
Semua keluarga masih berada di rumah sakit menunggu tamara membuka matanya, sedangkan di kediaman gemilang rindu baru mengerjapkan matanya dan tersentak saat ada sebuah tangan yang memeluknya.
''Mas galang..... bangun ihh gak punya malu banget ikut tidur disini. ''
ucap rindu yang mengguncang tangan galang saat berbalik badan ternyata suaminya yang tertidur pulas.
''Sebentar lagi sayang, mas masih ngantuk banget ini cuma lima menit ajah. ''
ucap galang sambil memeluk kembali tubuh rindu.
''Gak bisa, bangun atau aku akan teriak yah mas galang, cepat bangun aku risih tau takut di lihat pelayan ihh. ''
''Kamu tega sekali, mas masih ngantuk tau. ''
''Pindah sana ke kamar kalau ngantuk, aku haus dan mau mandi juga gerah. ''
Galang langsung membantu rindu untuk berdiri dan menggandeng rindu menuju kamar, rindu langsung masuk kedalam kamar mandi sedangkan galang keluar kamar kembali untuk mengambil jas dan tas kerjanya lalu kembali lagi masuk kedalam kamar.
Galang melepas kemeja dan celana kerjanya lalu menggantungnya di gantungan sebelah lemari dan galang merebahkan tubuhnya kembali di ranjang sambil menunggu rindu selesai menyegarkan tubuhnya.
''Mas galang.... mama sama papa kemana yah?? ''
ucap rindu sambil duduk di samping galang.
''Oh iya mas sampai lupa, mama sama papa ke rumah sakit, kak tamara masuk rumah sakit. ''
jawab galang dan membuat rindu mengerutkan keningnya.
''Apa kak tamara sepertiku mas, kelelahan di rumah orang tuanya dan masuk rumah sakit?? ''
''Bukan.... kamu hubungi mama atau papa dan tanya yang sebenarnya ada apa?? ''
''Yaudah aku hubungi mama ajah karena papa gak akan angkat telphone kalau tidak penting. ''
Rindu langsung mengambil handphone nya untuk menghubungi mamanya, sedangkan galang memilih untuk memyegarkan tubuhnya.
Dalam panggilan ketiga mama hanum mengangkatnya, dalam panggilan.....
''Assalamualaikum.....mama. ''
''Walaikumsalam.... ada apa sayang?? ''
''Kok nanya ada apa, rindu harusnya nanya ada apa dengan kak tamara mama?? ''
''Tamara jatuh dari tangga terus janinnya gak bisa di selamatkan. ''
''Ya allah kak tamara.... pasti sedih sekali kak tamara nya mama, rindu mau ke rumah sakit yah sekarang. ''
''Tidak boleh sayang, besok sajah karena mama sama papa juga mau pulang. ''
__ADS_1
''Yaudah deh kalau gitu, salam sayang untuk kak reza dan kak tamara yah mama. ''
''Iya sayang mama sampaikan salam kamu, yasudah kamu istirahat ajah. ''
''Baik mama, assalamualaikum... ''
''Walaikumsalam... ''
Panggilan berakhir...
''Kasihan kak tamara, Janinnya gak bisa di selamatkan dan alhamdulillah janinku baik baik ajah. ''
gumam rindu sambil terdiam memikirkan kesedihan kakak ipar dan kakak nya.
Ke esokan harinya.....
Rindu sudah bersiap pagi sekali karena dia ingin menjenguk kakak iparnya dan galang pun ikut menemaninya sedangkan mama hanum sedang menemani papa haris menuju luar kota menggantikan reza.
Mama hanum dan papa haris berangkat pagi setelah sholat subuh dan saat ini galang juga rindu sedang memakan sarapannya, roti selai dan rindu pun mau memakannya tidak seperti biasanya.
''Habis dari rumah sakit, kita pulang ke rumah ajah yah kan papa sama mama juga gak ada, kak tamara dan kak reza juga belum tentu pulang kapan. ''
ucap galang sambil menyuapkan potongan roti ke mulutnya.
''Iya mas galang yang super bawell, udah berapa kali bicara seperti itu emang gak cape mulutnya. ''
ucap kesal rindu karena galang bawell.
ucap galang tergantung saat rindu menyuapkan roti ke dalam mulut galang.
''Stop jangan debat, nanti mood aku jadi hilang mas galang dan ayo habiskan sarapannya kita ke rumah sakit sekarang, sekalian antar makanan sama pakaian ganti kak reza. ''
ucap rindu dan galang mengangguk.
