
Saat ini galang sedang merapihkan bekas piringnya dan kembali menghampiri rindu yang masih duduk dengan kompresan di kakinya.
''Mas galang.... ''
''Iya kenapa, kakinya masih sakit kah?? ''
''Bukan, alhamdulillah kaki nya udah enakan, tolong lepas rendamannya. ''
''Oke, sebentar yah. ''
''Sayang.... ''
ucap mama hanum yang tiba tiba masuk kedalam ruangan yang rindu tempati.
''Mama ada apa?? ''
ucap rindu saat mama nya menghampirinya.
''Sayang, apa kakak kamu gak mengabari dia pergi kemana dengan tamara?? ''
''Gak ada mama, emang kak reza sama kak tamara gak ada gitu mama?? ''
''Gak ada dan makanya mama datang menanyakan sama kamu, yasudah mama mau minta orang buat mencari. ''
''Mama paling kakak sama kak tamara di kamar nya deh dan gak akan kemana kemana juga. ''
''Yasudah deh mama mau istirahat ajah kalau begitu, kalian kembali ke kamar dan istirahat yah karena pesta sudah selesai. ''
ucap mama hanum dan rindu mengangguk.
Galang langsung memakaikan cadar di wajah rindu dan menggendong rindu menuju kamar hotelnya, rindu hanya bisa pasrah menerima semua yang galang lakukan.
Sesampainya di dalam kamar galang mendudukan rindu di sofa dan membantu rindu membuka satu persatu pernak pernik di kepalanya.
''Kok aku kaya bayi yah, di urus semua sama kamu mas galang. ''
ucap rindu saat galang membuka mahkota di kepala rindu.
''Kamu kan istriku dan sudah sepantasnya mendapatkan perlakuan seperti ini, mas hanya mau memberikan yang terbaik untuk kamu, udah selesai dan lebih baik kamu berendam yah biar tubuhnya yang lelah hilang terus segeran deh. ''
ucap galang dan rindu mengangguk.
Berbeda dengan rindu dan galang yang baru memulai kehidupan barunya, reza dan tamara saat ini baru selesai dengan membersihkan tubuhnya dan reza saat ini sedang memeluk tamara di dalam dekapannya.
''Siapa yang menikah dan siapa yang belah duren, pasti rindu sama galang gak seperti kita. ''
ucap reza sambil mengelus punggung tamara.
''Iya mas aku juga tau, tapi kan semua juga atas dasar suka sama suka juga. ''
jawab tamara sambil mencium dada nya reza.
''Persiapkan diri kamu, besok mas akan melamar kamu dan menikahi kamu langsung, mas gak mau terus terusan melakukan dosa. ''
ucap reza dan tamara mengangguk.
''Setidaknya beri jeda sebulan mas, baru juga rindu menikah dan melakukan resepsi. ''
''Mas gak mau kalau kamu hamil dan kita belum ada ikatan dan nanti kasihan bayinya, pokonya gak ada penolakan dan terima semuanya. ''
''Baiklah terserah mas reza ajah dan yang penting kamu milk aku seutuhnya mas dan gak boleh dimiliki wanita lain yah. ''
''Yaudah mas kembali ke kamar takut mama nyariin soalnya handphone kita sama sama di nonaktifkan tadi, pasti curiga ke kita. ''
''Gak apa apa mas, mama juga ngerti dengan keadaan kita bagaimana. ''
''Ya allah tamara, mama itu sangat islami sekali pasti nanti marah kalau mengetahui kita berbuat zina. ''
__ADS_1
ucap rangga sambil beranjak dari ranjang dan mencium kening tamara.
Tamara hanya menatap punggung reza yang semakin tak terlihat dan keluar dari kamar hotelnya.
''Besok ajah deh aku pulangnya, sekarang tubuhku sangat sakit lebih baik istirahat ajah. ''
ucap tamara saat reza sudah keluar dari kamarnya.
''Ya allah rezaaaa... kamu keterlaluan yah, mama kecarian kamu dan kamu santai sekali keluar dari kamar tamara, kalian habis ngapai ?? ''
ucap mama hanum saat melihat reza menutup pintu kamar tamara.
''Mama ini.... reza udah besar yah dan itu urusan reza sudah ngapain ajah di kamar tamara. ''
ucap reza santai dan membuat mama nya melototkan matanya.
''Udah ahh pusing mikirin kamu, katanya gak mau tapi menikmati juga kamu. ''
ucap mama hanum sambil berlalu dan membuat reza merasa tersindir oleh mama nya.
''Duuh.... mama malah nyindir lagi, udah deh mending istirahat ke kamar karena tubuhku lelah sekali. ''
ucap reza sambil berjalan menuju kamar nya.
Di kamar rindu saat ini....
Galang selesai dengan ritual mandinya dan segera duduk bergabung dengan rindu di ranjangnya.
''Besok kita berdua akan terbang ke francis dan disana mungkin agak sedikit lama, kamu gak apa apakan mas ajak lama di francis?? ''
ucap galang dan rindu menatap ke arahnya.
