
Rindu menunggu di ruang kerja galang, sementara galang sibuk dengan meeting.
Rindu senang karena ruang kerja galang merangkap perpustakaan, namun buku semua tidak rindu mengerti dan hanya sebagian yang rindu mengerti.
Satu jam kemudian pintu ruangan galang terbuka dan galang lah yang masuk, galang tersenyum sambil menghampiri rindu yang sedang menatap jendela di ruangannya.
''Lagi melamunkan apa sayang?? ''
ucap galang yang menghampiri rindu.
''Lagi menatap gedung gedung yang menjulang tinggi dan merasa rendah karena gedung usaha aku hanya berlantai dua. ''
jawab rindu dan galang langsung tersenyum.
''Ayo kita ke perusahaan gemilang grup, mas ada janji dengan papa haris untuk membicarakan urusan kerjasama baru, kamu mau ikut kan?? ''
ucap galang sambil menarik rindu untuk menjauh dari jendela.
''Mau laah, sekalian aku mau ketemu papa juga udah kangen soalnya. ''
ucap rindu dan galang mengangguk.
Galang langsung menggandeng rindu dan membawanya menuju perusahaan keluarga rindu, sepanjang perjalanan rindu terus fokus dengan handphone nya.
''Asik banget siih, sampe di cuekin gini suaminya. ''
ucap galang menyindir dan rindu langsung menatap galang.
''Aku lagi menghubungi kak tamara dan ternyata kak tamaratamara sedang di perusahaan juga dengan kak reza, kan jadi pas banget aku kesana. ''
ucap rindu dan galang hanya mengangguk.
Sepuluh menit kemudian mobil sampai di perusahaan gemilang grup, rindu langsung turun dari mobil dan memasuki perusahaan karena melihat ayahnya.
''Papaaaaa....... ''
teriak rindu dan seketika papa haris langsung berbalik dan tersenyum.
Rindu langsung berlari kecil untuk menghampiri papa nya dan memeluk papa nya.
''Anak papa makin cantik ajah yaah. ''
ucap papa haris saat rindu memeluknya.
''Papa..... gimana kabarnya?? ''
ucap galang saat menghampiri papa mertuanya yang sedang memeluk rindu dan galang mencium tangannya.
''Alhamdulillah.... papa baik seperti terlihat. ''
jawab papa haris dan galang tersenyum mengangguk.
''Hadeuuhhhh..... kebiasaan kalau udah ketemu papa dan kamu namplok deh, malu rindu di lihat orang. ''
__ADS_1
ucap reza yang menghampiri rindu dan rindu langsung melepaskan pelukannya lalu menatap tajam ke arah kakak nya.
''Sirik ajah kak reza atau kakak emang mau aku peluk yaah. ''
ucap rindu sambil mendekat dan reza tersenyum.
Papa haris hanya tersenyum melihatnya, tamara dan galang hanya diam melihat interaksi kakak beradik di hadapannya.
Rindu langsung memeluk reza dan reza hanya tersenyum, saat ini lengan reza sedang di gandeng tamara tapi reza tetap memeluk rindu.
''Kalian ini, ayo kita ke ruangan papa jangan di luar gini kan jadi tontonan juga. ''
ucap papa haris dan rindu langsung melepas pelukannya lalu kembali ke lengan papa nya untuk menggandengnya.
Galang hanya mengikuti dari belakang dengan reza dan tamara juga.
''Perwakilan emerald hari ini datang loh, kamu ikut sekalian yaa galang. ''
ucap reza dan galang mengangguk.
Sesampainya di ruangan papa haris, rindu langsung duduk di sofa dan yang lainnya pun ikut duduk, papa haris langsung memesan minuman untuk teman mengobrol.
''Kemarin papa ke toko kamu loh sayang, tapi kamu kok gak ada sih. ''
ucap papa haris dan rindu langsung menghela nafasnya.
''Rindu udah di larang buat ke toko sama mas galang papa. ''
jawab rindurindu dan papa haris mengerutkan keningnya.
''Kenapa galang?? ''
''Galang cemburu sama konsumen, dia sengaja deketin rindu dengan modus memesan kue, galang ngerti dan melihat dengan jelas dari bahasa tubuh laki laki itu papa, makanya galang batasin rindu, seminggu hanya dua kali boleh ke toko. ''
ucap galang dan papa haris mengangguk.
