanya perjalan itu indah, tetap semangat karena hidup itu harus di perjuangkan. ''
ucap galang dan langsung kembali ke meja kerjanya untuk melanjutkan kembali pekerjaannya.
Malam hari menjelang.....
Seusai makan malam, rindu memilih menuju kamar untuk menemani vania, sedangkan keluarganya memilih mengobrol ringan di ruang keluarga, galang masih belum selesai pekerjaannya dan masih berada di kantor.
''Galang emangnya belum selesai pekerjaannya papa?? ''
ucap mama hanum dan papa haris menggelengkan kepalanya.
''Perusahaan mahendra benar benar sedang kritis kemarin dan pasti hari ini galang sibuk mama, kan om yoga juga sedang ke palembang mengurus hotel disana karena ada sedikit penurunan, otomatis galang menghendle semuanya tapi reza yakin sih, sepertinya semua stabil tadi siang dan perusahaan mahendra sudah aman. ''
ucap reza dan diaminkan oleh semuanya.
''Galang itu tertutup kalau ada masalah di tambah rindu nya juga yang gak mau bertanya masalah suami, rindu gak pernah mau mencampuri hal seperti itu, ya jadinya kan gini perusahaan kritis, suaminya diam dan istrinya malah membiarkannya. ''
ucap papa haris dan mama hanum terdiam.
''Rindu kan emang seperti itu papa karakternya, harus ada yang memberitahukan baru dia bergerak. ''
ucap mama hanum.
Reza dan tamara langsung pamit istirahat karena reza seperti biasa posesif kepada tamara untuk tidak kelelahan dan tamara hanya bisa menurutinya.
Papa haris dan mama hanum pun mengikuti untuk istirahat setelah aktifitas lelah hari ini.
tepat pukul sepuluh malam galang baru sampai di kediaman gemilang dan langsung menuju kamarnya untuk istirahat.
''Loh.... kenapa belum tidur?? ini sudah malam loh sayang dan vania juga udah tidur. ''
ucap galang saat membuka pintu dan melihat rindu yang terduduk di ranjang sambil memainkan handphone nya.
Rindu langsung menghampiri galang lalu memeluknya dan galang membalas pelukan rindu dengan lebih erat lagi.
''Kangen mas galang, biasanya sore udah pulang tapi akhir akhir ini mas selalu pulang malam. ''
ucap rindu dan galang langsung tertawa.
''Istriku belajar gombal dari mana yah, kamu tau gak sayang kalau rindu itu gak di ciptakan oleh jarak, akan tetapi oleh perasaan, kamu merindukan mas bukan karena jauh tapi karena mas telah ada di hati kamu. ''
ucap galang sambil mencium kening rindu dan rindu langsung tertawa.
''Mas sudah makan belum?? ''
ucap rindu dan galang menggelengkan kepalanya.
''Yasudah mas mau mandi dan kamu siapkan makan malam yah, mas mau makan di kamar ajah. ''
ucap galang dan rindu mengangguk.
Galang langsung menuju kamar mandi dan rindu langsung menuju ruang ganti untuk menyiapkan pakaiannya galang lalu setelah selesai rindu langsung menuju dapur untuk membuatkan makan malam galang.
TBC......
__ADS_1