Rindu dan galang saat ini di perjalanan menuju rumah sakit, galang hanya fokus dengan kemudinya sesekali menatap ke arah rindu yang fokus dengan jalanan di hadapannya.
Beberapa menit berlalu mobil sampai di area parkir dan galang langsung membantu rindu saat setelah memparkirkan mobilnya.
Barang barang di bawa oleh galang dan rindu menggandeng lengan galang memasuki area rumah sakit, rindu sudah mengetahui dimana kamar rawatnya jadi tidak perlu bertanya kembali.
''Assalamualaikum....''
ucap salam rindu saat galang membuka pintu.
''Walaikumsalam.... masuk deek. ''
jawab reza dan rindu langsung masuk.
''Kakak mana kak tamara?? ''
__ADS_1
ucap rindu yang tidak melihat tamara di berangkar.
''Kakak di kamar mandi rindu. ''
ucap tamara dan membuat rindu langsung tersenyum senang.
Reza menggendong kembali tamara dan mendudukannya di berangkar karena tamara gak mau tiduran terus, reza langsung membersihkan tubuhnya karena rindu membawa pakaian dan alat mandi untuk reza.
''Kakak..... rindu turut berduka yah. ''
ucap rindu sambil memeluk tamara dan tamara mengelus punggung rindu.
''Iya... makasih yah kamu udah mau ke rumah sakit. ''
ucap tamara sambil tersenyum dan rindu mengangguk.
Galang hanya menyapa dan kembali duduk di sofa untuk membiarkan rindu dan tamara leluasa mengobrol.
''Kakak hanya sedih ajah rindu, padahal kakak udah bahagia banget saat hamil tapi allah lebih sayang dengan anak yang kakak kandung. ''
ucap sendu tamara dan rindu langsung menggenggam tangan tamara.
''Kenapa harus bersedih kak, bukankah kita memiliki allah yang menentukan takdir, yang memberi ampunan, yang menutup kesalah, yang memberi rezeki, yang mendengar, semua urusan dunia di bawah kekuasaannya kak, allah menguji di titik terendah kita, untuk melihat sejauh manakah kita mampu bertahan, karena allah punya banyak cara untuk membuat hambanya kuat, percayalah allah selalu punya cara untuk membuat kita selalu bahagia dan allah selalu menyiapkan kejutan kejutan indah bagi orang orang yang sabar dan berdoa kepadanya, rindu yakin allah memiliki rencana lain di balik semua cobaan yang kakak terima, kakak kuat dan kakak wanita paling sabar. ''
ucap rindu dan tamara mengangguk.
Rindu menghapus air mata tamara dan kembali memeluknya, rindu tau kalau tamara berusaha menguatkan hati tapi sebenarnya tamara rapuh dan penuh duka.
Galang tersenyum bangga dengan apa yang rindu ucapkan, galang tidak menyangka dengan semua ucapan rindu barusan.
''Kalian pelukan terus kaya lagi main sinetron, deek kamu bawa makanan kan soalnya kak tamara gak mau makan makanan rumah sakit. ''
ucap reza yang keluar dari kamar mandi dengan lebih segar.
''Bawa dong, terus itu nampan makanannya siapa yang memakannya?? ''
ucap rindu sambil meminta galang memberikan kotak makan kepada kakaknya.
''Kakak kamu rindu yang memakannya, pagi pagi sekali ribut mau makan dan pas ada yang antar makanan langsung di makan. ''
ucap tamara sambil tersenyum mengejek reza.
''Yasudah kamu makan yah biar mas yang suapi, deek kamu duduk sana sama galang dulu biar kakak gampang menyuapi tamaranya. ''
ucap reza dan tamara mengangguk.
Galang membantu rindu untuk duduk dan reza langsung menyuapi tamara dengan makanan yang di bawakan oleh rindu.
''Ya rabb.... ubahlah kesedihanku menjadi kebahagiaan, ubahlah air mata yang mengalir menjadi karuniamu dalam kehidupan rumah tangga kami dan kesejahteraan semoga di limpahkan kepada rumah tangga kami, dear allah... lapangkanlah dada ini dalam menerima kenyataan yang pahit, kuatkanlah hatiku untuk lebih bersabar lagi, karena sungguh hidup ini terasa berat bagiku jika tanpamu ya rabb.... ''
__ADS_1
gumam tamara saat menatap reza yang dengan telatennya menyuapi makanan untuk tamara.
TBC...........