''Gak adil papa, rindu kan senang degan kue dan sekarang malah di larang. ''
ucap rindu mengeluh dan reza menghela nafasnya.
''Deek.... kamu udah bersuami dan semua nya itu harus ridho dari suami dan kamu harus ikutin semua perintah suami juga, jangan samakan saat kamu masih lajang karena itu gak mungkin. ''
uap reza dan membuat rindu mendelik sebal ke arah kakak nya.
Pintu ruangan di ketuk dan pegawai masuk untuk mengantarkan minuman juga makanan, reza dan galang pamit untuk menjamu kliennya dan papa haris mengijinkannya.
Rindu dan tamara tetap di ruanagan papa haris mengobrol, papa haris kembali ke kursi nya untuk mengerjakan pekerjaannya.
''Rindu... kamu merasa ada yang aneh gak dengan tubuh kamu saat ini?? ''
ucap tamara saat menatap wajah rindu tanpa cadar.
''Gak kak biasa ajah, emangnya kenapa gitu?? ''
ucap rindu dan tamara tersenyum.
__ADS_1
Tamara langsung memegang tangan rindu dan memeriksa denyut nadinya rindu.
''Kamu lebih baik periksakan diri kamu ke dokter kandungan yaah, ini hanya dugaan awal ajah siih sepertinya kamu sedang hamil muda. ''
ucap tamara dan rindu terdiam.
''Nanti ajah kak dan lagian rindu lagi malas kemana kemana juga. ''
ucap rindu dan tamara megangguk.
''Kalian mau ikut papa ke ruang meeting gak, sekalian menghampiri galang dan reza juga. ''
ucap papa haris saat menatap rekaman cctv karena melihat hal janggal di ruangan meeting.
''Boleh papa, rindu juga mau ngajakin mas galang makan karena rindu laper sekarang. ''
ucap rindu dan papa nya mengangguk.
''Bodo amat lah kalau dua wanita ini cemburu, dari pada terjadi sesuatu di ruangan itu. ''
gumam papa haris saat berjalan beriringan dengan anak dan menantunya.
Rindu dengan semangat membuka ruangannya dan rindu langusng terdiam saat menatap galang sedang tertawa dengan wanita dan reza pun tertawa sama.
''Mas galang..... kak rezaa..... kalian malah asik sekali yaah. ''
ucap rindu dan seketika reza juga galang langsung berdiri.
Rindu dan tamara langsung keluar dari ruangan meeting dan menuju ruangan papa haris, papa haris langsung meminta sekertarisnya untuk melanjutkan meeting mewakili perusahaan.
''Papa curiga dari awal dan maaf karena papa membawa istri kalian ke ruang meeting, sana kejar mereka ke ruangan papa. ''
ucap papa haris dan keduanya mengangguk.
Papa haris memilih untuk kembali pulang dan memutuskan besok melanjutkan pekerjaannya karena pasti di ruangannya akan ada perselisihan.
Tamara dan rindu duduk dan memakan cemilan yang di sediakan papa haris, tak butuh lama reza dan galang masuk kedalam ruangan dan menghampiri dua wanita yang sedang cemburu.
''Jangan menjelaskan sekarang, lagi malas mendengarkan soalnya. ''
ucap rindu saat galang akan berbicara dan tamara mengangguk menyetujui ucapan rindu.
''Lebih baik mas reza pesan makan siang deh, rindu bilang laper dan sekarang udah masuk makan siang juga kan. ''
ucap tamara dan reza mengangguk.
Tamara dan rindu hanya sibuk dengan cemilan di hadapannya, reza langsung memesan makan dan galang terus menatap rindu yang terlihat kesal walaupun tertutup cadar tapi galang merasakannya kalau rindu sedang marah dan kesal.
''Ya allah bagaimanabagaimana ngatasin rindu yang cemburu, terlihat menyeramkan sekali. ''
gumam galang dalam hatinya.
''Galang dua wanita ini sedang cemburu, kamu tau cara mengatasinya gimana?? ''
ucap reza membisikkan ke telinga galang dan galang mengangkat bahunya tanda tidak mengetahuinya.
__ADS_1
Rindu dan tamara biasanya berisik mengobrol tapi saat ini mereka hanya membisu dan sibuk dengan makanannya.
TBC.....