
Setelah selesai dengan kewajibannya, rindu kembali menggunakan gamis dan cadarnya, rindu menuruni tangga untuk menghampiri ke ruang tamu.
''Rindu sayang, sini sebentar bisa gak?? ''
ucap mama hanum saat melihat rindu dan dengan terpaksa rindu menghampiri mamanya.
''Ini ada tante hesti loh, ayo salim dulu. ''
ucap mama hanum saat rindu menghampiri ke ruang tamu.
Rindu langsung ikut duduk saat setelah bersalamanbersalaman dengan tante hesti.
''Rindu ini sekarang sedang menghendle perusahaan loh hesti, makanya pulangnya pasti sore menuju magrib. ''
''Benarkah rindu?? kamu memang mewarisi mama kamu sekali yah menyangkut hal perusahaan. ''
''Biasa ajah tante dan yang ada rindu semakin kerepotan di buatnya. ''
ucap rindu dan membuat mama juga tante hesti tersenyum.
Satu jam mengobrol tante hesti langsung pamit dan menolak makan malam bersama, setelah kepergian tante hesti rindu melepaskan cadarnya dan mengajak mama nya untuk makan malam.
''Sayang, ada kabar baik untuk kamu. ''
ucap mama hanum dan rindu tetap asik dengan makanannya.
''Rindu gak tertarik dengan kabar baik. ''
ucap rindu dengan nad juteknya dan membuat mama hanum terdiam.
''Sayang, kamu ini bicara apa sih dan ini beneran kabar baik loh, papa dan kak reza nanti malam pulang dandan artinya besok kamu bebas. ''
ucap mama hanum dan rindu hanya mengangguk.
Saat ini suasana hati rindu sangat kacau karena kejadian di meeting tadi siang, dampaknya rindu jadi pendiam.
''Ada apa rindu?? cerita sama mama. ''
ucap mama hanum yang khawatir dengan rindu karena tidak biasanya rindu terdiam.
''Hiks..... hiks.... ''
''Sayang ada apa sama kamu?? bicarakan dengan mama yah. ''
''Mama rindu sakit hati karena di sepelekan sama kliennya papa, rindu di cap gak mampu dengan semua strategi dan di ragukan, hiks... hiks.... ''
tangisan rindu pecah saat menjelaskan pada mamanya.
Mama hanum langsung menenangkan rindu dan membiarkan rindu menangis.
''Udah jangan mendengar ucapan orang lain yah, dia bodoh karena menyepelekan kamu dan ingat masih ada klien lain yang sangat menginginkan kamu untuk turun dalam bisnis karena klien yang menghujat kamu itu adalah klien yang baru dan tidak mengetahui kinerja kamu. ''
''Pokonya rindu gak mau lagi berurusan sama perusahaan. ''
''Iya sayang, mama janji dan maafkan mama yah karena memaksa kamu. ''
Setelah selesai dengan makan malam dan tangisannya, rindu langsung menuju kamarnya dan mengistirahatkan tubuhnya.
__ADS_1
Tepat tengah malam reza dan papanya rindu tiba di rumah dan mama hanum menyambutnya dengan menunggu kedatangan suami dan anaknya.
''Mama kenapa belum tidur?? ''
ucap reza saamsaam memeluk mama hanum.
''Sengaja kan nunggu kalian, kalian udah makan belum?? mama mau siapkan makan kalau belum. ''
''Buatkan teh hangat aja mama. ''
ucap papa haris dan mama hanum langsung mengangguk.
Reza dan papa haris duduk di sofa ruangan keluarga dan menunggu mama hanum selesai dengan membuatkan teh nya.
''Rindu pasti udah tidur kan mama?? ''
ucap reza saat mama hanum menata teh di meja.
''Lebih tepatnya habis menangis dan lelah akhirnya rindu tertidur pulas deh. ''
ucap mama hanum dan membuat reza mengerutkan keningnya.
''Maksud mama apa?? ''
''Rindu nangis tadi sesegukan, katanya dia di sepelekan kerjanya sama klien kamu reza dan rindu sakit hati. ''
''Mungkin klien baru itu dan belum mengetahui kinerjanya rindu. ''
ucap papa haris dan mama hanum mengangguk.
''Mama juga tdi bilang gitu tapi rindu terus menangis papa, nanti kedepannya gak usah libatkan rindu lagi karena mama gak maumau melihat rindu menangis kembali. ''
Reza pamit terlebih dahulu untuk istirahat dan langsung menuju kamarnya, tapi saat melewati kamar rindu, reza langsung masuk dan menghampiri rindu yang sedang tertidur pulas.
''Maafkan kakak yah rindu, karena kakak membebankan perusahaan ke kamu dan hasilnya kamu menangis karena di sepelekan klien di perusahaan, mulai sekarang kamu di bebas tugaskan dari perusahaan karena kakak gak akan mengandalkan kamu lagi, selamat bobo adik kesayangan kakak dan mimpi indah. ''
ucap reza sambil mengelus rambut rindu dan membenahi selimbut di tubuh rindu.
Pagi hari menjelang......
Selesai dengan sholat subuhnya, rindu langsung tertidur kembali karena dia merasakan kantuknya yang luar biasa.
Sedangkan di lantai satu rumahnya, mama dan papa rindu sedang bersantai dengan di temani teh nya.
''Rindu sama reza tumbenan belum turun yah. ''
ucap papa haris dan mama hanum hanya mengangkat bahunya.
''Mungkin setelah sholat subuh mereka tidur kembali papa. ''
ucap mama hanum dan papa haris hanya mengangguk.
Tepat pukul tujuh pagi reza menuruni tangga dengan setelan jas nya dan mengerutkan keningnya karena meja makan masih sepi.
''Bibi kok meja makan sepi, mama, papa dan rindu pada kemana?? ''
ucap reza saat menghampiri pelayan yang sedang menata makanan.
__ADS_1
''tuan dan nyonya ada di halaman belakang den, kalau non rindu belum turun dari kamarnya. ''
ucap bibi dan reza mengangguk.
Reza langsung menuju halaman belakang untuk menghampiri orang tuanya dan mengajaknya sarapan.
''Papa, mama ayo kita sarapan dulu. ''
ucap reza dan kedua orang tuanya mengangguk.
Reza langsung ke lantai atas untuk membangunkan rindu dan ternyata benar sajah dugaannya, rindu tertidur dan masih menggunakan mukena nya.
''Rindu bangun ayo kita sarapan. ''
ucap reza sambil menepuk pipi rindu.
Rindu mengerjap dan membuka matanya, ''iya kakak sana duluan dan nanti rundu menyusul. '' ucap rindu sambil duduk dan bersandar di ranjangnya.
''Oke, awas kalau gak turun yah. ''
ucap reza dan rindu mengangguk.
Reza menuruni tangga dan langsung bergabung dengan orang tuanya, tak lama reza turun rindu pun menuruni tangga dan langsung duduk.
''Tumben belum siap sayang?? ''
ucap papa nya rindu dan rindu hanya menggelengkan kepalanya.
''Rindu mau istirahat dulu dan paling siangan ajah ke tokonya. ''
ucap rindu dan papanya langsung mengangguk.
''Kalau bisa kamu ke perusahaan dulu yah deek, jelaskan kerjaan kamu nya kan kakak gak tau pengerjaann kamu gimana. ''
ucap reza dan rindu mengangguk.
''Baik kakak, nanti jam sembilan rindu ke kantor dulu deh. ''
ucap rindu dan reza mengangguk.
TBC.......
.
.
.
.
.
.
.
.
__ADS_1
.....................