''Emangnya mau apa ke francis sampe lama begitu?? ''
ucap rindu dan galang tersenyum.
''Kan mas harus mulai mengurus perusahaan ayah dan perusahaan mas di francis tak kalah sibuknya, ayah bilang mas harus menggabungkan perusahaan biar gak susah nantinya dan jalan satu satunya yah harus ke francis mengurus kepindahan perusahaan, kalau kamu gak mau ikut juga gak masalah dan kamu bisa menunggu di tanah air ajah. ''
''Bisa.... mas gak akan memaksa kok, kalau nyaman nya di tanah air ya silahkan karena mas tetap akan berangkat besok. ''
''Tidur yah udah malam kan besok mas harus berangkat pagi pagi ke bandara. ''
ucap kembali galang sambil menarik selimbutnya dan tertidur karena tubuhnya merasan lelah.
Rindu belum bisa memejamkan matanya, dia masih memikirkam raut wajah kecewa galang tadi.
''Apa aku harus ikut yah, lagian mas galangkan suamiku pasti sangat berdosa menolak keinginannya. ''
gumam rindu dalam hatinya dan tak lama rindu tertidur lelap menyusul galang yang lebih dahulu terlelap.
Pagi menjelang......
Setelah selesai dengan aktifitasnya, galang memilih duduk sambil menikmati teh hangat yang di buatkan oleh rindu, sedangkan rindu sedang mengepak pakaiannya karena hari ini akan cek out.
Galang sudah di pastikan akan berangkat menuju francis namun tidak dengan rindu, tapi galang tidak pernah memaksa rindu untuk ikut.
''Ayo kita ke rumah mama dan papa yah, mas antarkan kamu kesana. ''
ucap galang dan rindu mengangguk.
Galang membawa koper nya dan rindu mengikuti galang dari belakang.
''Rindu..... kamu bukan pengawal dan kenapa malah berjalan di belakang saya. ''
ucap galang yang tiba tiba berhenti dan berbalik menatap rindu.
''Maaf.....rindu belum terbiasa. ''
__ADS_1
ucap rindu dan galang hanya menggelengkan kepalanya langsung berjalan kembali.
''Mas galang..... ''
''Iya kenapa ?? ''
''Rindu mau ikut dengan mas galang, boleh?? ''
ucap rindu dan galang langsung tersenyum mengangguk.
''Boleh dan sangat boleh sekali, kita ke rumah mama dan papa untuk pamit yah. ''
jawab galang dan rindu mengangguk.
''Sebahagia itu kah kamu mas karena aku mau ikut, ya allah berikan aku keberanian agar aku bisa menghilangkan kecanggunganku kepada suamiku sendiri. ''
gumam rindu dalam hatinya.
Sesampainya di kediaman mewah gemilang, rindu langsung pamit pada semua keluarganya dan semua pun tidak melarang karena rindu sudah memiliki suami yang berhak atas nya.
''Mas kenapa gak pamitan sama ibu dan ayah?? ''
ucap rindu saat di dalam mobil.
''Karena ibu dan ayah udah di bandara, mereka ikut ke francis dengan kita, ibu ingin tau kehidupan mas selama enam tahun jauh dari keluarga. ''
ucap galang dan rindu hanya mengangguk tersenyum.
Mobil sampai di bandara dan galang langsung menggandeng rindu menuju area khusus dimana jet pribadi nya menunggu, rindu hanya pasrah dan mengikuti kemanapun galang menggandengnya.
Keberangkatan menuju francis untuk pertama kalinya rindu jalani dengan suami dan kedua mertuanya, rindu langsung memeluk tante hesti saat menghampiri nya.
''Alhamdulillah..... rindu mau ikut juga ternyata, ibu kira kamu gak ikut loh karena semalam galang mengabari, kalau kamu gak ikut. ''
ucap tante hesti sambil melepaskan pelukannya.
''Ikut dong ibu, masa suami rindu di biarkan pergi sendiri dan rindu gak menemani. ''
jawab rindu dan tante hesti langsung tersenyum.
''Udah pelukannya kan, ayo duduk karena pesawat akan bersiap untuk mengudara sekarang. ''
ucap om yoga dan rindu langsung mengangguk.
Rindu langsung duduk di samping galang yang sedang sibuk dengan ipednya, sedangkan kedua mertuanya duduk di belakang kursi rindu.
Galang menyimpan ipednya dan tersenyum melihat rindu, galang langsung menyamankan tempat duduk dan rindu hanya menatap pergerakan galang.
''Tenang, karena kursi ini bisa di rubah menjadi kasur yang empuk. ''
ucap galang dan rindu mengangguk.
Tempat duduk langsung berubah menjadi sebuah kasur dan atasnya pun tertutup sempurna, rindu hanya diam. dan membiarkan galang melakukan semuanya.
''Maaf karena jet pribadinya gak ada kamar pribadi nya tapi ini nyaman ko untuk kita berdua tidur. ''
ucap galang dan rindu mengangguk.
TBC....
.
.
.
.
__ADS_1
.
.........................................